" Lo yakin baik baik aja?" Dira menghawatirkan keadaan sahabat nya saat ini, Abell terlihat berantakan dengan mata sembab dan hidung memerah. Dira kembali menghembuskan napas kasar saat Abell mengangguk pelan sembari air matanya terus saja mengalir.
" Ya udah kalo lo baik baik aja, kalo ada apa apa cepet kabarin gue. Kalo tuh lakik buaya ngehubungin lo lagi, lo bilang ama gue biar gue tebas belale nya." Dira mencoba membuat sahabatnya itu tersenyum tapi nihil. Dira tahu kalau Abella sebenarnya takut kalau Satya bersikap sama dengan Ayahnya, karena sahabatnya itu sudah menganggap Satya adalah pria yang paling sempurna.
Setelah kepergian Dira , Abella segera masuk kedalam rumah nya. Rumah yanng banyak menyimpan kenangan itu sangat sepi hanya ada beberapa ART saja yang bekerja untuk sekedar menemani Abel.
" Non Abel sudah pulang?" Abella tersenyum dan mengangguk kecil pada Bik Marni yang tengah menghampirinya.
" Iya, Abel ke atas dulu ya bik jangan ganggu Abel soalnya Abel mau tidur." Bik Marni hanya mengangguk sebenarnya dia merasa kasihan pada anak majikannya itu, yang terlihat bergelimang harta namun miskin kasih sayang.
💔
💔
💔
Tok
Tok
Tok
" Permisi, Assalamualaikum!"
Satya terus mengetuk pintu rumah mewah itu, wajah nya terlihat sangat khawatir. Di sepanjang perjalanan Satya terus mengumpa kesal karena saat dia ingin mengejar Abella tadi siang dia malah di panggil oleh Dosen . Alhasil pengejarannya pada Abella terhenti, akhirnya sore ini dia langsung menuju rumah kekasihnya itu untuk meluruskan semuanya.
Cleekk!
" Eh Mas Satya, mau nyari Non Abel ya?"
"iya Bik, Abell nya ada?"
" Ada Mas, tapi dari tadi siang sampai sekarang Non Abel belum turun dari kamarnya. Bahkan Non Abell gak makan siang, Bibik udah coba bangunin Non Abell tapi pintu kamarnya gak di buka buka." jelasnya lagi.
" Apa saya boleh masuk, Bik? biar saya yang bangunin Abel." Satya mulai terlihat tidak sabaran dan benar benar khawatir sekarang. Kata kata Abel yang ingin ikut dengan mama nya membuat dia lemas. Abella memang gadis manja, dia tahu kekasihnya itu memang tidak pernah mau mendengarkan penjelasannya saat berurusan dengan gadis gadis yang mendekatinya. Posesif tapi entah kenapa Satya menyukainya, dia suka saat Abella memperlihatkan kepemilikannya.
" Oh iya Mas silahkan!"
Setelah mendapat izin, Satya segera bergegas pergi ke kamar Abella yang ada di lantai 2.
tok...tok...tok ...
"Bby, Ini aku. Bby pliiss buka pintunya! Aku mau jelasin semuanya." pintanya, tapi sayang tidak ada jawaban dari dalam.
" Bby, please dengerin aku dulu, Vany bukan siapa siapa aku. Dia memang pernah nyatain perasaannya sama aku tapi aku tolak. Karna cuma kamu yang ada di hati aku, Bby!"
Hening
Tok...Tok...Tok...
" Bby! Abella buka pintunya dong, sayang!" Satya terus saja mengetuk, saat ini dia benar benar sangat khawatir dan mencoba mendobrak pintu itu namun tidak bisa.
"Mas Satya, coba pakai kunci ini." Bik Marni membawakan kunci cadangan kamar Abel.
" Kenapa gak dari tadi sih." Satya langsung membuka pintu kamar Abel.
Cleekk Terbuka!
" Bby!" Satya mengedarkan pandangannya kesetiap sudut kamar dengan nuansa ungu muda itu.
Kosong... Abella tidak ada, namun dia mendengar gemircik air dari dalam kamar mandi.
tok..tok..tok..
" Bby, Sayang kamu di dalam?"
Hening...
Duggh! Dugghh! Duughh, Satya menggedor lebih keras lagi.
"Abella, Sayang please buka pintunya!" Satya yang tidak sabar akhirnya dia memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi itu, dia tidak peduli apa yang sedang Abella lakukan di sana.
Brraaakkkk.... Pintu itu terbuka keras, namun gerakannya terhenti saat keduanya matanya melihat sesuatu yang mampu membuat Satya terkejut, saat dia melihat apa yang terjadi di dalam.
" ABELLA!" Satya melihat Abella tengah menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi. Abella benar benar menenggelamkan tubuhnya, hingga seluruh tubuhnya terendam oleh air, dengan satu buah sayatan lebar di urat nadi lengan kanannya.
Dengan cepat Satya mengangkat tubuh Abella yang mulai pucat, kedua tangannya bergetar. Satya menatap tidak percaya dengan yang dia lihat saat ini.
"Abella, Sayang bangun! hei, tlong jangan kayak gini. Ini cuma salah paham, please Abella jangan tinggalin aku, Abella!" Satya merengkuh tubuh pucat itu, dia tidak peduli walaupun dia ikut basah. Bahkan saat ini darah Abella sudah menempel dibaju dan tubuhnya.
Abella yang hanya menggunakan bra dan ****** ***** saat ini tidak dipeduli lagi oleh Satya, dia segera mengangkat tubuh kekasihnya. Dan saat pria itu berbalik, Satya melihat sebuah tulisan dipermukaan kaca kamar mandi Abel.
" KALAU KAMU PUN PADA AKHIRNYA AKAN MENINGGALKAN AKU SENDIRI, UNTUK APA AKU HIDUP! AYAH, KAK ALEX DAN SEKARANG KAMU JUGA."
kalimat yang di tulis oleh Abel membuat hati Satya teriris, Abele memang tidak pernah main main dengan ucapannya. Abella memang gadis manja, tapi Abella tidak hanya menggertak saat marah. Gadis itu akan mewujudkannya sekalipun itu membahayakan dirinya.
Salah satu sifat yang tidak disukai oleh Satya, tapi dia juga tidak bisa melarangnya.
Satya menangis, untuk pertama kalinya dia menangisi seorang gadis yang sangat berarti dalam hidupnya, wanita yang selalu menerima dia apa adanya, wanita yang tidak pernah menuntut apa pun darinya. Menyesal? pasti, Kesalahpahaman menghancurkan segalanya. Seingatnya terakahir kali Satya menangis saat Ayahnya meninggal saat dirinya berusia 10 tahun dan hari ini dia melakukanya lagi.
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA 😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Susilawati Rela
miris sekali hidupmu Bel
2023-03-22
0
Susilawati Rela
miris sekali hidupmu Bella
2023-03-22
0
Ririe Handay
eh kok mewek AQ part ini😭
2023-03-02
0