"Mang... tolong periksa diluar,tadi saya melihat sebuah kelibat bayangan.Saya takut itu yang telah membuat Papa seperti ini"Aya' mencari alibi agar Tarno keluar.
"Baik Non.."Tarno patuh tanpa curiga.Ia gegas melangkah cepat keluar untuk memeriksa.Aya' duduk bersila di samping kepala Prabu Atmajaya .Kemudian ia menekan dengan dua telapak tangannya bagian depan kepala dan belakang kepala.Secara ajaib tubuh Prabu Atmajaya yang meringkuk perlahan bergerak meluruskan kaki, menegak kan punggung.Dengan tangan kirinya,Aya' menekan bagian bawah perut Ayahnya.Prabu Atmajaya mengembung kan mulut nya,dalam hitungan detik sesuatu menyembur keluar bercampur darah segar.
Pak Luyo terbelalak, beberapa hewan berbisa bergerak pergi.
"Ulah siapa ini?"Tanya Pak Luyo.
"Rossi!!Dia juga habis mengerjai ku Pak.Tapi ada seseorang yang menolong ku"
"Siapa ??"
"Entah..Aya' hanya mencium bau amis darah.Dan???"tiba-tiba Soraya berhasil mengingat sesuatu.
"Hanya ada satu orang yang aku tahu dengan memiliki bau itu"
Pak Luyo mengernyitkan keningnya.
"Non..."Tarno muncul dari balik pintu"Tak ada siapa-siapa diluar Non"
"Ya sudah biarkan saja Mang.."
"Eh..Tuan sudah baikan ??"Tarno heran melihat wajah Prabu Atmajaya yang sudah tak biru lagi.Namun pria itu seperti tengah pulas tertidur.
"Sssttt"Soraya meletakkan telunjuknya di atas bibir.
"Biarkan Papa istirahat dulu,ayo kita keluar"Soraya turun dari atas katil,ia mengajak yang lain keluar dari kamarnya.
*
*
Boneka kayu yang digantung berputar-putar cepat,Mbah dukun mengernyitkan keningnya.Tiba-tiba boneka itu tegak berdiri tanpa tersentuh.Benang merah yang mengikat nya terlepas,dan boneka itu melayang di udara.
"Kenapa ini Mbah??"Rossi terbelalak melihat hal ganjil itu.
"Ada yang ikut campur dalam urusan ini"Mbah dukun menyergap boneka tersebut dengan tangan kirinya.Ia meremukkan boneka itu disertai bacaan mantra hingga menjadi abu.
WUSSSSSS
BRAKKKKKK
Angin kuat menghantam pintu hingga terbuka lebar.Mbah dukun menutupi wajahnya dengan lengannya,karena angin itu sangat kencang hingga mampu memporak-porandakan kamar ritualnya.
Tubuh Rossi ikut terbawa angin kencang, hingga terpental dan hampir mengenai tubuh Mbah dukun.Untung pria berjanggut itu menghindar.
"Hey!!siapa kau??!"teriak Mbah dukun dengan lantang , Lolongan serigala mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Mbah dukun terbelalak melihat seekor Anjing besar berdiri di ambang pintu.Kedua mata anjing itu bersinar terang.Ia mengibaskan ekornya,dengan serta merta tubuh Mbah dukun terjungkal sungsang.Anjing tersebut berjalan masuk, pintu tertutup rapat secara otomatis dibalik ekornya.
"Ampun...Ampun..."
Entah datang nya dari mana, tiba-tiba ada akar pohon mengikat kaki si Mbah dan diseret nya ke atas hingga kepalanya menjuntai.
Rossi diam tak berkutik,ia gerun dengan anjing besar yang kini berhadapan dengan Si Mbah.
"Rossi... tolong aku...tolong aku Ros..."Tangan si Mbah tergapai-gapai minta tolong.Anjing itu menoleh, Pria tambun merapatkan diri ke dinding.Ia menahan nafas karena terlalu takut.
Gonggongan anjing terdengar bersahut-sahutan, memberi kesan ngeri yang mendalam.
KREEETEEEEK...
Pintu terbuka pelan, seekor anjing tak kalah besar muncul.Ia diiringi beberapa anjing di belakangnya.Sekali gerakan kepala, anjing-anjing pengiring itu menyalak penuh nafsu.Lalu berlari lebih cepat menyerang si pria tambun.Mereka saling berebut tubuh Rossi yang gemuk, menggigit,dan menarik daging empuk nan segar itu.
"AKH TOLONG.. TOLONG...AKH...."
Jeritan Rossi tenggelam dengan suara erangan anjing-anjing yang berebut dagingnya.Mbah dukun memejamkan matanya rapat-rapat,tidak sanggup menyaksikan kengerian yang terjadi.
Tubuh Rossi dikoyak habis-habisan, dicabik antara daging dan tulang.Sadisnya,,, Rossi masih bernafas meskipun seperti nyawa ikan yang kekurangan air.Ia dapat merasakan bagaimana isi perutnya terburai, menjadi rebutan sang pemangsa.
Pandangannya mulai meredup,helaan nafasnya melemah.Ia pun tewas secara perlahan.
Si anjing besar mendekat, mengendus tubuh Mbah dukun.
"Punya nyali juga kau mendukuni titisan Dewi"
Si Dukun terkesiap,ia membuka matanya perlahan.Tak menyangka jika anjing besar itu bisa bicara.
"Kau memanggil sebangsa kami untuk menaklukkan hati sang Dewi... keberanian dari mana yang kau dapatkan itu??"
"A-am-pun...sa-sa-saya tidak tahu..."
"Ku beri kau kesempatan,dan ingat lah namanya.Jika kau ulangi lagi ??kau akan mati lebih keji dari si gemuk"
Mbah dukun mengangguk cepat...
"Sebagai hukuman, kekuatan mu akan ku hisap.Jika ingin kembali?? kau harus bertapa 100 hari dengan hanya memakan tumbuh-tumbuhan hidup.Kau mengerti "
Mbah dukun kembali mengangguk.Anjing besar itu mendekati wajah si dukun, menarik kekuatan Mbah dukun melalui udara yang terhisap.Asap putih bersinar,masuk ke dalam rongga hidung Anjing besar.Mbah dukun terkulai lemah, ikatan di kaki nya terlepas membuat tubuhnya meluruh ke lantai ubin.Anjing besar berbalik diikuti oleh para anjing kecil.Satu Anjing besar mengekori di belakang kelompoknya.Mereka lenyap dalam kegelapan malam.
*
Soraya menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya perlahan.Kelopak matanya terbuka, senyuman tipis tersungging.Baru saja ia menggunakan kekuatan telepati nya memberi tahu pasukannya akan perbuatan Rossi terhadap dirinya.
Akhirnya,,,, selesai juga masalah.Tapi ada yang mengganjal di pikiran Soraya.Bayangan hitam berbau anyir darah itu siapa? Apakah Idris ??Ataukah ada orang lain lagi yang memiliki bau yang sama??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana di pabrik gempar oleh kabar kematian Rossi.Hal ini tentunya membuat Saiful gerun.Karena menurut kabar, Rossi mati dengan keadaan mengenaskan.Semua dagingnya tercabik-cabik,hanya wajahnya yang masih utuh.Dan itu terjadi di sebuah rumah tepi hutan, yang jelas Saiful tahu itu rumah siapa.
Anehnya,tidak ada siapa-siapa dalam rumah itu.Saiful hanya mampu bertanya kepada diri sendiri,kemana si Mbah??
Soraya tercari-cari sosok Idris di dalam pabrik.Tapi bayangan nya pun tak ada.Terpaksa ia bertanya kepada pengawas yang menggantikan tugas Rossi.Dialah Mbak Nia.
"Idris ??Nona mencari buruh yang bernama Idris ??"
"Iya Kak..."Jawab Soraya...
"Sebentar saya cek dulu...."Mbak Nia membuka I-Pad nya, membuka daftar nama butuh pekerja nya.
"Emmm sepertinya dia resign hari ini Nona"
"Hah?? maksudnya berhenti ??"
Mbak Nia mengangguk.
"Kok bisa??Apa disitu ada alamat rumahnya ??"
Mbak Nia mengoreksi lagi tanda pengenal Idris.
"Tidak ada...dia tidak mengisi alamat rumah serta nomor telepon.Karena biasanya yang bekerja disini adalah orang-orang kurang mampu yang banyak tinggal di penampungan"
"Ohhh begitu ???"
Soraya terlihat kecewa,tapi ia tidak percaya jika Idris orang kurang mampu.Kulitnya bersih, berbeda dengan buruh lainnya.Ah kenapa Soraya baru menyadari hal itu ?? Siapakah Idris yang sebenarnya ??kenapa dia menyembunyikan identitas aslinya ??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
kekuatan Aya Alhamdulillah di gunakan untuk berbuat kebaikan
2024-12-01
0
Ds Phone
mesti dia ada kekuatan nya
2024-12-05
0
neng ade
sejak dari masih bayi pun Aya udah terlihat istimewa .. selain mata nya nya cantik tp punya kekuatan lain ..
2024-10-06
0