Sarpa pulang ke rumah, tapi ia tak mendapati istrinya disana.
"Mana Si Nur?"Gumamnya...Sarpa terus masuk ke dapur lalu keluar melewati pintu belakang.Mungkin saja Istrinya sedang mencuci di kamar mandi.Tapi ternyata tidak ada Nur disana.Sarpa semakin penasaran, perasaannya tiba-tiba tak nyaman.
Terdengar suara ranting pohon di injak,Sarpa mencari arah suara itu.Ia berjalan dengan hati-hati masuk ke perkebunan dibelakang rumahnya.
Masuk semakin masuk,tetiba langkahnya terhenti.Tubuhnya bak terpacak di atas tanah.Ia melihat istrinya,Nur!sedang bermesraan dengan seorang pria.Sarpa merasa dadanya sesak,ia bernafas begitu cepat.Ranting pohon ilalang yang tersentuh tangan,ia remas kuat-kuat.Ia tak menyangka, istri yang sangat ia cintai tega melakukan ini semua.
Parahnya lagi,mereka berzina di bawah sebuah pohon besar yang mana disana banyak sekali sesajen.
"Nur!!!"Pekik Sarpa tak tahan lagi.Dua orang yang setengah bug-il itu terkejut dan tubuh mereka yang menempel terpisah serta merta.
"Akang..."Nur tak dapat mengatakan apapun, ia tercekat.
"Ternyata ini yang kau lakukan dibelakang ku?? sungguh hina kau Nur"Sarpa menatap pria selingkuhan istri nya,dia adalah seorang dukun sakti yang terkenal di kampungnya.
"Aki...kenapa kau lakukan ini padaku???"Suara Sarpa parau mendayu.Ia sedih karena Aki Tresno adalah salah satu orang yang ia percayai.
Ki Tresno tak menjawab,ia diam namun Sarpa tidak sadar jika dukun itu sedang membaca mantra.
"Aku tidak bisa memaafkan sebuah perselingkuhan,akan ku bunuh Kau Nur"Sarpa berlari menyerang istri nya,Nur menjerit sambil menutupi tubuhnya.Namun belum lagi Sarpa menyentuh sang istri tiba-tiba tubuhnya kaku.Ia tidak bisa menggerakkan sedikit pun kaki dan tangannya meskipun sudah berusaha sekuat tenaga.
"Hahahahaha Sarpa...Sarpa...kau terlalu mudah untuk dibodohi.Istrimu ayu begini tidak mungkin ku lepaskan"Ki Tresno tertawa mengejek.Wajah Sarpa mengeras,matanya melotot penuh amarah.
"Akan ku bunuh saat ini juga,,,aku tidak akan memaafkan orang yang menggangu kesenangan ku hahahahah"
"Ki jangan..."tiba-tiba Nur menyahut.
"Kalau dia mati,siapa yang akan menafkahi ku..?"
"Kau tenang saja cah ayu,aku yang akan bertanggung jawab padamu.Asal kau senantiasa memuaskan aku"
Nur tersenyum malu..
"Kalau masalah itu sudah pasti Ki"
"Hehehehehe"Ki Tresno terkekeh..Ia melanjutkan membaca mantra nya, tubuh Sarpa bergerak tak lazim.Tangannya terpelintir ke belakang sehingga terdengar bunyi tulang patah.Sarpa mengerang namun tak ada suara.Kakinya bengkok hingga berbentuk huruf X.Dan punggung nya melengkung ke belakang hingga kepalanya menyentuh tungkai kakinya .Dari mulut Sarpa keluar darah segar.
Nur tak tega melihat suaminya disiksa sedemikian rupa,tapi ia bisa apa?Nur hanya memalingkan wajahnya dengan kengerian yang menyiksa.
*
Aya' menangis memaksa Pak Luyo untuk pergi ke rumah Sarpa.Akhirnya pria yang sudah mulai beruban itu mengikuti keinginan putrinya.Ia mengayuh sepeda ontelnya dan meletakkan Aya' di depannya dengan menempatkan sebuah kursi kecil.
"Pat Pak ..Pat"seru Aya' tak sabar,Pak Luyo tersenyum.Ia tak pernah berpikir jika Aya' sebenarnya ingin menolong Sarpa.
Sarpa yang sudah tak berdaya menitikkan air matanya,ia teringat akan Aya' yang menciuminya bertubi-tubi.Tak disangka itu adalah pertanda bahwa Sarpa sudah dikhianati oleh orang terkasih.
"Aya' cayang A'leh"
Celotehan Aya' begitu menggores hatinya.
KRETEK.
Ki Tresno mematahkan leher Sarpa sedemikian rupa hingga pria itu meregang nyawa dengan sisa-sisa air mata.
"Hemmm cepat pakai bajumu,dan kita bawa mayat suamimu ke rumah.Kau harus katakan kepada orang-orang bahwa Sarpa meninggal karena disantet"Ki Tresno memberikan perintah.
"Di santet ??? kalau di tanya di santet siapa gimana Ki??padahal kan semua orang tahu,dukun disini hanya Aki saja seorang "
Ki Tresno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nantilah kau pikir alasannya,ayo cepat kita bawa Sarpa.."
"Baik Ki"
Keduanya menyeret tubuh Sarpa seperti menarik karung beras saja.
*
"Assalamualaikum...."Pak Luyo menyerukan salam dari luar,Nur terkejut.Ia baru saja meletakkan mayat suaminya di atas katil.Ki Tresno buru-buru kabur dari lewat pintu dapur.
"Assalamualaikum..Sarpa"sekali lagi Pak Luyo memanggil Sarpa.Nur semakin panik,ia tidak tahu harus berbuat apa ?.
"HUHUHUHU...Kang... kenapa kamu tinggalin aku?Kang...."Nur pura-pura menangis,ia berlari keluar rumah melewati Pak Luyo begitu saja.
"Tolong .... tolooooooong...Suamiku meninggal dunia... Tolooooooong"
Pak Luyo tercengang kaget,ia tidak percaya Sarpa mati.Pak Luyo menerobos masuk ke dalam rumah Sarpa ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Sarpa..."Pak Luyo tak percaya dengan apa yang ia lihat, tubuh Sarpa kaku dengan posisi melengkung.
"A'Leeee..."Aya' melorot turun dari gendongan Bapaknya,ia berlari memeluk Sarpa sembari menangis kejer.
"A'Leeeee....A'Leeeee"
Pak Luyo tak kuasa menahan haru,tenggorokannya seperti tersekat sesuatu.
"Aya'...sini Nak"Pak Luyo memeluk putrinya,Aya' tak mau.Ia ingin memeluk tubuh Sarpa yang sudah dingin.
"Ini... pasti ini ulah anak aneh ini"sebuah suara membuat Pak Luyo menoleh, nampak Nur sedang menuding putrinya.Beberapa warga berkumpul di dalam rumah Sarpa turut berkomentar riuh rendah.
"Apa maksud mu Nur??"Pak Luyo menarik Aya' dalam gendongannya.
"Dia...dia pasti sudah berbuat sesuatu yang membuat suamiku meninggal..Tadi Sarpa baik-baik saja, pulang-pulang jadi begini.Kalau bukan karena sihir, Sarpa tidak mungkin mati dalam keadaan aneh seperti itu.Kalian lihat sendiri kan,apa kematian Suami ku ini Lumrah ??"
Warga sebagian besar mengangguk setuju dengan argumen Nur.
"Jadi kau mengira ini ulah Aya'??Anak kecil yang belum jelas bicaranya ??"
"Luyo kau tahu sendiri anak kecil itu siapa?dia anak setan, Perempuan itu sudah mati tapi bisa melahirkan bayi "
"Nur...apa kamu tidak yakin dengan kuasa ALLAH ??"
"Tapi buktinya Perempuan itu jadi setan gentayangan kan?"Nur terus membenarkan dirinya.
"Apa kau pernah melihatnya ???hah??"
Nur tercekat,ia menoleh ke kanan dan ke kiri.Satu pun warga tak ada yang membantu menjawab.
"Kalau hanya bermodal katanya,jangan kau perjelas Nur.Itu fitnah!!"
Adzan Maghrib berkumandang...Pak Luyo diam sejenak, begitupun warga yang lain.Setelah habis Adzan dan membaca doa,Pak Luyo mengajak warga untuk segera mengurus jenazah Sarpa.
"Apa kita akan mengubur nya malam ini??"tanya seorang warga.
"Besok subuh saja, sepertinya sebentar lagi akan hujan"Pak Luyo mendongak menatap langit malam yang diselimuti oleh mendung.
Setelah di mandikan, dikafani,dan di sholat kan.Prosesnya pun sedikit rumit,karena harus meluruskan tubuh Sarpa yang melengkung.Jenazah Sarpa di letakkan di atas katil.Istri Sarpa dan beberapa saudara mara berkumpul untuk menjaga jenazah Sarpa takut terjadi apa-apa.
*
Malam semakin larut,lolongan anjing terdengar jauh di ujung kampung.Fitnah yang dilontarkan oleh Nur kini menjadi topik gosip utama dalam perkampungan itu.Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena kurangnya bukti.
KRETEK KRETEK..
Nur yang tak sengaja tertidur mendengar suara aneh,ia membuka matanya yang sangat berat.
"Hah???"mendadak mata yang mengantuk itu membulat sempurna.Ia melihat jasad Sarpa duduk tegak.Kepalanya berputar menatap Nur yang menegang menahan nafas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ds Phone
tahu takut
2024-12-05
0
neng ade
Nur km udah menebar fitnah .. Aya gadis kecil itu di tuduh dngn keji nya .. lihat saja apa yg akan terjadi pada mu Nur .. sungguh keterlaluan !!
2024-10-05
0
Nur Kotimah
kenapa harus nur 😭😭
2024-09-22
0