“Nona tidak apa kan kalau kau ku jual?”
Begal satu ini termasuk dalam kata gori aneh, kalau niatnya memang jahat kenapa harus minta izin?
“APA! Jangan gila.. em..tapi jika kau ingin uang aku bisa membantumu,” tawar Aria mencoba bernegosiasi.
Si begal pun terheran, memang nya apa yang bisa dilakukan oleh gadis di hadapannya itu?
“Bagaimana caranya, aku sangat lapar sekarang.”
“Tampang saja yang ganteng rupanya miskin,” batin Aria mencibir.
“Ayo maling di rumahku,” ajaknya, mungkin gadis ini sudah kehilangan akal, tapi menurutnya ini kesempatan emas untuk menyudutkan sang ayah tiri.
“Di rumahmu?”
“Iya, aku ini sangat kaya loh. Kau boleh menikam ayah tiriku juga di sana kalau mau.”
“Kau gadis aneh, tapi baiklah. Aku hanya ingin uang saja.” Si begal tidak menaruh keraguan, toh kalau gadis itu berbohong dia tinggal menjualnya saja.
“Ok-ok sekarang perkenalkan siapa namamu begal tampan.”
“Izana.”
“Hanya Izana?”
“Hmm.”
“Aku harus memanggilmu abang atau nama?”
“Berapa usiamu?” tanya Izana untuk memastikan panggilan yang cocok.
“18 tahun, baru tamat SMA bulan lalu.”
“Kalau begitu panggil aku Izana saja.”
“Memang berapa umurmu?”
“Dua satu.”
“Baiklah, ayo kutunjukan rumahku.”
Aria memimpin jalan menuju rumahnya yang megah. Izana merasa ragu apakah rumah itu benaran rumah Aria?
Pintu rumah terkunci, Aria tidak tahu caranya masuk. Ia membawa Izana ke samping area rumah melihat ke atas tepatnya di balkon kamar Aria.
“Kau bisa memanjat?” tanya Aria.
“Bisa.”
“Kalau begitu gendong aku ke atas sana, tenang saja itu kamar ku. Kebetulan tadi aku lupa mengunci jendela.”
“Merepotkan.”
“Merepotkan juga nanti kau dapat duit, aku tahu pin berangkas ibuku”
“Baiklah aku akan menguras semuanya.”
“Iya tidak apa-apa ambil saja semuanya.”
Izana pun menggendong Aria di punggungnya, hingga akhirnya mereka berhasil naik. Dengan perlahan lahan Aria dan Izana melangkah menuju kamar utama, di sana terlihatlah seorang pria tidur pulas sendiri.
“Pria buncit itu ayah tirimu?”
“Iya.”
“Jelek banget.”
“Iya, aku juga jijik melihatnya. Entah apa yang membuat ibu mau menikah dengannya.”
Bip bip bip~
Pintu brangkas pun terbuka, Izana pun menguras habis isinya kecuali surat-surat yang juga berada di situ.
“Sedang apa kalian!”
Aria dan Izana pun terkejut karena menyadari Roni ayah tiri Aria terbangun.
“Maaf Om ini Aria yang suruh ambil, kalau begitu saya pamit dulu, ya.” Dengan santainya Izana berjalan sambil menjinjing karung yang penuh dengan uang.
“Izana kau mau ke mana? Tunggu aku!” Aria berlari menyamaratakan langkahnya dengan pemuda itu.
“ARIAAA!” jerit Roni bersiap mengejar kedua pelaku perampokan itu.
Aria dan Izana langsung lari ke luar, langkah Izana sangat cepat meninggalkan Aria di belakangnya. Kini Aria kembali sendiri lagi di tempat yang gelap jauh dari jangkauan Roni.
“Sial! Tu begal ke mana sih? Sudah dikasih rezeki malah kabur,” rutuknya.
Kerna hari sudah semakin larut, Aria mencari tempat yang bisa ia jadikan tempat tidur. Untungnya tadi ia sempat menyisipkan uang juga tadi, jadi malam ini dia akan tidur di tempat sauna saja.
“Ibu pulang tiga hari lagi, aku tidak akan pulang sebelum ibu pulang,” gumamnya, memang sudah jadi kebiasaan Aria tidur di sembarang tempat jikalau ibunya tidak ada. Kerna menurutnya di rumah itu berbahaya sebab om-om menjijikkan yang menginginkan putri tirinya.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments
harmawati fathindy
aku kebalik2 ini...
namanya ga ketuker tuh Thor 😬🤭
2024-01-28
1
Qaisaa Nazarudin
Kok namanya kayak Cewek 😂😜
2023-09-10
0
Devi Handayani
kasian ditinggal.... hadehh laki laki luknut😏😏😏😏
2023-05-13
0