Siapa Pelakunya?

Sesuai perkataanku kemarin, aku mengajak kak Dimas menemui Sherly dan temannya itu di dekat pohon besar. Entah kenapa seharian kemarin Sherly tak menggangguku. Apa dia mulai tidak peduli? Dan pasrah aku di jadikan tumbal??? Ah.... Dalam kondisi seperti ini memang tidak ada yang bisa di percaya. Bahkan orang yang sekarang berjalan di sampingku ini tidak bisa aku percayai 100%.

"Sa.. nenekmu itu kok suka bengong ya?, Kamu minta izin keluar aja dia cuman ngangguk tanpa noleh ke kita" Dimas bertanya padaku di sela-sela perjalanan.

Aku menyentuh batu besar yang ada di samping jalan dan duduk di sana sebentar, di belakang batu itu ada sungai kecil yang jernih dengan batu sungai yang besar-besar berdiam diri didalam sungai itu. Ku lepas sendal yang ku kenakan dan memasukkan kaki ku ke dalam air itu lalu merasakan sensasi dingin dan sejuk. Sekali-kali, aku merasakan kakiku di sentuh oleh ikan-ikan kecil yang berenang di dekat ke dua kakiku. Geli.

"Kak, kan sudah aku bilang, itu bukan nenek ku, dia cuman kembarannya" Kataku sambil menggerakka kaki di dalam air.

Dimas yang tadinya hanya memperhatikan akhirnya juga ikut duduk tepat di sampingku di atas batu yang besar. "Kalau dia kembaran nenekmu berarti dia itu juga nenekmu Sa" Kak Dimas menoleh ke arahku, setelah menggulung celananya sejengkal di atas mata kakinya.

"Hah... terserah kakak deh" Aku malas berdebat pasal status nenek itu.

Gak penting.

"Apa masih jauh perjalanan kita?" Dia bertanya lagi. Tidakkah dia bisa diam? Dan membiarkan aku menikmati sejuknya air sungai ini?

"Lumayan lah kak, nanti kita ketemu sama dua hantu yang kemarin aku ceritain, mereka mungkin bisa menjelaskan semuanya kepada kakak dan bisa membuat kakak berhenti banyak tanya" Kata ku ketus.

"Kamu marah ya Sa??" Dia terlihat merasa bersalah dan aku jadi gak tega.

"Aaaa... enggak bukan gitu kak, gini... Aku hanya sedikit sensitif belakangan ini, karena sekarang aku tidak tau apa aku akan baik-baik saja. Aku benar-benar hampir putus asa saat hanya para hantu yang aku temui disini, itu menyebalkan" Jawabku berusaha menjelaskan padanya.

"hmm.. begitu ya... Tapi kakak masih tidak percaya hantu itu ada Sa" Katanya.

"Nanti bakalan aku patahkan pendapat kakak itu" Kataku, lalu berdiri dari batu itu dan melanjutkan perjalanan.

Dimas yang melihatku sudah berjalan dulu ikut membuntuti ku, Kali ini dia memilih diam hingga sampai di tempat tujuan.

'Ketus amat jadi cewek' Batin Dimas.

************

Dimas memandangi pohon itu dengan takjub, padahal dia sudah pernah ke sini saat di kejar b*bi hutan waktu itu. Tapi baru sekarang dia bisa memperhatikan dengan jelas, bahwa pohon ini sangat besar. Benar-benar besar. Dia bahkan sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat, pohon ini lebarnya kira-kira sampai 6 atau 7 meter. Dan pohon itu menjulang sangat tinggi dengan daun yang sangat lebat. Jarak Aku dan Kak Dimas dari pohon itu kisaran 2 meter,tapi kami sudah terlindungi dari sinar matahari oleh bayangan pohon itu. Udara di sekitar pohon juga terasa dingin.

"Gilaa! Ini pohon beneran kan Sa???" Tanya nya yang masih memandangi pohon itu dengan takjub.

"Iya... Perasaan kakak udah pernah ke sini deh, tapi kok baru sekarang takjubnya?" Mendengar pertanyaan itu dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Sangkingkan cemasnya waktu itu, aku jadi tidak sempat memperhatikan ukuran pohon ini" Jawabnya yang hanya di balas anggukan oleh ku.

Bodoh amatlah... ngapain juga aku bertanya?

"AAKHHH...." Aku dan Dimas terperanjat kaget, Itu suara teriakan seseorang. Dan sepertinya itu suara perempuan.

"Apa ada manusia lain di sini?" Tanya ku entah pada siapa.

"Ayo kita cari asal suara itu" Dimas menarik tanganku dan dengan cepat aku menepis tangannya.

"Kakak serius? Bagaimana jika nanti ada binatang buas di sana? Apa kakak bisa menjamin ke selamatan kita" Badanku mulai menggigil ke takutan.

"Aku janji akan jagain kamu Sa. Sekarang lebih baik kita cari tau asal suara itu." Dia kembali menarim tanganku. Awalnya aku masih tidak ingin, tapi jika dia pergi sendirian kesana aku juga akan tinggal sendirian di sini. Itu lebih menyeramkan. Akhirnya aku pasrah dan mengikutinya.

"Astaga!" Badanku merosot langsung ke tanah. Aku terduduk menatapi apa yang sekarang ada di depan kami. Sedangkan Dimas terpaku tanpa bersuara. Kami benar-benar syok.

"Li...Liam???" Dimas sepertinya mengenal mayat yang ada di depan kami. Dia berjalan dengan tertatih-tatih dan tanpa Dimas sadari air matanya sudah hampir keluar dari pelupuk matanya.

Dimas langsung memeluk mayat yang dia panggil Liam itu. Kepalanya seperti habis di pukul benda kuat, Jelas terlihat disitu darah mengalir dan kondisi kepala sudah sedikit penyet. Aku berusaha berdiri dan mendekati kak Dimas. Ketika aku tepat berdiri di belakangnya aku melihat kondisi Liam dengan sangat jelas. Tanpa aku sadar aku pun ikut menangis. Dan terduduk di samping kak Dimas. Bau amis darah tercium sangat pekat. Tangan sebelah kanannya sudah tidak lagi utuh karena dari pergelangan tangan sampai ke lima jarinya sudah raib sepertinya sudah di potong oleh si pembunuh. Sedangkan baju kemeja putih yang dia kenakan sudah basah oleh darah di tiga titik. satu di bagian dada, lalu perut bagian kiri dan kanan. Si pembunuh benar-benar tidak punya hati.

"Kak... kakak mengenalnya?" Aku menutup mataku rapat tak sanggup lagi menyaksikan darah yang masih mengalir di bagian tubuhnya yang terluka.

"Dia salah satu anggota tim ku. Kami semua berlima, aku, Liam, Denis, cika dan Ocha" Suaranya terdengar parau.

Mungkin sekarang di benatnya, persetan dengan pria sejati yang tak boleh menangis. Toh dia juga manusia biasa. Siapa yang bisa menahan tangisnya saat melihat sahabat dekatnya mati dalam kondisi mengenaskan seperti ini.

"Tunggu dulu, Bukankah tadi kita mendengar suara jeritan perempuan? Pasti teman kakak yang lain ada di dekat sini", Aku ingat jelas suara teriakan yang kami dengar tadi adalah suara perempuan.

Dimas termanggu mendengar pernyataanku.

" Ayo kita cari yang lain, aku takut ada korban lagi" Kata Dimas sambil menarik tanganku.

"Kak tunggu dulu, lebih baik kita kubur teman kakak, Aku takut nanti jasadnya di makan binatang buas. Kalau pun nanti kakak takut terlambat. Setidaknya tutupi mayat ini, supaya setidaknya aman saat kita kembali kesini untuk menguburkannya". Mendengar pernyataan ku Dimas mengangguk setuju.

Kami langsung menggali tanah dengan Alat ala kadarnya dari hutan. Tidak terlalu dalam, hanya untuk menyembunyikannya sebentar saja. Kami harus segera menolong yang masih selamat. Dan semoga saja ini adalah mayat terakhir yang kami temukan.

Terpopuler

Comments

Zeety Zola

Zeety Zola

siapa sikopatnya nih? apa kakek aldo/kakek tarjo hantu kapala buntung itu

2022-11-01

1

Yulita

Yulita

seram N tragis thor

2022-07-12

1

Maya Laelasari

Maya Laelasari

makin seru bacanya neh

2022-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2 Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3 teman baru
4 teman baru 2
5 Tamu Pertama
6 Siapa yang jahat?
7 Tentang Sherly
8 Tamu Manusia
9 Tamu Manusia 2
10 Ketahuan?
11 batin Rani
12 Dimas Incarannya?
13 Sherly dan Rani
14 Nenek Intan dan Nenek Kintan
15 Masalalu Yang Terbongkar
16 Dia Iblis
17 Siapa Pelakunya?
18 Ruangan Tersembunyi
19 Dia Bukan Manusia Lagi
20 Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21 Kita Ketemu
22 Awal Konflik
23 Kedatangan Kelvin dan Rudi
24 Pertemuan Kakak dan Adik
25 Rani Sendiran
26 Teror
27 Teror 2
28 Was - Was
29 Rencana Penyelamatan Diri
30 Rencana Penyelamatan Diri 2
31 Rencana Penyelamatan Diri 3
32 Perubahan Rani
33 Raksasa
34 Izin ya
35 Perlawanan Rani
36 Perlawanan Rani 2
37 perlawanan Rani 3
38 pengumuman
39 Menghadapi masalah
40 Rani mulai bertindak
41 Memulai perjalanan
42 Bertemu Denis
43 Denis dan Rani
44 Kebenaran sesungguhnya
45 Ocha
46 Ocha 2
47 Ocha 3
48 Ocha 4
49 Rencana di Mulai
50 Pengganggu!
51 Ocha Pulang
52 Sudah Waktunya
53 Kembali ke Titik awal
54 Di Mulai
55 Kembali ke Rumah Itu
56 Masuk!
57 Masuk! 2
58 Masuk!3
59 Masuk! 4
60 Akhir dari semuanya
61 Rencana Rani
62 Rencana Rani 2
63 Selesaikah?
64 Berakhir
65 Pulang
66 Sapa Author
67 Dia ikut pulang
68 Hari Baru Dengan Masalah Baru
69 Tentang Risa
70 Piano Berdarah
71 Mimpi
72 Mimpi 2
73 Mimpi 3
74 Masalalu Yang Terbongkar
75 Hasil Menjelajahi Masalalu
76 Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77 Identitas S
78 Kontrak
79 Masalah Lagi?
80 Kehadiran Ahmad
81 Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82 Gadis berkerudung hitam
83 Dia Mengenalinya
84 Teka-teki Baru, Masalah Baru
85 Pria Berponi
86 Nathan
87 Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88 Kunci kompas
89 Isi Kotak Nathan
90 Bertemu Titik Terang?
91 S
92 Dosa S
93 Rahasia Di Masalalu
94 Perkenalan Dengan Ahmad
95 Rencana keberangkatan
96 Kembali ke Kampung
97 pengumuman
98 Gadis di luar kamar
99 Pertemuan
100 Luka Lama Yang Terbuka
101 Cerita dari Liya
102 Bertemu Bima
103 Bertemu Bima
104 Bertemu Bima 2
105 Terbongkar 1
106 Terbongkar 2
107 Terbongkar 3
108 Terbongkar 4
109 Terbongkar 5
110 terbongkar 6
111 Terbongkar 7
112 Maaf
113 Terbongkar 8
114 Alasan di balik semua masalah
115 Wanita misterius
116 Ibu Liya
117 Ibu Liya
118 perjalanan
119 Bertemu mama Liya
120 Akhir Dari Masalah Liya
121 Akhir Dari Masalah Liya 2
122 Akhir dari Masalah Liya 3
123 Mereka Pulang
124 Pria Pemain Piano - Episode 1
125 Pria Pemain Piano - epsiode 2
126 Pria Pemain Piano - Episode 3
127 Pria Pemain Piano - Episode 4
128 Pria Pemain Piano - Episode 5
129 Pria Pemain Piano - Episode 6
130 Pria Pemain Piano - Episode 7
131 Pria Pemain Piano - Episode 8
132 Pria Pemain Piano - Episode 9
133 Pria Pemain Piano - Episode 10
134 Pria Pemain Piano - Episode 11
135 Pria Pemain Piano - Episode 12
136 Pria Pemain Piano - Episode 13
137 Pria Pemain Piano - Episode 14
138 Pria Pemain Piano - Episode 15
139 Pria Pemain Piano - Episode 16
140 Pria Pemain Piano - Episode 17
141 pengumuman
142 Pria Pemain Piano - Episode 17
143 Pria Pemain Piano - Episode 18
144 19
145 20
146 21
147 22
148 23
149 24
150 25
151 26
152 27
153 28
154 29
155 30
156 31
157 32
158 33
159 34
160 Author
161 35
162 36
163 37
164 38
165 39
166 40
167 41
168 42
169 43
170 44
171 45
172 46
173 47
174 48
175 49
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2
Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3
teman baru
4
teman baru 2
5
Tamu Pertama
6
Siapa yang jahat?
7
Tentang Sherly
8
Tamu Manusia
9
Tamu Manusia 2
10
Ketahuan?
11
batin Rani
12
Dimas Incarannya?
13
Sherly dan Rani
14
Nenek Intan dan Nenek Kintan
15
Masalalu Yang Terbongkar
16
Dia Iblis
17
Siapa Pelakunya?
18
Ruangan Tersembunyi
19
Dia Bukan Manusia Lagi
20
Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21
Kita Ketemu
22
Awal Konflik
23
Kedatangan Kelvin dan Rudi
24
Pertemuan Kakak dan Adik
25
Rani Sendiran
26
Teror
27
Teror 2
28
Was - Was
29
Rencana Penyelamatan Diri
30
Rencana Penyelamatan Diri 2
31
Rencana Penyelamatan Diri 3
32
Perubahan Rani
33
Raksasa
34
Izin ya
35
Perlawanan Rani
36
Perlawanan Rani 2
37
perlawanan Rani 3
38
pengumuman
39
Menghadapi masalah
40
Rani mulai bertindak
41
Memulai perjalanan
42
Bertemu Denis
43
Denis dan Rani
44
Kebenaran sesungguhnya
45
Ocha
46
Ocha 2
47
Ocha 3
48
Ocha 4
49
Rencana di Mulai
50
Pengganggu!
51
Ocha Pulang
52
Sudah Waktunya
53
Kembali ke Titik awal
54
Di Mulai
55
Kembali ke Rumah Itu
56
Masuk!
57
Masuk! 2
58
Masuk!3
59
Masuk! 4
60
Akhir dari semuanya
61
Rencana Rani
62
Rencana Rani 2
63
Selesaikah?
64
Berakhir
65
Pulang
66
Sapa Author
67
Dia ikut pulang
68
Hari Baru Dengan Masalah Baru
69
Tentang Risa
70
Piano Berdarah
71
Mimpi
72
Mimpi 2
73
Mimpi 3
74
Masalalu Yang Terbongkar
75
Hasil Menjelajahi Masalalu
76
Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77
Identitas S
78
Kontrak
79
Masalah Lagi?
80
Kehadiran Ahmad
81
Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82
Gadis berkerudung hitam
83
Dia Mengenalinya
84
Teka-teki Baru, Masalah Baru
85
Pria Berponi
86
Nathan
87
Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88
Kunci kompas
89
Isi Kotak Nathan
90
Bertemu Titik Terang?
91
S
92
Dosa S
93
Rahasia Di Masalalu
94
Perkenalan Dengan Ahmad
95
Rencana keberangkatan
96
Kembali ke Kampung
97
pengumuman
98
Gadis di luar kamar
99
Pertemuan
100
Luka Lama Yang Terbuka
101
Cerita dari Liya
102
Bertemu Bima
103
Bertemu Bima
104
Bertemu Bima 2
105
Terbongkar 1
106
Terbongkar 2
107
Terbongkar 3
108
Terbongkar 4
109
Terbongkar 5
110
terbongkar 6
111
Terbongkar 7
112
Maaf
113
Terbongkar 8
114
Alasan di balik semua masalah
115
Wanita misterius
116
Ibu Liya
117
Ibu Liya
118
perjalanan
119
Bertemu mama Liya
120
Akhir Dari Masalah Liya
121
Akhir Dari Masalah Liya 2
122
Akhir dari Masalah Liya 3
123
Mereka Pulang
124
Pria Pemain Piano - Episode 1
125
Pria Pemain Piano - epsiode 2
126
Pria Pemain Piano - Episode 3
127
Pria Pemain Piano - Episode 4
128
Pria Pemain Piano - Episode 5
129
Pria Pemain Piano - Episode 6
130
Pria Pemain Piano - Episode 7
131
Pria Pemain Piano - Episode 8
132
Pria Pemain Piano - Episode 9
133
Pria Pemain Piano - Episode 10
134
Pria Pemain Piano - Episode 11
135
Pria Pemain Piano - Episode 12
136
Pria Pemain Piano - Episode 13
137
Pria Pemain Piano - Episode 14
138
Pria Pemain Piano - Episode 15
139
Pria Pemain Piano - Episode 16
140
Pria Pemain Piano - Episode 17
141
pengumuman
142
Pria Pemain Piano - Episode 17
143
Pria Pemain Piano - Episode 18
144
19
145
20
146
21
147
22
148
23
149
24
150
25
151
26
152
27
153
28
154
29
155
30
156
31
157
32
158
33
159
34
160
Author
161
35
162
36
163
37
164
38
165
39
166
40
167
41
168
42
169
43
170
44
171
45
172
46
173
47
174
48
175
49

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!