17. Geonino Luke Abraham

"Andah?" Ojan memutar tubuhnya, melihat siapa yang baru saja menyentuh pundaknya.

"Geon? Ini beneran kamu Geon? Kamu mencariku sampai ke sini?"

Wajah sumringah seorang wanita yang tidak dikenal, terpampang nyata di hadapan Ojan. Sementara, ekspresi Ojan terlihat sangat biasa.

"Geon, kenapa kamu diam aja?" Raut wajah wanita yang tadinya terlihat gembira, kini berubah kecewa. Pria yang selama sebulan ini dicarinya, tidak menanggapinya sama sekali.

"Geon? Kenapa? Kenapa kamu pergi? Apakah kamu marah padaku?"

'Kenapa kakak ini mengira aku sebagai orang yang bernama Geon, tetapi aku kan Ojan, bukan Geon,' batin Ojan.

Tanpa mengatakan apa-apa, Ojan mundur beberapa langkah lalu memutar tubuhnya. Dia berjalan cepat bagai robot meninggalkan wanita yang berdiri dengan wajah bingung.

"Geon?" Dia mengejar Ojan yang terus mengejarnya.

"Geon, apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu seperti ini?" Dia melihat pria yang dikiranya bernama Geon itu, mengenakan pakaian yang sangat tidak sesuai dengan seorang yang bernama Geonino Luke Abraham.

Ojan terus menjauh tanpa mengatakan satu apa pun. Meninggalkan wanita dengan mata yang telah berkaca-kaca.

"Geon?"

Akhirnya mutiara bening jatuh satu per satu di pipinya. "Geon?" Dia menangkupkan kedua tangan menutup mulut dan teringat akan masa lalunya.

Lima belas tahun yang lalu, ketika wanita yang bernama Lenanda itu berusia sepuluh tahun, menghadiri pemakaman istri dari rekan kerja papanya. Suasana berkabung terasa dengan sangat kental. Semua orang mengenakan pakaian berwara hitam, termasuk dirinya mengenakan gaun hitam yang ia miliki.

Dia memperhatikan, remaja lelaki yang kala itu berusia lima belas tahun, tengah meneteskan air mata tanpa suara.

Tanpa berpikir panjang, gadis kecil bernama Lenanda itu menggenggam tangan laki-laki tampan yang tidak dikenalnya.

"Jangan nangis ya? Ada aku di sini." ucapnya meski dia tidak mengenal remaja putra itu.

Remaja pria itu melirik gadis kecil yang menggenggam tangannya. Dengan kasar, tangan itu dilepaskan. Dia mengusap air mata terjatuh dengan lengan hodie hitam yang sedang ia kenakan.

Dia keluar dari kerumunan yang mengelilingi makam mamanya yang meninggal karena sakit jantung yang diderita sang ibu. Dia berlari menuju pohon yang berada di pinggir area pemakaman dan menangis tersedu-sedu di sana.

"Ma, kenapa meninggalkanku? Kenapa tidak mengajakku untuk ikut bersamamu?"

"Kamu jangan menangis, kata Papa, jika menangis berlebihan di saat ada yang meninggal, maka arwah almarhum tidak bisa tenang di alam penantian."

Remaja pria itu tersentak mendengar ucapan gadis kecil dari rekan kerja ayahnya ini. Dengan segera ia mengusap air mata kembali dan menghentikan tangisannya.

Geon memutar tubuhnya, menatap lurus pada gadis kecil itu. "Kenapa mengikutiku?"

"Karena aku, suka sama kamu." Lenanda kecil memasang senyum dengan setulus mungkin.

"Hah? Anak kecil." Geon pergi begitu saja meninggalkan Lenanda yang tersenyum sumringah.

Tiga tahun kemudian, Lenanda menghadiri pernikahan kedua rekan kerja papanya. Pada saat itu, Lenanda telah berusia tiga belas tahun, ia tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik.

Ternyata pernikahan tersebut mempertemukannya kembali dengan remaja muda tampan di pemakaman dulu. Lenanda masih sangat mengingatnya, karena dia benar-benar jatuh hati pada remaja pria itu.

Saat bertemu pria remaja dulu, kali ini dia tampak lebih dewasa. Namun, wajahnya terlihat dingin. Tak ada kebahagiaan sama sekali.

Lenanda tanpa malu-malu, datang mendekati pria muda itu. Pria yang belum diketahui namanya yang membuat dia terpesona.

"Hai." Lenanda melambaikan tangannya.

Namun, pria muda itu tak bergeming dah melangkah pergi. Kali ini Lenanda tidak mau berputus asa. Dia ingin lebih dekat lagi dengan pria muda yang dikatakannya ganteng.

Lenanda mengikutinya dengan menautkan kedua tangannya di belakang, mengekori laki-laki yang tampan itu.

"Halooo, kok kamu diam aja?" Lenanda mengikuti kecepatan langkah pria itu. Namun, dia masih belum mendapat jawaban apa-apa dari laki-laki tampan itu.

"Ooh, kamu lagi malas bicara ya?" Lenanda tanpa putus asa terus mengekorinya.

"Namaku Lenanda. Saat ini aku sudah kelas tujuh SMP. Kamu gimana? Udah kelas berapa?"

Pria muda itu menghentikan langkahnya. "Aku sebentar lagi tamat SMA. Kamu terlalu kekanakan untukku. Menjauh lah dariku!"

Geon beranjak menaiki tangga pada rumah mewah milik keluarga rekan ayahnya ini.

"Ah, Lenanda, ternyata kamu di sini? Papa sudah mencarimu semenjak tadi. Ayo, kenalan dulu sama rekan kerja Papa yang menikah."

Lenanda dengan patuh mengikuti permintaan papanya itu. Dengan terpana dia melihat teman papanya yang menikah.

"Waaah, Om sangat mirip dengan cowok ganteng pemarah tadi. Dia naik ke lantai atas."

Lalu pria yang bernama Luke Abraham itu tertawa. "Dia itu, anak Om. Namanya Geon."

"Geon? Namanya sangat bagus." celetuk Lenanda dengan mata berbinar.

Luke Abraham tertawa mendengar gumaman remaja belia itu. "Sepertinya kita bisa jadi besan saat mereka dewasa nanti." ucap ayah dari Geon kepada orang tua Lenanda.

"Waaah, terlalu dini jika kita menyimpulkan demikian. Biarkan mereka dekat dengan alami." ucap papa Lenanda.

Dari belakang pengantin wanita bernama Anita, muncul seorang pria muda. Dengan wajah ramah dia melambaikan tangan kepada Lenanda.

Anita, mendorong putranya itu ke arah Lenanda. "Ayo, kenalan dulu."

Pria remaja itu mendekati Lenanda mengulurkan tangan. "Hai, namaku Jonathan. Saat ini aku duduk di bangku SMP kelas sembilan."

Lenanda membulatkan matanya menyambut uluran tangan Jonathan. "Aku Lenanda, aku sudah kelas tujuh SMP."

"Waaah, ternyata Jonathan sangat ramah, berbeda dengan Geon," ucap Luke, menilai anak dari istri keduanya ini.

Sementara mata Lenanda menatap seseorang yang berdiri di lantai atas. Dia tampak sedang memperhatikan aktivitas mereka.

Lenanda kembali melambaikan tangannya. "Haaaii, aku sudah tahu namamu!" soraknya melambaikan tangan.

"Geon, I love you!" soraknya.

Papa Lenanda menutup wajahnya melihat aksi anak perempuannya ini. Sementara Luke, tertawa renyah melihat tingkah Lenanda yang sangat jenaka.

Sementara itu, Jonathan terus memperhatikan Lenanda yang sangat cantik. Dia ingin menjadi lebih dekat dengan Lenanda. Lalu melirik Geon yang memasang wajah dingin berdiri di lantai atas.

Semenjak saat itu, Lenanda, setiap hari mendatangi rumah keluarga Abraham. Setiap saat dia ingin mengajak Geon berbicara, tetapi tanggapan Geon selalu dingin terhadapnya.

Di saat Lenanda merasa putus asa, Jonathan hadir untuk menghibur Lenanda. Jonathan menemani gadis itu hingga mereka jadi semakin akrab.

Suatu hari, Lenanda membawa tugas sekolahnya ke rumah keluarga Abraham dan mengerjakannya di sana.

Geon merasa heran, tumben sekali gadis itu tidak mengganggu dirinya hari ini. Padahal, dia memastikan Lenanda telah hadir di rumah itu.

Saat diintip, ternyata gadis itu terlihat sangat sibuk mengerjakan sesuatu di ruang tengah. Geon merasa penasaran atas apa yang dikerjakan oleh Lenanda.

Setelah melihat aktivitas Lenanda di rumahnya, Geon merebut buku tugas milik Lenanda dengan kasar.

"Kembalikan!" Lenanda merebut kembali buku tugas itu.

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Nah lhoo,,,, mereka meributkan apa??? 🤔 Lena lagi nulis apaan smpe2 Geon merebut buku Lena,,,,

2023-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. Sang Penari
2 2. Pria Amnesia
3 3. Digrebek
4 4. Kekacauan
5 5. Sah Dinikahi Bocah
6 6. Bocah Gede
7 7. Cowok Imut
8 8. Bodyguard
9 9. Bodyguard-2
10 10. Pura-pura Amnesia
11 11. Diusir
12 12. Kompensasi
13 13. Maafkan Aku
14 14. Love You, Suamiku!
15 15. Ikut ke Kampus Andah
16 16. Nyasar
17 17. Geonino Luke Abraham
18 18. Seperti Adik
19 19. Lenanda
20 20. Flu
21 21. Obrolan Pria Dewasa
22 22. Keluarga Abraham
23 23. Mengusir Parasit
24 24. Menakhlukan Geon
25 25. Menggoda Geon
26 26. Peresmian Hubungan
27 27. Kudeta
28 28. Hasrat yang Tertahan
29 29. Minuman + Obat Perangs*ng
30 30. Malam Pertama
31 31. Kehidupan yang Sebenarnya
32 32. Menjadi Geon yang Dulu
33 33. Tak Jera
34 34. Merindukan Ojan
35 35. Perubahan Sikap
36 36. Jenjang Berikutnya
37 37. Kabar Tak Terduga
38 38. Musibah Sekaligus Berkah
39 39. Kabar Kehamilan
40 40. Bangkit Kembali
41 41. Buah Bibir
42 42. Bayangan Wanita Lain
43 43. Pilihan Sulit
44 44. Penyesalan
45 45. Sebuah Keputusan
46 46. Gundah
47 47. Bertemu Kembali
48 48. Kemelut Hati
49 49. Kecurigaan Lenanda
50 50. Asal Mendapat Uang
51 Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52 51. Kekacauan Hati Geon
53 52. Melupakanmu
54 53. Mengulang Kenangan
55 54. Sebuah Penjelasan
56 55. Nelangsa
57 56. Pelarian
58 57. Kembalilah Padaku!
59 58. Pernyataan Cinta
60 59. Huru Hara
61 60. Dia, Istriku
62 61. Segombal Ojan
63 62. Ketemu Daddy
64 63.
65 64. Andah vs Lenanda
66 65. Istri Geonino Luke Abraham
67 66. Menunggu Istri
68 67. Rencana Pembalasan
69 68. Terungkap Rahasia Hutang
70 69. Menggantikannya
71 70. Bagai Saudara
72 71. Pertama dan Utama
73 72. Kedatangan Lenanda
74 73. Luahan Hati
75 74.
76 75. Ulah Lenanda
77 76. Pilihan Hidup atau M4ti
78 77. Bukti Nyata Cinta
79 78. TAMAT
80 JANGAN LUPAKAN AKU
81 HANYA AKU YANG MENCINTA
82 HANYA AKU YANG MENCINTA
Episodes

Updated 82 Episodes

1
1. Sang Penari
2
2. Pria Amnesia
3
3. Digrebek
4
4. Kekacauan
5
5. Sah Dinikahi Bocah
6
6. Bocah Gede
7
7. Cowok Imut
8
8. Bodyguard
9
9. Bodyguard-2
10
10. Pura-pura Amnesia
11
11. Diusir
12
12. Kompensasi
13
13. Maafkan Aku
14
14. Love You, Suamiku!
15
15. Ikut ke Kampus Andah
16
16. Nyasar
17
17. Geonino Luke Abraham
18
18. Seperti Adik
19
19. Lenanda
20
20. Flu
21
21. Obrolan Pria Dewasa
22
22. Keluarga Abraham
23
23. Mengusir Parasit
24
24. Menakhlukan Geon
25
25. Menggoda Geon
26
26. Peresmian Hubungan
27
27. Kudeta
28
28. Hasrat yang Tertahan
29
29. Minuman + Obat Perangs*ng
30
30. Malam Pertama
31
31. Kehidupan yang Sebenarnya
32
32. Menjadi Geon yang Dulu
33
33. Tak Jera
34
34. Merindukan Ojan
35
35. Perubahan Sikap
36
36. Jenjang Berikutnya
37
37. Kabar Tak Terduga
38
38. Musibah Sekaligus Berkah
39
39. Kabar Kehamilan
40
40. Bangkit Kembali
41
41. Buah Bibir
42
42. Bayangan Wanita Lain
43
43. Pilihan Sulit
44
44. Penyesalan
45
45. Sebuah Keputusan
46
46. Gundah
47
47. Bertemu Kembali
48
48. Kemelut Hati
49
49. Kecurigaan Lenanda
50
50. Asal Mendapat Uang
51
Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52
51. Kekacauan Hati Geon
53
52. Melupakanmu
54
53. Mengulang Kenangan
55
54. Sebuah Penjelasan
56
55. Nelangsa
57
56. Pelarian
58
57. Kembalilah Padaku!
59
58. Pernyataan Cinta
60
59. Huru Hara
61
60. Dia, Istriku
62
61. Segombal Ojan
63
62. Ketemu Daddy
64
63.
65
64. Andah vs Lenanda
66
65. Istri Geonino Luke Abraham
67
66. Menunggu Istri
68
67. Rencana Pembalasan
69
68. Terungkap Rahasia Hutang
70
69. Menggantikannya
71
70. Bagai Saudara
72
71. Pertama dan Utama
73
72. Kedatangan Lenanda
74
73. Luahan Hati
75
74.
76
75. Ulah Lenanda
77
76. Pilihan Hidup atau M4ti
78
77. Bukti Nyata Cinta
79
78. TAMAT
80
JANGAN LUPAKAN AKU
81
HANYA AKU YANG MENCINTA
82
HANYA AKU YANG MENCINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!