Riuh rendah suara para buruh turut menjawab dengan argumen masing-masing.Prabu Atmajaya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Jadi begini keadaan yang sebenarnya ??"
"Bos..."Saiful ingin membela diri lagi,namun ia bingung harus menciptakan Alibi seperti apa?
"Saiful, selesaikan pembayaran gaji para buruh.Lalu aku akan menindak lanjuti semua nya.Dan Kau!!"Prabu Atmajaya menuding Rossi.
"Mulai sekarang kau ku pecat...Dan masalah sikapmu kepada putri ku,aku akan serahkan kepada pihak yang berwajib.Tarno...urus semua nya"
"Baik Tuan"Tarno mengangguk patuh.Prabu Atmajaya merangkul bahu Soraya lalu digiringnya pergi putrinya itu.
"Papa sangat lelah sekali,ayo kita istirahat di Mes"
Soraya mengangguk setuju,saat ia melangkah beriringan dengan Ayahnya.Soraya sempat menjulurkan lidah kepada Rossi.Membuat pria tambun itu bertambah geram dan marah.
*
*
"Papa kok bisa sih punya insting yang kuat sehingga tergerak untuk pergi ke pabrik ini ??"Tanya Soraya saat ia menikmati makan malam bersama Ayahnya.
"Sebenarnya bukan insting,tapi ada email masuk ke kotak pesan yang memberi tahukan keadaan ini sama Papa.Mangkanya Papa segera datang.."Prabu Atmajaya menjelaskan.
"Email?siapa yang ngirim Pa??"
"Mungkin salah satu staf pekerja yang tahu akan semua kezaliman ini.Jadi mereka diam-diam ngadu sama Papa"
Soraya manggut-manggut mengerti.
_
Keduanya tidak menyadari jika semua itu adalah tindakan Idris.
"Ohya Aya'..pria yang menolong mu itu termasuk pemberani juga ya"
"Idris Pa??"
Prabu Atmajaya mengiyakan, Soraya tersenyum penuh arti.
"Sepertinya kamu menyukai anak itu ??"goda Prabu Atmajaya .
"Idih .Papa... bisa-bisanya ngomong begitu"Raut wajah Soraya langsung merona.
"Serius...wajah kamu aja tidak bisa membohongi semuanya kalau kamu menyukai nya"
"Papa...Aya' masih terlalu kecil untuk mengenal begituan"tepis Soraya.
"Yah siapa tahu kan?"
"Nggak ah"
Prabu Atmajaya terkekeh melihat bagaimana raut wajah putrinya yang bersemu merah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rossi baru saja pulang,ia dibebaskan dengan jaminan dan kurang nya bukti terhadap tuduhan pelecehan.Prabu Atmajaya belum mendengar kabar mengenai hal itu, karena Tarno tidak tega membangunkan sang majikan yang tidur begitu nyenyak.
Pria tambun itu langsung pergi ke suatu tempat,begitu ia masuk ke dalam rumah, mengambil kunci mobilnya.Ia terlihat sangat marah dan dendam.Hatinya sakit karena dipermainkan oleh anak kecil seperti Soraya.
Mobil berwarna silver memasuki sebuah pekarangan rumah panggung di sebuah daerah terpencil jauh ditepian hutan.Rumah itu hanya menggunakan cahaya obor sebagai penerang.Karena listrik tidak bisa menjangkau ke daerah tersebut.Jaringan telfon pun tidak ada.
Rossi keluar dari dalam mobilnya,ia menaiki undakan tangga yang terbuat dari kayu.
"Assalamualaikum..."seru Rossi lantang memecah keheningan malam.
"Wa'alaikum salam"sebuah suara bergetar menjawab.
"Siapa diluar ??"
"Saya Mbah... Rossi"
Deritan bunyi gesekan pintu yang terbuat dari anyaman bambu terdengar.Bau semerbak kemenyan menyambar saat pintu terbuka lebar.
"Masuklah..."
Rossi melangkah masuk dengan badan dibungkukkan.Tanpa disentuh oleh siapapun,pintu itu tertutup kembali.
"Kenapa tiba-tiba datang ?? biasanya kau akan menelfon Ujang disana untuk memberi tahu"
"Ampun Mbah... ini sangat penting dan mendadak sekali.Kalau saya memberi tahu Ujang takut tidak sempat "
"Apa itu??kenapa sangat mendadak ??"
"Saya baru saja keluar dari kantor polisi Mbah,Bos saya tahu akan perilaku saya.Ini karena kebodohan saya sendiri, yang hendak menca-buli anaknya.Karena saya tidak tahu Mbah kalau itu adalah anaknya "
"Untung mereka tidak punya bukti yang cukup kuat,dan saya juga berhasil menyogok anggota kepolisian.Jadi saya bisa pulang dan langsung pergi ke sini Mbah"Rossi menjelaskan panjang lebar.
"Lalu apa maumu?"
"Saya ingin mengerjai Bos saya Mbah, kalau perlu bunuh saja dia.Biar ambyar semuanya, kalau anaknya ?dia cukup cantik dan masih belia.Saya mau dia tunduk pada saya Mbah"
"HEMMMMM"Pria berjanggut putih itu manggut-manggut.
"Siapa namanya ?"
"Prabu Atmajaya ... kalau anaknya SORAYA"
"Baiklah...siapkan administrasinya seperti biasa"
"Sudah saya transfer Mbah,2 kali lipat dari biasanya"jawab Rossi yakin.
"Bagus..."
Mbah dukun itu mengambil segenggam kemenyan lalu ditaburkan ke dalam bara .Asap membumbung tinggi,rapalan mantra dibaca dengan mulut komat-kamit dan ludah menyembur kemana-mana.
Sebuah sangkar kecil di ambil lalu dikeluarkan isi nya, rupanya itu adalah kelabang dan kalajengking.
Mbah dukun meletakkan dua hewan itu di atas telapak tangannya, Kemudian ia menggerakkan tangannya dengan gerakan berputar mengikuti arah jam.
Ajaib,dua hewan berbisa itu langsung lenyap tak berbekas.Setelah itu,Mbah dukun mengambil sebuah boneka kayu.Ia sembur boneka tersebut dengan air yang dimantrai.Lalu di putarnya boneka itu di atas asap kemenyan yang mengepul.Si pria tua mengikat boneka dengan benang merah dari ujung kaki sampai ujung kepala.Lalu digantungnya pada sebuah tali hitam, mirip kunciran rambut gimbal.
*
*
Soraya tidur dengan pulas,ia hendak mengeliat.Tapi tiba-tiba tubuhnya tak bisa bergerak.Gadis itu membeliakkan matanya, tubuhnya melayang di udara sampai punggungnya melengkung.Ia berusaha melepaskan diri dari ikatan tak terlihat,namun tak bisa.Mulutnya pun tak dapat bersuara.
Tiba-tiba sebuah cahaya merah kehitaman membelitnya, badannya perlahan seperti melonggar.Tubuhnya mendarat perlahan ke atas tilam.
AWWW
Pekikan kuat terdengar, seperti seseorang yang dibanting dengan kuat ke dinding.Soraya bangkit,apa yang sebenarnya terjadi ??Karena ia merasa tidak mengeluarkan kekuatan apapun dari dalam tubuhnya.
Pada saat itu, jendela kamar Soraya terbuka lebar akibat hantaman angin.Soraya berlari ke ambang jendela,ia melihat sekelibat bayangan yang melompat pergi.Soraya gegas Keluar, Indra ke enam nya menangkap sesuatu yang aneh.Ia berlari ke kamar Ayahnya.Apesnya pintu kamar Prabu Atmajaya terkunci dari dalam.Aya' berlari keluar Mes mencari Tarno dan Bapaknya.
"Mang Tarno...Bapak..."Seru Aya' lantang.Saat itu Pak Luyo dan Tarno sedang duduk minum kopi.
"Aya'...kenapa?ada apa?"Pak Luyo menangkap kecemasan di wajah putri angkatnya.
"Tolong... dobrak pintu kamar Papa...Aya' ngerasa ada sesuatu yang buruk sedang menimpa Papa "
Tarno dan Pak Luyo saling berpandangan.
"Ok ..ayok"Pak Luyo mengangguk tanpa ragu,Tarno pun mengikuti.
Keduanya bergantian menghantamkan tubuh mereka ke daun pintu.Hingga pintu berhasil di buka paksa.
Benar saja,saat pintu terbuka.Mereka menemukan Prabu Atmajaya meringkuk dilantai dengan wajah membiru.Tubuhnya kaku tak dapat di luruskan.Hingga terpaksa diangkat dengan posisi seperti bayi dalam kandungan.
"Papa...."
Soraya membelai rambut Papanya,tak ada respon.Hanya bola matanya berputar ke kiri dan ke kanan.Air liurnya menetes perlahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Desvita Kusuma
iyuhhh,jijik Bett etdah🤮🤮
2025-03-25
1
paty
aneh sekali kerja dukun bisa langsung terlalu halu
2024-11-24
0
Ds Phone
ayah nya tak kuat
2024-12-05
0