Tamu Manusia 2

Awalnya Aku tidak ingin memperpanjang urusanku dengan Dimas, tapi setelah Dimas memohon untuk di bawa ke rumah nenek karena hari sudah hampir malam di tambah lagi Dimas tak tau jalan keluar memaksa dia harus menginap di tengah hutan itu. Aku tak tega dan lagian pula setidaknya aku punya satu orang teman manusia di sini. Selama perjalanan pulang Cowok itu terus saja bicara dan aku hanya memilih mendengarkannya saja. Tidak selera untuk mengobrol dengan orang asing.

*****

FLASHBACK ON

"Iya, tadi ada b*bi hutan, tapi kayaknya sih udah pergi. Jadi gak usah takut," kata Dimas yang sekarang berada di samping Risa.

"Oh gitu," Risa lalu membuat jarak lagi antara Dirinya dan Dimas. Dia melangkah sebanyak tiga langkah menjauh dari Dimas. Dimas yang melihat tingkah Risa terkikik.

"Tenang saja Risa, aku bukan orang jahat, seriusan," Dimas mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk 'V' .

"Benarkah? Bagaimana kalau kau berbohong?" Risa masih ragu dengan orang di depannya itu.

"Ayolah Risa, aku cuman orang biasa yang ingin berkemah tapi malah tersesat. Tak lebih dari itu," Dimas tak tau bagaimana menunjukkan pada Risa kalau dia bukan orang jahat, dia tidak punya bukti untuk membuktikan dia orang baik.

Melihat muka Dimas yang sepertinya berbicara dengan jujur, Risa menagngguk dan memilih percaya. Semoga saja Dimas memang orang baik.

"Baiklah, aku percaya," kata Risa. Dimas mendengar itu tersenyum sumringah. Setidaknya dia tidak lagi di curigai.

"Hmm... apa kau tinggak di sekitar sini Risa?" Tanya Dimas melihat ada orang lain di tengah hutan rimba seperti ini.

"Hmm... iya, aku tinggal dengan seorang nenek," Entah kenapa Risa tak mau mengatakan bahwa itu adalah neneknya. Risa merasa yakin sekarang bahwa orang itu bukan neneknya. Rasa yakinnya sudah mencapai 95%.

"Kalau begitu bolehkah aku ikut denganmu? Hari sudah hampir malam, dan aku tidak punya tempat untuk beristirahat," jelas Dimas.

"Hah.. bukankah kakak bilang, dirimu pergi ke sini untuk berkemah? Pastinya bawa tendakan? Ya udah tidur di tenda aja, pasti udah terbiasa tidur di alam bebas kayak gini," Risa menjawab dengan nada dinginnya.

"Aku berani untuk berkemah di tengah hutan kalau bersama rombongan, sedangkan sekarang aku hanya sendiri, bagaimana kalau datang binatang buas lagi?" Dimas berusaha membujuk Risa.

"Tidak. Aku tidak mau membawa kakak," sepertinya Risa masih keras kepala.

"Ya ampun, Risa! Apa kau tega melihat orang yang seharusnya bisa kau tolong tapi tak ingin kau tolong dalam bahaya nantinya? Hanya karena kau tak mengizinkan ku menginap di rumah nenekmu?" Dimas mulai geram, apa perempuan ini tak punya hati.

"Bukankah itu sudah resiko berkemah di tengah hutan, kenapa kakak takut?" Dimas kira Risa akan sedikit mengerti,tapi kenyataannya tidak.

"Aish!!!" Dimas menarik rambutnya dengan kasar, bagaimana pun ini kali pertamanya sendirian di tengah hutan. Walau pun dia laki-laki, dia juga punya rasa takut, kalau di waktu gelap sendirian di tengah hutan tanpa ada siapa pun. Bagaimana kalau ada binatang yang bersedia menemaninya bahkan memakannya?.

"Sa... Tidakkah kau bisa sedikit saja peduli dengan ku? Ayolah, aku benar-benar takut di sini, coba kau bayangkan jika dirimu berasa di posisiku," Dimas tak tau bagaimana lagi cara membujuk perempuan itu. Mendengar penuturan Dimas, Risa terdiam, "Benar juga katanya, bagaimana pun sesama manusia bukankah harus saling membantu? Tapu bagaimana kalau nenek itu tidak menerimanya? Aduh aku harus bagaimana?" Batin Risa menjadi bingung.

"Hah... Baiklah kak, ayo ikut aku," Risa mengalah dan memilih membawa orang itu ke rumah nenej tua aneh tersebut.

FLASHBACK OFF

****

POV RISA

" Sa... masih jauh gak sih? Udah capek nih?" Tanyanya padaku.

"hmm... kayaknya udah dekat deh kak," aku pun mulai ragu dengan jalan yang ku lewati, gimana kalau tersesat?

"Kita gak tersesatkan sa?" Yah apa yang dia tanyakan sesuai dengan apa yang aku fikirkan.

Aku tak tau harus bagaimana dan memilih mengabaikan pertanyaan Dimas. Setelah beberapa lama berjalan dan mungkin sudah hampir jam 4, aku tiba-tiba melihat tamu nenek yang waktu hari itu (hantu yang memangku kepalanya alias kepalanya putus dari lehernya). Seketika langsung ku bekap mulutku dengan kedua tangan, karena hampir saja aku menjerit karena kaget. Langkahku berhenti tiba-tiba hingga membuat Dimas yang berada di belakangku menabrak punggungku.

"Aduh... sa... kok berhentinya gak bilang-bilang?" Kata Dimas setengah berteriak membuat aku panik. Takut nanti hantu itu melihat kami.

"kak bisa diam sebentar?" Bisik ku padanya.

"Loh kenapa, aku...." belum selesai dia bicara aku langsung menutup mulutnya dengan tangan kananku.

Bukannya diam dia malah bicara lagi. Dimas yang kaget dengan apa yang aku lakukan langsung terpaku di tempat. Matanya melotot seakan tidak terima dengan tanganku yang menutup mulutnya. Aku tak peduli mau dia marah atau apalah, yang aku tau sekarang hantu itu tepat ada di depan kami, jarak kami dengan kepala puntung itu cukup jauh tapi bisa sajakan tiba-tiba dia menyadari ke beradaan kami karena mulut cerewet si Dimas ini.

Setelah merasa cukup aman aku melepaskan tanganku dari wajah Dimas. "Kamu kenapa sih sa?" Dia terlihat kesal.

"Kakak gak lihat itu?" Aku menunjuk ke arah hantu itu, bukannya kaget karena terkejut atau takut dia malah mengejekku.

"Kamu aneh deh, gak ada apa-apa di situ sa, jangan nakut-nakutin deh," katanya enteng.

"Hah... kakak gak lihat, bahkan aku masih melihat hantu itu dengan jelas."

"Hantu??? Sa.. kamu ngigau kali... gak ada hantu sa..." dia sekarang seperti meremehkan aku atau menganggap aku berhalusinasi...

Ya sudahlah bodoh amat, kalau dia gak bisa melihatnya aku bisa apa?, Aku lebih memilih lanjutkan perjalanan dengan mengikuti hantu itu, mungkin dia ingin bertamu ke rumah nenek lagi.

Dan ya, tebakan ku benar. Dia bertamu ke rumah nenek. Dan nenek sudah menunggu di depan pintu. Apa nenek tidak tau aku bisa melihat yang dia lihat? Ah sudahlah. Yang penting sekarang bagaimana cara membawa Dimas ke rumah dan di izinkan nenek.

"Sa... itu rumah nenek mu?" Dimas bertanya.

"hmm," kataku sambil menganggukkan kepala.

"hah..." Dimas mendesah, sepertinya dia mulai terbiasa dengan sikap dinginku. Setelah bertanya dia memilih diam dan tak bersuara lagi.

Setelah hantu itu masuk nenek mengalihkan pandangannya padaku, dan dia tersenyum(senyum yang sangat aneh).

"Kau membawa tamu Risa?" Tanya nenek yang masih mantap tegak di ambang pintu.

"Ee... iya nek, dia tersesat di sekitar sini, jadi aku bawa saja ke rumah," jawabku sekenanya.

"Bagus.... bawa dia masuk, kamarnya yang ada di depan kamar mu. Kamar itu kosong," kata nenek sambil menatap Dimas. Dimas yang di tatap tersenyum canggung.

"Nama saya Dimas nek," mengenalkan namanya tanpa di tanya.

"Ya... masuklah," wajah cuek nenek muncul lagi.

Terpopuler

Comments

Ratu Mutiarasari

Ratu Mutiarasari

mudah"an dimas selamat ga disantap nenek

2022-10-06

1

Wartin Kusmawati

Wartin Kusmawati

lanjut

2022-01-26

1

ani nurhaeni

ani nurhaeni

haduuhh jadii keenakan niih ci nene dapat tumbal nya 2

2021-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2 Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3 teman baru
4 teman baru 2
5 Tamu Pertama
6 Siapa yang jahat?
7 Tentang Sherly
8 Tamu Manusia
9 Tamu Manusia 2
10 Ketahuan?
11 batin Rani
12 Dimas Incarannya?
13 Sherly dan Rani
14 Nenek Intan dan Nenek Kintan
15 Masalalu Yang Terbongkar
16 Dia Iblis
17 Siapa Pelakunya?
18 Ruangan Tersembunyi
19 Dia Bukan Manusia Lagi
20 Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21 Kita Ketemu
22 Awal Konflik
23 Kedatangan Kelvin dan Rudi
24 Pertemuan Kakak dan Adik
25 Rani Sendiran
26 Teror
27 Teror 2
28 Was - Was
29 Rencana Penyelamatan Diri
30 Rencana Penyelamatan Diri 2
31 Rencana Penyelamatan Diri 3
32 Perubahan Rani
33 Raksasa
34 Izin ya
35 Perlawanan Rani
36 Perlawanan Rani 2
37 perlawanan Rani 3
38 pengumuman
39 Menghadapi masalah
40 Rani mulai bertindak
41 Memulai perjalanan
42 Bertemu Denis
43 Denis dan Rani
44 Kebenaran sesungguhnya
45 Ocha
46 Ocha 2
47 Ocha 3
48 Ocha 4
49 Rencana di Mulai
50 Pengganggu!
51 Ocha Pulang
52 Sudah Waktunya
53 Kembali ke Titik awal
54 Di Mulai
55 Kembali ke Rumah Itu
56 Masuk!
57 Masuk! 2
58 Masuk!3
59 Masuk! 4
60 Akhir dari semuanya
61 Rencana Rani
62 Rencana Rani 2
63 Selesaikah?
64 Berakhir
65 Pulang
66 Sapa Author
67 Dia ikut pulang
68 Hari Baru Dengan Masalah Baru
69 Tentang Risa
70 Piano Berdarah
71 Mimpi
72 Mimpi 2
73 Mimpi 3
74 Masalalu Yang Terbongkar
75 Hasil Menjelajahi Masalalu
76 Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77 Identitas S
78 Kontrak
79 Masalah Lagi?
80 Kehadiran Ahmad
81 Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82 Gadis berkerudung hitam
83 Dia Mengenalinya
84 Teka-teki Baru, Masalah Baru
85 Pria Berponi
86 Nathan
87 Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88 Kunci kompas
89 Isi Kotak Nathan
90 Bertemu Titik Terang?
91 S
92 Dosa S
93 Rahasia Di Masalalu
94 Perkenalan Dengan Ahmad
95 Rencana keberangkatan
96 Kembali ke Kampung
97 pengumuman
98 Gadis di luar kamar
99 Pertemuan
100 Luka Lama Yang Terbuka
101 Cerita dari Liya
102 Bertemu Bima
103 Bertemu Bima
104 Bertemu Bima 2
105 Terbongkar 1
106 Terbongkar 2
107 Terbongkar 3
108 Terbongkar 4
109 Terbongkar 5
110 terbongkar 6
111 Terbongkar 7
112 Maaf
113 Terbongkar 8
114 Alasan di balik semua masalah
115 Wanita misterius
116 Ibu Liya
117 Ibu Liya
118 perjalanan
119 Bertemu mama Liya
120 Akhir Dari Masalah Liya
121 Akhir Dari Masalah Liya 2
122 Akhir dari Masalah Liya 3
123 Mereka Pulang
124 Pria Pemain Piano - Episode 1
125 Pria Pemain Piano - epsiode 2
126 Pria Pemain Piano - Episode 3
127 Pria Pemain Piano - Episode 4
128 Pria Pemain Piano - Episode 5
129 Pria Pemain Piano - Episode 6
130 Pria Pemain Piano - Episode 7
131 Pria Pemain Piano - Episode 8
132 Pria Pemain Piano - Episode 9
133 Pria Pemain Piano - Episode 10
134 Pria Pemain Piano - Episode 11
135 Pria Pemain Piano - Episode 12
136 Pria Pemain Piano - Episode 13
137 Pria Pemain Piano - Episode 14
138 Pria Pemain Piano - Episode 15
139 Pria Pemain Piano - Episode 16
140 Pria Pemain Piano - Episode 17
141 pengumuman
142 Pria Pemain Piano - Episode 17
143 Pria Pemain Piano - Episode 18
144 19
145 20
146 21
147 22
148 23
149 24
150 25
151 26
152 27
153 28
154 29
155 30
156 31
157 32
158 33
159 34
160 Author
161 35
162 36
163 37
164 38
165 39
166 40
167 41
168 42
169 43
170 44
171 45
172 46
173 47
174 48
175 49
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2
Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3
teman baru
4
teman baru 2
5
Tamu Pertama
6
Siapa yang jahat?
7
Tentang Sherly
8
Tamu Manusia
9
Tamu Manusia 2
10
Ketahuan?
11
batin Rani
12
Dimas Incarannya?
13
Sherly dan Rani
14
Nenek Intan dan Nenek Kintan
15
Masalalu Yang Terbongkar
16
Dia Iblis
17
Siapa Pelakunya?
18
Ruangan Tersembunyi
19
Dia Bukan Manusia Lagi
20
Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21
Kita Ketemu
22
Awal Konflik
23
Kedatangan Kelvin dan Rudi
24
Pertemuan Kakak dan Adik
25
Rani Sendiran
26
Teror
27
Teror 2
28
Was - Was
29
Rencana Penyelamatan Diri
30
Rencana Penyelamatan Diri 2
31
Rencana Penyelamatan Diri 3
32
Perubahan Rani
33
Raksasa
34
Izin ya
35
Perlawanan Rani
36
Perlawanan Rani 2
37
perlawanan Rani 3
38
pengumuman
39
Menghadapi masalah
40
Rani mulai bertindak
41
Memulai perjalanan
42
Bertemu Denis
43
Denis dan Rani
44
Kebenaran sesungguhnya
45
Ocha
46
Ocha 2
47
Ocha 3
48
Ocha 4
49
Rencana di Mulai
50
Pengganggu!
51
Ocha Pulang
52
Sudah Waktunya
53
Kembali ke Titik awal
54
Di Mulai
55
Kembali ke Rumah Itu
56
Masuk!
57
Masuk! 2
58
Masuk!3
59
Masuk! 4
60
Akhir dari semuanya
61
Rencana Rani
62
Rencana Rani 2
63
Selesaikah?
64
Berakhir
65
Pulang
66
Sapa Author
67
Dia ikut pulang
68
Hari Baru Dengan Masalah Baru
69
Tentang Risa
70
Piano Berdarah
71
Mimpi
72
Mimpi 2
73
Mimpi 3
74
Masalalu Yang Terbongkar
75
Hasil Menjelajahi Masalalu
76
Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77
Identitas S
78
Kontrak
79
Masalah Lagi?
80
Kehadiran Ahmad
81
Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82
Gadis berkerudung hitam
83
Dia Mengenalinya
84
Teka-teki Baru, Masalah Baru
85
Pria Berponi
86
Nathan
87
Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88
Kunci kompas
89
Isi Kotak Nathan
90
Bertemu Titik Terang?
91
S
92
Dosa S
93
Rahasia Di Masalalu
94
Perkenalan Dengan Ahmad
95
Rencana keberangkatan
96
Kembali ke Kampung
97
pengumuman
98
Gadis di luar kamar
99
Pertemuan
100
Luka Lama Yang Terbuka
101
Cerita dari Liya
102
Bertemu Bima
103
Bertemu Bima
104
Bertemu Bima 2
105
Terbongkar 1
106
Terbongkar 2
107
Terbongkar 3
108
Terbongkar 4
109
Terbongkar 5
110
terbongkar 6
111
Terbongkar 7
112
Maaf
113
Terbongkar 8
114
Alasan di balik semua masalah
115
Wanita misterius
116
Ibu Liya
117
Ibu Liya
118
perjalanan
119
Bertemu mama Liya
120
Akhir Dari Masalah Liya
121
Akhir Dari Masalah Liya 2
122
Akhir dari Masalah Liya 3
123
Mereka Pulang
124
Pria Pemain Piano - Episode 1
125
Pria Pemain Piano - epsiode 2
126
Pria Pemain Piano - Episode 3
127
Pria Pemain Piano - Episode 4
128
Pria Pemain Piano - Episode 5
129
Pria Pemain Piano - Episode 6
130
Pria Pemain Piano - Episode 7
131
Pria Pemain Piano - Episode 8
132
Pria Pemain Piano - Episode 9
133
Pria Pemain Piano - Episode 10
134
Pria Pemain Piano - Episode 11
135
Pria Pemain Piano - Episode 12
136
Pria Pemain Piano - Episode 13
137
Pria Pemain Piano - Episode 14
138
Pria Pemain Piano - Episode 15
139
Pria Pemain Piano - Episode 16
140
Pria Pemain Piano - Episode 17
141
pengumuman
142
Pria Pemain Piano - Episode 17
143
Pria Pemain Piano - Episode 18
144
19
145
20
146
21
147
22
148
23
149
24
150
25
151
26
152
27
153
28
154
29
155
30
156
31
157
32
158
33
159
34
160
Author
161
35
162
36
163
37
164
38
165
39
166
40
167
41
168
42
169
43
170
44
171
45
172
46
173
47
174
48
175
49

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!