13. Maafkan Aku

Andah tersentak melihat orang itu. Tama seakan tak pernah bosan mengganggu dirinya.

"Apa yang kamu inginkan dariku? Kenapa tidak memilih yang lain? Banyak yang lebih cantik dari aku!"

Tama tak berhenti menyeringai, dia memamerkan gigi-giginya yang tersusun rapi, tetapi matanya menyipit bagai serigala yang siap menangkap mangsa yang telah terjepit.

"Kenapa? Entah lah! Atau mungkin bisa saja karena rasa penasaran yang belum terjawab."

Namun, seringai itu berubah melongo menatap seseorang yang tiba-tiba saja berlutut. Kedua tangan gadis itu ditangkup di depan dada memasang wajah sayu.

"Aku mohon, aku memohon dengan sangat kepadamu untuk menyudahi rasa penasaranmu. Aku bekerja di sini murni hanya untuk mencari uang karena kebutuhan mendesak."

Tama melongo melihat ke bawah tidak bisa berkata apa-apa. Dia memperhatikan tatapan sayu yang perlahan meluluhkan hatinya.

"Aku telah memegang prinsip tidak akan melakukan hubungan sesuatu yang intim itu dengan pria yang bukan suamiku. Jadi aku mohon, lepaskan aku. Di sini, kamu bebas memilih siapa pun yang bisa memuaskan hasratmu, tetapi bukan aku."

Andah tidak menunggu jawaban dari Tama yang masih melongo, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Andah berlalu meninggalkan orang-orang itu.

"Apa yang kalian lakukan?" Mamih Lova baru saja datang merasa heran melihat apa yang dilihatnya.

"Apa kamu sudah berhasil meminta uang kompensasi kepada gadis itu?" tanya Mamih Lova kembali kepada Tama.

Mereka semua tersentak baru menyadari bahwa gadis itu telah menghilang dari pandangan mereka.

Tama seakan lupa dengan rencana ancaman menggunakan alasan tersebut. Sementara itu, Andah mempercepat laju langkah setengah berlari meninggalkan lokasi tempat ia bekerja.

Orang-orang yang baru saja tersadar dari hipnotis segera bergerak keluar mencari Andah. Namun, bayangan Andah telah menghilang. Tama memasang wajah tanpa ekspresi. Tangannya dikepal dan alisnya terlihat menyatu, terdengar dengkusan yang keluar lewat hidungnya.

Andah telah sampai di rumahnya. Saat mengecek ke dalam kamar, ternyata pria itu telah tertidur dengan memasang wajah sedih.

Andah naik ke atas ranjang, memandangi wajah rupawan milik Ojan, suaminya. Dibelainya rambut Ojan dengan lembut tersenyum tipis.

"Maafkan aku, meski pernikahan ini hanya lah sebuah kisah yang terpaksa kita jalani, tetapi aku berusaha tidak keluar dari batas norma susila yang mengikat tanpa tertulis."

*

*

*

Ojan masih merasa marah kepada Andah. Dia tidak menerima Andah tega memanggil orang bertubuh besar seperti tadi malam untuk mengusirnya.

Sehingga, membuat Ojan berangkat ke lokasi kerjanya sebelum Andah terbangun. Pintu gerbang tempat ia bekerja belum terbuka, Ojan meringkuk di sana menahan rasa lapar menunggu gerbang tersebut dibuka.

Dua jam kemudian, Bang Men datang melihat Ojan meringkuk dengan wajah sayu bibir memutih. "Lu kenape, Cah?"

"Ojan udah menunggu di sini sangat lama, Bang."

Sebelah alis Bang Men naik dan dia menyipitkan mata. "Minggir dulu! Gue mau buka pintu gerbangnya."

Ojan segera bangkit. Dia memegangi perut berdiri di belakang Bang Men.

Bang Men adalah orang kepercayaan Bang Ali. Hingga menyerahkan satu kunci cadangan kepadanya. Bang Men membuka gembok yang ukurannya sangat besar itu.

Setelah gembok itu dibuka, Bang Men mendorong pintu pagar yang tinggi tersebut lalu memutar papan pengumuman yang tadinya tertulis 'TUTUP' menjadi 'BUKA.'

Lalu Bang Men masuk ke area pencucian, diikuti Ojan yang melangkah lesu di belakangnya. Bang Men menyadari keanehan pada Ojan yang terus memegangi perutnya.

"Lu kenape?"

"Ojan lapar, Bang." Ojan terduduk lemas pada bangku kosong mengusap perutnya.

"Lu nggak sarapan dulu?" Ojan menggelengkan kepala.

"Kan sudah sering gue peringatkan, kita ini kerjanya bagai kuda, jadi kudu sarapan dulu!"

Lalu, dia memperhatikan kembali Ojan yang akhirnya membuat dia merasa kasihan.

"Pergi dulu beli sarapan sanah!"

Ojan menggelengkan kepala. Dia terlihat semakin lesu.

"Jangan bilang lu gak punya duit? Upah kemarin gimana?"

Ojan menghela nafas. "Kan sudah Ojan kasih semua buat Andah. Andah kan istri Ojan, jadi harus berikan semua uangnya."

Bang Men menepuk keningnya. Tanpa berlama-lama dia merogoh kantong celana mengeluarkan dompet menyerahkan uang berwarna hijau kepada Ojan.

"Beli sarapan dulu sana! Jangan lupa teh hangatnya juga!"

Ojan langsung sumringah melihat uang yang diserahkan Bang Men. Dia bangkit dan lagsung mengambil uang tersebut.

"Oyeah, makasi Bang." Ojan segera pergi keluar menuju warung sarapan terdekat.

Bang Men yang memperhatikan sedari jauh menggelengkan kepala. "Sepertinya mereka ada masalah?"

Bang Men segera menyiapkan segala yang dianggap penting untuk pekerjaan mereka.

Sementara Andah terlihat kebingungan di jalan mencari sang suami. Dia menggigit jari lirik kiri dan kanan mengharapkan bayangan suaminya segera terlihat.

Tiba-tiba dia teringat lokasi kerja suaminya. "Jangan-jangan dia udah di sana?"

Andah segera menuju ke sana. Ternyata, Ojan memang telah berada di sana sedang menikmati sarapan pagi di lokasi kerjanya. Andah menghela nafas lega, suaminya baik-baik saja.

Dia ingin melangkahkan kaki masuk ke dalam area pencucian mobil itu, tetapi kaki itu kembali ke posisi semula. Dia merasa ragu untuk menemui Ojan pagi ini. Akhirnya dia memutar arah kembali ke rumah.

*

*

*

Sore harinya, Andah memasak sesuatu yang spesial dibanding biasanya. Dia ingin Ojan sedikit gembira setelah dia memasak makanan istimewa hari ini.

"Tumben masak mewah ada dagingnya?" Inggrid melirik semua menu yang ada di atas meja makan.

"Iya, buat suami dan ayah." Andah menutup semua makanan itu dengan tudung saji.

Inggrid mencabikkan bibir. "Huh, cuma buat suami dan ayahmu? Tapi aku akan tetap akan memakannya." ucap Inggrid mengangkat dagu mengambil piringnya.

Karena masalah tadi malam, Andah memilih tidak pergi bekerja. Dia menunggu suaminya yang belum juga pulang. Jam di dinding telang menunjukkan pukul delapan belas lebih. Azan magrib telah menggema, tetapi batang hidung Ojan tak kunjung terlihat.

Andah mulai gelisah mondar-mandir menggigit jemarinya kembali. Waktu terus meringsek menuju malam, tetapi yang dinanti belum juga kembali.

Andah menengok jam pada dinding, jarum kecil menunjukkan angka sembilan, jarum panjang pada angka dua belas. Akhirnya Andah mengambil jaketnya memutuskan untuk mencari sang suami.

Andah segera mencari Ojan. Menyusuri jalan melirik kiri kanan dengan alis yang telah menyatu.

"Kamu di mana?" Andah setengah berlari melirik ke kiri dan ke kanan.

Dia menuju ke lokasi kerja sang suami, tetapi ternyata tempat itu sudah tutup. Andah seketika berubah menjadi layu berjongkok memukul-mukul pagar tempat itu.

"Ojaan, kamu di mana? Maaf kan aku, hiks ...." Tubuh Andah bergetar dan air bening terus berjatuhan di pipinya.

Tangan Andah terus memukul-mukul pintu pagar itu. "Ojaan, ayo pulang?" tangisnya.

Dari arah dalam, terdengar suara pintu pagar ditarik seseorang dan terbuka.

"Eh, bini si bocah ternyata."

Andah mengangkat wajahnya lalu mengusap air mata. "Bang Ali, Ojan mana?"

Bang Ali mengerutkan keningnya. "Bukan kah dia sudah pulang semenjak sore?"

"Apaa?"

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Bocah lgi merajuk,"hati2 tong jngn keluyuran nnt kamu ada yng nyulik lhooo ,,,"

2023-09-16

0

my name

my name

kemana ojan

2023-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. Sang Penari
2 2. Pria Amnesia
3 3. Digrebek
4 4. Kekacauan
5 5. Sah Dinikahi Bocah
6 6. Bocah Gede
7 7. Cowok Imut
8 8. Bodyguard
9 9. Bodyguard-2
10 10. Pura-pura Amnesia
11 11. Diusir
12 12. Kompensasi
13 13. Maafkan Aku
14 14. Love You, Suamiku!
15 15. Ikut ke Kampus Andah
16 16. Nyasar
17 17. Geonino Luke Abraham
18 18. Seperti Adik
19 19. Lenanda
20 20. Flu
21 21. Obrolan Pria Dewasa
22 22. Keluarga Abraham
23 23. Mengusir Parasit
24 24. Menakhlukan Geon
25 25. Menggoda Geon
26 26. Peresmian Hubungan
27 27. Kudeta
28 28. Hasrat yang Tertahan
29 29. Minuman + Obat Perangs*ng
30 30. Malam Pertama
31 31. Kehidupan yang Sebenarnya
32 32. Menjadi Geon yang Dulu
33 33. Tak Jera
34 34. Merindukan Ojan
35 35. Perubahan Sikap
36 36. Jenjang Berikutnya
37 37. Kabar Tak Terduga
38 38. Musibah Sekaligus Berkah
39 39. Kabar Kehamilan
40 40. Bangkit Kembali
41 41. Buah Bibir
42 42. Bayangan Wanita Lain
43 43. Pilihan Sulit
44 44. Penyesalan
45 45. Sebuah Keputusan
46 46. Gundah
47 47. Bertemu Kembali
48 48. Kemelut Hati
49 49. Kecurigaan Lenanda
50 50. Asal Mendapat Uang
51 Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52 51. Kekacauan Hati Geon
53 52. Melupakanmu
54 53. Mengulang Kenangan
55 54. Sebuah Penjelasan
56 55. Nelangsa
57 56. Pelarian
58 57. Kembalilah Padaku!
59 58. Pernyataan Cinta
60 59. Huru Hara
61 60. Dia, Istriku
62 61. Segombal Ojan
63 62. Ketemu Daddy
64 63.
65 64. Andah vs Lenanda
66 65. Istri Geonino Luke Abraham
67 66. Menunggu Istri
68 67. Rencana Pembalasan
69 68. Terungkap Rahasia Hutang
70 69. Menggantikannya
71 70. Bagai Saudara
72 71. Pertama dan Utama
73 72. Kedatangan Lenanda
74 73. Luahan Hati
75 74.
76 75. Ulah Lenanda
77 76. Pilihan Hidup atau M4ti
78 77. Bukti Nyata Cinta
79 78. TAMAT
80 JANGAN LUPAKAN AKU
81 HANYA AKU YANG MENCINTA
82 HANYA AKU YANG MENCINTA
Episodes

Updated 82 Episodes

1
1. Sang Penari
2
2. Pria Amnesia
3
3. Digrebek
4
4. Kekacauan
5
5. Sah Dinikahi Bocah
6
6. Bocah Gede
7
7. Cowok Imut
8
8. Bodyguard
9
9. Bodyguard-2
10
10. Pura-pura Amnesia
11
11. Diusir
12
12. Kompensasi
13
13. Maafkan Aku
14
14. Love You, Suamiku!
15
15. Ikut ke Kampus Andah
16
16. Nyasar
17
17. Geonino Luke Abraham
18
18. Seperti Adik
19
19. Lenanda
20
20. Flu
21
21. Obrolan Pria Dewasa
22
22. Keluarga Abraham
23
23. Mengusir Parasit
24
24. Menakhlukan Geon
25
25. Menggoda Geon
26
26. Peresmian Hubungan
27
27. Kudeta
28
28. Hasrat yang Tertahan
29
29. Minuman + Obat Perangs*ng
30
30. Malam Pertama
31
31. Kehidupan yang Sebenarnya
32
32. Menjadi Geon yang Dulu
33
33. Tak Jera
34
34. Merindukan Ojan
35
35. Perubahan Sikap
36
36. Jenjang Berikutnya
37
37. Kabar Tak Terduga
38
38. Musibah Sekaligus Berkah
39
39. Kabar Kehamilan
40
40. Bangkit Kembali
41
41. Buah Bibir
42
42. Bayangan Wanita Lain
43
43. Pilihan Sulit
44
44. Penyesalan
45
45. Sebuah Keputusan
46
46. Gundah
47
47. Bertemu Kembali
48
48. Kemelut Hati
49
49. Kecurigaan Lenanda
50
50. Asal Mendapat Uang
51
Fie Ame : Kehamilan Istri Amnesiaku
52
51. Kekacauan Hati Geon
53
52. Melupakanmu
54
53. Mengulang Kenangan
55
54. Sebuah Penjelasan
56
55. Nelangsa
57
56. Pelarian
58
57. Kembalilah Padaku!
59
58. Pernyataan Cinta
60
59. Huru Hara
61
60. Dia, Istriku
62
61. Segombal Ojan
63
62. Ketemu Daddy
64
63.
65
64. Andah vs Lenanda
66
65. Istri Geonino Luke Abraham
67
66. Menunggu Istri
68
67. Rencana Pembalasan
69
68. Terungkap Rahasia Hutang
70
69. Menggantikannya
71
70. Bagai Saudara
72
71. Pertama dan Utama
73
72. Kedatangan Lenanda
74
73. Luahan Hati
75
74.
76
75. Ulah Lenanda
77
76. Pilihan Hidup atau M4ti
78
77. Bukti Nyata Cinta
79
78. TAMAT
80
JANGAN LUPAKAN AKU
81
HANYA AKU YANG MENCINTA
82
HANYA AKU YANG MENCINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!