"Kalian pasti ingin berkunjung ke makam kan??"Pali menyodorkan dua gelas teh.
"Iya...tapi hari sudah agak gelap,kami akan istirahat di rumah"Jawab Pak Luyo .
"Aku sudah bersihkan kamarnya setiap hari,jadi kalian bisa langsung istirahat.Sebentar lagi Maghrib,kau tidak mau ikut aku tahlilan ??"
Pak Luyo menyanggupi ajakan Pali.
"Kamu tidak apa-apa kan Bapak tinggal sebentar ??"
Soraya mengangguk disertai senyuman.
*
Usai sholat Maghrib, seperti yang sudah dijanjikan.Pali pergi tahlilan bersama Pak Luyo .Supir mereka juga turut serta,jadi mereka menaiki mobil mewah pergi ke acara tahlilan.
Sedangkan Soraya tinggal sendiri di rumah bambu milik Pak Luyo .Ia duduk di serambi,menatap Keluar sambil mengayunkan kedua kakinya.Angin berhembus tidak terlalu kencang, memainkan anak rambut gadis itu.Suasana yang begitu tenang itu menggoda rasa kantuk, apalagi hampir seharian Soraya duduk di dalam mobil.
"Aaaayyaaaa'...Aayaaaa'"Suara lembut memanggil, Soraya membuka kelopak matanya perlahan.Seorang wanita cantik tersenyum lembut padanya,dan terdapat Seekor Serigala putih bercahaya duduk di bawah kaki wanita itu.
"Kau datang Nak..."
Soraya menautkan kedua alisnya..
"Ibu???"
"Yah...aku Ibumu"
Soraya terperangah tak percaya,baru kali ini Ibunya mendatangi dirinya dengan wujud yang sempurna.
"Ibu...kenapa banyak hal yang janggal mengenai siapa aku??Setiap aku bertanya kepada Bapak, beliau hanya mengalihkan pemikiran ku??Sekarang aku sudah bertemu dengan Ibu,pasti Ibu bisa menjelaskan "
"Apa yang perlu dijelaskan Nak..kau anak Ibu,anak Prabu Atmajaya "Nara membelai rambut Soraya dengan lembut.
"Kalau itu aku tahu Bu...tapi?? dengan desa ini?? sepertinya ada sesuatu yang Bapak sembunyikan,Pakle pun sama.. Apakah Ibu tahu kenapa?"
Nara tersenyum tipis...
"Itu karena,kau lahir saat Ibu sudah mati.Semua itu karena mukjizat yang melalui serigala suci"Nara mengusap pucuk kepala Serigala putih.
"Dulu pemikiran penduduk sangat kolot,mereka selalu menilai sesuatu yang berbeda itu hal yang aneh dan ditakuti.Bila terjadi sesuatu musibah ataupun kematian.Banyak disangkut pautkan dengan hal yang ganjil,termasuk kelahiran mu"
"Jadi masyarakat disini dulu membenci Aya'?"
Nara mengiyakan...
"Tapi ..kau tidak boleh berdendam Aya',, karena mereka tidak tahu apa-apa.Tidak pantas rasanya jika kita marah akan kebodohan seseorang "
Soraya mengangguk setuju dengan pemikiran Ibunya.
"Lalu??pria gila itu siapa Ibu??"
Senyuman manis Nara yang tersungging perlahan memudar , pertanyaan anaknya begitu menusuk jiwa.
"Karma sudah tertuai,pria itu mati karena takut akan dosanya..Ibu berusaha untuk ikhlas,namun hati ini terlalu sakit"
Nara tersenyum kelat...
"Putri ku...kau harus ingat satu hal!!kau harus menjadi manusia yang baik,jangan berbuat jahat kepada sesama.Tolonglah mereka yang membutuhkan pertolongan mu.Jangan pandang bulu..Kau mengerti ??"
Soraya menganggukkan kepalanya.Serigala putih beranjak,ia mendekati Soraya.
"Dalam tubuh mu,ada bola inti kehidupan Dewi Serigala putih.Dia sudah meninggal,tapi bola inti kehidupan itu tetap bersinar dalam dirimu.Jagalah baik-baik, karena jika bola itu direnggut paksa oleh orang yang punya niat jahat.Kau akan mati!!!"
"Kenapa dia memberikannya padaku?"
"Karena kau lah yang pantas mendapatkannya,jagalah bola inti kehidupan itu dengan baik.Bangsa kami akan melindungi mu dimana pun kamu berada"
"Terimakasih..."Soraya menundukkan kepalanya.Serigala putih tersenyum sembari mengangguk sekali.
"Jika boleh tahu,kenapa Serigala suci bisa mati ?"
"Sang Dewi serigala, meskipun mempunyai kekuatan spiritual.Tapi dia memiliki waktu saat dia benar-benar lemah,yaitu saat gerhana matahari tiba.Na'asnya,pada saat itu terjadi.Hutan belantara diserbu oleh para pemburu ilegal.Mereka menembak Sang Dewi, untung ada seekor elang besar menyambar tubuh sang Dewi dan dibawanya pergi.Para pemburu melihat hal itu,mereka mengejar karena tertarik dengan sang elang yang begitu gagah perkasa.Elang itu pun tertembak dan tubuh sang Dewi jatuh ke dalam sungai.Tubuhnya yang terluka dibawa oleh arus sungai yang deras dan mengantarkan kepertemuan dengan Ibumu yang sedang dianiaya "
"Dianiaya ???"
"Yah ..pria gila itu adalah orang yang menyebabkan Ibumu meninggal "
Soraya terpegun,ia menatap sang ibu yang tersenyum kelat.
*
"Aya'..."Pak Luyo menggoyang-goyangkan tubuh Soraya.Ia melihat tubuh Aya' menegang,kedua tangannya mengepal.Apa yang sebenarnya terjadi ??
"Aya'..."Sekali lagi Pak Luyo berusaha membangunkan putri angkatnya.
"Apa kita bawa saja nona masuk ke dalam ?"usul si supir.Pak Luyo mengangguk setuju,Si supir membopong tubuh anak majikannya itu dan dibawanya ke dalam kamar.
Pak Luyo duduk dibibir tilam bambu dengan cemas, meskipun tubuh Soraya sudah tidak tegang lagi.Tapi dia belum juga bangun.Pak Luyo yakin,Soraya tidak tidur.Tapi Ruhnya sedang pergi ke alam lain.
"Ayaaa'""Pak Luyo berusaha memanggil,agar tuh Aya'mendengar.
"Pulang Nak..."Gumamnya lirih.
Jari jemari Aya' merespon, membuat Pak Luyo gelagap.
"Aya'...Aya'...kamu sudah kembali Nak??"Pak Luyo mengubah posisi duduknya.Kepala Soraya bergerak,disusul oleh terbukanya kelopak mata.
"Bapak..."
"Aya'""Pak Luyo tersenyum tipis.Soraya membalas senyum itu dengan getir.
"Kamu pergi kemana?"Pak Luyo bertanya sambil membantu Soraya duduk.
"Aya' bertemu Ibu,dan serigala putih"
Pak Luyo diam,ia tidak heran.Karena ia tahu jika Aya' memiliki hubungan dekat dengan serigala tersebut.Meskipun Pak Luyo tidak tahu pasti, seperti apa hubungan mereka.
"Bapak sudah takut Aya' nggak bisa kembali lagi"Pak Luyo membelai pucuk kepala Soraya.
"Soraya nggak akan ninggalin Bapak"jawab Soraya lembut.Pak Luyo senang mendengar jawaban polos si Aya'.
"Besok, sesudah ziarah kubur,kita ke ladang ya Pak"
Pak Luyo mengangguk..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti yang sudah direncanakan,Soraya ,Pak Luyo dan Pali pergi ke ladang.Anak gadis itu begitu sangat antusias sekali,ia juga tidak segan turun ke sawah untuk belajar bercocok tanam.
Kehadiran Soraya di pematangan sawah menyita perhatian para petani yang juga ada disana.Kalau saja tidak melihat Pak Luyo ,mereka tidak tahu jika gadis belia nan jelita itu adalah anak yang lahir dalam kubur.
Mereka berbisik satu sama lain, karena masih teringat kejadian 10 tahun yang lalu.Dimana Sarpa mati dengan cara yang tragis dan istri Sarpa mengatakan jika itu karena anak angkat Pak Luyo .
"Cantik...tapi pembawa petaka"
"Huss jangan keras-keras, nanti kamu dibunuh juga sama seperti Sarpa"
"Jangan ngawur,Aku tahu dulu Sarpa sangat mencintai dia.Kenapa dia membunuh Sarpa?"bantah yang lain.
"Katanya kalau dia dalam keadaan begini, seperti manusia biasa.Dia tidak membunuh,tapi saat dua mata birunya bercahaya.Itu tandanya dia berubah menjadi iblis "
"Tapi kok Pak Luyo masih hidup ??"
"Ya karena dia pawang nya"bantah yang melancarkan fitnah begitu yakin.
Soraya mendengar dengan jelas percakapan mereka.Tapi ia diam,karena ia teringat ucapan sang Ibu.Jika itu adalah kebodohan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
orang yang tak juga
2024-12-05
0
neng ade
kenapa masih ada yang memfitnah Aya .. itu semua karena ulah Nur istri nya Sarpa .. sebenar nya si Nur itu yg membunuh nya melalui selingkuhan nya karena kepergok berzina
2024-10-06
0
Susilawati
sdh 10 tahun masih aja ada yg percaya sama fitnah nya si nur, lalu gimana kabar nya si nur sama si dukun selingkuhan nya nur
2024-05-30
0