Penemuan bayi menggemparkan desa Tunjung Sari di Awal pagi.Membuat masyarakat yang penasaran datang berbondong-bondong ke rumah Pak RT.Disana juga sudah ada polisi yang mengusut tuntas kematian Nara.
Para preman yang mendengar berita itu, langsung panik.Mereka berkumpul di pos ronda untuk membahas masalah ini.
"Gimana nih?? kalau kita ketahuan ?"
"Ah tidak mungkin...sudah jangan takut"
"Jangan sok berani kamu,emang kamu mau dipenjara?"
"Ya nggak,cuma kan kita nggak ninggalin jejak apapun "
"Sekarang sudah canggih bro,sper-ma saja kalau diperiksa bisa tahu itu milik siapa?"
"Tapi kita kan gantian, otomatis tercampur menjadi satu lah"Tetap saja salah satu dari tiga preman itu sangat yakin dan percaya diri.Dua diantara mereka geleng-geleng kepala.
*
Sejak awal ditemukan,Pak Luyo tak pernah sedetikpun melepaskan bayi dalam gendongannya.Ia berniat akan mengadopsinya.
Tapi oleh polisi dilarang,karena harus mengikuti prosedur terlebih dahulu.Identitas si Bayi harus terungkap sebelum di adopsi.Karena dikhawatirkan keluarga korban akan datang mengambil si bayi.
Pak Luyo sangat kecewa,padahal dia sudah jatuh hati dengan bayi itu.Polisi menganjurkan untuk di masukkan ke dalam panti asuhan terlebih dahulu.Jika nanti tak keluarga korban ataupun saudara mata datang mencari.Maka bayi tersebut baru bisa di adopsi.
"Sudahlah Luyo.. sabar saja.Kalau memang bayi itu berjodoh dengan mu,maka takkan ada yang mencarinya"ujar Sarpa.Pak Luyo tak menjawab,ia murung sekali.
*
Siang berganti malam, suasana di desa Tunjung Sari sunyi sekali.Padahal jam masih menunjukkan pukul 9malam.Tapi penduduk di desa itu seperti kena serep,sebagian besar sudah terlena dalam mimpi.
Tiba-tiba di ujung jalan terdengar seorang wanita menangis.Ia berjalan terseok-seok dengan wajah sedih.
"Anakkuuuuuu ....Dimana kamu????? Anakkuuuuuu hiks hiks hiks hiks"
Suara itu bergema memenuhi desa, beberapa diantara mereka merasa heran,suara siapakah itu???
"Mas... bangun Mas...ada suara perempuan menangis ?"
Si suami mengeliat,ia beringsut duduk.
"Dimana dek?"
"Itu coba dengar kan"
Si suami menajamkan pendengarannya.
"Hu hu hu hu anakkuuuuuu...dimana kamu???hiks hiks hiks anakku "
Suara rintihan itu sangat menyentuh hati,namun juga meremang seluruh bulu Roma.
"Itu...jangan... jangan.."Si suami gemetar menunjuk ke satu titik arah.
"Jangan-jangan apa Mas?"Istrinya turut panik.
"Jangan-jangan.. wanita... yang beranak dalam kubur Hiiiiiii"Si suami menarik selimut dengan gerakan cepat menutupi tubuhnya.
"Mas...."Istrinya turut masuk ke dalam selimut,mereka menggigil ketakutan dalam selimut itu.
*
Pak Luyo baru saja turun dari atas dipan kecil tempat ia sholat.Ia berjalan menuju dapur untuk makan malam.Berhubung dia tinggal sebatang kara karena istrinya sudah meninggal dua tahun yang lalu.Jadi ia melakukan apa-apa sendiri.
Saat mencedok nasi , tiba-tiba pintu dapur terbuka lebar karena hantaman angin kencang.Pak Luyo memicingkan matanya,ia melihat bayangan seorang wanita disana.
"Anakkuuuuuu..."Rintihnya parau,Pak Luyo meletakkan piringnya dia atas meja.Ia berjalan mendekat,karena ingin lebih jelas melihat siapakah wanita itu.
"Mana Anakkuuuuuu ???"
"Ka-kau..."suara Pak Luyo tercekat di tenggorokan.
WUSSSSS
Sosok wanita itu melesat semakin dekat.Pak Luyo membelalakkan matanya.Wajah pucat itu mirip sekali dengan mayat wanita yang ia temukan pagi tadi.
"Mana Anakkuuuuuu ??"
"A-aa-anu...anakmu ..a-ada di -Panti asuhan "
Arwah Nara diam, pandangan matanya kosong.
"Ta-ta-tadi aku... berniat... mengadopsinya...aku sendirian dan tidak punya anak...apa kamu ijinkan aku menjaga anakmu?"Pak Luyo yang awalnya panik dan takut,kini sedikit tenang.
Arwah Nara tersenyum,ia mengangguk pelan.
"Alhamdulillah "Pak Luyo mengusap wajahnya sebagai tanda syukur.
"Jaga dia.."Ucap Nara.
"Insyaallah..aku akan menjaga nya dengan baik"ucap Pak Luyo meyakinkan.Nara tersenyum kelat.
"Apakah kamu akan menuntut balas kepada mereka yang telah menganiaya mu sampai mati?"Pak Luyo memberanikan diri untuk bertanya,Nara menggeleng pelan.
"Ini sudah takdir ku,,,aku ikhlas...tolong jaga dia,beri nama dia Soraya"
"Soraya ???"
Nara mengangguk.
"Baiklah...aku akan menamai dia Soraya,dan akan aku kirim Fatihah untuk mu selalu "
"Terimakasih...."
Nara pelan-pelan melayang mundur,Lalu lenyap dalam pekatnya malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Identitas wanita yang beranak dalam kubur sudah diketahui,pihak polisi langsung menemui keluarga Nara.Namun mereka justru bersyukur karena Nara meninggal,jadi mereka tidak malu dengan apa yang sudah Nara lakukan sampai hamil.
Polisi juga memberi tahu akan bayi yang dilahirkannya, lagi-lagi mereka menolak keras dan tidak mau tahu nasib si Bayi.
"Berikan saja sama orang lain Pak??atau kubur saja hidup-hidup biar mengikuti Ibunya "ketus Ibu Nara.
"Astaghfirullah..."Polisi yang datang ke rumah Nara mengelus dada.
"Ya sudah jika itu sudah keputusan kalian bersama,Mohon tanda tangani surat-surat ini.Sebagai pernyataan bahwa kalian semua tidak menginginkan bayi itu "Si Polisi menyodorkan sebuah map biru,Kakak Nara mengambil nya secara kasar dan membacanya.Lalu menyerahkan kepada Ibunya.Ibu Nara seperti bertanya dengan kode mata,Kakak Nara menganggukkan kepala.Karena Ibu Nara tidak bisa tanda tangan,ia menggunakan ibu jarinya untuk cap jari.Begitu pun dengan Bapak Nara.
"Terimakasih Pak Bu...kamu permisi dulu "
"Iya Pak hati-hati di jalan"
*
Pak Luyo begitu gembira menerima pesan dari pihak kepolisian, bahwa Bayi itu sudah bisa diadopsinya.Ia pergi ke kantor polisi untuk menjemput si bayi.Dengan menaiki ojek,Pak Luyo pergi ke kantor polisi.
Ia diminta untuk bertanda tangan dibeberapa kertas perjanjian.Setelah selesai,ia pun menggendong Soraya kecil untuk pulang ke rumahnya.
"Sayang...ini rumah Aya' sekarang, meskipun hanya sebuah gubuk tua.Tapi Ayah janji akan membuat Aya' tidak kekurangan sesuatu apapun.Ayah janji"
Dengan lembut Pak Luyo mencium Aya',Bayi itu tersenyum manis sekali.Pak Luyo masih belum tahu tentang apa yang diberikan Serigala suci kepada Aya',Hanya saja.Sejak Aya' berada dirumahnya,banyak sekali anjing di halaman rumah Pak Luyo.Anehnya lagi meskipun sudah di usir dengan cara apapun, anjing-anjing itu tak bergeming.Disini...Pak Luyo tidak bisa membedakan antara anjing dan serigala.Yang jelas,ia merasa gerun karena bentuk mereka besar-besar hampir mirip sapi.
Bayi Aya' tak banyak menangis ,ia hanya mengoceh saat lapar.Pak Luyo dengan semangat nya membuatkan susu meskipun tengah malam.
Sedangkan para preman yang sudah membuat Nara meninggal selalu mengintip rumah Pak Luyo.Mereka penasaran dengan bayi yang lahir dalam kubur itu.Konon katanya bayi yang lahir dalam kubur akan mempunyai sesuatu kelebihan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
dah emak nya mati anak nya nak di kacau
2024-12-05
0
neng ade
Soraya nama yg cantik .. pak Luyo pasti akan merawat nya dngn penuh kasih sayang
2024-10-05
0
Thr!b!
Semoga Nara tenang disisiNya.
2024-06-30
2