MPB Bab 13

Abella menuruni anak tangga dengan perlahan, kedua matanya terlihat fokus menatap layar ponsel yang ada di tangannya. Senyumannya terus saja mengembang saat membaca pesan chat yang di kirimkan Satya.

Walaupun sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu, karena Satya harus mengikuti lomba di luar kota untuk mewakili kampusnya, tapi komunikasi keduanya tetap berjalan lancar.

Hanya pesan singkat, karena Satya tidak bisa bebas menggunakan ponselnya selama disana. Bahkan untuk menghubungi ibunya saja dirinya harus meminta izin secara resmi dengan alasan yang tepat.

Maka dari itu, saat dia dan Abella saling bertukar pesan berarti pria itu sedang beristirahat. Abella sempat tidak setuju saat Satya kembali harus mengikuti lomba yang memang sudah tidak asing lagi untuk pria itu, alasannya Abella kasihan pada kekasihnya.

Selama ini Satya yang sering kali di tunjuk dan di tuntut sebagai wakil dari Universitas tempatnya menuntut ilmu, dengan alasan karena Satya adalah mahasiswa yang berotak cerdas dan mahasiswa yang bisa bersekolah karena kebaikan donatur di sana.

Bahkan Satya sering di pecat dari pekerjaannya karena masalah ini, bagian pekerjaan paruh waktu yang pria itu ambil tidak mau ambil pusing saat libur yang Satya ajukan melewati batas waktu.

Abella menghela napasnya kasar, dia menatap miris pada gambar yang baru saja dikirimkan oleh Satya. Pria itu tengah menyantap makan siangnya, dilihat dari tampilannya itu adalah makan siang jatah. Mungkin pihak penyelenggara yang memberikan dan menyediakan semuanya.

"Kamu cepet pulang ya, Pit. Aku kangen, kalo kamu udah pulang nanti kita makan di tempat biasa. Jangan makan makanan kayak gitu lagi." liriknya.

Setelah mengirim pesan chat terakhirnya, Abella memasukan benda pipih itu kedalam kantung rok jeans kodok yang dia pakai hari ini. Penampilannya terlihat santai dan girly, kedua kakinya terlihat bersemangat saat menuruni anak tangga yang tinggal beberapa buah lagi.

Tapi langkahnya tiba tiba memelan dan berhenti saat kedua telinganya mendengar suara dari arah ruang keluarga. Di landa rasa penasaran yang hebat membuat Abella kembali melanjutkan langkahnya, kedua kaki berbalut sandal bulu rumahan kesayangannya kian mendekat ke arah dua orang manusia beda kelamin yang terlihat tengah tertawa bersama.

Papanya bersama seorang wanita asing yang tidak dia kenal. Siapa wanita itu?

Kedua tangan Abella terkepal, matanya menyorot dingin pada keduanya. Hati dan dadanya bergejolak, dia tidak suka melihat wanita itu didalam rumahnya. Terlebih saat melihat betapa tidak canggung nya si wanita kala Sang Papa melontarkan candaan dan pujian.

Menjijikan

"Siapa dia?"

Abella bersuara, gadis itu masih terdiam ditempatnya- tidak jauh dari Bramono dan wanita asing yang kalau dilihat lihat masih cukup muda, mungkin usianya berada jauh di bawah Papanya.

"Abel, kenalin ini Tante Riska, dia adalah-,"

"Hai cantik, aku temannya Papa kamu."

Wanita itu segera menyela, bahkan bangkit dari duduknya dan mendekat pada Abella dengan menampilkan senyuman lebar penuh keakraban.

Satu tangannya terulur, kedua matanya menatap tenang pada gadis muda yang ada dihadapannya saat ini.

Tapi tidak lama senyumannya surut saat Abella tidak menanggapinya, gadis itu justru menatap Riska dari atas hingga bawah seakan tengah menilainya.

"Dia pacar Papa?" tanya Abella tanpa basa basi.

"ABELLA!" suara Bramono sudah naik, dia tahu pertanyaan yang putrinya lontarkan itu adalah sebuah cercaan dan tatapan yang Abella berikan adalah penghakiman.

"Aku cuma bertanya. Kalo memang dia pacar Papa, tolong jangan dibawa masuk ke rumah ini. Karena aku gak suka ada wanita asing yang gantiin Mama aku disini. Kalo kalian mau pacaran, silahkan diluar area rumah ini!" cetus nya penuh penekanan.

"ABELLA, JAGA UCAPAN KAMU!" Bramono kian terpancing.

"I don't care!"

Gadis itu melirik sinis dan penuh ketidaksukaan pada wanita yang saat ini tengah tersenyum kecut pada Papanya. Abella tidak peduli kalau wanita yang bernama Riska ini akan sakit hati atau tidak suka padanya, lebih baik menendangnya jauh jauh sebelum dia menjadi pemicu migran dan sakit kepala dirinya nanti.

"Kalo Papa mau cari pacar, aku saranin cari yang seumuran biar gak dikatain punya Sugar Baby. Masih muda mau sama aki aki!"

"ABELLA!" raung Bramono saat Abella kembali mengeluarkan kata kata pedas dan menusuknya.

Terpopuler

Comments

Ririe Handay

Ririe Handay

usir aja bel

2023-03-02

0

Sulastri _ati

Sulastri _ati

pgn garuk tuh c papah pake cangkang duren yg udh kering😤

2023-02-27

0

Anie Jung

Anie Jung

Papa nya Abel ngk sehat 🤪🤪🤪

2023-02-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!