"Pak Luyo,tolong bawa Aya' ke dalam"titah Prabu Atmajaya .Pak Luyo mengangguk,ia mendekati Aya'.Namun tangan Aya' terangkat 🤚🤚 menghentikan niat Pak Luyo .Dua bola mata Aya' bersinar, seperti menghantam pandangan Sinta.Wanita itu merunduk dengan pekikan kecil.
AKHH
Prabu Atmajaya terkejut,ia semakin naik emosi.
"AYA'!!!!"
Dua bola mata yang menatap tajam bergulir pelan.
"Cepat masuk kamar!!!"
Pak Luyo merangkul bahu putrinya,ia memaksa Aya' untuk masuk.Raut wajah kemarahan, terpampang jelas.Aya' menggebrak meja dan berbalik pergi.Kartika pun bangkit menyusul putrinya.
"Sinta...maafkan anakku ya"Prabu Atmajaya mengusap punggung Sinta dengan lembut.Sinta Mengangkat wajahnya,dan saat itu Prabu Atmajaya melihat wajah Sinta berubah menyeramkan.Ia terkejut hingga tubuhnya refleks berdiri dan tanpa sengaja mendorong kursi yang dia duduki hingga terjungkal ke belakang.
"Mas...kamu kenapa?"Sinta menghampiri,Prabu Atmajaya menepis tangan Sinta.Ia terlihat sangat ketakutan sekali.
"Kak...kamu kok gitu sih?"Dinar pun heran dengan sikap Kakaknya.Prabu Atmajaya nampak kebingungan,wajah Sinta yang menakutkan itu kini berubah ke sedia kala.Prabu Atmajaya menelan saliva,ia mengatur nafas agar kembali tenang.
"Dra...tolong kamu antar Sinta pulang ya"
Tiga orang yang berniat jahat itu sama-sama terkejut.
"Mas ...bukankah Sinta akan langsung tinggal disini ??katanya besok kalian akan menikah ??"Indra mengingatkan rencana Prabu Atmajaya sedari awal.Pria itu kebingungan,ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Tanpa sengaja, pandangan Sinta bertembung dengan mata Aya'.Gadis kecil itu berdiri di terali besi yang menjadi pembatas lantai dua.Tatapannya menukik tajam,Sinta juga melihat seekor anjing putih besar berdiri disamping Aya'.Ia mendadak gugup, tubuhnya gemetaran.
"Ya udah...saya pulang dulu" Sinta menundukkan pandangannya.
"Loh...nggak bisa gitu dong"sela Dinar.
"Nggak apa-apa kalau tidak mau di antar,saya bisa pulang sendiri.Permisi!"Sinta menyandang Tasnya lalu buru-buru pergi.
"SINTA!!"Indra segera menyusul wanita penghibur itu.
"Tunggu!!!"Indra menahan langkah Sinta yang baru saja menuruni tangga teras.
"Kamu nggak bisa gini,aku udah bayar kontan loh"
"Aku akan bilang sama Monica untuk mengembalikan uang itu"
"Aku nggak perlu uang itu kembali,aku hanya butuh kerja sama mu.Kamu sudah berhasil memikat Prabu Atmajaya "
Sinta menggeleng,sekali lagi pandangannya tak sengaja menemukan sosok tubuh gadis kecil di balkon atas.Tatapannya tetap sama,tajam menukik.Sinta gemetar ketakutan,ia gegas berlari pergi tanpa menghiraukan seruan Indra.
AKHHHH
Indra marah,ia menghantam udara kosong.
"Gagal semua rencana ku..."gerutunya.
"Gimana Mas?"Dinar menghampiri suami nya.
"Dia tidak mau...entah kenapa tiba-tiba jadi begini?"
"Gimana sih??padahal uang nya kan sudah di transfer..."
"Dia bilang akan mengembalikan semua uang itu"
"Terus?? rencana kita gagal dong??"
"Sepertinya begitu "
Dinar Menghela nafas kesal,gagal lagi gagal lagi.
*
Prabu Atmajaya meringkuk di atas kasur dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal.Ia menggigil,wajah menyeramkan yang ia lihat dari wajah Sinta tak mudah ia lupakan.
Kartika menengok di sela pintu yang ia buka sedikit.Kemudian ia menutup nya kembali.Kartika menuju kamar Soraya,ia sangat penasaran sebenarnya apa yang sudah terjadi.
"Aya' belum tidur Pak?"Tanya Kartika kepada Pak Luyo .
"Belum Bu...dia masih berdiri di Balkon"
Kartika tersenyum,ia melangkah menghampiri putrinya.
"Aya'...lagi apa?"Kartika memeluk bahu Soraya.
"Eh Mama...Aya' lagi menikmati cahaya bulan Ma"
"Iya... cantik sekali ya Ya'"Kartika turut Mengangkat kepalanya ke atas.Soraya tersenyum tipis.
"Ya'...Papa sepertinya sakit Loh"
Soraya tak bergeming.
"Sebenarnya...apa yang terjadi ??"Sambung Kartika.
"Perempuan itu menggunakan susuk Ma...Ada lebih dari 100kuntilanak dalam tubuhnya"
Mata Kartika membulat..
"Tadi ..Aya' buat Papa melihat nya satu diantara kuntilanak itu"
"Dari mana Aya' tahu??"
Soraya menatap wajah wanita disampingnya itu.
"Aya' dianugerahi mata biru,itu bukan hanya mata biru biasa Ma...Aya' bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa "
"Astaga....Mama baru tahu itu"
Soraya tersenyum simpul.Bola matanya bergulir kembali menatap langit luas.
*
*
Melewati tengah malam,Soraya diam-diam masuk ke kamar Ayahnya.Bisa dilihat dengan jelas,tubuh Prabu Atmajaya bergetar karena menggigil.
Soraya mengusap kepala sang Ayah,tangannya bersinar terang.
"Apapun yang terjadi antara Papa dengan perempuan itu..besok!Papa akan melupakan semua nya"ucap Soraya bagai sebuah mantra.
Mendadak tubuh yang bergetar itu mulai terhenti.Prabu Atmajaya nampak kembali tenang.Terdengar dengkuran halus dari balik selimut.Aya' berbalik pergi untuk kembali ke kamar nya.
*
AKH..AKH...
Sinta menjerit histeris,ia melihat begitu banyak penampakan kuntilanak di dalam kamarnya.Mereka berusaha menggapai Sinta yang duduk tersudut di pojokan.
"Sin...Sinta..."Suara Monica terdengar dari luar kamar.Teman Sinta itu menggedor-gedor pintu.
"Sin...kamu kenapa ??"Dari suaranya terdengar nada penuh kekhawatiran.
AKH..AKH..
Sinta tak menjawab,ia terus berusaha menepis tangan-tangan dingin yang menyentuhnya.
"Cepat dobrak"titah Monica kepada Anak buahnya.Beberapa pria berbadan sado mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar Sinta.Sekali tendang,pintu itu langsung terlepas dari engselnya.
"Sinta..."Monica meluruh memeluk sahabatnya yang terlihat kurang sehat.
"Kau kenapa ??"
"Mon...tolong aku...tolong antar aku ke tempat Nyai"Rintih Sinta dengan penampilan yang sudah acak-acakan.
"Ohh ok"Monica mengangguk setuju.Malam itu juga ia pergi mengantar Sinta ke tempat yang dimaksud.
*
Seorang perempuan tua yang sudah bungkuk duduk dengan menjuntai kaki disebuah dipan kayu.Tangannya memegang sebuah tongkat bambu kuning yang terlihat berumur sangat tua.
"Siapa yang kau temui?"tanya nenek tua yang dipanggil Nyai oleh Sinta dan Monica.
"Seorang pria kaya,dia akan menikahi ku Nyai.Tapi...tapi anaknya tidak terima.Dia marah,dan aku tidak tahu Nyai apa yang dia lakukan padaku.Mata anak itu bersinar,silau sekali.Sampai membuat mataku sakit Nyai"
HEMMMMM
Nyai berdengung serau..
"Aku tidak tahu siapa gadis itu ??tapi dia berhasil mengusik kekuatan susukku.Lebih baik kau hindari pria itu"
"Iya Nyai...aku sudah menolak permintaan mereka,Mon...kamu kembali kan uang Pak Indra ya.."
Monica mengangguk setuju.
"Baiklah... tinggal kan Sinta disini Monica.Dia harus istirahat terlebih dahulu.Aku akan mencabut susuk itu.Nanti setelah upacara tilem,akan ku pasang kembali"
Monica menatap Sinta, wanita itu mengangguk sebagai tanda setuju dengan perintah Nyai.Monica tak punya pilihan lain,ia bangkit lalu pamit pergi.
"Istirahat lah"Nyai bangkit lalu masuk ke dalam meninggalkan Sinta seorang diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ruby Jane
tp jijik ga sih parabu udah main nina ninu sama shinta
2024-12-12
0
Ds Phone
memang ada limu hitam rupa nya
2024-12-05
0
neng ade
Untung ada Aya yang bisa menyelamatkan Prabu Atmajaya dari jerat Sinta.. otomatis menggagalkan rencana busuk nya Sinta Dinar dan Indra yg ingin menguasai harta nya Prabu
2024-10-05
0