Pagi-pagi sekali,Pali sudah menyambangi rumah Pak Luyo .
"Yo..."
"Eh Li... kebetulan kamu datang,aku boleh minta tolong hubungi nomor ini"Pak Luyo menyodorkan kartu nama yang diberikan Prabu Atmajaya kepadanya kemarin.
"Kau mau apa nelfon orang itu Yo??kamu tidak berniat memberikan Aya' padanya kan?"Pali menautkan kedua alisnya.
"Tidak...aku akan ikut menjaga Aya' disana.Ini adalah Amanah Ibunya..tolong kerjakan kebunku ya Li.Ambil saja hasilnya,aku tidak bisa menjual nya karena itu hartaku satu-satunya.Takut dikemudian hari terjadi apa-apa jadi aku bisa pulang dengan Aya' kesini.Dan tolong bersihkan rumahku"
Pali mendekati sahabat nya.
"Kamu serius akan pergi Yo?"mendadak Pali merasa sebak.Pak Luyo tersenyum getir.Ia mengangguk pelan.Pali tak dapat menahan perasaannya,ia merangkul sahabat nya itu.
"Kau akan Meninggalkan aku Yo.."
"Aku akan sering pulang mengunjungi mu Li..bersama Aya'"
"Kenapa harus kamu ambil keputusan seperti ini Yo??"
"Jujur aku tidak mau Li..tapi mendiang Ibunya Aya' datang dalam mimpiku agar memberikan Aya' kepada Bapak kandung nya.Dan aku diminta untuk terus menjaganya "
Pali mengangguk mengerti.
"Tolong telfon nomor itu ya Li"
Pali mengiyakan.Pak Luyo tersenyum tipis.
*
*
Tak butuh waktu lama, setelah mendapatkan telfon dari kampung Pak Luyo .Prabu Atmajaya langsung pergi sendiri untuk menjemput Soraya.Kartika sangat bahagia mendengarnya.Akhirnya ia bisa memiliki pewaris dari generasi nya sendiri.
Mata-mata Dinar memberi tahu tentang hal ini.Membuat Dinar mencengkram kuat ponsel nya.Rencana yang ia susun rapi dalam pembunuhan dua keponakannya, hancur tak bersisa.Kenapa Prabu Atmajaya harus punya dua istri ??Kalau saja ia tahu akan hal ini dari dulu,sudah dibasminya anak penggacau itu.Ia menilai Kartika cukup bodoh untuk menerima anak dari hasil perselingkuhan suaminya.
Tapi tak apa... menurut kabar dia hanyalah anak kecil berumur 4 tahun.Dua anak Kartika saja ia bisa membunuhnya dengan mudah tanpa jejak.Apalagi hanya seorang balita.Dinar tersenyum miring.Ia hanya perlu menyusun rencana ulang untuk membunuh Soraya.
*
*
Kartika langsung mengambil alih Soraya dari gendongan suaminya Prabu Atmajaya .Ia terpana melihat mata anak gadis ini,sangat indah.
"Dia memiliki mata yang indah Pa..."
"Iya sayang..."
"Siapa panggilan manjanya ?"tanya Kartika kepada Pak Luyo .
"Aya'..."Pak Luyo menjawab.
"Ok Aya' ayo kita ke istana kecil mu sayang..."Kartika membawa Soraya masuk ke dalam.Prabu Atmajaya meminta agar Pak Luyo mengikuti,karena mereka menciptakan kamar Aya' agar sekamar dengan Pak Luyo sesuai permintaan beliau.
Kartika begitu memanjakan Aya',ia tidak membiarkan anak itu kekurangan apapun.Awalnya,Kartika melindungi Aya' dari dunia luar.Sehingga saat Dinar datang berkunjung,ia sama sekali tidak menunjukkan Aya' .Meskipun Dinar sudah merayu untuk bertemu.Tapi banyak alasan yang Kartika utarakan agar Aya' tidak bertemu dengan iparnya yang jahat.
Namun...semakin hari Soraya semakin dewasa.Ia tidak suka dengan kekangan Ibu tirinya.Akhirnya dengan rayuan Prabu Atmajaya dan juga Pak Luyo yang berjanji akan melindungi Soraya.Barulah Kartika luluh,ia mengijinkan Soraya sekolah di luar.Tapi dengan syarat Pak Luyo harus disana juga mengikuti kemanapun Soraya pergi.
*
*
Dinar benar-benar geram.Ia tidak bisa menyentuh Soraya sedikit pun.Sehingga semua rencana yang sudah disusun tapi tidak bisa terlaksana.
"Bagaimana cara kita untuk membunuh Soraya ??sedangkan mendekati nya saja kita tidak bisa "
Indra tersenyum tipis..
"Kalau kita tidak bisa menyerang langsung,kita harus menyerang secara tidak langsung sayang"
"Apa kamu punya rencana ??"
"of course..Kakakmu Prabu Atmajaya sangat lemah terhadap wanita.Buktinya...kehadiran Soraya karena kelemahannya sendiri.Jadi kita jebak Prabu Atmajaya agar mengkhianati Kartika dan kita akan menciptakan pewaris yang lain.Yang bisa kita setir sendiri "
Dinar tersenyum lebar mendengar gagasan suaminya.
"Kau memang jenius sayang ..lalu?? dari mana kita bisa mendapatkan seorang wanita yang bisa menaklukkan Prabu Atmajaya ?"
"Serahkan itu semua padaku sayang "
Dinar menatap suaminya penuh curiga.
"Jangan begitu lah sayang...aku melakukan semua ini demi tujuan kita agar segera tercapai "Indra merayu.
"Hem...jangan macam-macam kamu Mas"
"Iya sayang...iya..."
Indra tersenyum penuh arti.
*
Dengan kelihaiannya,Indra mencari wanita yang dirasa cocok untuk menaklukkan Prabu Atmajaya .Ia bertanya kepada Monica tentang ciri-ciri wanita yang ia inginkan.
"Hem.. kalau kamu mencari wanita itu,aku punya satu.Dia tidaklah cantik mana,tapi dia primadona disini karena keterampilan nya memuaskan pelanggan.Jika kamu bisa membuat iparmu itu tidur dengan nya,aku yakin 100% dia akan takluk"
Indra tersenyum licik...
"Aku percaya padamu sayang... masalah bayaran semua aku jamin akan memuaskan mu"
Monica manggut-manggut..
"Lalu kapan kau akan memulainya ?"
"Besok malam,akan ku ajak dia ke suatu tempat.Ajak perempuan itu untuk menunggu di kamar hotel.Selebihnya akan menjadi urusan ku"
"Ok!"Monica Mengangkat jempol nya.
*
Seperti yang sudah direncanakan,Indra memancing Prabu Atmajaya untuk bisa makan malam bersamanya sesuai tempat yang sudah ditentukan.
Dengan alasan ada sesuatu yang perlu dibahas masalah pekerjaan, akhirnya Prabu Atmajaya tidak bisa menolak.
Mereka mengobrol dengan sangat dekat, sampai makanan dihidangkan yang pastinya sudah diberi obat perangsang oleh Indra.
Prabu Atmajaya menyantap makanan yang dihidangkan tanpa rasa curiga.Belum lagi habis,obat itu bekerja dengan cepat.Prabu Atmajaya merasa kepanasan,degup jantung nya berdetak lebih cepat.Kepalanya pusing sekali,Indra tersenyum licik.Ia memerintahkan anak buahnya untuk membantu Prabu Atmajaya masuk ke kamar hotel yang sudah disediakan.Disana seorang wanita yang berdandan mencolok telah menunggu.
Ia segera melakukan tugas yang diberikan dengan baik, memuaskan Prabu Atmajaya sampai pria itu melakukannya berkali-kali hingga subuh tiba.
Kartika merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan.Apalagi Suaminya belum juga pulang.Ia berkali-kali mencoba menghubungi Prabu Atmajaya ,namun tak satupun panggilan nya terjawab.
"Mama..."suara merdu yang sangat ia kenal terdengar,Kartika langsung menyunggingkan senyuman menutupi kesedihannya.
"Hay sayang..."
Aya' berlari kepelukan wanita yang begitu sangat menyayangi nya selain dari Pak Luyo .
"Mama...kenapa??"
"Mama nggak apa-apa sayang,kok Aya' udah bangun ??"
"Aya' habis sholat Ma...kan udah subuh "
"Oh"Kartika lupa jika tadi ia sempat mendengar suara adzan subuh berkumandang.
"Mama udah sholat ??"
"Yah...Mama mau sholat dulu ya"
Soraya mengiyakan,Kartika pun pergi masuk ke dalam kamarnya.
"Aya'..kok liatin Mama sampai begitunya?"tegur Pak Luyo menghampiri sang putri.
"Mama... sepertinya ada yang dia pikirkan "
Pak Luyo tersenyum...Aya' yang baru saja masuk sekolah menengah pertama sudah seperti anak dewasa pemikiran nya.
"Kau terlalu kepo"Pak Luyo mencubit hidung Soraya yang lancip.Aya' tersenyum tipis.
"Ayok Pak..kita pergi joging.."
"Ok!!"
Begitulah rutinitas pagi mereka, selalu pergi joging karena disana mereka kurang melakukan aktivitas fisik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
paty
mana ni kelebihan soraya ayah sj bisa masuk jebakan
2024-11-24
0
neng ade
Prabu masuk jebakan yg suami nya Dinar rencana kan
2024-10-05
0
Susilawati
ternyata si Dinar juga di selingkuhin sama suaminya.
prabu2 mudah banget di masuk dlm jebakan ckckck
2024-05-30
0