Pandangan Soraya mengedar,ia mencari sesuatu yang bisa membawa anak-anak ini pulang.Sebuah Dump truk terparkir tak jauh ,Soraya tersenyum.Ia segera berlari menaiki Dump truk tersebut.
"Woi...ayo cepat masuk"seru Soraya lantang, Idris mengernyitkan keningnya.Ia ragu gadis itu bisa mengendarai truk besar.
Tapi anak-anak korban penculikan itu sangat antusias, mereka berebut naik dibagian belakang.
Idris meringis kesakitan saat ia berusaha menaiki truk tersebut.Karena berbeda dengan mobil, truk lebih tinggi tempat duduk nya.
Soraya hanya memperhatikan saja,dia tidak peka untuk membantu.
AKH...
Idris menghela nafas lega saat ia sudah berhasil duduk, tangan nya bersimbah darah.
Soraya menginjak Gas, lalu menarik tuas gigi.Ia mengira truk sama saja dengan mobil.Jadi saat Soraya injak gas,Truk tak berjalan dengan lancar,malah bunyi nya terdengar seperti menahan beban berat.
"Kau bisa mengendarai truk ?"tanya Idris.
"Kalau tidak mencoba,mana tahu?"Soraya menjawab dengan entengnya.Ia mendorong tuas ke depan,karena posisi gas masih terinjak.Jadi truk langsung nyelonong cepat.
"Eh...eh..."Soraya panik,truk terus berjalan menuju Empang.Idris tidak tinggal diam,ia mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menahan laju truk yang tak terkendali.
"HUFFFFF"Soraya menghela nafas lega.
"Hahahahaha...kok malah gini ya?"Soraya merasa lucu sendiri.
"Kau bisa bawa truk nggak ??"Namun Idris malah emosi.
"Bisa...barusan kan udah jalan"
Idris membuang muka dengan helaan kesal.
"Ayo biar aku yang bawa..."
"Nggak usah...kamu lagi terluka"Soraya menolak.
"Aku baik-baik saja,nyawa anak-anak sekarang dipertaruhkan"
Soraya berpikir apa yang dikatakan Idris itu benar.
"Ya sudah...sini aku obati lukamu"
Soraya mencondongkan tubuhnya..
"Jangan.."Idris mengelak,tapi Soraya tak perduli.Ia Mengangkat baju pria itu, memeriksa luka di perutnya.
"Kau tertembak rupanya..."Soraya semakin mencondongkan tubuhnya,ia menghisap peluru yang bersarang di perut Idris.Pria itu meringis kesakitan begitu timah panas ketarik keluar.
Soraya meludahkan peluru yang sudah tergigit,lalu ia menjilat luka Idris.Pupil mata Idris melebar,rasa geli menyeruak menjadi desiran hangat.
Gegas Idris menarik bajunya, menutupi lukanya.Soraya mendongak, tatapannya heran melihat sikap Idris.Tapi sang gadis tidak ingin memaksa,ia menarik tubuhnya kembali duduk di tempat semula.
"Air liur ku mengandung banyu Urip,bisa cepat menyembuhkan luka ataupun patah tulang.Anggap saja ini sebagai balas Budi karena kamu menolong ku saat aku terkena guna-guna tempo hari"
Idris terkesiap mendengar hal itu,Jadi Soraya tahu jika dia yang sudah menolongnya?
"Cepat pindah kesini..."sambung Aya',ia turun dari truk.Dan melangkah memutar untuk duduk di kursi Idris sebelum nya.
Akhirnya truk berjalan sebagai mana mestinya,mereka langsung tancap gas pergi dari perkebunan anggur itu.
"Kita mau kemana ??"tanya Idris yang ingin tahu rencana Soraya.Karena sangat tidak mungkin mereka mengantar para korban ke rumah masing-masing.
"Ke kantor polisi,para penculik itu sudah ku giring ke sana"
Idris menatap tak mengerti .DIGIRING ?? KAPAN ??
Yaps benar sekali!!Saat para penculik berusaha menyelamatkan diri dari kejaran buaya-buaya kelaparan.Di depan mereka kawanan serigala sudah menunggu dengan posisi mengelilingi lapangan.
Mereka auto panik lah,ada yang menembaki para kawanan Serigala.Namun mereka tidak tahu jika serigala-serigala itu adalah komponen makhluk tak kasat mata.Jadi tembakan mereka meleset.
Seperti telah disengaja,Ada sebuah lorong yang di celah kan diantara kawanan serigala.Para penculik lari ke lorong tersebut .
"Pergilah... sisanya serahkan pada kami"ujar kapten serigala.
"Aku masih ingin bermain-main dengan mereka"Salah satu buaya menjawab.
"Kau tidak akan bisa mengejar mereka"jawab serigala lagi.
"Dari tadi kami mengejarnya"Buaya tidak terima dengan perkataan serigala.
"Haduh..susah kalau menghadapi makhluk tak sadar diri"
Kapten dari para serigala berbalik pergi diikuti oleh kawanan nya.Buaya pun berjalan jauh dibelakang.
*
Truk sudah sampai di depan kantor polisi.
"Dari tadi kau diam saja... pasti banyak yang ingin kau tanyakan padaku"ucap Idris saat setelah ia mematikan mesin truk.
"Tidak ada...hanya saja aku tidak suka dibohongi"jawab Soraya melawan tatapan mata Idris.Pria itu tak mampu,mata Soraya begitu cantik dan tajam.
Saat Idris mengalihkan pandangannya,ia melihat kawanan penculik dari kaca spion.Mereka berlari tunggang langgang seperti dikejar sesuatu.
"Benar katamu... mereka ???"kalimat Idris terhenti saat menyadari jika Soraya sudah tidak ada di samping nya.Ia melihat gadis itu dari balik kaca spion truk sedang berjalan pergi.Idris cepat-cepat...Eh???luka bekas tembakan tadi sudah tidak terasa sakit lagi.Meskipun masih belum sembuh,tapi Idris bisa bergerak bebas.
_
"Kenapa tidak mengantar anak-anak itu pulang ?"tanya serigala ,Soraya menggeleng.
"Pria itu tahu apa yang harus dilakukan,,,ayo kita pergi "
Serigala mengangguk patuh.Soraya kembali menaiki punggung serigala.Ia pulang kembali ke kampung Pak Luyo .Esok,ia berniat untuk kembali.Rasanya sudah cukup petualangan di desa Tunjung Sari.
*
*
PAGI ITU....Tangisan haru menyambut kepulangan anak Saleh yang diantar oleh pihak kepolisian Kota.Masyarakat berbondong-bondong datang ke rumah Saleh untuk melihat kebenarannya .
"Terimakasih Pak... terimakasih banyak karena sudah menyelamatkan anak kami"Saleh menyalami polisi dengan disertai Isak tangis.
"Sama-sama Pak..tapi perlu diketahui bahwa bukan kami yang menolong anak-anak korban penculikan.Mereka diantar ke kantor polisi oleh seorang pemuda"jawab polisi itu jujur.
"Pemuda??"
Semua yang ada disana saling berpandangan.
"Pak polisi... sebenarnya bukan pemuda itu yang menolong kami...tapi kakak cantik bermata biru"anak Saleh yang masih berumur 8tahun menjawab dengan tegas.Semua yang mendengar mata biru, tersentak kaget.
"Kau yakin Nak?"tanya Istri Saleh.
"Benar Ibu... Kakak laki-laki itu hanya mengantar ke kantor polisi.Dia juga sedang terluka.Dan Kakak cantik itu yang menolong kami semua... Kalau tidak ada kakak cantik itu... mungkin aku sudah dimakan buaya"
"Apa??kenapa dimakan buaya??"Ibu Saleh panik.
"Mereka jahat Bu, untuk bisa menang dari Kakak laki-laki.Mereka melemparkan aku ke Empang yang penuh dengan buaya.Kakak laki-laki itu seperti punya jurus Bu,dia menahan tubuh ku dengan jurus nya...tapi ia tidak bisa menghindar saat ditembak.Untung Kakak cantik itu datang.Dia juga punya jurus Bu...dia membuat tubuh ku melayang di udara.Aku bisa terbang Bu...dan aku diselamatkan bersama anak-anak yang lainnya "
Anak Saleh bercerita seperti apa yang ia alami.Saleh dan istrinya saling berpandangan satu sama lain.
"Kau sekarang dengar sendiri Saleh... yang menyelamatkan anakmu adalah Aya' yang kau tuduh sebagai gadis pembawa sial "seru Pali lantang.Saleh tertunduk malu,ia jadi merasa bersalah.
"Sudah ku katakan bukan...Aya' bukan gadis pembawa sial...dia anak baik..tapi kalian justru seenaknya menuduh Aya' ini dan itu.Sekarang terbukti sudah apa yang aku katakan itu benar.Kalian semua jahat sekali kepada Aya'"Pali menunjuk semua wajah orang-orang yang berkerumun.
"Pali... maafkan aku .. sekarang dimana Aya'??aku ingin minta maaf kepada nya"
"Dia sudah pulang lepas sholat subuh tadi"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ruby Jane
yang mulai fitnah kan istrinya sarpan si nur.. eh siapa lp nmnya.
gmn itu dpt karma ga si nur.
2024-12-13
0
Ds Phone
tahu malu fitnah orang lagi
2024-12-05
0
neng ade
dengan kejadian itu akhir nya semua sadar kalau. Aya adalah gadis yg baik bukan pembawa sial ..
2024-10-06
0