masih sudut pandang author
"Assalamualaikum" Seseorang masuk dan memecah keheningan di rumah nek intan. Dan serempak semua mata memandang ke arah asal suara yang tak asing itu.
"Waalaikumsalam, udah pulang Rud? Bagaimana hasilnya?" Tanya ibu mereka saat melihat Rudi yang sudah pulang.
Belum juga hilang penat di badannya, Rudi sudah di hujani pandangan penuh harapan. Melihat itu Rudi menghela nafasnya berat. Karena dia sama sekali tak membawa kabar baik untuk jiwa penasaran mereka.
"Kita tidak menemukan tanda-tanda apapun bu," wajah Rudi terlihat sangat murung dan kelelahan. Dia tak menduga bahwa akan kehilangan kakaknya dengan cara seperti ini.
Rasanya dia mau menangis karena frustasi tak bisa menemukan kakaknya. Tapi karena untuk menyemangati Rani dan ibunya dia tahan keinginannya itu. Bagaimana pun sebagai seorang laki-laki, wajib untuk terlihat kuat.
"Eh bang Kelvin, kapan sampai bang?" Rudi baru melihat kelvin yang duduk di depan ayahnya. Dia pun menarik salah satu kursi di dekat kelvin dan duduk di sana. Akhirnya dia bisa duduk juga setelah berjam-jam keliling hutan.
"Baru sampai Rud, kapan rencananya mau lanjut nyari Risa?" Kelvin tak mau basa basi dia benar-benar ingin menemui Risa dengan cepat. Dia tidak mau Risa kenapa-napa. Memang seorang teman yang perhatian.
"Nanti bang siap shalat magrib jam tujuhlah," terang Rudi.
"Aku ikut ya," kata kelvin yang di balas anggukan oleh Rudi.
Tak lama ibu datang dari dapur membawa kopi untuk Rudi. Tangan Rudi langsung segera menyambar kopi yang di berikan ibu.
SRUUP
Hanya satu teguk yang bisa di telannya, karena kopi itu masih panas terbukti dari gumpalan asap yang tercipta di atas gelas.
"Ayah juga ikut" Setelah selesai menegak minumannya ayah menawarkan diri.
"Ayah yakin? Tapi bukannya ayah masih gak enak badan?" tanya ibu khawatir.
Dirinya sendiri saja belum tentu bisa di urus, sekarang malah pengen ikut mencari Risa. Tolong pikirkan kesehatanmu sendiri yah.
"Ayah udah gak papa bu," ayah mengibaskan tangannya sebagai kode bahwa ibu tak perlu khawatir.
"Kalau gitu Rani juga ikut," sontak semua orang di ruangan itu menoleh ke arah Rani, nenek yang dari tadi hanya menyimak ikut kaget mendengar tuturan cucunya yang paling kecil itu.
"Kamu mau ikut? Tapi bukan kah nanti kamu bakalan kerepotan Ran? Lagian kamu belum terbiasa melihat mereka. Dan biasanya malam hari mereka akan banyak yang keluar," Rudi mewakili semua orang untuk melarang Rani ikut.
"Tidak. Rani harus ikut, mungkin dengan Rani yang bisa melihat mereka, bisa membantu kita menemukan kakak. Rani rasa kakak hilang pasti karena ulah dari salah satu kaum mereka" Seluruh keluarga terdiam, gadis kecil ini mulai berpendapat.
Anggota keluarga saling pandang satu sama lain, menanyai pendapat mereka mengenail keinginan Rani. Melihat itu ayah menghela nafasnya berat.
"Baiklah Ran, tapi kamu tidak boleh jauh dari abang mu, Rudi kamu jaga Rani selama proses pencarian nanti," ayah melayangkan titahnya kepada anak-anaknya itu.
"Tapi yah...," ibu ingin menyampaikan protes tapi di tahan oleh ayah, seakan-akan sudah tau apa yang ingin di sampaikan ibu.
"Kita coba kali ini untuk bisa mempercayai Rani, ayah yakin tidak akan terjadi apa-apa," mendengar penuturan ayah semua orang di ruangan terdiam. Tidak ada lagi yang ingin protes.
Rani sangat mirip dengan ayahnya dia keras kepala. Sedangkan mereka yang dimaksud adalah makhluk astral. Rani bisa melihat mereka sejak beberapa bulan yang lalu. Tiba-tiba saja Rani bisa melihat semua makhluk astral yang dia lewati. Semenjak itu Rani menjadi pribadi yang pemurung dan banyak diam. Dia benar-benar merasa terganggu dengan kekurangannya ini. Tapi dia berharap semoga kekurangannya ini sekarang bisa membantunya menemui kakaknya Risa.
***
Sekarang sudah pukul tujuh lewat sepuluh menit, semua warga yang laki-laki datang kerumah nenek Intan untuk mencari Risa. Dan Rani adalah satu-satunya perempuan yang ikut dalam tim pencarian.
"kamu bawa hpkan?" Tanya ayah pada kedua anaknya itu
"bawa yah,"
"Nanti kalau ada apa-apa segera hubungi ayah atau orang rumah." Katanya kepada Rudi yang di jawab anggukan mantap.
"Baiklah semuanya dengarkan saya. Kita akan membagi kelompok menjadi 4 kelompok" Kata pak RT yang ikut serta dalam pencarian Risa.
"Kelompok pertama akan di pandu oleh saya sendiri, kita akan memulai pencarian dari arah barat, Sedangkan kelompok kedua akan di pandu oleh pak Sutrisno, pak Bambang(nama ayah Risa) ikut dengan kelompok kedua ke arah selatan, lalu kelompok ketiga di pandu oleh pak zainur ,nak Kelvin ikut dengan pak zainur ke arah timur, Sedangkan kelompok terakhir ikut dengan pak Budi nak Rudi dan Rani ikut dengan kelompok terakhir ke arah utara. "Semua mengerti?" Kata pak RT menjelaskan.
"mengerti pak," teriak semua orang serempak.
"Baiklah sekarang mulai memencar," Titah pak RT disusul warga yang langsung berpencar sesuai kelompok masing-masing.
Baru mulai perjalanan Rani terkejut dan langsung memegang tangan abangnya dengan kuat. membuat Rudi kaget.
"Kenapa dek?" Tanya Rudi heran.
"Disana ada seorang gadis dengan satu mata hilang lihatin kita bang," Tangan Rani mulai menggigil.
"Ya udah gak usah di gubris. lihat ke depan aja Ran, " Perintah Rudi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Zeety Zola
kak author knapa selalu bilang kelebihan rani itu kekurangan sih...kebalik kak
2022-11-01
2
🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT
indigo itu biasa nya kelbihan thor bukan kekurangan justru harus di syukuri krna gk smua bisa dapat kelebihan itu..
2022-04-06
1
Yuli Eka Puji R
asli aq bingung sm ceritanya, tdi katanya adeknya punya kelebihan indigo lah ya kk nya enggak dan ga pernah sholat kaya ayahnya kenapa d sni kknya indigo dan adeknya mendadak jd anak indigo mungkin yg ga pernah sholat si rudi yg sering menghapiskan waktu dengan ayah... entah lah bingung semangat othor setau sy anak indigo itu anak yg mempunya kelebihan bukan kekurangan krn yg di miliki itu lebih dr manusia normal kaya yg lainnya 🤭🤭💪💪💪💪 othor
2022-03-11
1