MPB Bab 2

" Sat, kita duluan ya!" Satya mengacungkan jempolnya pada orang yang berseru ke arahnya tadi.

Satya kemudian menstater motor maticnya dan segera keluar dari area kampus. Hari sudah menjelang sore dia harus bergegas agar segera sampai di tempat kerjanya, pekerjaan paruh waktu yang Satya lakukan cukup membantu perekonomiannya selama ini. Terlahir dari orang tua yang tidak berkecukupan tinggi membuatnya harus siap menjalani kehidupan keras di ibu kota, termasuk mencari sesuap nasi dengan tenaganya sendiri. Kehidupan sang ibu di tempat asalnya tidak bisa menjamin, bahkan ibunya pun sering membutuhkan bantuannya selama ini.

Drrtt...Drrtt...Drrttt...

Ponsel di saku lnya bergetar lama, menandakan ada panggilan masuk, Satya sengaja tidak menyalakan dering ponselnya saat di kelas tadi, pria bertubuh tinggi itu pun segera menepikan motornya agar lebih aman saat menerima panggilan itu.

Satya meraih ponsel dari dalam saku celana jeansnya, sudut bibirnya terangkat saat melihat nama kontak yang tertera di layar 'BABY ❤❤❤  ' calling..

Klik!

" Hallo Bby." sapanya.

" Kamu lagi dimana?" sahut seseorang dari ujung telepon.

" Masih di jalan, mau langsung kehotel. Kenapa, kangen?" Satya geli sendiri mendengarnya.

" Bangettttt! aku kira kamu pulang di kostan, tadinya aku mau kesana . Ada yang mau aku ceritain."

Satya menghela napasnya kasar, dia yakin kalau Abel sudah merengek seperti ini pasti sedang terjadi sesuatu.

" Kamu bisa ke kostan duluan kan, tunggu aku sampai aku pulang, ok. Masih pegang kunci cadangannya kan." Satya mencoba meminta pengertian pada kekasih nya itu, dia tidak mungkin pulang sedangkan waktu kerjanya sudah mepet.

Di seberang telepon sana Abella mengangguk, seakan Satya sedang ada di hadapan nya.

" Eemm- iya nanti aku ke kostan duluan deh, i love you Pit. Hati hati kerjanya." Abella mengakhiri panggilannya sebelum Satya membalas ungkapan cintanya.

" Me to, Baby."  Satya menutup panggilan telponnya kemudian kembali mengendarai motornya.

Sudah 40 hari selepas kepergian mendiang mama nya Abel, hari ini gadis itu baru saja bertengkar dengan Ayah nya. Abel menuntut waktu pada sang Ayah yang semakin hari semakin menganggapnya tidak ada dengan alasan sibuk bekerja.

Abella hanya meminta waktu luang sedikit dari sang Ayah hanya untuk memperhatikan dia yang merasa sendiri selepas kepergian Sang Mama. Bukan hal besar hanya sesuatu yang sepele, seperti bertanya sudah makan apa belum? hari ini apa saja yang dia lakukan? berapa nilai yang dia dapat hari ini, itu saja. Abel tidak hanya butuh materi tapi juga butuh cinta, kasih sayang dan perhatian Ayahnya. Tapi sepertinya pria itu tidak peka dan mungkin tidak akan pernah peka.

Dan di saat dia sedang ada masalah seperti ini, hanya Satya lah yang akan menjadi tempat nya bersandar, jadi jangan salahkan Abella kalau menganggap Satya lebih dari sekedar kekasih tapi lebih dari itu. Karena sekarang pun kakak satu satunya sudah jarang sekali mengabarinya karena sibuk.

30 menit akhirnya Abella sampai di kostan Satya, tempat ini termasuk kostan murah tapi rapih , bersih  dan satu lagi bebas membawa keluar masuk cewek maupun cowok. Tapi biarpun di bebaskan, penghuninya tidak ada yang brengsek dengan memanfaatkan kesempatan.

" Eh Abel, mau ketemu Satya ya?" Abell hanya mengangguk saat ada tetangga kostan kekasihnya itu menyapa.

" Iya kak." Abel hanya tersenyum tulus.

"Tapi kayaknya Satya masih belum pulang deh, kamu tunggu aja didalam. Iya udah aku mau kedepan dulu, kalau ada apa apa teriak aja yang kenceng."

Abel memberikan jempol nya, senyuman gadis itu tidak surut sekalipun orang itu sudah menjauh darinya.

" Oke kak!"

Abella terlihat menghela napasnya, dia menatap bangunan sederhana yang tidak jauh darinya. Senyumannya terbit, bangunan ini bahkan tidak lebih besar dari pada kamarnya, tapi entah kenapa dia selalu merasa nyaman saat berada didalamnya terlebih saat bersama Satya.

Clekk...

Abel masuk kedalam kostan sederhana yang hanya mempunyai satu kamar tidur,  ruang tamu kecil, dapur plus kamar mandi kecil yang ada dibelakang. Tapi kedua mata Abella membulat, hampir saja keluar dari tempatnya saat melihat kondisi didalamnya.

Astaga, ini kostan terkena angin topan atau gimana? Abel sampai menghela napas kasae di buatnya. Bagaimana tidak sesak, saat masuk dia disuguhkan dengan pemandangan yang membuat  pipinya merona bahkan menjalar ke area telinga.

Terlihat celana dan celana da*lam  masih tercecer dimeja, berbagai bungkus snack dan beberapa botol minuman ringan masih berserakan. Ya ampun, apa Satya tidak sempat membersihkannya sama sekali sebelum kuliah?

Abel meletakan tas selempang miliknya di atas meja, dia menggulung lengan kemejanya sampai siku dan mulai membereskan satu persatu kekacauan ini. Cukup singkat, napasnya masih ngosngosan tapi dia harus kembali bergerak.

Cleekkk!

Abella membuka pintu kamar milik Satya, kedua matanya kian membulat kala melihat keadaan didalam. Ya Tuhan, kondisi kamar pun sama dengan kondisi ruang tamu, setelah dilihat lebih jelas lagi mungkin hanya dapur yang terlihat selamat.

**AYO KITA VOTE LIKE KOMEN DAN HADIAHNYA

REKOMEND VISUAL BUAT KARAKTER ABELLA DAN SATYA DONG😘😘**

Terpopuler

Comments

Dia Amalia

Dia Amalia

wahhhh gita kah didunia kost😂🤣😂

2023-11-20

0

Ririe Handay

Ririe Handay

🤭🤭🤭 maklum anak cowok bel

2023-03-02

1

Sulastri _ati

Sulastri _ati

untung bangunannya kecil, kalo gede kebayang cape nya🤪

2023-02-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!