Dia Bukan Manusia Lagi

Kami berdua terdiam mendengar penjelasan Ocha, ternyata disini ada seorang pembunuh. Apakah kami akan aman? Bagaimana cara keluar dari tempat terkutuk ini? Aku mengacak rambutku kesal. Bodoh amat jika aku terlihat kacau, toh sekarang keadaan kami benar-benar dalam bahaya. Di tambah lagi Sherly tidak ada kabar sama sekali. Aku harus bagaimana?.

"Ya sudah... Besok kita fikirkannapa yang harus di lakukan. Yang penting sekarang kita istirahat dulu" Kata Dimas sembari beranjak dari duduknya.

Aku dan Ocha mengangguk setuju. "Tapi tunggu dulu" Kata Dimas yang menghentikan langkah kami menuju kamar.

"Kenapa kak?" Tanya ku.

"Aku penasaran dengan ruangan di kamar nenek, bagaimana kalau kita periksa dulu?" Astaga, di saat begini dia masih mengutamakan perasaan keponya. Aku dan Ocha saling tatap, jujur kami takut untuk masuk keruangan itu.

"Ya udah kalau kalian gak mau biar aku saja" Dimas lalu melangkahbmenuju kamar nenek. Aish... mana tega kami membiarkan dia sendirian. Bagaimana kalau ada sesuatu yang membahayakan?.

"Ya deh... kami ikut" Dimas tersenyum penuh kemenangan.

Sekarang kami sudah tiba di depan pintu rahasia itu. Dimas memimpin di depan dengan menyalakan senter di handphonenya, Ocha di belakang Dimas dan aku paling belakang.

"Wah... luas" Kata Dimas mengedarkan senternya ke setiap sudut.

"Ada lampunya gak ya?" Kataku berjalan terpisah dari mereka, meraba dinding mencari tombol lampu di ruangan itu. Dan ketemu.

"Tak" Lampu menyala. Dan terlihatlah ruangan besar yang sudah di penuhi debu. Sepertinya sudah lama tidak di bersihkan. Di ruangan ini hanya ada dua kursi goyang yang saling bersebelahan. Di tengah kursi itu ada meja yang di atas meja ada dua cangkir yang saat kami mendekat cangkir itu masih ada airnya.

"Kayaknya tempat ini masih sering di kunjungi deh, tapi kok debunya tebal amat?" Kata Dimas menyentuh meja dengan jarinya lalu debu tebal itu menempel di ke lima jarinya.

"Ada kamar di situ" Ocha menunjuk kearah bawah tangga, ada pintu di sana.

Tanpa di suruh kami bertiga langsung berjalan ke arah pintu kayu berwarna merah itu. Dimas yang berada di depan memutar kenop pintu, dan pintu itu tidak terkunci. Mungkin karena ini ruangan tersembunyi jadi nenek itu tidak tau kalau ada orang lain yang akan masuk. Makanya dia tidak mengunci pintu itu.

"Aaa...." Aku dan Ocha serempak berteriak dan menutup muka kami dengan kedua tangan. Sedangkan Dimas menatap 2 tengkorak manusia itu dengan tidak percaya.

"Ini, jasad siapa?" Kata Dimas sambil melangkah masuk ke ruangan itu.

"Kakak nanya ke siapa? Mana kami tau? Kita saja baru melihatnya bersama-sama" Aku mulai emosi karena mendengar pertanyaan konyol Dimas itu.

"Haah..." Dimas menghela napasnya untuk yang kesekian kalinya. Dia benar-benar tak abis pikir dengan Risa si gadis jutek ini.

"Tapi melihat ukuran kerangka manusia itu,kayaknya anak kecil deh dan yang satu lagi lebih besar dari kerangka yang kecil" Kata Ocha menjelaskan.

'Aku tau, tidak perlu menjelaskan onggokan jasad itu padaku, kenapa mereka berbicara hal yang sama-sama kita tau' Gerutuku dalam hati.

Dimas mendekat ke arah jasad itu yang hanya tinggal tulang dengan balutan baju dan rok. Itu jasad perempuan, melihat dari pakaian yang di kenakan. Sedangkan Ocha hanya diam di ambang pintu tidak ikut masuk bersama ku dan Dimas. Dia penakut dari pada ku.

"Sa... ikut aku... ada yang ingin ku beri tau" Aku mendengar suara Sherly. Kemana saja hantu itu, sekarang baru dia nongol. Ku lihat Dimas dan Ocha yang masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sepertinya cuman aku yang mendengar suara Sherly. Mengetahui itu aku mengangguk memberi isyarat pada Sherly yang entah dimana.

"Ocha aku keluar sebentar" Kata ku saat berpapasan dengan dia di pintu. Lamunan Ocha buyar dan mengangguk paham. Aku naik ke atas mencari Sherly, tanpa aku sadari Ocha juga ikut mengikuti ku dari belakang.

'Seperti ada yang di sembunyikan' Batin Ocha. Sehingga Dimas tinggal sendiri di sana bertiga bersama kedua jasad itu. Sepertinya dia belum sadar bahwa telah di tinggalkan oleh kedua perempuan itu.

Sesampainya di luar rumah,aku melihat sherly yang melambaikan tangan padaku. Tanpa menunggu lama aku mengikutinya. Dan Ocha pun ikut membuntiti. Sherly tau itu.

Tidak berapa jauh dari rumah tua itu kami tiba di sebuah kolam yang sudah sangat kotor. Tidak terawat.

"Kemari Sa" Aku lebih mendekat kepadanya dan Sherly langsung menggenggam tangan Kiri ku.

"Ada apa Sa?" Aku ingin mengerjai seseorang. Mendengar penuturannya aku mengerutkan kening.

"Mengerjai siapa?" Tanyaku.

"Tuh... perempuan kepo" Dia menunjuk ke arah Ocha yang bersembunyi di balik pohon.

"Oo..." Aku hanya ber O ria.

"Panggil dia kemari, aku ingin melihat dia yang ketakutan, karena berani ikut campur" Wajah dinginnya menatap ke arahku.

"Hmm..." Aku mengangguk lalu...

"Ocha... kemarilah" Ocha kaget, ternyata dia ketahuan.

Dengan langkah malu-malu Ocha berjalan ke arah ku. Setelah sampai di dekatku dia kaget bukan main saat melihat bayangan di air. Ocha langsung terduduk di tanah.

"Aa....aapa itu?" Katanya terbata-bata.

Aku melihat ke arah yang dia tunjuk. Lalu aku hanya mendengus kesal. Dasar hantu jail. Di sungai itu ada bayanganku dan si Sherly.

"Kau takut? Tapi berani mengganggu privasi orang? Dasar manusia tidak tau malu" Kata Sherly lalu melepaskan tanganku dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ocha.

Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi bentuk aslinya. Darah mengalir dari lubang mata kanannya,wajah penuh sayatan itu pun mengaliri darah di tambah lagi mulut sobeknya yang tertawa terbuka lebar.

"AAA... MENJAUH DARI KU, AKU MOHON" Ocha berteriak. Dan aku benar-benar tak tega.

"Sudahlah Sherly... kasian dia" Kataku sambil duduk di samping Ocha.

Terpopuler

Comments

Zeety Zola

Zeety Zola

siapa yg bukan manusia lg sih? ocha ?

2022-11-01

1

Raini Sapitri

Raini Sapitri

Sudah jd hantu aja sherly msh jahil bgt dech. Lagian sih, si ocha kepo benar sampai ngikutin sgla 🤣🤣🤣

2021-06-05

1

Adindaa

Adindaa

pls kak jgn ada gambar aks jadi takut😖

2021-03-12

2

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2 Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3 teman baru
4 teman baru 2
5 Tamu Pertama
6 Siapa yang jahat?
7 Tentang Sherly
8 Tamu Manusia
9 Tamu Manusia 2
10 Ketahuan?
11 batin Rani
12 Dimas Incarannya?
13 Sherly dan Rani
14 Nenek Intan dan Nenek Kintan
15 Masalalu Yang Terbongkar
16 Dia Iblis
17 Siapa Pelakunya?
18 Ruangan Tersembunyi
19 Dia Bukan Manusia Lagi
20 Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21 Kita Ketemu
22 Awal Konflik
23 Kedatangan Kelvin dan Rudi
24 Pertemuan Kakak dan Adik
25 Rani Sendiran
26 Teror
27 Teror 2
28 Was - Was
29 Rencana Penyelamatan Diri
30 Rencana Penyelamatan Diri 2
31 Rencana Penyelamatan Diri 3
32 Perubahan Rani
33 Raksasa
34 Izin ya
35 Perlawanan Rani
36 Perlawanan Rani 2
37 perlawanan Rani 3
38 pengumuman
39 Menghadapi masalah
40 Rani mulai bertindak
41 Memulai perjalanan
42 Bertemu Denis
43 Denis dan Rani
44 Kebenaran sesungguhnya
45 Ocha
46 Ocha 2
47 Ocha 3
48 Ocha 4
49 Rencana di Mulai
50 Pengganggu!
51 Ocha Pulang
52 Sudah Waktunya
53 Kembali ke Titik awal
54 Di Mulai
55 Kembali ke Rumah Itu
56 Masuk!
57 Masuk! 2
58 Masuk!3
59 Masuk! 4
60 Akhir dari semuanya
61 Rencana Rani
62 Rencana Rani 2
63 Selesaikah?
64 Berakhir
65 Pulang
66 Sapa Author
67 Dia ikut pulang
68 Hari Baru Dengan Masalah Baru
69 Tentang Risa
70 Piano Berdarah
71 Mimpi
72 Mimpi 2
73 Mimpi 3
74 Masalalu Yang Terbongkar
75 Hasil Menjelajahi Masalalu
76 Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77 Identitas S
78 Kontrak
79 Masalah Lagi?
80 Kehadiran Ahmad
81 Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82 Gadis berkerudung hitam
83 Dia Mengenalinya
84 Teka-teki Baru, Masalah Baru
85 Pria Berponi
86 Nathan
87 Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88 Kunci kompas
89 Isi Kotak Nathan
90 Bertemu Titik Terang?
91 S
92 Dosa S
93 Rahasia Di Masalalu
94 Perkenalan Dengan Ahmad
95 Rencana keberangkatan
96 Kembali ke Kampung
97 pengumuman
98 Gadis di luar kamar
99 Pertemuan
100 Luka Lama Yang Terbuka
101 Cerita dari Liya
102 Bertemu Bima
103 Bertemu Bima
104 Bertemu Bima 2
105 Terbongkar 1
106 Terbongkar 2
107 Terbongkar 3
108 Terbongkar 4
109 Terbongkar 5
110 terbongkar 6
111 Terbongkar 7
112 Maaf
113 Terbongkar 8
114 Alasan di balik semua masalah
115 Wanita misterius
116 Ibu Liya
117 Ibu Liya
118 perjalanan
119 Bertemu mama Liya
120 Akhir Dari Masalah Liya
121 Akhir Dari Masalah Liya 2
122 Akhir dari Masalah Liya 3
123 Mereka Pulang
124 Pria Pemain Piano - Episode 1
125 Pria Pemain Piano - epsiode 2
126 Pria Pemain Piano - Episode 3
127 Pria Pemain Piano - Episode 4
128 Pria Pemain Piano - Episode 5
129 Pria Pemain Piano - Episode 6
130 Pria Pemain Piano - Episode 7
131 Pria Pemain Piano - Episode 8
132 Pria Pemain Piano - Episode 9
133 Pria Pemain Piano - Episode 10
134 Pria Pemain Piano - Episode 11
135 Pria Pemain Piano - Episode 12
136 Pria Pemain Piano - Episode 13
137 Pria Pemain Piano - Episode 14
138 Pria Pemain Piano - Episode 15
139 Pria Pemain Piano - Episode 16
140 Pria Pemain Piano - Episode 17
141 pengumuman
142 Pria Pemain Piano - Episode 17
143 Pria Pemain Piano - Episode 18
144 19
145 20
146 21
147 22
148 23
149 24
150 25
151 26
152 27
153 28
154 29
155 30
156 31
157 32
158 33
159 34
160 Author
161 35
162 36
163 37
164 38
165 39
166 40
167 41
168 42
169 43
170 44
171 45
172 46
173 47
174 48
175 49
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2
Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3
teman baru
4
teman baru 2
5
Tamu Pertama
6
Siapa yang jahat?
7
Tentang Sherly
8
Tamu Manusia
9
Tamu Manusia 2
10
Ketahuan?
11
batin Rani
12
Dimas Incarannya?
13
Sherly dan Rani
14
Nenek Intan dan Nenek Kintan
15
Masalalu Yang Terbongkar
16
Dia Iblis
17
Siapa Pelakunya?
18
Ruangan Tersembunyi
19
Dia Bukan Manusia Lagi
20
Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21
Kita Ketemu
22
Awal Konflik
23
Kedatangan Kelvin dan Rudi
24
Pertemuan Kakak dan Adik
25
Rani Sendiran
26
Teror
27
Teror 2
28
Was - Was
29
Rencana Penyelamatan Diri
30
Rencana Penyelamatan Diri 2
31
Rencana Penyelamatan Diri 3
32
Perubahan Rani
33
Raksasa
34
Izin ya
35
Perlawanan Rani
36
Perlawanan Rani 2
37
perlawanan Rani 3
38
pengumuman
39
Menghadapi masalah
40
Rani mulai bertindak
41
Memulai perjalanan
42
Bertemu Denis
43
Denis dan Rani
44
Kebenaran sesungguhnya
45
Ocha
46
Ocha 2
47
Ocha 3
48
Ocha 4
49
Rencana di Mulai
50
Pengganggu!
51
Ocha Pulang
52
Sudah Waktunya
53
Kembali ke Titik awal
54
Di Mulai
55
Kembali ke Rumah Itu
56
Masuk!
57
Masuk! 2
58
Masuk!3
59
Masuk! 4
60
Akhir dari semuanya
61
Rencana Rani
62
Rencana Rani 2
63
Selesaikah?
64
Berakhir
65
Pulang
66
Sapa Author
67
Dia ikut pulang
68
Hari Baru Dengan Masalah Baru
69
Tentang Risa
70
Piano Berdarah
71
Mimpi
72
Mimpi 2
73
Mimpi 3
74
Masalalu Yang Terbongkar
75
Hasil Menjelajahi Masalalu
76
Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77
Identitas S
78
Kontrak
79
Masalah Lagi?
80
Kehadiran Ahmad
81
Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82
Gadis berkerudung hitam
83
Dia Mengenalinya
84
Teka-teki Baru, Masalah Baru
85
Pria Berponi
86
Nathan
87
Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88
Kunci kompas
89
Isi Kotak Nathan
90
Bertemu Titik Terang?
91
S
92
Dosa S
93
Rahasia Di Masalalu
94
Perkenalan Dengan Ahmad
95
Rencana keberangkatan
96
Kembali ke Kampung
97
pengumuman
98
Gadis di luar kamar
99
Pertemuan
100
Luka Lama Yang Terbuka
101
Cerita dari Liya
102
Bertemu Bima
103
Bertemu Bima
104
Bertemu Bima 2
105
Terbongkar 1
106
Terbongkar 2
107
Terbongkar 3
108
Terbongkar 4
109
Terbongkar 5
110
terbongkar 6
111
Terbongkar 7
112
Maaf
113
Terbongkar 8
114
Alasan di balik semua masalah
115
Wanita misterius
116
Ibu Liya
117
Ibu Liya
118
perjalanan
119
Bertemu mama Liya
120
Akhir Dari Masalah Liya
121
Akhir Dari Masalah Liya 2
122
Akhir dari Masalah Liya 3
123
Mereka Pulang
124
Pria Pemain Piano - Episode 1
125
Pria Pemain Piano - epsiode 2
126
Pria Pemain Piano - Episode 3
127
Pria Pemain Piano - Episode 4
128
Pria Pemain Piano - Episode 5
129
Pria Pemain Piano - Episode 6
130
Pria Pemain Piano - Episode 7
131
Pria Pemain Piano - Episode 8
132
Pria Pemain Piano - Episode 9
133
Pria Pemain Piano - Episode 10
134
Pria Pemain Piano - Episode 11
135
Pria Pemain Piano - Episode 12
136
Pria Pemain Piano - Episode 13
137
Pria Pemain Piano - Episode 14
138
Pria Pemain Piano - Episode 15
139
Pria Pemain Piano - Episode 16
140
Pria Pemain Piano - Episode 17
141
pengumuman
142
Pria Pemain Piano - Episode 17
143
Pria Pemain Piano - Episode 18
144
19
145
20
146
21
147
22
148
23
149
24
150
25
151
26
152
27
153
28
154
29
155
30
156
31
157
32
158
33
159
34
160
Author
161
35
162
36
163
37
164
38
165
39
166
40
167
41
168
42
169
43
170
44
171
45
172
46
173
47
174
48
175
49

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!