"Kita mau ngapain ngintipin rumah Pak Luyo??"
"Sttt jangan berisik..."
"Kamu nggak takut Ibu si Bayi yang menjadi hantu penasaran di kampung kita ini datang balas dendam ?"
"Alah sama hantu saja takut"
Dua diantara mereka bertiga tak dapat membantah temannya,karena ia termasuk pemimpin diantara mereka.
KHERRR KHERRRR
"Bunyi apa itu??kamu denger nggak ??"sambil celingukan ke belakang.Bulu kuduknya meremang.Ia menggosok ping lehernya.Temannya turut celingukan..
"Entahlah mungkin jangkrik"
"Masak bunyi jangkrik begitu??"
"Kalian bisa diam nggak ??"sergah ketua mereka.Keduanya langsung bungkam.
"Ada orang ngintip berisik...aneh"gerutunya.
Tetiba sesuatu yang basah menetes di ujung hidung si pemimpin.Ia mengusapnya lalu sedikit mengendusnya.Amis...kepalanya mendongak pelan,sebuah penampakan membulat kan matanya.Sosok rambut panjang menjuntai, merangkak dengan posisi kepala dibawah dan lidah menjulur panjang.Ia berseringai mengerikan.
"Ha-Ha-han-tuuuuuuu"Si pemimpin melompat dan berlari ketakutan dua anak buahnya justru terpacak tak bergerak.Kaki mereka gemetar, celananya terlihat berair hingga merembes ke pangkal kaki.
Makhluk itu menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.Mulutnya menganga lebar,tak kuat menahan takut.Mereka jatuh terkulai, PINGSAN!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pak Luyo membawa Aya' ikut serta ke ladang.Ia menggendongnya di punggung lalu mengayuh sepeda ontel nya.Pria paruh baya itu bersenandung kecil,hari-harinya penuh kebahagiaan semenjak ada Aya' bersamanya.
Pali dan Sarpa juga sering datang ke pondok Pak Luyo untuk bermain dengan Aya'.
"Yo...Aya' udah berumur berapa Minggu ya?"tanya Pali.
"Kenapa?"tanya Pak Luyo sambil lalu mencuci cangkul nya di gorong-gorong sawah.
"Kok merem aja... biasanya umur dua hari udah ada yang buka mata.Paling lambat dah 1 mingguan"
Pak Luyo naik ke atas pondok ,ia melihat Aya' dengan seksama.
"Tapi Aya' ada bola matanya kan?"Celutuk Sarpa.
"HUS ngomong apa kamu Sar?"Pali menegur.
"Yah kan mungkin saja"
"Ada kok...tuh..bola matanya gerak-gerak "tunjuk Pak Luyo.
"Mungkin belum saatnya "Sambung beliau lagi.Sarpa dan Tapi melihat dengan seksama.
"Oh iya...itu gerak-gerak"Pali berseru dengan riangnya.Sarpa tersenyum.
*
*
Malam menjelang,Usai sholat Isya Pak Luyo memberikan susu agar Aya' bisa tidur.Ia memandangi wajah Aya' yang menggemaskan.Perasaan pria sebatang kara itu kalut karena memikirkan ucapan Sarpa dan Pali.
"Semoga kamu bisa memiliki mata yang cantik sayang"Gumam Pak Luyo.Tiba-tiba kelopak mata Aya' terbuka,dan terpancar lah cahaya terang menembus atap rumah Pak Luyo . Pria itu terperanjat,ia mendongak ke atas.
"Cahaya apa ini??"
Bersamaan dengan itu terdengar lolongan anjing bersahut-sahutan.Setelah cahaya itu sirna,Lolongan itu pun mereda.
Dan kini,Pak Luyo bisa melihat dengan jelas mata biru nan jernih milik Soraya.
"Subhanallah...indah sekali matamu Nak"Pak Luyo memuji kebesaran Sang Pencipta.Ia tersenyum bahagia, ternyata Aya' memiliki sepasang mata yang indah.Tak henti-hentinya ia mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT.
*
*
Pagi menjelang,Pak Luyo mengayuh sepeda ontelnya dengan membawa serta Aya' di punggungnya.Ia hendak membeli susu di warung sebelah kantor balai desa.Karena hanya warung itu yang menyediakan perlengkapan bayi lengkap dan juga harganya sangat terjangkau.Maklum warung swadaya masyarakat.
Saat tiba di depan warung,Pak Luyo melihat dua sahabatnya Pali dan Sarpa ada disana.Mereka khusyuk mengobrol dengan warga lainnya sampai tak sadar jika ada Pak Luyo .
"Li...Sar..ada apa??kok kalian seru banget ngobrol nya"
"Eh Yo kamu udah denger kabar belum ??"seru Pali.
"Kabar apa?"Pak Luyo mendekat..
"Itu tiga preman kampung disini ??mereka pindah mendadak pagi tadi..entah kenapa ??katanya kampung kita berhantu"
Pak Luyo tercengang,sejak ia melihat arwah Ibu Soraya.Tak ada pun dari warga yang merasa diganggu secara langsung oleh hantu itu.Tapi kenapa mereka diganggu ??Apa??
"Yo!!!kok bengong sih"Hardik Sarpa sampai mengagetkan Pak Luyo .
"Ah iya...ada apa-?"
"Kamu kok malah melamun,emang benar kampung kita berhantu??katanya sih...Ibu anak kamu yang jadi hantu "Pali berucap dengan hati-hati.
"HUS ngawur..ohya aku mau ngasih tau sama kalian.Aya' sudah membuka kelopak matanya,mata dia cantik Li"Pak Luyo begitu semangat memberi tahu.
"Ohya .. mana-mana ??"Pali dan Sarpa kompak bangkit dari duduknya.Warga yang nimbrung disana pun turut penasaran akan anak hantu itu.
Pak Luyo menurunkan Aya' dari gendongan di punggung nya.Dan memperlihatkan dua bola mata Aya' yang indah.
"Waaaahhhh bagus banget...kayak mata bule"Pali mengomentari.
"Sok tahu kamu"
"Betul...aku liat di tipi-tipi...kayak gitu matanya "
"Itu pakai softlens Li...bukan mata beneran.Kalau anak Luyo ini asli"ujar Sarpa.
"Ohh jadi mereka palsu... pantes aja bisa warna-warni gitu"
Semua tertawa renyah mendengar kepolosan Pali .
"Kau ada-ada saja Pali..Pali..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu berjalan begitu cepat ,Kini Aya' sudah berumur 4 tahun.Sejak Pak Luyo Mengangkat anak Aya' ,hasil ladang nya melimpah ruah.Tak ada penyakit yang menyerang tanaman nya,hama pun seperti segan menjamah.
Seperti biasa Pali dan Sarpa akan bertandang ke pondok Pak Luyo untuk bermain dengan Aya'.Gadis kecil itu mendekati Sarpa.Ia memeluk Sarpa dan menciumi wajahnya.
"Eh Aya'..Pakle Bau nih baru habis dari ladang"Sarpa geli sendiri namun ia bahagia.
"A'Le..cakit"Aya' yang belum bisa bicara dengan benar namun bisa dimengerti itu membelai pipi keriput Sarpa.Sarpa tercengang,ia heran dengan ucapan Aya'.
"Pakle Sarpa nggak sakit Aya' dia sehat wal-afiat"jawab Pali.Namun Aya' menggeleng.
"A'Le cakit..."Aya' mengusap rambut Sarpa ,ia mencium ubun-ubun Sarpa.
"Emang sakit apa Pakle?"Pak Luyo duduk bergabung.
"cakit cetan"
Tiga pria dewasa itu saling berpandangan satu sama lain.
"Apa maksud Aya' itu sakit setan?"tanya Pali.Aya' mengangguk cepat.Lagi-lagi mereka saling berpandangan.
"Sakit setan itu apa?"Sarpa bertanya.
"Cu....Anyak Tan"Aya' menunjuk ke belakang punggung Sarpa,mereka melatah menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Aya'.
"Aya' nih bikin Pakle meremang saja"Sarpa mengusap punggung lehernya.
"A'le...Ya' cayank A'le"kecupan mendarat dipipi Sarpa begitu mendalam.Sarpa jadi terharu.
"Pakle juga sayang Aya',Aya' harus jadi anak pinter yah,anak Soleh,anak berbakti"Air mata bertakung disudut mata Sarpa.Aya' mengangguk,Pali dan Pak Luyo ikut terharu.
"Sama Pakle nggak sayang ya??"Timpal Pali.Aya' tersenyum lucu...
Pak Luyo menatap Sarpa,ia merasa ada yang tidak beres.Aya' seperti memberi kode, karena dia masih kecil belum mengerti apa-apa.Jadi hanya bahasa bayinya yang keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
ada apa ya
2024-12-05
0
neng ade
pakle Sarpa ada setan yg ikutin dibelakang punggung nya kali ya
2024-10-05
0
Susilawati
mungkin maksud Aya, pak le sarpa nya di ikutin makhluk gaib.
2024-05-30
0