Krriiinggg!
"Huuuuuuuuuuu!" seruan anak anak yang ada di kelas begitu heboh kala mendengar bell sekolah berbunyi nyaring.
" Bel, kita jadi nih lihat kampus nya, kak Satya." Abell yang tengah sibuk memasukan buku kedalam tasnya, reflek menoleh pada Dira- sahabatnya.
" Jadi dong!" seru Abella heboh, dan di tanggapi Dira dengan cengirannya.
" Haduh gue gak sabar liat mahasiswa ganteng." seloroh Dira dengan raut wajah super semangatnya, sementara Abella hanya menampilkan senyuman tipisnya, dia juga tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya tapi malah Nadira yang ganjen.
Mereka berdua pun akhirnya keluar dari kelas dan menuju parkiran. Karena tadi Abell dijemput oleh Satya, jadi hari ini dia menumpang motor sahabatnya itu, beruntung Dira kalau kemana mana selalu bawa helm dobel karena gadis SMA tahu kalau ada sahabatnya yang sering menumpang.
***
"Sat, tolong bawain tugas kita yang kemarin ke ruangan BEM!"
Satya yang sedang sibuk merapihkan kertas kertas di atas mejanya pun hanya mengangguk. Pemuda itu keluar kelas dengan membawa satu tumpuk kertas dan beberapa map.
"Hai Sat, kayak nya lagi sibuk banget ya?"Seorang perempuan berusaha mensejajarkan langkah nya dengan Satya.
"Oh Tasya, iya ini gue mau mindahin ini ke ruang BIM, gue duluan ya!" Satya yang memang selalu ramah pada orang lain tanpa terkecuali, sehingga keramahan nya sering di salah artikan oleh para gadis, salah satunya gadis yang bernama Tasya ini.
"Susah banget sih dekitin kamu, Satya." gadis yang bernama Tasya itu hanya menghentakan kaki nya kesal dan terus menggerutu. Dia sudah bosan mendekati Satya, tapi sampai detik ini dia tidak kunjung berhasil, pria itu terlalu cuek dan abai.
Sementara Satya, dia terlihat sedang menyusun beberapa map penting di atas lemari, dia kini memegang tugas sebagai wakil ketua BIM di kampusnya. Jadi banyak tugas dan kegiatan yang harus dia jalankan.
Ciiittt..!
"Akhirnya nyampe juga," rambut Abell dan Nadira terlihat acak acakan tersapu angin saat naik motor tadi, walaupun mereka berdua sudah memakai helm. Tapi benda itu tidak mampu melindungi rambut keduanya yang panjang.
" Ih, lo mah gak kira kira bawa motor tuh ya, berasa di bawa Valentino Rossi tau gak!" Abell menggerutu sembari menyerahkan helm nya pada Dira.
"Ya kali gue bawa motor kayak siput, kapan nyampenya Jaenab! di kira gue Kak Satya lo yang bawa motor lemah lembut." Abel terdengar berdecak mendengar omelan sahabatnya itu.
"Kemana kita nih?" Dira mengeluh karena sudah mulai kepanasan di parkiran.
"Bentar gue mau nelpon lakik gue dulu." Abel mengeluarkan ponselnya
"Cih lakik? kapan kawin nya woyyy?!" Dira memutar bola matanya malas. Bibir gadis itu berkomitmen kamit entah apa yang sedang dia gumamkan.
"Ck! gak di angkat, kemana sih pit?" Abel berkali menghubungi Satya namun panggilan selalu sibuk kadang juga tidak diangkat.
"Gimana, di angkat ama lakik lo?" tanya Dira.
Abell menghembuskan napasnya kasar, lalu menggeleng pelan.
"Lagian kapan kawinnya lo pada sih, perasaan gue liat makin hari makin nempel aja kayak idung ama upil." Dira mendudukan diri nya di dekat Abel.
"Kagak ada yang lebih romantis gituh, idung ama upil, tega lo ya. Gue udah ngajakin Satya kawin berkali kali tapi nolak terus. Dia bilang nunggu gue dulu sampai lulus jangan sampe gue tekdung duluan." cetus Abell, dan terlihat kembali membuka ponselnya.
Plaaakk! Dira mengeplak pelan kepala Abel dengan ponselnya, sahabatnya itu memang tidak pernah di saring kalau berbicara.
"Maksud gue bukan KAWIN dalam artian yang itu ogeb, nikah nikah bukan kawin *** *** sekidipapap!" Dira tidak habis pikir kemana otak pintar Abel selama dia sekolah.
"Ya lo sih bilangnya kawin, ya gue kira itu" gerutu Abell yang tengah mengusap kepalanya karena terkena hantam Dira tadi.
"Perbanyak istigfar sama solawat lo ya Bel, astaga!" Dira bangkit dari duduk nya hendak meninggalkan Abel yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Woy! lo mau sampai kapan disono, ampe si Suga jadi item!" Abel menoleh ternyata si sahabat nya hendak meninggalkan nya sendiri.
"Tega lo ya ninggalin gue!" pekik Abell, gadis itu bangkit dan mengejar Dira dengan cepat.
"Widih nih kampus bagus juga ya, pasti mahasiswanya ganteng ganteng ini mah." Dira terpesona melihat keindahan dan ke asrian di dalam kampus. Kedua matanya terus saja mengedar, memindai setiap kaum adam yang lewat di depannya.
SEMOGA KALIAN SUKA, CERITANYA MEMANG RINGAN DAN SWEEET JADI YA GITU DEH, KAYAKNYA OTHOR KANGEN SAMA MASA MASA SEKOLAH 🤣🤣🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Ririe Handay
moga ga ada setan diantara mereka
2023-03-02
0
Sulastri _ati
mending yg ringan2 deh thor, cukup hidup yg berat karena ujian 🥱
2023-02-27
0
Ani Salihah
Bibit pelakor mulai ber tebaran nih
2023-02-21
0