AAAAAAAAAAKKKKK
Nur menutup wajahnya saat jasad Sarpa terlempar ke arahnya.Ia menerajang ke segala penjuru arah.
"Nur...Nur... sadar Nur...Nur"
Nur membuka matanya,ia melihat banyak mata sedang menatap nya.
"Kau mimpi apa Nur?"Tanya sepupu Sarpa.Nur tak menjawab,hanya nafasnya terdengar memburu.
"Ayo Nur bangun, sebentar lagi subuh... Beberapa orang sudah pergi menggali tanah untuk kuburan Sarpa"
Nur manut,ia beringsut bangun.Ternyata semua kejadian yang baru saja ia alami hanya mimpi.Tapi tiba-tiba Nur terbelalak saat melihat pergelangan tangannya yang menghitam seperti bekas cengkraman tangan.Nur terpinga-pinga,,ia bingung harus berkata apa ?
Saat Nur berada dalam perasaan yang berkecamuk,tak terduga Aya' datang menghampiri.Ia berdiri di hadapan Nur dengan tatapan tajam.Membuat Nur bergidik ngeri.
"Ya'...sini Nak.."untung Pak Luyo datang dan langsung menggendong Aya',gadis kecil itu menghilang dibalik pintu dengan tatapan yang tak berubah.
*
"Katanya,Nur menuduh Sarpa meninggal karena sihir dari Aya' anak Luyo"
"Iya katanya,,,Karena Aya' anak setan"
"HUS ngawur..Aya' tuh sayang banget sama Sarpa..Kemarin dia menciumi Sarpa sampai aku cemburu liatnya"Pali menyahut.
"Eh aku baru ingat,Aya' bilang kalau Sarpa sakit setan"Sambung nya lagi.
"Sakit setan ???"kompak teman-teman Pali bertanya heran.
"Iya...apa maksud sakit setan adalah kematian Sarpa yang tidak wajar ya??"Pali mencoba berpikir.Semua berpandangan satu sama lain.
"Iya...aku lihat sendiri mayat Sarpa melengkung begitu.Sangat tidak wajar..."
"Hemmmm pasti ada yang tidak beres,,,Wong aku tahu sendiri Sarpa nggak sakit apa-apa "tambah Pali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam terasa sunyi sekali, jangkrik pun turut diam tak bersuara.Nur terjaga dari tidurnya karena merasa kantong kemih nya penuh.Ia gegas pergi ke kamar mandi yang berada di belakang rumah.
AHHHH
Rasanya plong sekali,Nur membersihkan diri lalu keluar dari kamar mandi.
KREK KREK..
Langkah kaki mematung,Nur menoleh ke kanan dan ke kiri.Angin menerpa membawa bau anyir menyengat hidung.Mendadak meremang seluruh bulu Roma.Ia ingin segera masuk kamar,namun sosok kurus ceking merangkak perlahan menuju ke arahnya.
Nur terbelalak, ia gemetar ketakutan.Kakinya bergetar terangkat tapi terasa sangat berat.Namun ia memaksa diri untuk berlari,sekali dia melangkah.Makhluk itu seperti merangkak cepat meluruh ke arahnya.
Nur menjerit histeris, tubuhnya disambar hingga terjengkang ke tanah.Kini Nur berada di bawah tubuh makhluk cungkring itu.
KHERRRRRR KHEERRRRR
"Kang.... Ma-maafkan aku..."
HIHIHIHIHIHI
Air ludah si cungkring jelmaan Sarpa menetes di wajah istrinya.Bau amis menyengat,namun Nur sudah tak bisa bergerak kemana-mana.Ia pasrah jika harus mati saat itu juga.
Tiba-tiba sebuah Kilauan cahaya mengalihkan perhatian Sarpa.Sesosok gadis kecil duduk di atas seekor serigala putih nan besar.Ia melambaikan tangannya memanggil,Sarpa seperti terhipnotis.Ia bergerak perlahan dan tanpa sadar melepaskan mangsanya.Gadis kecil yang tertutup cahaya menyilaukan itu mengulurkan tangannya.Menggandeng Sarpa melangkah pergi.
Nur hanya bisa melihat punggung gadis kecil itu dari kejauhan.Hantu Sarpa seperti manut padanya.
Nafas perempuan pezina itu terengah-engah, ia tak mampu untuk bangkit.Tubuhnya mendadak kaku, untuk bersuara saja ia tak mampu.
Nur menangis,ia merasa sangat tidak berguna.Perlahan beberapa semut datang mulai menggigit nya.Lama kelamaan semut-semut merah itu mulai berdatangan secara bergerombol mereka seperti menemukan daging segar yang sangat lezat untuk disantap berjamaah.
Nur mengerang tanpa suara, semut-semut itu sedikit demi sedikit menggerogoti tubuh wanita itu.Ada yang masuk dan menggigit matanya,ada yang masuk ke lubang hidungnya keluar ke mulut nya.Semua itu adalah penyiksaan yang teramat perih.
Aya' menyaksikan itu semua dari kejauhan,ia duduk di punggung serigala putih dengan menggandeng tangan Sarpa.Gadis kecil itu menggerakkan kepalanya, tersenyum menatap Sarpa.
*
"Aya'..."Pak Luyo kaget ketika mengetahui putrinya tidak ada disampingnya.Ia gegas bangkit mencari Aya'.
Saat ia berjalan di samping rumahnya dengan pandangan mengedar ke sekeliling.Ia melihat Aya' membelai wajah sosok Cungkring dengan tubuh merangkak terbalik.
"Aya'"seru Pak Luyo ,gadis itu menoleh.Pak Luyo segera mendekat,sosok itu justru pergi menghilang di kegelapan malam.
"Aya'..."Pak Luyo meraih tubuh gadis kecilnya dalam gendongan.
"Kamu ngapain disini Nak?"
"A'le..."
Pak Luyo menatap ke arah hilang nya makhluk misterius itu.
"Sudah malam ini Nak,bahaya Aya' sendirian di luar.Yuk kita masuk ke dalam "Pak Luyo membawa masuk Putrinya, sebelum ia masuk pandangan nya masih tertuju kegelapan malam.Disana Sarpa menatap mereka dengan penuh kesedihan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kartika melempar beberapa berkas ke atas meja tepat dihadapan Prabu, Suaminya.Saat itu Prabu sedang menyesap rokok guna mengurangi rasa stres dipikirannya karena ia habis berkabung atas meninggalnya putra kedua mereka.
"Apa ini?"tanya Prabu tanpa bergeming.
"Berkas-berkas tentang anakmu dari perempuan itu"jawab Kartika sengit,ia melipat tangan di dada.
Prabu bergerak cepat memungut kertas-kertas itu.Ia memeriksa satu persatu tulisan di dalam berkas tersebut.
"Dia diadopsi oleh seorang duda , disebuah desa Tunjung Sari.Jemput dia, sebelum aku berubah pikiran"Kartika mendengus pergi dari ruang kerja suaminya.
Ia menyandarkan tubuhnya di dinding luar ruang kerja tersebut.Hatinya begitu sesak karena harus akur oleh takdir.Dua anaknya meninggal karena kecelakaan tragis yang sangat ia yakini adalah konspirasi dari ipar- iparnya yang menginginkan harta warisan.
Sekarang sudah tidak ada jalan lain ,selain mengambil anak hasil perselingkuhan suaminya itu.Karena hanya dia sisa garis keturunan sah keluarga nya.Meskipun itu sangat sulit,tapi tak mengapa.Toh ibunya sudah meninggal.Kartika juga bisa jatuh cinta dengan gadis kecil itu sekali melihat fotonya saja.
Prabu tersenyum tipis, akhirnya ia bisa memeluk putrinya hasil dari pernikahan nya dengan Nara.Tapi ada sekelumit sesak di dadanya,bila mengingat tentang Nara.Yang harus menderita sedemikian rupa akibat dirinya.
"Nara... sekarang aku akan memeluk putri kita sayang..."
Prabu memeluk berkas-berkas itu, seolah-olah ia memeluk istrinya Nara..
"Tarno!!tolong siapkan mobil sekarang juga"titah Prabu melalui interkom kepada asisten pribadinya.
"Baik Tuan..."
*
Kartika sendiri memerintahkan beberapa pembantu untuk mengemas kamar putranya agar menjadi kamar yang layak untuk putri barunya.Ia juga membeli beberapa boneka untuk menghiasi kamar Soraya.
Ia cukup antusias untuk menyambut kedatangan Soraya.Meskipun ia belum tahu, apakah ayah angkat Soraya akan mengijinkan.Ia tidak perduli,apapun akan ia lakukan agar ia bisa mendapatkan Soraya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
kesian anak tu
2024-12-05
0
neng ade
jngn sampai ayah biologis nya Soraya bisa ambil hak asuh nya .. kemaren2 kemana aja ??
2024-10-05
0
neng ade
arwah Sarpa balas dendam karena perbuatan Nur dan si dukun itu
2024-10-05
0