Bab. 9

Rasa kecewanya dalam penantiannya menunggu kedatangan mama papanya, menutupi kenyataan yang diketahuinya jika dia memiliki kedua orang tua yang masih hidup hingga Arsyad beranjak dewasa.

Sedang di tempat yang berbeda, Arsyad semakin memacu laju kendaraannya menuju Ibu kota Jakarta. Dia sudah berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Pratiwi Andien Utomo dalam kehidupannya.

"Kalau memang kita berjodoh pasti Allah SWT akan mempertemukan kita dalam keadaan dan waktu yang tepat pula, aku yakin akan hal itu, Tiwi hatiku hanya untukmu dan tidak akan terganti dengan perempuan cantik manapun hingga nafas ini telah pergi dari diriku," lirihnya Arsyad.

Bu Sania segera memerintahkan anak buah kepercayaannya untuk menjaga Arsyad. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada putranya di dalam perjalanan pulang.

"Leni tolong atur pertemuanku dengan Arsyad Shafiyyur Rahmany pria yang bekerja dibagian divisi keamanan, tunggu aku sampai datang ke kantor," perintahnya Bu Sania seraya turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam pesawat pribadinya itu.

Leon segera berjalan ke arah Bu Sania sambil membawa beberapa berkas, "Nyonya tolong diceki berkas ini sebelum kami kirim ke Perusahaan Tuan Damar Hamilton di Inggris,"

Sania mengalihkan perhatiannya dari layar hpnya ke asistennya itu, dia membuka kertas itu dengan perlahan dan tersenyum smirk.

"Oke sesuai dengan keinginanku, ingat jangan biarkan kalian melakukan kesalahan sedikitpun juga karena ini proyek kerjasama paling terbesar tahun ini di perusahaan kita," imbuhnya bu Sania Marwah.

"Baik Bu," jawab Leon yang masih berdiri tegak sambil membungkukkan sedikit badannya di hadapan Sania CEO perusahaan

"Mas Damar semoga kamu tidak terkejut melihat aku nanti, tapi aku tidak akan biarkan kamu mengetahui jika kamu memiliki seorang putra bersamaku, anggap saja anak kita sudah meninggal dunia," bathinnya Bu Sania.

Keesokan harinya, Arsyad sudah kembali bekerja. Dia tidak ingin urusan perasaan dan pribadinya mengganggu pekerjaannya. Dia tidak ingin terlalu berlarut larut dalam kepedihan hatinya.

Arsyad memandangi figura foto besar milik Pratiwi Andien Utomo yang terpasang di tembok kamarnya yang cukup besar dengan senyum lebar dan termanisnya tepat terarah kepadanya.

"Mungkin kita sudah berbeda dunia tapi, di dalam hatiku kamu adalah pemiliknya dan tidak akan terganti oleh apapun dengan siapapun itu, doakan aku semoga pekerjaan aku lancar saja dan apa yang selama ini kita cita-citakan bisa terwujud," gumamnya Arsyad sambil memakai pakaian kerjanya yang cukup ketat dan pas dibodynya itu.

Arsyad memeriksa penampilannya sebelum berangkat bekerja. Dia selalu bersyukur karena berkat bekerja di sana, dia bisa mendapatkan rumah sendiri walaupun itu hanya sekedar rumah dinas.

Setiap hari Arsyad pasti menyempatkan waktunya untuk membersihkan rumahnya serta perabot rumahnya agar terjaga kebersihannya. Arsyad tidak menyukai jika rumahnya berantakan terlebih lagi jika kotor.

"Bismillahirrahmanirrahim," cicitnya sebelum menaiki tunggangan kuda besinya itu.

Perjalanan yang ditempuhnya hanya sekitar dua puluh menit saja dari rumahnya hingga ke perusahaan tempat ia bekerja.

"Selamat pagi Arsyad, kamu dipanggil sama yang Bu Leni," imbuhnya Dani salah satu rekan kerjanya yang dia temani bertugas hari ini.

Arsyad menunjuk ke arah dadanya sendiri dengan helm yang masih terpasang di atas kepalanya, "saya?" Tanyanya balik Arsyad dengan tatapan matanya yang tidak percaya dengan pemanggilannya.

Dani menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari mulut Arsyad," iya sedari tadi kamu sudah ditungguin, cepat ke sana sebelum Bu Leni marah-marah, entah kesalahan apa yang telah kamu perbuat sehingga kamu dipanggil oleh orang penting di perusahaan kita ini," ujarnya Dani.

Arsyad pun bingung sendiri," aku sama sekali tidak melakukan kesalahan sedikit pun,apa karena aku libur satu minggu lamanya sehingga gara-gara itu aku mendapatkan teguran yah?" Lirihnya Arsyad.

"Kamu ke sana saja dulu, setelah bertemu dengan Bu Leni barulah ketahuan apa sebenarnya yang terjadi," timpalnya Rozak officer boys yang kebetulan berada di ruangan kerja mereka berdua.

Arsyad segera berjalan ke arah dalam perusahaan. Langkahnya cukup lebar menapaki setiap lantai keramik itu dengan perasaan yang berbeda-beda. Ada rasa ketakutan, kebimbangan, keraguan dan kecemasan yang terpencar dari raut wajahnya itu.

"Ya Allah… semoga aku tidak melakukan kesalahan sedikitpun, jika aku dipecat dari sini aku harus mencari pekerjaan di mana lagi sedangkan ijazahku hanya ijasah SMA saja,"

Kedatangan Arsyad menjadi pusat perhatian di dalam sekitar lobi perusahaan. Wajahnya yang mirip dengan orang Eropa membuat daya tarik tersendiri. Dengan kulit yang putih seperti layaknya perempuan, hidung mancung dengan bulu mata lentik semakin membuat ciri khas daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh security muda satu ini.

Kedatangannya semakin membuat para perempuan yang jiwanya single semakin heboh saja. Mereka saling berbisik-bisik satu sama lainnya.

"Lihat deh penjaga keamanan kita ganteng yah sayangnya hanya bekerja sebagai security,"

"Iya dia lebih pantas dan cocok bekerja sebagai CEO kalau dari wajahnya sih," celetuk yang satu lagi.

"Pak security jaga hatiku dong!" Teriak beberapa pegawai perempuan yang sempat berpapasan dengannya di jalan setiap lantai yang dilaluinya. Arsyad hanya memperlihatkan senyuman tipisnya tanpa berniat untuk meladeni mereka.

Leni Alfin yang tanpa sengaja mendengar ocehan dan celotehan orang-orang membuatnya cukup penasaran dengan hal tersebut.

"Seganteng apa sih pria yang dipanggil oleh Bu Sania sampai-sampai membuat mereka histeris seolah melihat aktor dan artis saja," ketusnya Leni Ananda Alfin.

Leni pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap menunggu kedatangan pria yang dia suruh mengahadap itu. Sekretaris muda itu dibuat terpesona, terpana dan takjub serta melongok tak percaya melihat penampilan hampir sempurna Arsyad pemuda ganteng yang sudah menjelma sebagai pria dewasa yang cukup menarik perhatian publik.

"Ars jagain aku dong," beonya Leni yang berdiri mematung dengan pandangan matanya tertuju pada sosok pria muda itu.

Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...

Makasih banyak...

Terpopuler

Comments

Adiba aya

Adiba aya

semakin seru saja

2023-02-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!