Namun sayang Abella menepis kasar tangan Satya yang hendak memegang lengan yang terbalut perban putih yang sedikit berwarna merah itu.
"Bby!"
Abella tidak mengindahkan panggilan Satya, dia malah membalikan tubuhnya membelakangi laki laki itu.
"Kenapa kamu bawa aku kesini?" suara lirih itu pun terdengar kembali.
"Kenapa kamu gak bawa aku ke tempat Mama aja?!aku mau ikut sama Mama!" tambahnya lagi dengan suara bergetar, Abella menangis.
Grepp
Satya langsung memeluk erat tubuh lemah itu tanpa ingin melepaskannya, pria itu membawa kepala kekasihnya ke arah dadanya yang sudah bergemuruh kencang.
"Maaf, maafin aku, Bby. Kamu harus dengerin penjelasan aku dulu, setelah itu kamu boleh mengambil apa pun keputusan yang kamu mau." mohon nya.
Abella masih terdiam tanpa mengiyakan, gadis itu tidak membalas dekapannya Satya dan memilih untuk menatap kosong ke arah jendela.
"Dengar, semua itu salah paham, Bby. Aku benar benar gak ada hubungan apa apa sama Vany. Kamu boleh hukum aku kalau aku sampai tega ngehianatin cewek yang paling berarti dalam hidup aku. Yang selalu ada untuk aku, yang mau mencintai dan menerima laki laki miskin dan serba kekurangan seperti aku. Aku akan merasa menjadi manusia yang tidak tahu diri kalau aku sampai nyia nyiain cewek sempurna kayak kamu, Bby." dada Satya naik turun, setiap kata yang dilontarkannya membuat Abella kembali memejamkan kedua mata. Hingga tanpa terasa air mata Abella harus turun melewati pipi tanpa di sadari. Abella terisak dalam diam begitu pula dengan Satya dia bahkan semakin memeluk tubuh lemah Abella
"Bby, ggomong dong! aku lebih suka kamu ngomel, marah marah ,atau gak pukul aku dari pada kamu diemin aku kayak gini." Suara lirih Satya terdengar pilu di telinga Abell.
"Tapi itu sakit Pit, sakit banget." lirihnya. Dan itu membuat dekapan Satya semakin erat mendengar ucapan lirih Abella.
"Aku tau maaf aku udah nyakitin kamu tanpa sadar, maaf sayang."
Abella membuka kedua matanya dan mengarah langsung pada Satya.
"Aku marah sama kamu, aku gak mau ketemu sama kamu.( menjeda sejenak) Tapi aku juga kangen sama kamu, aku gak bisa jauh dari kamu. Tapi disini sakit banget saat cewek itu bilang kalau dia pacar kamu, sakit Pit sakit...!" tangisan Abella pecah di dalam dekapan Satya.
"Ssstt- cuma kamu, cuma kamu yang bisa milikin Satya. Cuma Abella gak akan pernah ada yang lain."
***
"Ayo di habisin dikit lagi."
Abella menggeleng saat Satya terus saja memaksa menyuapkan satu sendok bubur hambar padanya. Perutnya kembali mual tapi Abella menahan agar tidak mengeluarkannya lagi.
"Udah ah, eneg gak enak." rengeknya.
Satya menghela napas pelan dan dengan terpaksa dia meletakan mangkuk bubur itu di nakas, lalu mengambil satu gelas air putih untuk Abella minum.
"Mau kemana.?" Abel menahan tangan Satya saat kekasih nya itu hendak beranjak.
"Mau kekamar mandi, kamu mau ikut?" tanpa di duga Abel menganggukkan kepala dengan polosnya, membuat Satya menggaruk pelipis.
"Tapi aku mau pipis, Bby. Apa kamu mau lihat aku pipis?" ringisnya lagi.
Bukannya berhenti Abella malah menyibakkan selimut nya, gadis itu memaksa turun dari atas hospital bad dan berpegangan erat pada lengan Satya.
"Aku juga mau pipis, Pit. Udah di ujung inih, ayo perut bawah aku udah sakit." cetus nya ringan.
Satya menghembuskan napas kasar, dengan terpaksa dia pun menggendong tubuh kecil Abella di depan seperti koala tanpa lupa mematikan sejenak selang infus ditangan kekasihnya.
"Kalau udah selesai panggil aku!" titahnya. Abella menganggukan kepalanya. Satya pun menutup pintu kamar mandi dan menunggu Abella di depan pintu.
"Pit!"
"Ya!" sahutnya.
"Kenapa, Bby?" Satya kembali bertanya saat Abel tidak menjawab sahutannya.
"Bby, kamu baik baik aja kan?" Satya mencoba membuka pintu kamar mandi namun pintunya terkunci
Tok..Tok..Tok
"Bby, Buka pintunya!"
Cleekk!
Terlihat kepala Abelal menyembul keluar dari arah pintu.
"Pit, eemmm- ****** ***** aku basah," ringisnya.
Satya yang tadinya menegang kini terlihat menghela nafas lega, saat mendengar ucapan Abella, wajah khawatirnya berangsur angsur pulih. Dia kira Abella akan mencoba bunuh diri lagi didalam kamar mandi rumah sakit.
"Kamu udah pipis nya?" tanyanya lembut. Dan Abella hanya menganggukan kepala.
"Hm, tapi aku gak pake itu" cicitnya pelan.
Satya tersenyum, lalu kemudian menarik Abella keluar dari dalam kamar mandi.
"Kamu tunggu di sini ya, jangan kemana mana. Aku mau keluar sebentar, ok." pintanya. Abella mengerjap pelan dan menganggukkan kepalanya patuh.
"Good girl!"
Satya membelai lembut pucuk kepala Abella dan tidak lupa dia mengecup lembut dahi nya sebelum dia keluar untuk mencari sesuatu yang di butuhkan kekasihnya saat ini.
Underwear!
VISUAL NICO ARYA SATYAILHAMSYAH -RYAN REN
**VISUAL ABELLA SATYA SUHERMAN - KABBY HUI
KALO GAK SREK MAAF YA, KALIAN BISA BAYANGIN VISUAL LAIN 🙈🙈🙈**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Ririe Handay
aduh sat...
2023-03-02
0
Susillah
cocok sih mereka tp Satya terlalu ganteng bt orang yg dari kampung ...mungkin emaknya Satya kawin sm orang Korea x ya....🤭🤭
2023-02-23
0
wen cavan
sama ini
2023-02-21
0