Bab. 19

Priska suasana hatinya sangat bahagia hari itu, karena sudah mendapatkan beberapa sejumlah uang untuk biaya perawatan ibunya yang rencananya akan dioperasi.

Arsyla reflek memeluk tubuh kedua anak itu" sabar yah sayang, kalau gitu aunty cantik yang akan antar kalian pulang, tapi harus stop nangis yah."

"Hore!! Aunty cantik emang baik," jerit keduanya yang sangat bahagia yang sebelum berwajah murung.

Arsyad segera menghubungi nomor hpnya Vero Roland Juno. Dia ingin memberikan tugas tambahan, sekaligus bertanya tentang hasil penyelidikannya yang diberikan olehnya dua hari yang lalu.

Tut… Tut…

Suara dering itu membuat Arsyad tidak sabaran," Vero kemana, kenapa lambat banget angkat telponnya," ketusnya Arsyad.

Vero yang baru saja nyampai di salah satu hotel di pulau Xx segera mandi untuk menyegarkan dan membersihkan sekujur tubuhnya, setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh.

"Siapa yang nelpon?"

Vero segera mengangkat telponnya itu tanpa menunggu lama," assalamualaikum,"

"Waalaikum salam,Ver gimana dengan hasil pencarian yang kemarin aku tugaskan padamu?" Tanyanya Arsyad yang tidak sabaran.

"Aku sudah serahkan sama orang rumahmu tadi pagi, sebelum aku berangkat," jawabnya Vero.

"Siapa yang ambil berkas itu?" Tanyanya lagi Arsyad.

"Cewek cantik kalau enggak salah namanya Arsyla," jawab Vero yang keceplosan mengangumi adiknya Arsyad pria yang sekarang menjadi atasannya itu.

"Cewek cantik!" Beonya Arsyad sambil mengerutkan keningnya karena terkejut dengan perkataan dari mulut sahabatnya itu sekaligus detektif swasta.

"Eeh maksud aku adikmu yang ambil berkas itu tapi, kalau kamu sudah tidak sabar ingin tahu hasilnya aku akan infokan sekarang, gadis itu adalah korban tenggelam yang diselamatkan oleh kedua pasangan suami-istri yang tinggal di sekitar pantai dan perempuan itu adalah calon istrimu dan informasi itu sangat akurat dan aku tidak mungkin salah lagi," jelasnya Vero.

"Keyakinanku benar sekali,aku sudah menduga hal itu kalau Priska Oktaviani adalah Pratiwi Andien Utomo,"timpalnya Arsyad.

"Tapi, kamu punya kendala dan masalah yang besar yaitu Priska akan segera menikah jika dalam setahun ini tidak bisa melunasi hutang piutang Bapak angkatnya dan batas waktunya tersisa tiga bulan maka Priska harus menikah dengan anak juragan yang preman itu," ungkap Vero.

Arsyad mengepalkan kedua genggaman tangannya itu," Vero kamu pasti tahu apa yang seharusnya kamu lakukan,jika mereka menolak untuk bekerja sama lakukan saja apa yang kamu inginkan seperti cara kau biasanya untuk menyelesaikan masalah, setelah beres kamu bawalah kedua orang tua angkatnya Tiwi ke Jakarta untuk segera ditangani oleh dokter terbaik!"perintahnya Arsyad.

"Baik saya akan segera laksanakan sesuai dengan keinginanmu, kalau gitu aku istirahat beberapa menit aku capek banget soalnya lumayan hari ini aku habis bmerenggangkan otot-otot ketika datang berkunjung ke rumahnya Priska," ujar Vero.

Arsyad hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulut temannya itu lalu segera mematikan sambungan teleponnya.

"Kemungkinan besarnya adik ipar mengalami amnesia karena, sesuai dengan info yang aku dapatkan dari dokter yang menangani Priska beberapa tahun silam katanya Priska mengalami amnesia sementara waktu sehingga banyak memori penting yang ia lupakan," terangnya Vero sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

"Syukurlah kalau kenyataannya seperti itu,kamu sudah bekerja bagus dan lebih cepat bergerak dari yang aku bayangkan kamu pantas mendapatkan bonus besar kalau seperti ini, saya berharap pekerjaan selanjutnya cepat beres dari waktu yang aku berikan yaitu seminggu waktumu yang tersisa,"

"Siap Bos yang penting bonusnya ditambahin itu tidak jadi masalah," timpalnya Vero.

Mereka segera memutuskan sambungan teleponnya. Arsyad berjalan ke arah luar untuk menemui Leny karena, akan bertemu dengan kliennya di salah satu hotel bintang lima.

Sedangkan Vero mulai berselancar di dunia maya untuk mencari fb, Twitter, Instagram dan juga pastinya nomor hpnya Arsyla gadis cantik, anggun dan manis itu yang sudah membuat hatinya bergetar pada pandangan pertama.

Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.

Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.

"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."

Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...

Makasih banyak...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!