9. Bodyguard-2

Bugh

bugh

bugh

"Aaarrrgh ..." teriak para penari yang tadinya menari di atas panggung karena melihat orang yang kena pukul.

Ternyata yang kena pukul adalah Ojan. Sehingga membuat Andah turun dari tiang di mana dia tengah beraksi.

"Lu berani sama gue ya?" Kepalan pria itu bersiap mendarat kembali pada wajah Ojan yang sudah berada di bawahnya. Pria itu ternyata Tama, yang kebetulan ingin melihat gemulainya tarian sang pujaan.

Namun, Andah berhasil menahan dan memelintir tangan Tama dengan kasar lalu mendorongnya. Andah membantu Ojan untuk bangkit dan membersihkan sisa debu yang mungkin melekat pada pakaian Ojan.

Lalu tangannya memeriksa memar yang didapat oleh sang suami. "Kamu tak apa?"

"Apa yang kau lakukan wanita ******?" teriak Tama hendak memukul Andah.

Kembali terdengar suara pukulan yang mendarat pada bagian tubuh Tama.

Satu kepalan mengenai ulu hati Tama. Hal ini tentu membuat Tama meringkuk berguling karena kesakitan. Sementara penari yang lain melirik Andah sambil memasang wajah masam.

"Andaaaaaah!!!" teriakan melengking keluar dari mulut Mamih Lova.

Dengan ditemani sebuah kipas, Mamih Lova berjalan cepat menuju ke arah mereka berdua. "Apa yang kamu lakukan? Kamu bilang kamu mau membayar hutang secepatnya? Namun malah melukai pelanggan lagi."

"Seharusnya kamu layani pelanggan kita ini! Dia ini fans berat kamu! Bukan dihajar begini! Jika terus begini, lama-lama job untuk kamu akan semakin sepi."

"Aaagghh!" Mamih Lova mengepalkan kedua tangannya merasa sangat geram dengan gigi tertaut di antara merahnya bibir.

"Ini siapa lagi pengacau yang kamu bawa?" Wajah Mamih Lova mendelik, lalu mendengkus.

"Aku bukan pengacau. Aku ingin melindungi Andah dari orang itu. Aku ini adalah su—" sebelum menyudahi ucapannya, mulut Ojan langsung dibekap oleh Andah dengan cengiran kikuk.

"Dia ini adikku, Mih."

Tangan Andah didorong oleh Ojan. "Adik? Aku ini bukah mahrom kamu! Sejak kapan kita jadi bersau—" Andah kembali membekap mulut Ojan.

"Maaf, Mih. Adikku ini memang bawel sekali." Andah perlahan mundur sambil menarik Ojan dengan mulut yang masih dibekapnya.

Andah menariknya menuju tempat yang sedikit sepi. "Apa yang kamu lakukan, Bocaaaaaah?" bentaknya merasa gemas.

"Aku bukan bocah. Aku sudah dewasa. Buktinya aku udah menikah." bantah Ojan

Andah menepuk keningnya semakin gemas. "Kamu mau jadi bodyguard yang baik buat aku nggak sih?"

"Lho? Justru aku sudah menjadi suami yang baik buat kamu. Melihat dia terus melotot melihatmu membuat hatiku menjadi tidak nyaman. Aku tak mau ada yang melihat kamu seperti itu!"

Andah menghentakan kedua kakinya semakin gemas. "Kamu itu di sini jadi hanyalah seorang bodyguard!! Jadi pekerjaanmu hanyalah  memastikan aku aman dari tangan jahil. Jika sebatas melihat begitu, biarkan saja! Dia tidak akan berani jika aku masih berada di panggung begini, karena sudah ada peraturannya." jelas Andah.

"Pokoknya aku gak sukaaa. Aku gak mau kamu dilihat oleh semua orang seperti itu. Kamu kan adalah Andah. Andah kan istriku. Aku kan suamimu, bodyguard-mu. Aku wajib melindungimu dari mata yang jahil juga."

Andah menggaruk kepalanya kasar karena jawaban Ojan semakin membuatnya gemas. Dia tidak bisa membantah lagi.

Namun, jika boleh jujur, dia sebenarnya marah karena yang dihajar adalah suaminya sendiri. Ternyata, Ojan masih terlalu lemah jika mengemban sebuah pekerjaan menjadi bodyguard. Ujung-ujungnya, Andah lah yang harus melindungi suaminya ini.

"Kamu beneran mau jadi bodyguard yang tangguh?" tanya Andah.

Ojan mengangguk mantap memainkan ototnya yang lempem. Andah memutar bola matanya melihat reaksi Ojan.

"Besok sore, usai kamu kerja di tempat Bang Ali, aku akan latih kamu jadi bodyguard yang perkasa!" ucap Andah mantap.

"Benar kah? Kamu akan melatih aku menjadi suami yang perkasa?" Ojan memasang wajah sumringah.

Namun, mendengar 'suami perkasa' membuat Andah jadi salah tingkah. Dia membayangkan yang lain karena frasa itu. Sesuatu yang berhubungan dengan ranjang.

Membayangkan Ojan bertelanjang dada, memamerkan bahunya yang lebar pelukabel, dan dada bidangnya, membuat Andah merasa panas sendiri.

'Omaigat, apa yang aku pikirkan?' batinnya mengipasi diri sendiri.

'Gara-gara bekerja di sini, dengan tontonan aduhai setiap hari, aku mulai berpikiran kotor? Oh Tuhan, meskipun dia suamiku, aku bagai wanita tua yang menyukai anak di bawah umur.'

Sementara Ojan asik jingkrak-jingkrakan sendiri. Dia meninju dan menendang angin. "Jadi suami perkasa itu begini kan?"

"ciat ... ciat ... ciiat ...." Ojan menaik-turunkan alisnya.

Sementara, Andah memikirkan hal yang lain. Mukanya menjadi semakin merah seperti tomat matang langsung dari batangnya. Hal ini tak luput dari perhatian Ojan.

"Andah ... Andah ... kamu kenapa berasap?"

"Kamu jangan bercanda! Masa iya manusia bisa berasap? Emangnya aku ini bersifat flammable? (bahan kimia yang mudah terbakar)

Ojan terlihat panik ketika mendapati Andah semakin merah. Dia mondar-mandir, ke sana kemari mencari sesuatu. Akhirnya dia menyiramkan bekas air mineralnya tadi ke kepala Andah.

Namun, nyatanya wajah Andah bukannya menjadi lebih tenang, kali ini malah semakin merah dan mulai menghitam.

"Apaaa yang kau lakukan?" ucapnya geram.

*

*

*

Ojan mengusap kepalanya yang baru saja kena jitak oleh Andah. "Ndah, ini kayak ada bengkak di kepalaku abis kamu pukul tadi." rungutnya dengan bibir sedikit maju, manyun.

"Alah, gitu aja sakit?" rutuk Andah merasa lebih kesal pada Ojan.

Ojan terlihat meneteskan air mata. "Iih, anak siapa sih? Udah tua gini kok masih cengeng?" Andah menarik kepala Ojan. Ojan menatap Andah secara lekat.

Ojan menangkap bibir Andah dengan cepat. Ojan mengecupnya, dengan sengiran jenaka.

"Tuh kan?"

Andah hendak memukul Ojan kembali, tetapi pria amnesia itu sudah lari duluan menuju rumah. Karena mereka berdua baru saja diusir oleh Mamih Lova, dianggap membuat keributan pada lokasi club tersebut.

*

*

*

Pagi harinya, kedua orang itu tidur di kamar yang sama. Namun, Andah tidur di bawah, dengan kaki berada di mulut Ojan yang tidur di atas ranjang.

"Hah-hah-hah. Jangaaaan!" Ojan terduduk dari tidurnya.

Andah ikut terbangun karena terkejut mendengar teriakan Ojan. Dia segera bangkit mengecek kepala Ojan yang telah banjir karena keringat. Andah keluar sejenak, dan kembali membawakan segelas air.

Setelah meminum beberapa teguk air, Ojan mengusap kasar wajahnya. "Aku mimpi buruk," ucapnya.

"Kamu mimpi tentang apa?" Anda duduk di samping Ojan.

Ojan merebahkan kepalanya di paha Andah. Ojan menggelengkan kepala, menyandarkan keningnya pada perut Andah. Andah pun membelai kepala Ojan dengan lembut.

"Cup-cup! Ojan jangan nangis lagi." bujuknya. Ojan menganggukan kepala semakin memeluk Andah, membuat sang istri merasakan gejala aneh pada dirinya.

"Kalau begini, aku merasa tenang." ucapnya.

Andah mengangguk dan mengusap kepala Ojan. Dia memperkirakan Ojan baru saja bermimpi tentang masa lalu.

'Dia pasti merasa bingung. Hah, aku ini kenapa? Dia itu terlalu polos untuk begitu.' 

"Sholat subuh dulu yuk?" ajak Andah.

Ojan mengangguk dan mereka segera menuju ke kamar mandi untuk berwudhu melaksanakan sholat subuh.

Saat berdoa, Ojan menyaringkan suara doanya. "Tuhan, berikan lah Ojan uang yang banyak, Tuhan. Ojan  gak ingin lihat istri Ojan kerja malam-malam, Tuhan. Biar Ojan saja yang mencarikan Andah uang yang banyak. Ojan gak suka Andah pakai baju anak SD, Tuhan. Kami kan sudah besar, Tuhan."

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Kayanya ko iya sih pura2 amnesia,mngkn jngn alasan tertentu berkaitan dngn masa lalunya,sehingga Ojan pura2 hilang ingatan,,,,

2023-09-16

0

SARI MEUTIA

SARI MEUTIA

ojan doa nya lucu...hehehehe

2023-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 1. Sang Penari
2 2. Pria Amnesia
3 3. Digrebek
4 4. Kekacauan
5 5. Sah Dinikahi Bocah
6 6. Bocah Gede
7 7. Cowok Imut
8 8. Bodyguard
9 9. Bodyguard-2
10 10. Pura-pura Amnesia
11 11. Diusir
12 12. Kompensasi
13 13. Maafkan Aku
14 14. Love You, Suamiku!
15 15. Ikut ke Kampus Andah
16 16. Nyasar
17 17. Geonino Luke Abraham
18 18. Seperti Adik
19 19. Lenanda
20 20. Flu
21 21. Obrolan Pria Dewasa
22 22. Keluarga Abraham
23 23. Mengusir Parasit
24 24. Menakhlukan Geon
25 25. Menggoda Geon
26 26. Peresmian Hubungan
27 27. Kudeta
28 28. Hasrat yang Tertahan
29 29. Minuman + Obat Perangs*ng
30 30. Malam Pertama
31 31. Kehidupan yang Sebenarnya
32 32. Menjadi Geon yang Dulu
33 33. Tak Jera
34 34. Merindukan Ojan
35 35. Perubahan Sikap
36 36. Jenjang Berikutnya
37 37. Kabar Tak Terduga
38 38. Musibah Sekaligus Berkah
39 39. Kabar Kehamilan
40 40. Bangkit Kembali
41 41. Buah Bibir
42 42. Bayangan Wanita Lain
43 43. Pilihan Sulit
44 44. Penyesalan
45 45. Sebuah Keputusan
46 46. Gundah
47 47. Bertemu Kembali
48 48. Kemelut Hati
49 49. Kecurigaan Lenanda
50 50. Asal Mendapat Uang
51 Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52 51. Kekacauan Hati Geon
53 52. Melupakanmu
54 53. Mengulang Kenangan
55 54. Sebuah Penjelasan
56 55. Nelangsa
57 56. Pelarian
58 57. Kembalilah Padaku!
59 58. Pernyataan Cinta
60 59. Huru Hara
61 60. Dia, Istriku
62 61. Segombal Ojan
63 62. Ketemu Daddy
64 63.
65 64. Andah vs Lenanda
66 65. Istri Geonino Luke Abraham
67 66. Menunggu Istri
68 67. Rencana Pembalasan
69 68. Terungkap Rahasia Hutang
70 69. Menggantikannya
71 70. Bagai Saudara
72 71. Pertama dan Utama
73 72. Kedatangan Lenanda
74 73. Luahan Hati
75 74.
76 75. Ulah Lenanda
77 76. Pilihan Hidup atau M4ti
78 77. Bukti Nyata Cinta
79 78. TAMAT
80 JANGAN LUPAKAN AKU
81 HANYA AKU YANG MENCINTA
82 HANYA AKU YANG MENCINTA
Episodes

Updated 82 Episodes

1
1. Sang Penari
2
2. Pria Amnesia
3
3. Digrebek
4
4. Kekacauan
5
5. Sah Dinikahi Bocah
6
6. Bocah Gede
7
7. Cowok Imut
8
8. Bodyguard
9
9. Bodyguard-2
10
10. Pura-pura Amnesia
11
11. Diusir
12
12. Kompensasi
13
13. Maafkan Aku
14
14. Love You, Suamiku!
15
15. Ikut ke Kampus Andah
16
16. Nyasar
17
17. Geonino Luke Abraham
18
18. Seperti Adik
19
19. Lenanda
20
20. Flu
21
21. Obrolan Pria Dewasa
22
22. Keluarga Abraham
23
23. Mengusir Parasit
24
24. Menakhlukan Geon
25
25. Menggoda Geon
26
26. Peresmian Hubungan
27
27. Kudeta
28
28. Hasrat yang Tertahan
29
29. Minuman + Obat Perangs*ng
30
30. Malam Pertama
31
31. Kehidupan yang Sebenarnya
32
32. Menjadi Geon yang Dulu
33
33. Tak Jera
34
34. Merindukan Ojan
35
35. Perubahan Sikap
36
36. Jenjang Berikutnya
37
37. Kabar Tak Terduga
38
38. Musibah Sekaligus Berkah
39
39. Kabar Kehamilan
40
40. Bangkit Kembali
41
41. Buah Bibir
42
42. Bayangan Wanita Lain
43
43. Pilihan Sulit
44
44. Penyesalan
45
45. Sebuah Keputusan
46
46. Gundah
47
47. Bertemu Kembali
48
48. Kemelut Hati
49
49. Kecurigaan Lenanda
50
50. Asal Mendapat Uang
51
Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52
51. Kekacauan Hati Geon
53
52. Melupakanmu
54
53. Mengulang Kenangan
55
54. Sebuah Penjelasan
56
55. Nelangsa
57
56. Pelarian
58
57. Kembalilah Padaku!
59
58. Pernyataan Cinta
60
59. Huru Hara
61
60. Dia, Istriku
62
61. Segombal Ojan
63
62. Ketemu Daddy
64
63.
65
64. Andah vs Lenanda
66
65. Istri Geonino Luke Abraham
67
66. Menunggu Istri
68
67. Rencana Pembalasan
69
68. Terungkap Rahasia Hutang
70
69. Menggantikannya
71
70. Bagai Saudara
72
71. Pertama dan Utama
73
72. Kedatangan Lenanda
74
73. Luahan Hati
75
74.
76
75. Ulah Lenanda
77
76. Pilihan Hidup atau M4ti
78
77. Bukti Nyata Cinta
79
78. TAMAT
80
JANGAN LUPAKAN AKU
81
HANYA AKU YANG MENCINTA
82
HANYA AKU YANG MENCINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!