MPB Bab 6

"Kita ke mading yuk, siapa tau ada info buat masuk kampus ini." Abel segera menyeret lengan Dira yang sedari tadi terlihat lirik sana lirik sini.

Saat ini ajaran semester akhir, beberapa bulan lagi Abell dan Dira akan lulus menjadikan mereka berdua harus segera mencari universitas yang cocok.

"Wahh formulirnya udah bisa kita isi di Webset langsung nih, Dir." Abel terlihat antusias, kecuali Dira yang mata nya jelalatan ke sana ke mari melihat para mahasiswa yang tengah memperhatikan mereka berdua. Gimana tidak diperhatikan, pakaian putih abu abu mereka membuat warga kampus tahu kalau keduanya ingin mendaftar dikampus ini.

"Diraaa!" Abel berteriak di telinga Dira yang terlihat masih asik dengan dunia nya.

"Kagak usah teriak di telinga gue juga kali, gue gak budeg!" Dira mengelus telinganya yang terasa pengang.

"Lo kagak budeg, tapi bolot!" sahut Abell sewot, dan memfokuskan kembali matanya ke arah mading.

"Bel!"

"Heemm," Abel masih fokus membaca semua yang ada disana.

"Bellll!"

"Apaansih Bal Bel Bal Bel mulu?!" 

"Itu lakik lu bukan?!" Abella memutar bola matanya ke arah yang di tunjuk oleh Dira. Abell menyipitkan kedua matanya mencoba meyakinkan penglihatan nya saat ini.

"Dia ama cewek Bell, lo liat ceweknya kegatelan ama Satya." selorih Dira heboh, dia tidak tahu kalau saat ini Abel tengah panas dingin di buatnya, apa lagi saat dia melihat Satya tengah berjalan dengan seorang wanita cantik dan lumayan sexy dan terlihat cukup akrab. Sesekali mereka tertawa dan wanita itu memukul mukul lengan Satya manja.

"Anjirr tuh cewek cari mati, Bell!" seloroh Dira lagi semakin memperpanas suasana.

Abella menghirup napas dalam, dia melinting baju seragam putihnya ke atas lengan padahal seragamnya sudah pendek. Abella melangkahkan kakinya menuju arah berlawanan dengan  Satya.

"Berani lo selingkuhin gue, gue buat lo impoten!" Abel menggeram marah saat melihat Satya dan wanita itu semakin mendekat namun Satya belum menyadari ke beradaan nya.

" Eheem! maaf, boleh tanya di mana toilet?!" tekan Abella. Satya dan wanita itu menghentikan langkahnya saat bersisian tepat dengan Abell.

"Bby!" Satya terkejut melihat sang kekasih ada di kampusnya sekarang. Kedua matanya membulat, bahkan pria itu reflek menjauh dari wanita yang sejak tadi ada didekatnya.

" Kenapa? kaget! biasa aja kali muka nya, kayak suami kepergok lagi selingkuh aja sama istrinya." Abel mencoba menekan perasaan marahnya saat ini.

"Ini bocah siapa sih, Nic? kok kayak nya dia kenal banget sama kamu." wanita itu malah bergelayut di lengan Satya yang mana membuat Abel semakin murka.

" Dia pa-,"

"Gue pamit!" selanya cepat. Kalimat yang di lontar kan Abel membuat Satya membatu seketika .

" Oh, ya udah sana dek jauh jauh, ngapain juga disini. Oh ya kenalin aku Vany calon pacar nya Nico." Satya terkejut bukan main mendengar penuturan wanita yang ada di samping nya itu.

" Maksud lu apa sih, Van?!" Satya menghempaskan tangan Vany yang tengah bergelayut di lengan nya.

" Oh, selamat kalau gitu." Abel segera menjauh dari tempat itu, dia tidak menghiraukan teriakan Satya yang terus memanggil namanya.

" Bby! By tunggu, tunggu aku bisa jelasin semuanya. Dengerin penjelasan aku dulu!" Satya meraih lengan Abell dengan cepat saat dia berhasil mengejarnya , Satya sampai tidak sadar kalau tangan nya mencengkram kuat lengan putih Abel hingga memerah.

"Apa? kamu mau jelasin apa hah?! ternyata emang semua cowok itu sama ya.  Gak ayah gak kamu cuma bisanya nyakitin perasaan aku. Sebenarnya apa salah aku sama kalian, aku pingin ikut mama!" rontanya. Abell berlari sekencangnya saat Satya mulai mengendurkan cekalannya tanpa menghiraukan kekasihnya itu terus saja memanggilnya.

Bruugghh!

" Aakkhh...Lo jalan pake mata dong anj- (menjeda ) Abel, lo kenapa sayang? lo nangis, siapa yang udah bikin sahabat gue nangis kejer kayak gini. Belum pernah di sunat pake golok engkong Sabeni kali yak!" Dira segera memeluk tubuh bergetar Abel.

"Gue mau pulang!" lirih Abella. Dia tidak mengatakan apa pun pada Dira, dan sahabatnya itu hanya mengangguk tanpa bertanya lagi dan menuntun Abel menuju motor mereka.

KARAKTER ABELLA EMANG MANJAKANI YAK JADI JANGAN DI BULLY, DIA CUMA TAKUT SATYA KAYAK AYAHNYA 🥲🥲🥲

Terpopuler

Comments

Ririe Handay

Ririe Handay

balas bel😠

2023-03-02

0

denisa ajja

denisa ajja

keren bell......
jangan tunjukin kelemahan kita pada mereka, walaupun sebenernya sakit juga sesek hati.

2023-02-24

0

Ani Salihah

Ani Salihah

Mulai berantem" manjah🤭

2023-02-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!