Setelah semua masalah di pabrik tekstil milik Prabu Atmajaya berhasil diselesaikan.Dengan mengubah beberapa peraturan yang ada,dan mengumumkan gaji pokok para buruh beserta uang lembur.
Prabu Atmajaya dan putrinya Soraya bergegas pulang.Kepergian mereka di antar dengan ucapan terimakasih dari seluruh para buruh yang bekerja disana.Mereka sangat puas dengan kebijakan baru tersebut.
"Pa...Aya' boleh nggak pulang ke kampung halaman.Liburan di sekolah kan masih satu Minggu lagi,jadi Aya' pengen ziarah ke makam Ibu"
DEGH !!
Mendengar wanita yang sangat Prabu Atmajaya cintai disebut oleh putrinya.Detak jantung pria itu seperti terhenti.
"Pa..."Soraya menyentuh tangan Ayahnya,Prabu Atmajaya tersentap kaget.
"Ah Iya sayang.. boleh kok...kapan kamu akan pergi ??"
"Besok sama Bapak"
Prabu Atmajaya manggut-manggut...ia tersenyum yakin kepada putri tercinta nya.
*
Pak Luyo memasuki kamar Putri angkat nya,ia heran melihat Soraya memasukkan beberapa pakaian ke dalam sebuah koper.
"Kok banyak banget bawa baju?"
Soraya tersenyum manis..
"Aya' pengen banget nginep beberapa hari di kampung Pak"
Raut wajah Pak Luyo sontak menjadi cemas.
"Kenapa?? Biasanya kita tidak pernah menginap bukan??Udara kampung tidak akan nyaman buatmu"
"Siapa bilang ?? Bapak aja yg menilai begitu "Bantah Soraya disertai senyuman.
"Pokoknya Aya' akan menjadikan liburan kali ini sangat berkesan,Aya' akan pergi ke kebun,menanam ubi,makan di kebun sama Pakle "
Pak Luyo menelan saliva,ia sangat khawatir dengan rencana Aya'.Karena pria itu menghindar dari pengetahuan Aya' tentang pandangan orang-orang terhadap nya.Tapi kali ini??Apa sudah waktunya Aya' tahu kisah hidupnya ??
"Bapak udah siap??"
"Ah iya...sudah"Pak Luyo menjawab dengan gugup,ia berbalik ragu untuk keluar dari kamar Soraya.
_
Kartika melambaikan tangan melepas kepergian putrinya, untuk beberapa hari ke depan pasti suasana di dalam rumahnya akan terasa sepi.Tapi mau gimana lagi?? Keinginan Aya' tidak bisa dibantah,dan tidak ada alasan kuat untuk melarang nya pergi.
Mobil berjalan perlahan karena sudah memasuki jalan perkampungan.Tempat tinggal Pak Luyo ada di desa sebelah,masih kurang setengah jam-an lagi.
Soraya membuka kaca mobil,ia tersenyum menikmati aroma khas perkampungan yang begitu asri.Udaranya segar menenangkan.Tiba-tiba Aya' melihat seorang pria yang berwajah Kumal dan pakaian compang-camping.Pria itu duduk di tepi jalan mengambil dedaunan dan dimakannya.Aya' merasa tersentuh hatinya,ia meminta untuk berhenti.
"Aya' mau kemana ??"Pak Luyo bertanya heran karena Aya' keluar dari dalam mobil.Ia mendekati pria tadi, rambutnya gimbal dan sangat kotor sekali.
"Permisi..."sapa Aya',pria tersebut tak merespon.Ia dengan lahap memakan dedaunan tersebut.
Pak Luyo sangat cemas,ia terpaksa turun dari mobil menyusul Aya'.
"Pak ....Pakle..."Aya' menyentuh pundak orang itu, barulah ia mengangkat wajahnya.Kedua matanya memicing memperhatikan seseorang yang sangat asing baginya.Tapi tiba-tiba mata kumuh itu membulat saat ia melihat seorang perempuan berdiri di belakang gadis yang menyapanya.
"Akh...Akh... jangan-jangan....ampun...ampun..."Pria itu sampai duduk di tanah sembari bergerak mundur menjauhi Soraya.
Aya' keheranan,ia memperhatikan dibelakang punggungnya.Tapi tidak ada siapa-siapa.
"Kenapa dia Pak??"tanya Aya' kepada Pak Luyo .
"Entahlah..."
Pria itu sangat ketakutan, sampai bibirnya gemetar.
"Pakle...Pakle baik-baik saja kan??"Soraya membungkuk agar pria itu tahu jika dia tidak berniat jahat.
"Ampun...ampun...aku sudah tobat,,,aku...aku tidak jahat lagi..aku sudah...aku sudah berubah"Pria tersebut semakin histeris,ia melindungi wajahnya dengan kedua lengan nya.
"Pakle... Pakle tenang ya..Aya' nggak mau jahatin Pak le...Aya' mau ngasih makanan "Soraya menyodorkan roti kepada pria itu, mencium aroma roti yang sangat nikmat . Pria itu membuka lengan yang menutupi wajahnya ,ia nampak senang sekali melihat roti tersebut . Namun di saat ia mengangkat wajahnya, Ia kembali panik dan roti yang disodorkan Soraya berubah menjadi seonggok ari-ari basah.
Tanpa diduga pria itu bangkit lalu berlari menghantamkan tubuhnya ke badan truk yang tengah melaju cepat.
Soraya terpegun, matanya membulat sempurna Ia tidak menyangka jika pria itu akan bertindak sedemikian rupa.
"Kenapa dia Pak?? kok takut sekali melihat Aya'??"
Pak Luyo tidak bisa menjawab hanya pikirannya berargumen sendiri.Tak lama kemudian warga berkumpul karena kecelakaan tersebut.Pria Kumal itu langsung mati di tempat.Supir truk menjelaskan semua yang terjadi,bahwa orang gila tiba-tiba nyebrang tanpa tahu datang dari arah mana.
Pihak kepolisian tetap membawa sang supir ke kantor polisi,guna dimintai keterangan.Soraya turut serta menjadi saksi mata pada kecelakaan itu.Sehingga pihak yang berwajib tidak bisa menahan supir truk karena memang tidak bersalah.
Soraya menyandar kan kepalanya, pandangannya kosong.Ia sangat kepikiran dengan si pria gila.Kenapa dia takut sekali padanya ??Dan bayangan kematian pun tidak ia lihat sebelumnya,tapi tindakan si pria gila seperti spontan karena ketakutan.
"Jangan terlalu dipikirkan..."Pak Luyo mengelus pundak Soraya dengan lembut.
"Kita jalan sekarang ya,,,nanti keburu malam"sambung nya,Soraya mengangguk lemah.Pak Luyo menepuk pundak supir agar melanjutkan perjalanan, supir mengangguk patuh.Mobil dengan perlahan Keluar dari area tempat parkir kantor polisi.Menuju desa Tunjung Sari yang sudah tak seberapa jauh.
*
Pali bangkit dari duduknya,ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Pak Luyo , sahabat baiknya datang berkumpul.Pria yang sudah tak lagi muda itu tersenyum lebar saat melihat gadis cantik keluar dari dalam mobil.
"PAKLEEEE"Soraya berlari menghampiri Pali,ia melepas arit yang digenggam lalu menyambut pelukan rindu dari gadis cantik yang begitu manja padanya.
"Aya' rindu Pakle...Pakle sehat"
Pali tersenyum.. membelai lembut pucuk kepala si gadis cantik.
"Alhamdulillah sehat...Aya' sehat Nak?"
Soraya menggerakkan kepalanya ke atas dan ke bawah.
"Alhamdulillah..."
"Gimana kabar mu Li?"Pak Luyo menepuk pundak sahabatnya,mereka berpelukan hangat setelah Aya' melepaskan pelukannya.
"Begini lah Yo...aku sudah tidak menggarap sawah,sawahmu aku sewakan sama orang...Ayo masuk...istriku sedang melayat ke kampung sebelah "
"Siapa yang meninggal ?"
"Kamu sudah lupa sama preman kampung kita waktu dulu itu,dia kan masih saudara istri ku.Tadi aku dengar dia mati ketabrak truk"
DEGH!!
Langkah kaki Pak Luyo terhenti,ia seperti susah untuk mengangkat.Soraya pun terdiam, apakah yang dimaksud adalah pria gila??.
"Dia kurang waras sejak kejadian..."Pali tidak melanjutkan kalimatnya saat matanya bertembung dengan mata Aya'.
"Ayo..masuk"Pali berbalik membuka pintu,ia tidak mau Soraya melihat bagaimana kecanggungannya.Namun Soraya tidak bisa dibodohi,ia sangat yakin ada sesuatu yang disembunyikan dari dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
apa yang jadi
2024-12-05
0
neng ade
Aya blm tau tentang apa yang terjadi sm ibu kandung nya ..
2024-10-06
0
V3
tuuuh kn benar ,,, awal aku baca aku dh punya feeling klu yg lihat preman itu adalah ibu nya Aya
2024-05-25
0