Rudi dan Rani berjalan segera menemui pak RT bersama warga lainnya. Rani melihat para tetangga nenek yang kelihatan sangat kelelahan mencari kakaknya, mereka semua terduduk bahkan ada yang berbaring di atas rerumputan. Dan senter masih dalam keadaan menyala. Kecuali pak RT, dia masih berdiri dengan sekali-kali memperhatikan sekitar mereka, was-was kalau ada hewan liar.
"Pak, kami sudah selesai" Rudi berdiri di depan pak RT dengan masih menggenggam tangan adiknya.
"Jadi bagaimana? kalian dapat petunjuk?" Tanya pak RT penasaran.
"Sudah pak, Kakak baik-baik saja, tapi dia sedang tidak di dunia kita" Kata Rani menjelaskan.
"Lalu bagaimana nak Rani? Kita pulang saja?" Pak RT mulai terlihat cerah, akhirnya mereka tau Risa baik-baik saja.
"Iya pak, lebih baik kita pulang, dan hubungi rombongan yang lain untuk segera mengakhiri pencarian" Kata Rudi dengan tegas. Pak RT mengangguk mengerti dan segera memberi intruksi kepada warganya lalu merogoh kantongnya mengambil handphonenya dan segera menghubungi tim lain untuk segera pulang.
Saat mereka akan pulang Rani tiba-tiba berteriak histeris lalu terjongkok sambil menutup mukanya ketakutan. Rudi dan warga yang ikut kaget lalu segera mengerumuni Rani bertanya-tanya ke satu sama lain, ada apa dengannya?. Rudi memeluk adiknya menenangkan bocah SD itu. Pak RT lalu bertanya padanya.
"Kamu kenapa nak? apa yang buat kamu kaget?" Muka pak RT khawatir takut Rani kenapa-napa.
"Itu.... itu... ada hantu tanpa kepala... kak darahnya banyak banget" badan Rani menggigil hebat. Rudi terus menenangkan adiknya. Dan warga lain termasuk pak RT kaget bukan main dan Mulai was-was.
"lebih baik kita segera pergi dari sini, kalau sudah ada dia maka tempat ini tidak akan aman" Pak RT lalu memerintah semua warga untuk bergegas keluar hutan. Rani dan Rudi hanya menurut dan ikut berlari tergesa-gesa keluar dari hutan.
***
Setelah semua warga berkumpul di depan rumah Nek Intan mereka satu persatu izin 0amit pulang hingga hanya meninggalkan orang tua Risa, Nek Intan, Rudi, Rani,Kelvin dan Pak RT.
"Apa petunjuk yang kalian dapatkan?" Ayah Risa langsung bertanya setelah semua duduk di ruang tamu. Rudi langsung menatap ke arah Rani, tapi sepertinya Rani masih syok saat melihat hantu yang dia bilang tidak ada kepalanya. Muka Rani terlihat pucat dan tubuhnya masih menggigil,ibu memeluk Rani dan nenek segera menyodorkan air minum kepada cucunya itu.
"Rani kelihatannya masik Syok, kita tunggu dia baikan dulu ya yah" Kata ibu. Rani lalu menggenggam tangan ibunya setelah dia merasa mendingan.
"Nek, Rani mau nanya, Apa nenek punya saudara?" Pertanyaan pertama Rani pun keluar.
"Iya ada, namanya Kintan, tapi semenjak kejadian itu dia tidak terlihat lagi" Muka nenek berubah sedih, seperti ada kejadian yang tidak mengenakkan yang pernah terjadi.
"Kemana Nek Kintan itu Nek?" Kini Rudi yang bertanya.
Nenek masih terdiam belum bersuara,melihat nek Intan yang tetap diam, Pak RT menawarkan diri untuk menjelaskan.
"Kalau begitu saya saja yang menceritakannya ya?" Tanya pak RT kepada wajah-wajah yang penasaran itu. Semua mengangguk setuju termasuk nenek.
"Waktu 18 tahun yang lalu, semuanya bermula. Setelah buk Intan kehilang suaminya dia hidup bersama buk Kintan, kembaran buk Intan. Selama hidup bersama Kakaknya itu,ibuk Intan merasa tidak nyaman dengan suami Kintan, Pak Tarjo. Beliau pribadi yang pendiam dan tidak ramah sama sekali, bahkan memiliki temperamen yang kasar baik itu kepada orang lain dan buk Intan. Kintan merasa tak terima dengan prilaku suaminya itu dan mulai bertengkar karena sifat pak Tarjo yang tak pernah mau mendengarkan pendapat siapapun. Buk Intan merasa tak enakan dan memilih untuk keluar dari rumah itu, karena takut perkelahian mereka makin menjadi-jadi. Tapi setelah Intan pergi dari rumah itu, ada seseorang yang tak terima dengan itu. Dia tidak suka melihat Intan di marahi setiap hari hingga pergi dari rumah orang tua Intan dan Kintan. Orang itu tak lain adalah abang saya, Bang Aldo. Dia telah lama menyukai buk Intan. Bisa dibilang cukup terobsesi. setelah suaminya meninggal bang Aldo semakin berusaha mendekati Buk Intan. Namun Tarjo selalu menghalangi mereka dan Buk Intan juga sebenarnya tidak suka dengan Bang Aldo. Tapi karena terlanjur terobsesi dia tak menghiraukan perasaan Buk Intan sedikit pun. Hingga mengundang ke geraman Tarjo. Tarjo selalu memukul bang Aldo setiap datang ke rumah, dan ternyata hal itu mengundang dendam di hati Aldo. Sampai hal yang paling tidak di inginkan itu terjadi" Pak RT menarik nafasnya panjang. Tenggorokannya terasa tercekat. Tak kuat membayangkan apa yang terjadi waktu itu.
Yang lain mengerti dan membiarkan pak RT tenang sebelum melanjutkan cerita. Sedangkan Nek Intan pipinya sudah basah karena air mata yang terus menetes dari pelupuk matanya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Zeety Zola
wah seru nih
2022-11-01
1
Raini Sapitri
Jd mgk kintan mau balas dendam x ya. Trs yg kepala nya buntung itu mgk Tarjo atau bang aldo ????
Penasaran bgt nich ceritanya
2021-06-05
1
Riska Arma
ini gara" bapak ny yg koplak..
2021-02-03
1