Ponsel Aya berdering,
"Hallo..."
"Ya' Kamu dimana?"suara Pak Luyo terdengar dari seberang.
"Ini dimana ??"bisik Soraya pada Idris.Ia menutup ponselnya dengan tangan nya.
"Ini sudah jauh dari kawasan Pabrik"jawab Idris.
"Ya jalan apa gitu,RT RW..Atau desa?"
Idris bingung sendiri,hanya gelengan pelan yang menjadi jawaban.Soraya terpelongo,,,
"Ya'..kenapa kamu diem??"
"Pak... sebentar lagi Aya' pulang,,,bilang sama Papa..Aya' jalan-jalan bentar "Soraya mematikan ponselnya secara sepihak.
"Kau orang sini bukan ??"
"Bukan.."
"Jadi kamu nggak tahu jalan??"
Idris menatap ke sekeliling,hutan kecil itu terlihat sama saja.
"Ayo kita lewat sana"
Idris melangkah mendahului namun Soraya sigap menahan tangannya.
"Kenapa ??"
"Para bodyguard itu menyusul kita,apa kamu nggak denger suaranya ?"
Idris diam,ia mempertajam pendengarannya.
"Oh iya... hampir saja"
Sekali lagi Idris memperhatikan ke sekeliling.Tiba-tiba ia menautkan kedua alisnya, Idris melihat seekor Serigala menatap ke arahnya.Lalu berbalik melangkah perlahan untuk pergi.
"Ayok!!"Idris meraih tangan gadis yang baru saja ia kenal.
"Kamu yakin??"
"Yah... sepertinya serigala itu ingin menunjukkan jalan keluar kepada kita"
Aya' bungkam.
"Dia bisa melihat serigala ku"
Soraya mengikuti tanpa bertanya lagi.Benar saja, rupanya Serigala yang dilihat oleh Idris mengarah pada sebuah gank kecil,dimana kanan kiri jalan ada kuburan besar.
"Ayo cepat,hari sudah menjelang sore...para buruh pabrik sebentar lagi pulang.Kau harus melaporkan apa yang terjadi kepada Ayahmu.Kalau sampai terlambat Pak Rossi akan keburu kabur"
Idris menarik tangan Soraya agar lebih cepat, keduanya berlari bersama mengejar waktu.
*
"Papa..."
Prabu Atmajaya menoleh seketika begitu mendengar suara putrinya.
"Aya'...'
Soraya berlari memeluk Papanya.
"Kamu kemana saja?hem??Papa dari tadi sibuk mencari"
Soraya tersenyum, pandangannya bertembung dengan si pria tambun.Rupanya Prabu Atmajaya sedang mengumpulkan seluruh pekerja di pabrik itu untuk bertanya mengenai Soraya.
Wajah Rossi pucat pasi,ia sedikit menyembunyikan tubuhnya di antara staf yang lain.
"Aya' kenapa kamu tidak menjawab ??"sambung Prabu Atmajaya .
"Oh iya Pa...Aya' jalan-jalan sama dia.."Soraya menunjuk Idris,pria yang sebaya dengan nya itu tersenyum.
"Siapa dia ?"tanya Prabu Atmajaya dengan kening mengerut.
"Apa dia buruh di pabrik ini??Masih umur berapa dia??kenapa dia bekerja disini ?? Saiful!!"
"Iya Bos..."Saiful maju selangkah.
"Kau menerima anak dibawah umur bekerja disini ??"
Saiful tertunduk,ia melirik ke kiri dan ke kanan tak ada satupun stafnya berani mengangkat wajahnya.
"Kenapa diam??coba jelaskan hal ini padaku"
"Emmm anu Bos.. masyarakat disini sangat sedikit,bagi yang sudah sarjana.Mereka memilih bekerja di kota.Jadi kami kekurangan pekerja,dan terpaksa mengambil anak-anak kurang mampu untuk bekerja.Lagi pula mereka lebih bersemangat dalam bekerja Bos,dari pada para sarjana yang lebih suka kerja di ruang ber-AC "Saiful menjelaskan tanpa berani mengangkat kepalanya.
"Kau sudah berapa lama kerja disini ??"
"Baru beberapa bulan Bos"jawab Idris.
"Berapa gaji yang kamu dapat ??"
"2juta rupiah Bos jika lembur, kalau tidak lembur 1juta8ratus ribu Bos"
"Apa??"Prabu Atmajaya tercengang, Mukanya merah padam.
"Kurang ajar kau Saiful,dalam berkas tonase gaji,kamu tulis 3juta gaji pokok selain uang lembur.Pantas aku mendapatkan laporan ada ketidak sesuaian pengeluaran dan pemasukan.Ternyata ini ulahmu!! Sekarang kau pilih,mau kau ganti gaji mereka yang sudah kau korup,atau kau ku pecat dengan tidak terhormat!?Dan kau harus mendekam di penjara "
Saiful menggeleng, tubuhnya gemetar.
"Ampun Bos...ampun..akan ku ganti semuanya "Saiful memohon.
"Aku beri kau waktu dia hari,kau harus membayar semua gaji karyawan yang sudah kau palak.Akan aku tunggu karena aku akan tinggal disini untuk beberapa hari.Paham!!"
"Paham Bos..."Saiful mengangguk dengan penuh kekalutan.
"Pa..."
Prabu Atmajaya menoleh
"Iya Ya' ada apa??"
"Aya' tahu sedikit tentang buruh perempuan yang bunuh diri tadi"
"Tahu dari siapa ??"
"Dari Idris..dia memilih bunuh diri karena pacarnya tidak mau mengakui hubungan mereka.Dikarenakan kebijakan pabrik yang melarang orang pacaran,, jadi Aldo takut untuk mengaku.Dan akhirnya Intan sakit hati,ia memilih untuk bunuh diri Pa"
Prabu Atmajaya menautkan kedua alisnya.
"Dilarang pacaran ??"
"Iya Bos... saat Intan melompat menerobos jendela,hal itu terjadi di depan mata kepala pengawas"Idris menyahut.
"Siapa Kepala pengawas nya??"
Rossi semakin pias.Saiful sendiri menoleh ke arah nya.
"Saiful...kenapa kamu diam??aku bertanya siapa kepala pengawas nya??"
"A..anu Bos..Di-dia.."
"Pak Rossi "Soraya memotong kalimat Saiful yang terbata-bata.
"Rossi...maju ke depan!!!"Seru Prabu Atmajaya , Rossi tak bergerak, tubuhnya gemetar ketakutan.
"ROSSI!!!!"
"Iya Bos"Rossi langsung menjawab mendengar bentakan keras.
"MAJU KE DEPAN!!"
Langkah kaki yang berat dipaksakan untuk maju.
"Apa benar,butuh pabrik yang bunuh diri itu terjadi di depan matamu??"
Rossi tak segera menjawab,ia melirik Idris.Rasa kesal kepada budak itu sangatlah banyak,lalu lirikan mata Rossi bergulir ke wajah Soraya yang tersenyum ke arahnya.Tangan gadis itu terlipat di dada.
"Rossi..."Prabu Atmajaya menyeru nama sang kepala pengawas untuk kesekian kalinya.
"I-i-iya Bos"
"Kenapa diam??Apa kau bisu?? Perlukah aku memotong lidahmu agar kau benar-benar tidak bisa bicara ??"
"A-am-pun Bos.."
"Jawab Rossi!!!"
"I-i-iya Bos...itu benar "
"Lalu kenapa kamu bilang tidak tahu saat polisi bertanya ??"
"I-itu ka-Karena saya takut Bos..saya takut di pecat "
"Kau memang akan dipecat Rossi "Ujar Prabu Atmajaya .
"Ampun Bos...."Saiful menimpali"Kami membuat kebijakan dilarang pacaran di area pabrik karena takut mengganggu kinerja para buruh Bos"
"Tapi Intan dan Aldo tidak melakukan apa-apa, Pengawas hanya menemukan surat cinta mereka,bukan menemukan Intan dan Aldo berbuat macam-macam...justru Pak Rossi yang berbuat macam-macam dengan para buruh wanita.Dia kerap kali melecehkan atau sampai menyetubuhi mereka diruang eksekusi "Idris menjawab dengan tegas.
"Bo-bo-bohong itu Bos...saya tidak melakukan hal itu.. Sumpah!!"Rossi cepat menyangkal ucapan Idris.
"Tapi Aya'hampir di lecehkan sama dia Pa"Soraya menunjuk wajah Rossi dengan polos nya.
"Apa??"
.Semua mata langsung tertuju pada Rossi.Pria tambun itu menggerakkan kepala dan kedua tangannya, menolak dengan tuduhan Soraya.
"Iya Pa...dan dia juga berencana untuk membunuh Aya' agar tidak buka mulut sama Papa saat ia menyadari jika aku adalah anak pemilik pabrik ini"
Prabu Atmajaya menatap Rossi dengan berang.
"Apa itu benar Rossi ??"
Rossi menggeleng cepat berusaha melindungi dirinya sendiri.
"Bos..itu semua benar,selama ini Pak Rossi bertindak semena-mena kepada kami.Pak Saiful juga sering memotong gaji kami tanpa alasan "Tiba-tiba seorang buruh pria menjawab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
terbokar sufah
2024-12-05
0
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
ceritanya Bagus banget
2024-12-01
0
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
bagus
2024-12-01
0