6. Bocah Gede

"Dia memiliki aura orang kaya. Apa dia orang kaya yang tiba-tiba jatuh miskin?"

Mendengar ucapan si 'Men,' Andah terkekeh karena itu terasa sangat aneh. "Hahaha, becanda aja ini si Abang."

"Heh, siapa name lu?" tanya Bang Men.

"Ojan," Wajahnya masih terpaku pada sebuah mobil mewah yang baru saja ditinggal Bang Men saat mencuci.

Bang Men mengerutkan keningnya. "Ojan?" Dia menatap Andah memastikan nama itu.

Andah tersenyum kikuk karena dia spontan saja memberi nama tersebut pada lelaki yang ditemukannya ini. Dia teringat komedi yang ditontonnya saat masih kecil, ada anak kecil yang menggemaskan bernama Ojan. Secara spontan saja Andah mengucapkan nama pria itu dengan Ojan.

"Ya ... panggil saja dia Ojan, Bang. Ajari dia dengan baik yah! Dia ini bagai anak kecil yang luar biasa polos. Otaknya kereset ulang, karena suatu hal." terang Andah.

"Amnesia?" tanya Bang Ali dan Bang Men serempak.

"Ya ... begitu lah kira-kira."

"PR besar ni ngajarin anak kecil," gumam Bang Men. Menarik Ojan bagai menarik anak kecil yang sedang kagum melihat sesuatu.

"Lu tertarik sama ni mobil?" tanya Bang Men yang sudah berada di samping mobil mewah itu.

"Iya, Bang. Mobilnya bagus banget." Ojan mengeluarkan cengiran khas anak kecil membuat Bang Men mendelik merasa jengah, aneh, dan geli.

"Ini mobil milik yang ono tu!" Bang Men menunjuk seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan Ojan. Wanita itu terlihat sangat berkelas, melambaikan tangannya kepada Ojan.

Bang Men membalas lambaiannya, jahil. Akan tetapi si wanita elegan itu membuang muka karena yang membalas lambaian tangannya adalah pria kurus dengan gigi yang sedikit maju.

Ojan hanya menggaruk kepala di bagian belakang, merasa bingung dengan keadaan yang sedang terjadi. Dia tidak memahami arti lambaian tangan itu, lebih fokus memperhatikan mobil yang berada di posisi tinggi. Seakan ada bayangan dirinya tengah duduk di dalam mobil itu.

"Woiiyy, bocah gede! Lu melamun ye?" tanya Bang Men.

"Oh-eh?" Ojan menggelengkan kepalanya.

Bang Men menyerahlan spons kepada Ojan. "Cuci mobilnya dengan hati-hati! Jangan sampai lecet! Kalau lecet, siap-siap aja ganti! Lu punya duit buat ganti?"

Ojan mengangguk. "Aku punya uang kok, Bang." Ojan merogoh koceknya. Lalu mengeluarkan uang koin.

"Ini, kata Andah bisa beli empat permen." Ojan memamerkan koin seribu perak yang dia temukan tadi.

Bang Men menepuk jidatnya lalu memutar mata merasa sedikit eneg melihat tingkah Ojan persis anak lima tahun. "Udah, lu cuci mobilnya! Gue turunin dulu ni mobil."

Bang Men menuju sebuah tempat menekan sebuah kontak. Hal ini membuat mobil yang berada cukup tinggi, terlihat turun secara perlahan.

Setelah itu, Bang Men menyemprotkan kembali busa yang terlihat sangat halus bagai salju. Dia memberi contoh cara mengusap mobil mewah ini dengan benar. Dengan cepat, tetapi hati-hati Bang Men memperlihatkan cara msncuci dengan benar kepada Ojan yang selalu melongo.

Ojan pun meniru mulai mengusap dan tampak sedikit kasar. "Eit! Jangn gitu! Kalau kasar gitu bisa merusak cat nya. Mobil ini sensitif banget, kayak yang punya!" ucap Bang Men menunjuk wanita yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka.

Namun si wanita yang ditunjuk Bang Men memamerkan kepalannya. Mengusap dan meniupkan kepalan itu sebagai petanda ancaman Bang Men yang terus menggodanya.

Namun, mata Ojan bukan melihat ke arah wanita yang ditunjuk Bang Men. Ojan malah mencari sosok wanita yang katanya sudah menjadi istrinya tadi pagi. "Andah mana, Bang?" tanya Ojan.

"Andah siape?" tanya Bang Men lagi.

Mata Ojan terus liar melirik ke kiri dan kanan mencari sosok sang istri. Dia langsung melempar spons yang ada pada tangannya. Akan tetapi, langkahnya dihalangi Bang Men.

"Mau ke mana? Lu mau cari duit kan?"

Ojan berhenti lalu memutar kembali tubuhnya menatap Bang Men. "Gimana caranya cari uang, Bang?"

"Laaah? Ini kita lagi nyari uang?"

Ojan langsung menatap ke bawah. Matanya liar meliat segalanya yang ada di lantai. "Gak ada uang!" celetuknya menggaruk dagu.

"Omaigat! Mau gue apain ni si bocah gede?" rutuk Bang Men kesal.

*

*

*

Sementara Andah sedang menemui Mamih Lova. "Kamu bilang hutangmu sebesar lima belas juta akan kamu bayar dalam waktu satu minggu? Ini sudah lewat! Mana buktinya?"

"Maaf, Mih. Aku lagi mengumpulkan uangnya." Andah menyilangkan dua jemarinya di belakang.

"Sini balikin dulu berapa yang kamu punya?!" Mamih Lova menengadahkan tangannya.

Andah menggaruk pelipisnya tersenyum kikuk. "Kasih waktu dikit lagi, Mih. Aku akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi melunasinya dengan segera."

Mamih Lova melangkahkan kakinya hingga posisi mereka sejajar di samping Andah. "Bagaimana kamu terima penawaran cowok muda yang waktu itu? Duitnya bisa kamu kuras untuk membayar hutang-hutangmu." Mamih Lova bersidekap dada melirik Andah yang ada di sampingnya.

"Tapi, Mih ... Aku itu tidak mau menari di hadapan pria yang tak sopan itu."

"Kamu saat ini dihadapi pada situasi yang tidak bisa memilih! Atau, kamu bisa lelang kepe rawananmu. Kamu bisa meladeni pria yang bisa membayarmu dengan harga yang paling mahal!"

"Mih, aku ini penari. Yang aku jual itu gerakan indah dari seni tari yang aku tunjukan. Bukan tubuh, bahkan keperawananku! Biar lah aku memberikan semua milikku yang berharga ini hanya kepada suami."

Andah tersadar pada kata suami. Dia teringat pada pria yang bertingkah seperti anak kecil yang baru menikah dengannya tadi pagi. 'Bisa berdiri ga ya? Secara dia kan anak kecil.' batinnya.

"Siapa yang mau menikah denganmu? Tak akan ada yang mau menikah meski pun kamu belum tersentuh siapa pun. Mereka tidak akan mau tahu dan menutup mata menganggap semua wanita yang ada di sini bukan lah wanita baik-baik, termasuk kamu juga."

Andah memilih diam dengan pernyataan Mamih Lova. Dia sengaja tidak memberitahukan kepada sang atasannya ini bahwa dia baru saja menjadi istri orang.

"Jadi bagaimana, Andah? Apakah kamu bersedia mengikuti apa ucapanku?"

Andah menggeleng mantap. "Beri aku waktu seminggu lagi, Mih. Aku berjanji akan mengganti uang yang Mamih pinjamkan itu."

Tanpa menunggu jawaban dari Mamih Lova, Andah menggeser tubuhnya ke samping dan bergerak bagai kepiting keluar dari ruangan tersebut.

"Kamu-" Mamih Lova menghentikan ucapannya. Lawan bicaranya sudah tidak ada.

"Dasar anak kurang ajaaaaar!" um pat Mamih Lova.

Andah berjalan cepat kembali ke tempat pencucian mobil tadi, di mana dia meninggalkan Ojan di sana. Dia ingin mengantarkan suami berjiwa anak-anaknya pulang. Saat masih sepuluh meter lagi dari lokasi, pencucian mobil tersebut, sebuah tangan menarik Andah dan membekap mulut Andah.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Waduhh!! Itu siapa yng bekap Andah???

2023-09-16

0

my name

my name

lah....andah diculik

2023-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. Sang Penari
2 2. Pria Amnesia
3 3. Digrebek
4 4. Kekacauan
5 5. Sah Dinikahi Bocah
6 6. Bocah Gede
7 7. Cowok Imut
8 8. Bodyguard
9 9. Bodyguard-2
10 10. Pura-pura Amnesia
11 11. Diusir
12 12. Kompensasi
13 13. Maafkan Aku
14 14. Love You, Suamiku!
15 15. Ikut ke Kampus Andah
16 16. Nyasar
17 17. Geonino Luke Abraham
18 18. Seperti Adik
19 19. Lenanda
20 20. Flu
21 21. Obrolan Pria Dewasa
22 22. Keluarga Abraham
23 23. Mengusir Parasit
24 24. Menakhlukan Geon
25 25. Menggoda Geon
26 26. Peresmian Hubungan
27 27. Kudeta
28 28. Hasrat yang Tertahan
29 29. Minuman + Obat Perangs*ng
30 30. Malam Pertama
31 31. Kehidupan yang Sebenarnya
32 32. Menjadi Geon yang Dulu
33 33. Tak Jera
34 34. Merindukan Ojan
35 35. Perubahan Sikap
36 36. Jenjang Berikutnya
37 37. Kabar Tak Terduga
38 38. Musibah Sekaligus Berkah
39 39. Kabar Kehamilan
40 40. Bangkit Kembali
41 41. Buah Bibir
42 42. Bayangan Wanita Lain
43 43. Pilihan Sulit
44 44. Penyesalan
45 45. Sebuah Keputusan
46 46. Gundah
47 47. Bertemu Kembali
48 48. Kemelut Hati
49 49. Kecurigaan Lenanda
50 50. Asal Mendapat Uang
51 Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52 51. Kekacauan Hati Geon
53 52. Melupakanmu
54 53. Mengulang Kenangan
55 54. Sebuah Penjelasan
56 55. Nelangsa
57 56. Pelarian
58 57. Kembalilah Padaku!
59 58. Pernyataan Cinta
60 59. Huru Hara
61 60. Dia, Istriku
62 61. Segombal Ojan
63 62. Ketemu Daddy
64 63.
65 64. Andah vs Lenanda
66 65. Istri Geonino Luke Abraham
67 66. Menunggu Istri
68 67. Rencana Pembalasan
69 68. Terungkap Rahasia Hutang
70 69. Menggantikannya
71 70. Bagai Saudara
72 71. Pertama dan Utama
73 72. Kedatangan Lenanda
74 73. Luahan Hati
75 74.
76 75. Ulah Lenanda
77 76. Pilihan Hidup atau M4ti
78 77. Bukti Nyata Cinta
79 78. TAMAT
80 JANGAN LUPAKAN AKU
81 HANYA AKU YANG MENCINTA
82 HANYA AKU YANG MENCINTA
Episodes

Updated 82 Episodes

1
1. Sang Penari
2
2. Pria Amnesia
3
3. Digrebek
4
4. Kekacauan
5
5. Sah Dinikahi Bocah
6
6. Bocah Gede
7
7. Cowok Imut
8
8. Bodyguard
9
9. Bodyguard-2
10
10. Pura-pura Amnesia
11
11. Diusir
12
12. Kompensasi
13
13. Maafkan Aku
14
14. Love You, Suamiku!
15
15. Ikut ke Kampus Andah
16
16. Nyasar
17
17. Geonino Luke Abraham
18
18. Seperti Adik
19
19. Lenanda
20
20. Flu
21
21. Obrolan Pria Dewasa
22
22. Keluarga Abraham
23
23. Mengusir Parasit
24
24. Menakhlukan Geon
25
25. Menggoda Geon
26
26. Peresmian Hubungan
27
27. Kudeta
28
28. Hasrat yang Tertahan
29
29. Minuman + Obat Perangs*ng
30
30. Malam Pertama
31
31. Kehidupan yang Sebenarnya
32
32. Menjadi Geon yang Dulu
33
33. Tak Jera
34
34. Merindukan Ojan
35
35. Perubahan Sikap
36
36. Jenjang Berikutnya
37
37. Kabar Tak Terduga
38
38. Musibah Sekaligus Berkah
39
39. Kabar Kehamilan
40
40. Bangkit Kembali
41
41. Buah Bibir
42
42. Bayangan Wanita Lain
43
43. Pilihan Sulit
44
44. Penyesalan
45
45. Sebuah Keputusan
46
46. Gundah
47
47. Bertemu Kembali
48
48. Kemelut Hati
49
49. Kecurigaan Lenanda
50
50. Asal Mendapat Uang
51
Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52
51. Kekacauan Hati Geon
53
52. Melupakanmu
54
53. Mengulang Kenangan
55
54. Sebuah Penjelasan
56
55. Nelangsa
57
56. Pelarian
58
57. Kembalilah Padaku!
59
58. Pernyataan Cinta
60
59. Huru Hara
61
60. Dia, Istriku
62
61. Segombal Ojan
63
62. Ketemu Daddy
64
63.
65
64. Andah vs Lenanda
66
65. Istri Geonino Luke Abraham
67
66. Menunggu Istri
68
67. Rencana Pembalasan
69
68. Terungkap Rahasia Hutang
70
69. Menggantikannya
71
70. Bagai Saudara
72
71. Pertama dan Utama
73
72. Kedatangan Lenanda
74
73. Luahan Hati
75
74.
76
75. Ulah Lenanda
77
76. Pilihan Hidup atau M4ti
78
77. Bukti Nyata Cinta
79
78. TAMAT
80
JANGAN LUPAKAN AKU
81
HANYA AKU YANG MENCINTA
82
HANYA AKU YANG MENCINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!