Abella masih enggan pulang kerumahnya, gadis itu lebih memilih menghabiskan waktu bersama Satya. Abella merebahkan dirinya di karpet sembari memainkan game di ponsel kekasihnya, sementara Satya- pria itu kembali menghadap laptopnya saat tubuhnya merasa baikan. Padahal Abella sudah menanti wanti agar Satya tidak dulu mengerjakan tugas kuliahnya dan lebih fokus pada kesehatannya.
Tapi sikap keras kepala pria itu tengah menguasai, Satya mengatakan dirinya sudah cukup beristirahat dan harus menyelesaikan tugasnya.
"Kamu lapar gak?" Satya menoleh, pria itu menatap kekasihnya yang masih menatap layar ponsel.
"Udah waktunya minum obat," lanjutnya.
Abella bangkit, gadis itu meraih tas punggungnya dan terlihat mencari sesuatu didalamnya.
"Kamu gak boleh makan pedes dulu sama dokter, jadi aku pesenin ayam goreng sama tumis kacang aja. Dikulkas cuma ada telor sih aku bingung mau masak apa."
Satya tidak menyahut, pria itu hanya diam memperhatikan dan tersenyum tipis melihat Abella. Gadis yang berasal dari keluarga kaya itu tidak pernah canggung saat bersamanya, bahkan sejak pertama mereka bertemu dan hingga akhirnya menjalin hubungan.
Berawal dari salah naik angkot, tidak memiliki ongkos karena kecopetan, hingga berakhir di sesi perkenalan. Saat itu pertama kalinya Satya mengenal Abella, gadis berseragam putih abu abu yang salah menaiki angkot.
Abella hampir saja menangis kala itu karena tidak tahu harus berbuat apa, hingga akhirnya Satya bertanya dan menawarkan selembar uang untuk Abella, lalu setelah itu keduanya kian dekat bahkan sampai menjalin cinta hingga sekarang.
Bahkan Satya sampai tidak yakin kalau dirinya bisa menjalin hubungan dengan gadis yang ada didekatnya saat ini. Dirinya hanya cowok kampung yang ingin mengejar mimpinya sebagai mahasiswa teladan yang mendapatkan beasiswa disalah satu universitas ternama di ibu kota.
Senyuman Satya kian melebar, dengan gemas dia memeluk Abella tanpa aba aba hingga membuat gadis itu tersentak. Satya mendekap erat, menyembunyikan wajahnya di tengkuk Abella, menghirup dalam aroma manis yang menguar dari tubuh kekasihnya.
"Jangan pernah tinggalin aku, By. Aku gak peduli sekalipun Papa kamu enggak setuju, aku janji kalau sudah lulus aku bakalan bawa kamu menemui Ibu." gumamnya.
Abella melirik, dahinya berkerut mendengar penuturan Satya yang terkesan begitu serius.
"Kamu kayak lagi nyuruh aku siap siap buat jadi menantu idaman," kekehhya pelan.
Dengan gemas Abella mengacak rambut hitam Satya dan mendekap lengan pria yang sedang melingkar di tubuhnya tak kalah erat.
Sementara di kediaman Suherman, Bramono terlihat melangkah cepat menaiki anak tangga. Dia terlihat tidak sabaran untuk menemui putrinya, Bramono bertekad untuk meminta Abella menyetujui pernikahannya dengan Riska dan membawa wanita itu ke rumah ini.
Karena dia tidak mungkin membawa Riska ke apartemen yang disewanya, selain harga sewanya yang cukup fantastis Bramono juga tidak mau pusing memikirkan banyak hal.
Kalau saja wanita itu tidak hamil mungkin dirinya tidak akan pusing seperti sekarang.
"Maaf Tuan, Non Abel belum pulang dari tadi. Saya khawatir, enggak biasanya Non Abel enggak pulang setelah sekolah."
Gerakan tangan Bramono yang hendak meraih handle pintu kamar Abella berhenti di udara, pria paruh baya itu menoleh- dahinya mengerut mendengar penuturan pembantunya.
"Abel belum pulang?" tanyanya memastikan.
Wanita tua itu mengangguk, kedua sorot matanya terlihat begitu khawatir tapi sepertinya Bramono tidak peduli sama sekali.
"Pasti Abella sedang bersama pria miskin itu. Sialan, pria miskin tidak tahu diri itu benar benar menguji kesabaranku." desisnya.
Bramono berbalik, dia meninggalkan pembantunya yang terlihat kebingungan. Pria itu bergegas keluar dari kediamannya, dan tujuannya sekarang adalah mencari tempat tinggal pria yang sudah berhasil membuat Abella putrinya semakin berani dan membangkang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Ecih Almuet
ya loe bapak ga tau diri,,, gak nyadar apa dah bau tanah masih berbuat ulahlah lagi iiiih... iiih... iiiih.... hidup numpang juga belagu. lagi mampir dan menyimak 😅😅😅😅
2023-03-15
0
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
woallaahh pak... bapak...
2023-03-06
0
Ainal Fitri
mau maksa Abel buat nerima wanita murahan bgtu..jgn ngimpi dech. setelah ap yg anda lakukan kpda anak anda sendiri..😤
Bramono beruntung ya Abel bs bertemu dengan Satya yg baik ht seandai nya ia bertemu dengan orang lain mgkn sekarang Abel udh tinggal nama. jd jgn menuduh Satya mnjadi orang yg membuat Abel semakin kurang ajar,Abel jd bgtu itu semua Krn ulah anda sendiri..😤
2023-03-03
1