Prabu Atmajaya mengerjapkan matanya saat sinar matahari menerpa wajahnya.Sebuah untaian senyuman manja tersungging menyambut pagi.Prabu Atmajaya menarik tangan yang putih nan mulus itu hingga jatuh kepelukan nya.
"Aku mau lagi"bisik Prabu Atmajaya manja, perempuan cantik bernama Sinta itu tertawa terkekeh.
"Enak ya?"
Prabu Atmajaya mengangguk..
"Boleh...tapi..aku harus pergi"
"Kemana?"
"Bekerja..."
"Kamu kerja apa?"
"Seperti yang aku lakukan padamu"
Raut wajah Prabu Atmajaya berubah.
"Kau tidak perlu pergi,mulai sekarang kau adalah milikku seutuhnya "
Sinta tersenyum,ikan sudah memakan umpan nya.
"Mana boleh begitu"
"Aku akan menghalalkan mu"
Sinta tersenyum menggoda.
"Tapi Kamu kan sudah punya istri...aku nggak mau kalau hanya menjadi simpanan.Karena itu sama saja bohong "
"Ok...kita akan meresmikan pernikahan kita "
"Sungguh??kapan??"
"Secepatnya..."
Sinta tak ingin memaksa,tapi karena ia ingat akan perintah orang yang menyuruh nya,ia pun memasang wajah masam.
"Loh kenapa?kamu nggak suka?"
"Secepatnya...itu hanya janji bulsyit"
Prabu Atmajaya terdiam.
"Ok!!kamu maunya gimana ??"
"Kita menikah besok!!Dan perkenalkan aku kepada keluarga mu hari ini juga"
"Baiklah!!!Akan aku tunai kan permintaan mu.Bersiaplah...nanti malam akan ada supir yang akan menjemput mu untuk makan malam di rumah..."
Sinta tersenyum lebar...
"Tapi .. sekarang..layani aku sekali lagi"Prabu Atmajaya menarik Sinta ke pelukannya.Wanita itu tak menolak,ia melakukan tugasnya untuk kesekian kalinya.Meskipun lelah,karena hampir ia tidak istirahat sama sekali.Namun demi tujuan nya menjadi seorang istri konglomerat,ia rela melakukan apa saja.Sinta hanya cukup melahirkan seorang putra,itu lah yang diminta oleh Indra.
*
Pintu kamar hotel terbuka,Sinta keluar meninggalkan Prabu Atmajaya yang tidur karena kelelahan.Baru saja ia mendapatkan notice pesan dari orang yang memberikan tugas ini.
"Gimana ??"
Senyuman Sinta sudah cukup sebagai tanda berita baik yang ia bawa.
"Yes!!"Indra menarik kepalan tangannya ke depan dada.✊
"Dia akan menjemput ku malam nanti untuk makan malam di rumah"tambah Sinta.
"Waaaahhh Daebak...kau memang hebat,Monica memang pintar memilih mu"
Sinta tersenyum tipis,Yah pastilah Monica memilih nya .Karena mucikari sekaligus sahabat nya itu tahu siapa Sinta.Ia juga tahu bahwa mimpi Sinta adalah menjadi seorang istri lelaki kaya.Jadi tak salah jika Monica memilih nya untuk menjalankan tugas ini.
"Bayaran mu sudah ku transfer ke rekening Monica"
"Itu milik nya... milikku... cukup status sosial yang tinggi,agar orang tidak lagi menghina ku"
Indra tertawa lepas..
"Bagus-bagus...dan jangan lupa,kau harus melahirkan seorang putra "
Sinta mengangguk patuh.
*
Kartika sedang menata menu makan malam di atas meja.Ia heran melihat Dinar dan suaminya datang berkunjung.
"Assalamualaikum..."Seru Indra lantang, seperti biasa ia akan cengengesan begitu mendapatkan tatapan sinis dari Kartika.
"Mana Kak Prabu?"Tanya Dinar,ia duduk tanpa dipersilahkan.Belum sempat Kartika menjawab,suara suaminya sudah terdengar menyapa .
"Hey..Indra ...Dinar...kalian pasti tidak mau ketinggalan momen membahagiakan ya?"
"Ah Abang ipar bisa saja"Timpal Indra,Dinar hanya tersenyum tipis dengan lirikan tajam ke arah Kartika.
"Momen membahagiakan apa Mas?"tanya Kartika yang sememangnya tidak tahu apa-apa.
"Ohya...aku lupa memberi tahumu.Mana Aya'?Dia juga berhak tahu akan momentum ini"
"Aya' disini Pa"Soraya berlari kecil menghampiri,ia biasanya duduk di sebelah kiri Papanya.Tapi kini tempat duduk nya ditempati oleh Bibiknya.Kartika mengerti apa yang dipikirkan oleh Aya',ia menunjuk sebuah kursi kosong disebelahnya.Soraya tersenyum,ia pun duduk di kursi kosong yang ditunjuk oleh Ibu tirinya.
Pak Luyo melayani Soraya seperti biasa.Karena ia bertanggung jawab atas keselamatan putri angkatnya itu.Dinar memperhatikan gerak-gerik Pak Luyo ,entah sampai kapan orang tua itu menjaga Soraya?Sebab dia lah, Dinar tidak bisa menyentuh Soraya.
"Ada momen penting apa malam ini Mas?"Tanya Kartika saat ia sudah menyiapkan makan malam di atas piring suaminya.
"Emmm aku akan menikah lagi Ma.. boleh kan?"
Kartika menautkan alisnya,ia menatap curiga ke arah Indra dan Dinar yang tersenyum penuh misteri.
"Apa maksudmu Mas??Kenapa harus menikah lagi Mas?"
"Ya kan nggak salah Ma...Mama tenang saja yah..."Prabu Atmajaya menjawab dengan entengnya.
"Aya'...Aya' Setuju kan,Papa nikah lagi?Aya' akan punya Mama baru"
Aya' melirik Kartika,dari sorot mata wanita itu ia tahu jika Kartika tidak suka dengan keinginan Papanya.
"Pa..jika Papa bertanya pendapat Aya',maka Aya' tidak akan setuju"
Kartika tersenyum tipis mendengar jawaban Soraya.
"Hah...sok sok an nggak setuju,padahal kamu sendiri anak seorang istri simpanan"ketus Dinar.
"Jadi..butuh berapa Aya' dirumah ini Tante?"Sahut Soraya tanpa canggung.Dinar terbelalak mendengar jawaban Soraya yang dinilai lancang.
"Kau masih kecil, lebih baik diam dari pada kurang 4jar"Timpal Indra.
"Papa bertanya pendapat ku loh Om,jadi tidak masalah bukan kalau Aya' mengatakan apa pendapat Aya' ...Aya' akan menentang apapun hal yang akan menyakiti Mama"
"Sudah...sudah jangan bertengkar,Tamu ku sudah datang.Aya' jaga sikapmu,,, Kartika...tolong perhatikan Aya''
Prabu Atmajaya bangkit lalu pergi guna menyambut kedatangan Sinta.Kartika menundukkan wajahnya,Aya' dengan lembut menggenggam tangan Ibu tirinya itu.
"Ayo sayang...kami sudah menunggu mu dari tadi.Perkenalkan itu istri ku, Kartika.Dan itu anakku, Soraya..ini adikku Dinar dan itu suami nya Indra"Prabu Atmajaya memperkenalkan semua anggota keluarganya,Sinta menyalami satu persatu.Aya' memperhatikan Sinta sampai tak berkedip.
Kartika menarik tangan Aya' agar duduk kembali,ia merasa terluka karena Tatapan Aya' kepada Sinta.Kartika merasa jika Aya' mengagumi kecantikan Sinta.
"Besok kami akan melangsungkan pernikahan"
Uhuk uhuk uhuk Kartika tersedak oleh makanan nya.Aya' sigap mengambilkan segelas air putih untuk Ibunya.
"Secepat itu Mas?"
"Yah...lebih cepat akan lebih bagus.Sinta ini produk langka.Kalau aku terlambat,bisa rugi aku...ya kan Dra"
Indra terkekeh menyambut candaan Prabu Atmajaya .KArtika melirik Indra sinis.
"Produk langka apa-an,dia bawa banyak Tante Kunti kesini"Celutuk Aya',Sinta terkesiap kaget.Kedua pandangan nya beradu,Aya' tersenyum tipis.
"Kenapa Tante??kok pucat ?? kebanyakan ngasih makan Tante Kunti ya"goda Aya' tanpa merasa bersalah.
"Aya' jaga bicaramu"tegas Prabu Atmajaya .
"Lah emang iya...Papa mau lihat ??"
Pak Luyo yang sedari tadi berdiri di belakang Aya' ,memegang pundak putrinya.
"Nak...jaga bicaramu di depan orang tua"bisik Pak Luyo .Soraya mendengus kesal..Ia menatap tajam wajah Sinta yang terlihat gerun .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
pakai sususk 🤣🤣🤣
2025-03-20
0
Ds Phone
muking ada rasia
2024-12-05
0
neng ade
enteng amat ngomong mau nikah lagi. .. ga mikir perasaan istri nya dan anak nya .. Prabu blm tau aja klo Aya itu punya kelebihan .. jadi jngn di anggap remeh
2024-10-05
0