TOLONG... ANAKKU... TOLONG
Sebuah teriakan terdengar dengan jelas karena pendengaran Soraya sangat tajam dari manusia biasa pada umumnya.Ia bangkit, tatapan matanya mengedar mencari arah sumber suara.
"Kenapa Ya'?"tanya Pak Luyo .
"Ada orang teriak minta tolong Pak"jawab Aya'.Ia semakin mempertajam Indra pendengar, karena suara semakin ramai saja.Sepertinya orang tengah berkumpul.
"SALEH ....SALEH...."
Seorang wanita tergopoh-gopoh berjalan di pematang sawah.Salah satu bapak-bapak yang membahas tentang Soraya bangkit dari duduknya.
"Mbok Jum!!ada apa?"Saleh menjawab dengan nada nyaring.
"Anakmu Leh...anakmu diculik, istri mu pingsan"wanita yang menyingsing kan sarungnya menghentikan langkah,ia fokus dengan berita yang ia bawa.
"Apa??"
Pria yang bernama Saleh itu melangkah panjang melibas tanaman padi yang baru seminggu digarap.Ia berlari pontang-panting diikuti oleh Mbok Jum yang membiarkan Saleh mendahului nya.
"Pak...ayo"Soraya penasaran,ia turut berlari ke tempat kejadian perkara.
*
Suasana sudah ramai orang,wajah mereka panik dan tegang.Ada juga yang menjerit histeris sambil duduk selonjoran di aspal.
Soraya mendengar informasi jika anak Saleh sedang berjalan menuju ke surau untuk mengaji.Ia berangkat lebih awal karena punya tugas membaca Al-barzanji.
Anak Saleh tidak sendiri,dia bersama ketiga temannya.Tapi yang berhasil di culik hanya anak Saleh.Sedangkan yang lainnya bisa melepaskan diri sampai jeritan warga membuat para penculik kabur dengan mobil Wen hitam.
"Ini semua pasti karena dia!!"Saleh menuding Soraya,semua mata langsung tertuju pada gadis itu.
"Sudah aku bilang kan, kalau dia menginjakkan kakinya di desa kita.Desa kita pasti kena sial"sambung nya.
"Leh...kau jangan ngadi-ngadi,Aya' sama sekali tidak melakukan apa-apa "Pali membela Soraya.
"Memang...tapi kesialan akan terjadi tanpa dia berbuat apa-apa "bantah Saleh tegas.
"Pakle...ayo kita pergi "Soraya menarik tangan Pali,tapi pria itu menolak .Ia tidak terima jika Soraya selalu dijadikan kambing hitam.
"Tidak Nak...Pakle tidak akan diam saja kamu digituin"
"Iya...Tapi kita pergi saja,banyak orang disini Pakle "Soraya berbisik ke dekat telinga Pali.
"Iya Li...ayo kita pulang "Pak Luyo juga meminta Pali agar pergi.
"Sana Pergi!! Jangan pernah injakan kaki kalian di desa ini lagi"Saleh mengacung-acungkan tangan nya.
Pali memilih berkompromi,dia pergi meskipun hatinya sangat dongkol.
*
Adzan Maghrib berkumandang,Soraya pamit keluar kepada Pak Luyo sebentar.
"Kau mau kemana Ya'??"
"Ada urusan sedikit Pak"
"Sama sukri??"Pak Luyo berharap itu benar.
"Aya' cuma mau pergi kesini saja Pak, tidak jauh kok.Jadi jalan kaki saja"
"Bapak ikut "Pak Luyo melipat sarung yang tengah dipakai nya ke atas, tandanya ia hendak berjalan dengan cepat.
"Pak!!anak itu butuh pertolongan Aya'.. kalau Aya'terlambat ??dia tidak akan selamat "
"Untuk apa kamu perduli Nak???"
"Karena ini tugas Aya'..."
Kedua pasang mata itu beradu,Pak Luyo menghela nafas panjang.
"Baiklah... hati-hati Nak"Akhirnya Pak Luyo mengalah,Soraya tersenyum.Ia meraih tangan Pak Luyo lalu diciumnya.Kemudian Soraya Keluar dan berjalan ke belakang rumah, menghilang dalam kegelapan.
Sukri yang baru saja datang,heran melihat anak sang majikan pergi ke belakang rumah.
"Nona mau kemana ??"tanyanya.
"Ada urusan sebentar...Ayo...kita makan dulu.."Pak Luyo merangkul pundak Sukri lalu digiringnya masuk ke dalam rumah.
*
Aya' berdiri dalam rimbunan pohon,ia merentangkan kedua tangannya dengan mata terpejam.
"Datang lah....bawa aku ke tempat anak itu berada"Gumamnya,angin berhembus tenang.Soraya membuka matanya,ia tersenyum melihat pasukan serigalanya sudah mengelilingi.Dengan langkah mantap,Soraya mendekati sosok yang paling tegap dan besar.Menaiki punggung nya , membelai bulu nya dengan lembut.
"Berangkat lah"
Serigala tersebut mengangguk,ia melolong panjang disambut lolongan panjang oleh yang lain.
Dengan gerak yang cepat melewati frekuensi, gerombolan serigala putih dengan jenis bukan serigala biasa melesat pergi.
*
Langkah Serigala melambat saat mereka tiba di sebuah area perkebunan anggur.Ditengah kebun anggur ada sebuah lapangan yang tak jauh dari itu ada sebuah pondok.
Soraya melihat ada tiga buah mobil terparkir,karena gelap ia tak bisa menebak jenis mobil tersebut.Di tengah lapangan ada beberapa orang disana, mereka seperti sedang melakukan sesuatu yang menyenangkan karena terdengar tawa ejekan.
"Hahahahaha... akhirnya kau lemah juga"
Seorang pria yang tak begitu jelas wajah terlihat tidak baik-baik saja.Ia menahan sesuatu menggunakan kekuatan luar biasa,tapi dirinya sendiri seperti menahan sakit di perut nya.
Soraya turun dari punggung Serigala,ia berjalan ke area lapangan tanpa takut.Tawa yang bersahutan mereda,mereka menyadari kedatangan Soraya.
"Siapa ini?? seorang gadis ??"pria yg tengah duduk di sebuah kursi bangkit perlahan.Hanya dia seorang yang duduk,pasti pria berkumis tipis dan rambut sebahu adalah pemimpin gank.
Kini Aya' bisa melihat dengan jelas siapa yang dijadikan bulan-bulanan para gank penculikan anak.
IDRIS!!!Pria itu terluka, perutnya mengeluarkan darah.Sedangkan tangannya mengeluarkan cahaya merah kehitaman menahan tubuh seorang anak kecil yang melayang di udara.Tubuh anak itu seperti sengaja di lemparkan ke sebuah Empang,Yang mana disana banyak sekali buaya kelaparan.
Kilatan mata Soraya menjadi sinyal kepada para buaya.Sebagai perintah agar bergerak keluar dari Empang Yang dipagari kawat.Tangannya menunjuk pintu pagar yang secara otomatis terbuka tanpa tersentuh.
Para gank penculikan anak yang awalnya heran dengan sikap Soraya, mendadak panik melihat buaya-buaya peliharaan mereka berjalan merangkak keluar Empang.
"Bos ..bos ..."
Mereka bergerak menjauhi Empang,pria yang menjadi pemimpin mereka bergerak mundur dengan ragu-ragu.Ia digiring untuk segera menyelamatkan diri.
Soraya menghampiri Idris,ia merangkul pria yang sudah lemah itu.Kemudian Soraya mengambil alih Mengangkat tubuh anak kecil itu, membuat melayang perlahan hingga di rebahkan di tempat yang selamat.
Idris tersenyum tipis dengan wajah yang menahan sakit.
"Di dalam...masih banyak anak-anak lainnya"Idris menunjuk ke arah pondok.Soraya mengangguk mengerti.Ia membantu Idris duduk di kursi kosong bekas tempat sang pemimpin gank.
"Kau tunggu disini"
Idris menganggukkan kepalanya,Soraya bangkit.Ia berjalan masuk ke dalam pondok.Dibukanya lebar-lebar pintu pondok,benar saja.Disana banyak sekali anak kecil, mereka terlihat kaget melihat kedatangan Soraya.
Gadis itu terdiam, keadaan yang tersaji di depan mata sungguh menyedihkan.
"Anak-anak...ayo kita pulang..."
Tak ada tanggapan,mereka tak bergeming.Hanya tatapan ketakutan yang terpancar.Soraya berjongkok di sebelah anak kecil berjenis laki-laki yang lebih dekat dengan nya.Tapi anak itu menyeret tubuhnya menjauh karena takut.
"Jangan takut...Kakak akan menolong kalian.Ayo kita pulang temui orang tua kalian"
Anak-anak itu mulai terpengaruh, mereka saling berpandangan satu sama lain.Soraya menggerakkan kepalanya dengan yakin, baru lah mereka bangkit meskipun gugup.
Idris tersenyum lebar melihat anak-anak itu berhasil diselamatkan.
"Kakak...."Seorang anak kecil perempuan berlari memeluk Idris.Ia menangis sesenggukan... sepertinya mereka sudah saling kenal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
dia yang selamat kan meraka semua
2024-12-05
0
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
kq byk anak anak apa MW jual
2024-12-01
0
neng ade
mau di jadikan apa semua anak2 yg ada di pondok itu .. syukurlah mereka semua bisa diselamatkan ..
2024-10-06
0