Bab. 11

Tidak ada satupun keluarga ataupun orang terdekat yang mengetahui kabar penting itu termasuk Gani, Hani dan juga kedua orang tuanya Pak Ahmad Adam dan juga istrinya Bu Siti.

Hal itu disengaja dilakukan oleh Bu Sania Marwah agar apa yang akan dilakukan oleh Arsyad selama menempuh perkuliahannya tidak akan terganggu dengan hal-hal yang tidak baik sehingga tujuannya terganggu.

Arsyad sama sekali tidak membantah perkataan dari mamanya karena itu lah sejak dulu Ia inginkan ketika lamarannya ditolak oleh Tuan Besar Utomo salah satu pengusaha kaya di kampungnya yang membuat kekasihnya Tiwi harus tenggelam dalam kedukaan hingga kapalnya tenggelam dalam lautan dalam hingga tak ada satupun korban jiwa yang meninggal mayatnya belum ada yang ditemukan.

Tiga tahun kemudian…

Hari-hari Arsyad dilaluinya dengan penuh keseriusan dan ketekunan dalam menempuh pendidikannya. Dengan gigih dan giat serta tekun belajar sehingga hanya butuh waktu kurang lebih tiga tahun saja untuk menyelesaikan s1nya.

Bu Sania berangkat ke Washington DC hari ini karena, Arsyad akan diwisuda dan berhasil mendapatkan ijazahnya dengan nilai yang sangat memuaskan.

"Assalamualaikum putranya Mama," ucapnya Bu Sania ketika sudah berada di dalam ruangan pribadi anaknya yang ada di salah satu cabang perusahaannya yang ada di Amerika sana.

"Waalaikum salam Mamaku yang paling cantik yang seperti layaknya Tuan putri dari kayangan," pujinya Arsyad yang memang sedari dulu selalu menyanjung dan memuji mamanya itu di manapun berada.

Arsyad berjanji dalam hidupnya jika kebaikan mamanya akan selalu ia balas dengan berbagai sanjungan yang mampu membuat hati mamanya terobati dan bahagia sehingga melupakan kejahatan papa biologisnya sendiri.

Bu Sania menjewer telinga putranya itu," kamu yah bisa saja selalu saja seperti ini, tapi kalau boleh jujur Mama sangat suka Nak kamu sudah membuat hari-hari Mama semakin berkesan," timpalnya Nyonya Besar Sania.

"Sayang apa kamu sudah makan, kebetulan mama sudah buat masakan khusus yang pastinya akan kamu sukai," ujarnya Bu Sania.

Arsyad mengikuti langkah kaki mamanya itu hingga duduk di samping mamanya di samping Bu Sarah Daud Yordan. Daud Yordan adalah suami diatas kertasnya saja karena hingga detik ini perasaan dan hatinya Sania khusus hanya untuk pria bajingan seorang hingga detik ini.

Padahal Tuan Daud sudah berkorban banyak hingga akhir hayatnya belum mendapatkan titik terang cintanya perempuan yang dinikahinya itu.

"Arsyad aku akan memperkenalkan kamu dengan seorang gadis yang sangat cantik, semoga kamu bisa menyukainya," terangnya Bu Sania.

Arsyad mengernyitkan alisnya mendengar perkataan mamanya," Mama stop, Ars mohon jangan sekali-kali lagi untuk menjodohkan aku karena sampai kapanpun hatiku tidak akan pernah goyah sedikit pun dari Tiwi," tolaknya Arsyad.

Bu Sania tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulut anak sulungnya itu.

"Ya Allah… kamu itu sama seperti mama sekali mencintai selamanya akan mencintai pada satu orang saja walau pun tubuh ini aku serahkan pada pria lain," imbuhnya Bu Sania.

Sania Marwah perlahan mulai terbuka dan perlahan sudah ingin menceritakan kisah masa lalunya bersama dengan dua pria yang berbeda. Satu dengan sosok pria yang hingga detik ini ia sayangi sekaligus ini dia juga benci yaitu papa kandungnya Arsyad.

Satu lagi pria yang sangat mencintainya dengan tulus tanpa meminta imbalan apapun dalam hidupnya. Walaupun cintanya harus bertepuk sebelah tangan hingga maut menjemputnya yaitu Tuan Daud Yordan dan papanya Arsyad Damar namanya.

"Arsyad siapa yang akan menjodohkan kamu dengan perempuan lain, kamu jangan cepat zudzon dulu deh, Mama akan perkenalkan kamu dengan putrinya Mama yang sangat cantik dan sejak lama ketika Ia tahu kalau ia punya Abang yang sangat ganteng, Arsyla masuklah princesnya Mama!" Teriaknya Bu Sania.

Terbukalah pintu itu dan masuklah anak gadis yang berusia sekitar kira-kira dua puluh tahun itu dengan senyuman lebarnya.

"Hey Abang kita jumpa lagi," sapanya Arsyila.

Bu Sania cukup terkejut mendengar perkataan dari putrinya itu.

"Apa kalian sudah saling kenal?"

"Sudah sih Ma, tapi aku sama sekali tidak tahu kalau dia adikku hanya saja bagiku dia itu gadis yang paling usil di kampus sayangnya paling pintar dan juga cantik," candanya Arsyad sambil merangkul adik beda bapak itu.

"Ihs Abang jahara deh," guraunya Arsyla yang ikut bercanda bareng kala itu.

"Sudah aah candanya ini masakan Mama khusus untuk kalian berdua opor ayam spesial made in tangannya Mama sendiri loh," tuturnya H Sania yang sedari tadi menyajikan makanan di atas meja makan sebelum mereka akan kembali ke Indonesia Jakarta.

Arsyad dan Arsyla segera berjalan ke arah dapur tepatnya di meja makan. Bu Sania segera menaruh makanan ke atas piringnya satu persatu untuk anaknya itu.

Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...

Makasih banyak...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!