Dia Iblis

POV RISA

Kini aku tersenyum melihat tingkah Kak Dimas yang ternyata lebih syok dari pada aku, saat melihat makanan itu ternyata hanyalah seonggok belatung yang sudah mati. Walau sebenarnya aku masih merasa mual tapi setidaknya aku tak seperti Kak Dimas yang langsung pingsan. Aku menatap Kak Dimas yang masih tergeletak di atas lantai kayu itu. Bagaimana cara aku mengangkatnya ke atas kursi?? Jelas badanku lebih kecil darinya di tambah lagi badannya yang tinggi kisaran 187 cm. Sedangkan aku hanyalah gadis remaja yang memiliki tubuh layaknya anak-anak. Tinggiku hanya 149 cm.

Benar-benar pendek.

"Akh... pengecut banget sih ni cowok. Pakai acara pingsan lagi, angkat gak ya??? Atau biarin aja dia tidur disini?? Tapi kasian, nanti kalau nenek lihat gimana?? Pasti tu nenek nanti banyak tanya". Aku merasa kesal dan bingung. Sekarang posisiku sudah terduduk di samping kak Dimas yang masih belum sadarkan diri.

"Kak....bangun dong.... Lama banget pingsannya" Sekuat apapun aku menggoyangkan tubuhnya dan seberapa sering pun itu dia masih tidak sadar juga. Aku menatap sekitar dapur mana tau ada sesuatu yang bisa membangunkan Kakak ini. Dan ya... Aku melihat Balsem yang bertengger seorang diri diatas lemari perantara antara dapur dan ruang tamu.

Dengan sigap aku mencoba mengambil Balsem yang letaknya agak sedikit lebih tinggi. Setelah beberapa kali melompat akhirnya balsem itu bisa ku gapai.

"Bangun ya kak" Kataku sembari mengambil balsem itu dengan jari telunjukku dan menggerakkan jariku di depan hidungnya. Berharap dia bisa menangkap wangi pekat dari balsem dan tersadar.

Dan syukurlah tak selang beberapa lama Kak Dimas akhirnya sadar.

"Uh... kepalaku sakit" Katanya sembari mengusap kepala bagian belakangnya. Tentu saja sakit, Dia tadi pingsan badannya langsung meluncur begitu saja ke atas lantai dan kepalanya bertabrakan dengan lantai cukup kuat,sampai mengeluarkan suara.

"Syukurlah udah sadar, kakak ngapain coba pakai acara pingsan segala... Udah itu banguninnya susah banget lagi" Aku langsung mengomelinya yang mungkin belum sepenuhnya sadar, habisnya aku benar-benar cemas kalau sampai nanti nenek melihat Dimas yang tergeletak di atas lantai begitu saja. Dia nanti pasti banyak tanya, dan paling gawat lagi kalau mulut cerewetnya Dimas ini menceritakan semua hal yang telah dia lihat.

jika itu terjadi... mungkin besok aku takkan dapat lagi melihat matahari.

" Kamu seriusan Sa bertanya kenapa aku pingsan???? Apa kamu gak lihat di atas piring itu bukan makanan tapi..." Dia langsung memegang perutnya, aku yakin dia pasti sekarang merasa mual saat mengingat belatung itu.

"Kakak jijikan orangnya ya??" Ledekku melihat mukanya yang mulai pucat.

"Hah... kalau masalah binatang tanpa kaki itu aku benar-benar angkat tangah deh Sa. Emangnya kamu gak jijik. Coba kamu bayangin, seandainya saja Belatung itu kamu suap lalu masuk kemulutmu dan dengan nyamannya kamu mengunyah belatung yang mati itu sampai cair di dalam mulutmu dan meluncurkannya melalui tenggorokan menuju perut. UMM..." Kak Dimas langsung menutup mulutnya, dan segera pergi ke kamar mandi dengan berlari begitu cepat. aku yakin pasti isi perutnya sudah meminta untuk mendarat keluar melalui mulut cerewet itu.

"Hahaha... dia yang suruh ngebayangin dia sendiri yang mual, cowok lembek" Dimas sepertinya tak mendengar suaraku yang menertawakannya karena sekarang posisi aku dan dia sudah di batasi pintu kamar mandi. Sekali-kali aku mendengar suara orang yang sedang muntah.

"Hah... kalau tau begini aku gak bakal nengokin ke dia" aku mendesah dan merasa bersalah melihat kak Dimas yang sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sangat pucat.

"Kakak udah mendingan??" Tanya ku pada kak Dimas yang masih mengusap perutnya.

"Yah... sudah lumayan" Jawabnya singkat.

"Minum dulu kak" Aku menyodorkan segelas air minum padanya.

"Apa kamu yakin air itu aman?" Sepertinya dia mulai meragukan semua makanan dan minuman yang ada disini.

"Aman kok kak, aku mengambilnya dari sungai yang dekat dari sini. Tapi kalau minuman yang ada di meja makan itu sudah pasti tidak aman, jangan sekali-kali kakak minum" Aku memperingatinya, dan dia hanya mengangguk lemah sambil mengambil air yang ada di tanganku dan meminumnya sampai habis.

"Sa.. bagaimana ceritanya Nasi itu bisa berubah?" Tanyanya yang penasaran.

" Sebenarnya itu bukan nasi, tapi terlihat seperti nasi, Karena kalung ini kita bisa melihat apa yang sebenarnya di sembunyikan dari kita."

Jawabku mencoba menjelaskan.

"Dari mana kamu dapat kalung itu? Dan mengapa nenek mu menghidangkan makanan seperti itu?" Dia mulai banyak tanya.

"Kalung ini aku dapatin dari salah satu penunggu di sini. Dan nenek itu bukan nenek ku, dia IBLIS,menipuku dan membuat aku terperangkap disini" Dimas yang mendengarkan malah tambah bingung.

"Aku gak mengerti sa" Akhirnya dia mengungkapkan ketidak pahamannya.

"Hah... kalau begitu besok kakak ikut aku, biar mereka yang menjelaskan semuanya pada kakak" Kataku mulai tak berminat bercerita dan malah merindukan kasur. Ini sudah malam dan aku ingin tidur.

"Mereka siapa?"

"Besok deh kak aku jelasin, udah ngantuk nih. Dan oh ya... jangan ceritakan apapun kepada nenek itu" Kataku sambil menunjuk ke arah kamar Nenek Kintan.

Dimas mengangguk mengerti melihat itu aku merasa lega dan berdiri segera menuju kamar untuk istirahat. Dimas yang melihat aku sudah menghilang di balik pintu pun beranjak dari duduknya dan rebahan di kamar yang ada di depan kamar ku.

Terpopuler

Comments

Miftahul Janah

Miftahul Janah

😀😀nenek kintan beli balsem dimana yak🤔

2022-07-25

1

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

tinggi bener itu dimas 187 usianya berapa itu

2022-03-11

1

Raini Sapitri

Raini Sapitri

Gilaaaaa ... gak salah tuch dimas tinggi bgt yaaa, trs knp si risa cebol yaaa

2021-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2 Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3 teman baru
4 teman baru 2
5 Tamu Pertama
6 Siapa yang jahat?
7 Tentang Sherly
8 Tamu Manusia
9 Tamu Manusia 2
10 Ketahuan?
11 batin Rani
12 Dimas Incarannya?
13 Sherly dan Rani
14 Nenek Intan dan Nenek Kintan
15 Masalalu Yang Terbongkar
16 Dia Iblis
17 Siapa Pelakunya?
18 Ruangan Tersembunyi
19 Dia Bukan Manusia Lagi
20 Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21 Kita Ketemu
22 Awal Konflik
23 Kedatangan Kelvin dan Rudi
24 Pertemuan Kakak dan Adik
25 Rani Sendiran
26 Teror
27 Teror 2
28 Was - Was
29 Rencana Penyelamatan Diri
30 Rencana Penyelamatan Diri 2
31 Rencana Penyelamatan Diri 3
32 Perubahan Rani
33 Raksasa
34 Izin ya
35 Perlawanan Rani
36 Perlawanan Rani 2
37 perlawanan Rani 3
38 pengumuman
39 Menghadapi masalah
40 Rani mulai bertindak
41 Memulai perjalanan
42 Bertemu Denis
43 Denis dan Rani
44 Kebenaran sesungguhnya
45 Ocha
46 Ocha 2
47 Ocha 3
48 Ocha 4
49 Rencana di Mulai
50 Pengganggu!
51 Ocha Pulang
52 Sudah Waktunya
53 Kembali ke Titik awal
54 Di Mulai
55 Kembali ke Rumah Itu
56 Masuk!
57 Masuk! 2
58 Masuk!3
59 Masuk! 4
60 Akhir dari semuanya
61 Rencana Rani
62 Rencana Rani 2
63 Selesaikah?
64 Berakhir
65 Pulang
66 Sapa Author
67 Dia ikut pulang
68 Hari Baru Dengan Masalah Baru
69 Tentang Risa
70 Piano Berdarah
71 Mimpi
72 Mimpi 2
73 Mimpi 3
74 Masalalu Yang Terbongkar
75 Hasil Menjelajahi Masalalu
76 Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77 Identitas S
78 Kontrak
79 Masalah Lagi?
80 Kehadiran Ahmad
81 Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82 Gadis berkerudung hitam
83 Dia Mengenalinya
84 Teka-teki Baru, Masalah Baru
85 Pria Berponi
86 Nathan
87 Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88 Kunci kompas
89 Isi Kotak Nathan
90 Bertemu Titik Terang?
91 S
92 Dosa S
93 Rahasia Di Masalalu
94 Perkenalan Dengan Ahmad
95 Rencana keberangkatan
96 Kembali ke Kampung
97 pengumuman
98 Gadis di luar kamar
99 Pertemuan
100 Luka Lama Yang Terbuka
101 Cerita dari Liya
102 Bertemu Bima
103 Bertemu Bima
104 Bertemu Bima 2
105 Terbongkar 1
106 Terbongkar 2
107 Terbongkar 3
108 Terbongkar 4
109 Terbongkar 5
110 terbongkar 6
111 Terbongkar 7
112 Maaf
113 Terbongkar 8
114 Alasan di balik semua masalah
115 Wanita misterius
116 Ibu Liya
117 Ibu Liya
118 perjalanan
119 Bertemu mama Liya
120 Akhir Dari Masalah Liya
121 Akhir Dari Masalah Liya 2
122 Akhir dari Masalah Liya 3
123 Mereka Pulang
124 Pria Pemain Piano - Episode 1
125 Pria Pemain Piano - epsiode 2
126 Pria Pemain Piano - Episode 3
127 Pria Pemain Piano - Episode 4
128 Pria Pemain Piano - Episode 5
129 Pria Pemain Piano - Episode 6
130 Pria Pemain Piano - Episode 7
131 Pria Pemain Piano - Episode 8
132 Pria Pemain Piano - Episode 9
133 Pria Pemain Piano - Episode 10
134 Pria Pemain Piano - Episode 11
135 Pria Pemain Piano - Episode 12
136 Pria Pemain Piano - Episode 13
137 Pria Pemain Piano - Episode 14
138 Pria Pemain Piano - Episode 15
139 Pria Pemain Piano - Episode 16
140 Pria Pemain Piano - Episode 17
141 pengumuman
142 Pria Pemain Piano - Episode 17
143 Pria Pemain Piano - Episode 18
144 19
145 20
146 21
147 22
148 23
149 24
150 25
151 26
152 27
153 28
154 29
155 30
156 31
157 32
158 33
159 34
160 Author
161 35
162 36
163 37
164 38
165 39
166 40
167 41
168 42
169 43
170 44
171 45
172 46
173 47
174 48
175 49
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2
Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3
teman baru
4
teman baru 2
5
Tamu Pertama
6
Siapa yang jahat?
7
Tentang Sherly
8
Tamu Manusia
9
Tamu Manusia 2
10
Ketahuan?
11
batin Rani
12
Dimas Incarannya?
13
Sherly dan Rani
14
Nenek Intan dan Nenek Kintan
15
Masalalu Yang Terbongkar
16
Dia Iblis
17
Siapa Pelakunya?
18
Ruangan Tersembunyi
19
Dia Bukan Manusia Lagi
20
Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21
Kita Ketemu
22
Awal Konflik
23
Kedatangan Kelvin dan Rudi
24
Pertemuan Kakak dan Adik
25
Rani Sendiran
26
Teror
27
Teror 2
28
Was - Was
29
Rencana Penyelamatan Diri
30
Rencana Penyelamatan Diri 2
31
Rencana Penyelamatan Diri 3
32
Perubahan Rani
33
Raksasa
34
Izin ya
35
Perlawanan Rani
36
Perlawanan Rani 2
37
perlawanan Rani 3
38
pengumuman
39
Menghadapi masalah
40
Rani mulai bertindak
41
Memulai perjalanan
42
Bertemu Denis
43
Denis dan Rani
44
Kebenaran sesungguhnya
45
Ocha
46
Ocha 2
47
Ocha 3
48
Ocha 4
49
Rencana di Mulai
50
Pengganggu!
51
Ocha Pulang
52
Sudah Waktunya
53
Kembali ke Titik awal
54
Di Mulai
55
Kembali ke Rumah Itu
56
Masuk!
57
Masuk! 2
58
Masuk!3
59
Masuk! 4
60
Akhir dari semuanya
61
Rencana Rani
62
Rencana Rani 2
63
Selesaikah?
64
Berakhir
65
Pulang
66
Sapa Author
67
Dia ikut pulang
68
Hari Baru Dengan Masalah Baru
69
Tentang Risa
70
Piano Berdarah
71
Mimpi
72
Mimpi 2
73
Mimpi 3
74
Masalalu Yang Terbongkar
75
Hasil Menjelajahi Masalalu
76
Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77
Identitas S
78
Kontrak
79
Masalah Lagi?
80
Kehadiran Ahmad
81
Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82
Gadis berkerudung hitam
83
Dia Mengenalinya
84
Teka-teki Baru, Masalah Baru
85
Pria Berponi
86
Nathan
87
Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88
Kunci kompas
89
Isi Kotak Nathan
90
Bertemu Titik Terang?
91
S
92
Dosa S
93
Rahasia Di Masalalu
94
Perkenalan Dengan Ahmad
95
Rencana keberangkatan
96
Kembali ke Kampung
97
pengumuman
98
Gadis di luar kamar
99
Pertemuan
100
Luka Lama Yang Terbuka
101
Cerita dari Liya
102
Bertemu Bima
103
Bertemu Bima
104
Bertemu Bima 2
105
Terbongkar 1
106
Terbongkar 2
107
Terbongkar 3
108
Terbongkar 4
109
Terbongkar 5
110
terbongkar 6
111
Terbongkar 7
112
Maaf
113
Terbongkar 8
114
Alasan di balik semua masalah
115
Wanita misterius
116
Ibu Liya
117
Ibu Liya
118
perjalanan
119
Bertemu mama Liya
120
Akhir Dari Masalah Liya
121
Akhir Dari Masalah Liya 2
122
Akhir dari Masalah Liya 3
123
Mereka Pulang
124
Pria Pemain Piano - Episode 1
125
Pria Pemain Piano - epsiode 2
126
Pria Pemain Piano - Episode 3
127
Pria Pemain Piano - Episode 4
128
Pria Pemain Piano - Episode 5
129
Pria Pemain Piano - Episode 6
130
Pria Pemain Piano - Episode 7
131
Pria Pemain Piano - Episode 8
132
Pria Pemain Piano - Episode 9
133
Pria Pemain Piano - Episode 10
134
Pria Pemain Piano - Episode 11
135
Pria Pemain Piano - Episode 12
136
Pria Pemain Piano - Episode 13
137
Pria Pemain Piano - Episode 14
138
Pria Pemain Piano - Episode 15
139
Pria Pemain Piano - Episode 16
140
Pria Pemain Piano - Episode 17
141
pengumuman
142
Pria Pemain Piano - Episode 17
143
Pria Pemain Piano - Episode 18
144
19
145
20
146
21
147
22
148
23
149
24
150
25
151
26
152
27
153
28
154
29
155
30
156
31
157
32
158
33
159
34
160
Author
161
35
162
36
163
37
164
38
165
39
166
40
167
41
168
42
169
43
170
44
171
45
172
46
173
47
174
48
175
49

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!