Bab. 16

"Saya tidak ingin seperti kebanyakan orang tua lainnya yang menjodohkan anak-anaknya dengan pilihan mereka yang beralasan katanya demi kebahagiaan putra putri mereka, hal itu hanya alasan belaka saja yang berkedok kebahagiaan, padahal apa yang mereka lakukan itu hanyalah omong kosong belaka karena tujuan mereka sendirilah yang mereka utamakan, buktinya saya yakin sudah mengalami gimana harus menjalani masa pernikahan tanpa ada kata cinta walaupun papanya Arsyla sangat mencintaiku."

"Ada yang sudah jatuh cinta rupanya, tapi kalau gak salah pria itu kan sahabatnya Arsyad ketika berada di Amerika Serikat, semoga kamu segera menemukan jodoh terbaikmu Nak pria yang sangat benar-benar mencintaimu setulus hatinya cukup Mama yang menderita karena cinta yang bertepuk sebelah tangan,"

Arsyla berbalik badan setelah menyadari jika,Vero sudah pergi dari depan rumahnya itu. Tetapi, betapa terkejutnya setelah melihat siapa orang yang berdiri di belakangnya.

"Ehh Mama," ucapnya Arsyla yang tidak menyangka jika mamanya berdiri di belakangnya sampai-sampai menjatuhkan beberapa map berkas penting milik kakaknya.

Prang!!!

Arsyla grogi dan salah tingkah karena, ketahuan diam-diam memperhatikan pria yang baru datang bertamu.

Bu Sarah atau Sania Marwah tersenyum tipis," sayang apa yang kau lakukan? Ada apa dibalik jendela itu?" Tanyanya Bu Sania yang berpura-pura tidak mengetahui apa yang sedang terjadi seraya berusaha melihat ke arah luar.

"Ehh a-nu i-tu a-da tamu tadi Ma ada yang datang mencari Abang, tapi aku bilang Abang sudah pergi," jawabnya yang berusaha untuk menetralkan perasaannya yang kedapatan mengintip seseorang.

Bu Sania membungkukkan badannya sedikit untuk memungut benda yang dijatuhkan oleh Arsyla putri tunggalnya itu.

"Ya Allah… semoga saja Mama tidak tahu apa yang sedang aku lakukan, lagian mama mungkin juga baru nyampe jadi enggak sempat melihat semua apa yang aku lakukan," Arsyla membangun.

Ada foto yang tercecer dari dalam map itu, Bu Sarah kembali memungut benda itu. Bu Sania cukup terkejut melihat foto perempuan yang pernah ia lihat beberapa kali.

"Ini kan foto officer girls yang selalu membersihkan ruanganku di kantor! Kok bisa ada di dalam map ini, sebenarnya ada hubungan apa perempuan ini dengan putraku," gumamnya Bu Sania Marwah Daud Yordan.

"Mama, apa yang terjadi kok mama tiba-tiba terdiam seolah melihat sesuatu yang luar biasa saja," candanya Arsyla sambil berjalan mendekat ke arah mamanya itu.

Bu Sania melirik sekilas ke arah Arsyla," apa kamu tahu siapa foto perempuan ini?" Tanyanya Bu Sania seraya mengarahkan lembaran foto itu ke depannya Arsyla.

Arsyla pun meraih foto itu," saya kenal ini perempuan Ma, dia og di kantornya Abang anaknya baik,rajin dan ramah tapi, sedikit pemalu, emang kenapa dengan dia Ma?" Tanyanya balik Arsyla yang masih berdiri di samping mamanya itu.

"Ayo ikut Mama ke dalam ruangan Mama untuk mengetahui lebih jelas, kenapa foto gadis ini ada di dalam berkas penting abangmu," sarannya Nyonya Sania sembari berjalan ke arah dalam kamar khusus yang sering dipakai oleh tempat untuk bekerja di rumahnya.

"Siap Ma, jadi penisirin kalau seperti ini, tapi aku yakin akan banyak misteri yang terungkap kalau Mama yang turun tangan pasti semuanya kelar, iya gak Ma,"

"Sudah candanya, ikut Mama saja kamu akan dapat info yang sangat penting," ujarnya Bu Sania Marwah.

Bu Sania segera menghubungi asisten pribadinya Nely untuk menghubungi nomor hpnya Leon anak buah kepercayaannya yang paling bisa diandalkan jika bekerja masalah mencari biodata lengkap seseorang.

Sedangkan di tempat lain, Priska yang baru saja menginjakkan kakinya di dalam Pantry. Priska sudah dicecar berbagai macam jenis pertanyaan.

"Priska kamu dicariin Bu Nely loh, apa yang terjadi sebenarnya?" Tanyanya Nia Daniaty yang langsung berjalan ke arah tempat berdirinya Priska yang melepas sweater hoodie dan tas ranselnya itu.

Priska baru ingin menjawab pertanyaan dari Nia, Nila langsung menambahkan pertanyaan lagi.

"Priska katakan kepada kami, apa yang kamu lakukan kemarin di dalam kantornya CEO kita apa kamu melakukan kesalahan?" Tanyanya Nila yang memegang kedua pundaknya Priska yang mulai khawatir.

Priska hanya tersenyum tipis," aku tidak sengaja menumpahkan air ke wajah dan tubuhnya Pak Arsyad," jawabnya Priska.

"Apa!?" Pekiknya kedua perempuan itu.

Suara keduanya cukup cempreng dan menggelegar memekakkan telinga di dalam ruangan khusus og itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!