Dia Bukan Manusia Lagi Part 2

"Baiklah," Sherly mengalah dan terbang kembali berdiri di sampingku. Tapi dia tidak mengubah wujudnya yang menyeramkan itu. Aku mulai mual tapi sepertinya sudah terbiasa membuatku bisa menahan isi perut yang ingin keluar. Sedangkan Ocha, dia masih meringkuk ketakutan di sebelahku.

"Mengapa kau membawa ku kemari?" Tanya ku pada Sherly tapi beralih mendekati Ocha. Memegang tangannya berusaha untuk menenangkan gadis pengecut ini. Tapi bukannya merasakan simpatiku dia malah menepis tanganku dengan kasar.

"Jangan sentuh aku, Kau pasti salah satu teman pembunuh itu," kata Ocha kini menatapku sinis.

"Hey, jangan menuduhku sembarangan ya," aku geram di buatnya, awalnya aku berniat baik malah di bentak. Manusia tak tau terimakasih.

"Buktinya, kau berteman dengan hantu itu," dia menunjuk ke arah Sherly.

"AAA...SAKIT LEPASKAN, AAA..." Sherly memutar jari telunjuk Ocha yang menunjuk ke arahnya.

"Manusia satu ini!! Jangan sekali-kali kau berani membentakku. Apalagi menunjuk ke arahku dengan jari murahan mu ini," Sherly mendorong tangan Ocha dengan kuat hingga badan Ocha terpental jatuh ke tanah. Aku yang ada di sana hanya menonton apa yang di lakukan Sherly, Jujur aku juga muak jika di tuduh sebagai seorang pembunuh. Lagian pula yang di perbuat Sherly kepada Ocha belum seberapa dari pada apa yang sudah dia lakukan kepadaku. Untung cuman jarinya yang sakit. Sedangkan aku sudah di banting berkali-kali dan juga di cekik. Dia masih belum seberapa.

"Kau tidak ingin membantu ku bodoh??? Hah... Iyaa... mana mungkin kau membantuku, kau kan temannya pembunuh itu," kata Ocha sinis kepadaku.

"AISH... Perempuan satu ini!!! Ocha... Jaga mulut mu itu ya... Aku juga korban disini. Dan jangan pernah merasa dirimu yang paling menyedihkan, Apa kau tau? Jika dibandingkan dengan mu Aku lebih tersiksa," kami mulai berdebat, dan Sherly berdiri sambil tersenyum. Tak ada niatan untuk menengahi.

"Mana yang lebih tersiksa hah?? Aku melihat temanku tinggal jasad yang sudah berlumuran darah, dan juga di kejar dengan pembunuh itu".

"Kalau begitu kau belum seberapa dari Risa," kata Sherly, Apa dia di pihak ku?.

"Apanya yang belum seberapa?" Ocha sepertinya sudah hilang akal, dia membentak hantu tak punya hati itu.

"Kau hanya di kejar pembunuh tapi tidak terbunuhkan? Kau melihat temanmu tewas tapi meninggalkannya begitu saja, tanpa ada niat menguburnya sedangkan Risa, dia bahkan tak mengenal temanmu itu tapi dia meminta untuk menguburkan temanmu, kalau kita lihat dari sudut pandang itu siapa pembunuhnya? Kamu yang tanpa rasa iba membiarkan jasad temanmu tergeletak disitu saja dan tak memikirkan bagaimana nanti jika jasadnya di makan binatang buas, Atau Risa yang ikut serta kelelahan menguburkan jasad itu layaknya manusia yang punya hati?" Kata Sherly menjelaskan. Kalau seperti itu berarti Sherly mengikuti kami dari awal.

"Tutup mulutmu hantu menjijikkan," kata Ocha yang langsung di sambut cekikan oleh Sherly.

"Ingat manusia, kau cuman di kejar tanpa di bunuh sedangkan Risa... dia tinggal dengan pembunuh itu, mungkin nyawanya dalam bahaya selama ini," aku terkejut mendengarkan penuturan Sherly, aku tinggal dengan pembunuh? Maksudnya orang yang membunuh Liam adalah nenek tua itu? Yang benar saja?.

Sedangkan Ocha bersusah payah melepaskan cekikan Sherly di lehernya.

"UHUK...UHUK..." Aku yang mendengar Ocha terbatuk baru sadar kalau Sherly masih mencekiknya.

Aku mendecak kesal. "Ck... sudahlah Sherly, bagaimana kalau dia mati? Lalu apa bedanya kamu dengan nenek itu?" Mendengar penuturanku Sherly melepaskan tangannya di leher Ocha.

"Sekarang kau selamat, tapi belum tentu nanti," lalu dia tertawa dengan mulut sobeknya itu. Aku dan Ocha memalingkan pandangan, mengerikan jika harus melihat mulutnya.

" Lari... kalian lari..." Dimas tiba-tiba datang ke arah kami sambil berteriak.

"Ada apa kak?" Aku memegang tangannya yang sangat dingin di tambah wajahnya yang pucat.

"Nenek itu, dia yang membunuh kedua mayat itu," Dimas menjelaskannya dengan nafas yang belum seutuhnya masuk dengan teratur.

"Aku sudah curiga dengan mu Risa... Ternyata benar, kau sudah bertemu dengan Sherly", Nenek itu tiba-tiba muncul di balik semak-semak dengan memegang tengkorak di kedua tangannya.

"Nenek sialan, itu kepalaku jangan kau sentuh," aku,Dimas dan Ocha tersentak kaget, Jadi mayat yang ada di situ adalah jasadnya Sherly? Kalau begitu yang satunya lagi pasti hantu muka bolong. Sherly terbang ke arah nenek tua itu dan mencekiknya, sehingga tangan nenek itu melepaskan tengkorak itu dan menggelinding ke tanah.

"Kalian lari..." Kata Sherly pada kami, Tapi bukannya lari kami malah terpaku di sana, apakah itu akhir dari kehidupan nenek?.

"Bodoh... kalian kira aku akan membunuhnya? Tentu saja tidak! Jadi sekarang kalian lari. Biar aku tahan dia untuk beberapa saat", Mendengar penuturan Sherly kami bertiga langsung lari mengambil langkah seribu. Entah kemana kami harus pergi, yang pasti sekarang harus menjauh dari nenek tua itu.

***

Setelah merasa cukup jauh kami berhenti di dekat sungai. "Kenapa Sherly tidak mau membunuh nenek itu?" Tanya Ocha geram.

"Pasti ada alasannya" Dimas kali ini sok bijaksana.

"Terus kita mau kemana sekarang?" Ocha merengek lagi. Hah... Kalau lebih lama lagi aku bersama perempuan cerewet ini bisa pecah kepalaku.

"Kita tunggu Sherly saja," kataku dengan nada dingin. Lalu memilih duduk di salah satu batu sungai.

"Kau gila... Kenapa kita harus menunggu Hantu itu. Dia hampir membunuhku. Kau mungkin tidak tau bagaimana rasanya di cekik hantu seperti ku tadikan? Makanya kau bodoh amat?" Kata Ocha dengan nada tinggi.

" Ocha... Bisakah kau tidak usah berbicara tentangku seolah-olah kau tau.. Semua yang kau katakan tentang ku tidak ada yang benar. Jika kau tanya apa aku pernah di cekik hantu, aku sudah merasakannya dua kali. Bahkan bukan hanya di cekik tapi juga di banting seperti bola basket. Jadi jangan merasa dirimu paling menyedihkan oke??" Aku menatap mata gadis itu dengan tatapan tidak suka. Dimas yang mendengar pertengkaran kami, tidak bisa apa-apa. Lagian sekarang mulut lebarnya si Ocha itu sudah bungkam karena penjelasanku tadi.

"Dasar wanita yang suka melebih-lebihkan," batinku.

"Kalian disini," kami bertiga terperanjat kaget. Astaga dasar hantu, datang tak bilang-bilang dulu. Itu adalah Sherly.

"Kenapa kau tak mau membunuh nenek itu?" Sepertinya Ocha bukan hanya suka bicara omong kosong tapi juga kepo tingkat akut,mulai dari mengikutiku diam-diam dan sekarang menanyakan hal yang sama dua kali.

"Hmm.. kalau aku membunuhnya dia hanya akan jadi hantu. Malah akan dengan gampang buatnya untuk mencari tumbal lagi. Bukannya berakhir. Masalah akan semakin besar. Jadi lebih baik sekarang kalian fokus untuk membakar Hantu tanpa kepala itu. Karena cuman itu kunci dari semua masalah ini." Jelas Sherly pada kami bertiga.

"Hantu yang sering datang ke rumahnya itu?" Tanyaku memastikan.

"Iya Risa... Dia adalah suami dari Kintan," jawaban Sherly cukup menbuatku kaget. Sedangkan Ocha dan Dimas hanya mendengarkan tanpa mengerti arah pembicaraan.

Terpopuler

Comments

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

gaush pke visual thor seremmmm

2022-03-11

1

Raini Sapitri

Raini Sapitri

Aduuhhh ... itu visual nya ngapah sereeeem bgt sich. Mana skrg sdh jm 00.12 tengah malam.
Sdh ceritanya seraaam dan makin nambah seraaam. Beneran takut bgt ini 😱😱😱😨😨😨🙀🙀

2021-06-05

1

Nur Minten

Nur Minten

klo mlm mgkn ga berani baca 🤭

2021-05-07

1

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2 Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3 teman baru
4 teman baru 2
5 Tamu Pertama
6 Siapa yang jahat?
7 Tentang Sherly
8 Tamu Manusia
9 Tamu Manusia 2
10 Ketahuan?
11 batin Rani
12 Dimas Incarannya?
13 Sherly dan Rani
14 Nenek Intan dan Nenek Kintan
15 Masalalu Yang Terbongkar
16 Dia Iblis
17 Siapa Pelakunya?
18 Ruangan Tersembunyi
19 Dia Bukan Manusia Lagi
20 Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21 Kita Ketemu
22 Awal Konflik
23 Kedatangan Kelvin dan Rudi
24 Pertemuan Kakak dan Adik
25 Rani Sendiran
26 Teror
27 Teror 2
28 Was - Was
29 Rencana Penyelamatan Diri
30 Rencana Penyelamatan Diri 2
31 Rencana Penyelamatan Diri 3
32 Perubahan Rani
33 Raksasa
34 Izin ya
35 Perlawanan Rani
36 Perlawanan Rani 2
37 perlawanan Rani 3
38 pengumuman
39 Menghadapi masalah
40 Rani mulai bertindak
41 Memulai perjalanan
42 Bertemu Denis
43 Denis dan Rani
44 Kebenaran sesungguhnya
45 Ocha
46 Ocha 2
47 Ocha 3
48 Ocha 4
49 Rencana di Mulai
50 Pengganggu!
51 Ocha Pulang
52 Sudah Waktunya
53 Kembali ke Titik awal
54 Di Mulai
55 Kembali ke Rumah Itu
56 Masuk!
57 Masuk! 2
58 Masuk!3
59 Masuk! 4
60 Akhir dari semuanya
61 Rencana Rani
62 Rencana Rani 2
63 Selesaikah?
64 Berakhir
65 Pulang
66 Sapa Author
67 Dia ikut pulang
68 Hari Baru Dengan Masalah Baru
69 Tentang Risa
70 Piano Berdarah
71 Mimpi
72 Mimpi 2
73 Mimpi 3
74 Masalalu Yang Terbongkar
75 Hasil Menjelajahi Masalalu
76 Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77 Identitas S
78 Kontrak
79 Masalah Lagi?
80 Kehadiran Ahmad
81 Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82 Gadis berkerudung hitam
83 Dia Mengenalinya
84 Teka-teki Baru, Masalah Baru
85 Pria Berponi
86 Nathan
87 Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88 Kunci kompas
89 Isi Kotak Nathan
90 Bertemu Titik Terang?
91 S
92 Dosa S
93 Rahasia Di Masalalu
94 Perkenalan Dengan Ahmad
95 Rencana keberangkatan
96 Kembali ke Kampung
97 pengumuman
98 Gadis di luar kamar
99 Pertemuan
100 Luka Lama Yang Terbuka
101 Cerita dari Liya
102 Bertemu Bima
103 Bertemu Bima
104 Bertemu Bima 2
105 Terbongkar 1
106 Terbongkar 2
107 Terbongkar 3
108 Terbongkar 4
109 Terbongkar 5
110 terbongkar 6
111 Terbongkar 7
112 Maaf
113 Terbongkar 8
114 Alasan di balik semua masalah
115 Wanita misterius
116 Ibu Liya
117 Ibu Liya
118 perjalanan
119 Bertemu mama Liya
120 Akhir Dari Masalah Liya
121 Akhir Dari Masalah Liya 2
122 Akhir dari Masalah Liya 3
123 Mereka Pulang
124 Pria Pemain Piano - Episode 1
125 Pria Pemain Piano - epsiode 2
126 Pria Pemain Piano - Episode 3
127 Pria Pemain Piano - Episode 4
128 Pria Pemain Piano - Episode 5
129 Pria Pemain Piano - Episode 6
130 Pria Pemain Piano - Episode 7
131 Pria Pemain Piano - Episode 8
132 Pria Pemain Piano - Episode 9
133 Pria Pemain Piano - Episode 10
134 Pria Pemain Piano - Episode 11
135 Pria Pemain Piano - Episode 12
136 Pria Pemain Piano - Episode 13
137 Pria Pemain Piano - Episode 14
138 Pria Pemain Piano - Episode 15
139 Pria Pemain Piano - Episode 16
140 Pria Pemain Piano - Episode 17
141 pengumuman
142 Pria Pemain Piano - Episode 17
143 Pria Pemain Piano - Episode 18
144 19
145 20
146 21
147 22
148 23
149 24
150 25
151 26
152 27
153 28
154 29
155 30
156 31
157 32
158 33
159 34
160 Author
161 35
162 36
163 37
164 38
165 39
166 40
167 41
168 42
169 43
170 44
171 45
172 46
173 47
174 48
175 49
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Pulang Kampung - Episode 1 perdebatan
2
Pulang Kampung - Episode 2 bertemu nenek
3
teman baru
4
teman baru 2
5
Tamu Pertama
6
Siapa yang jahat?
7
Tentang Sherly
8
Tamu Manusia
9
Tamu Manusia 2
10
Ketahuan?
11
batin Rani
12
Dimas Incarannya?
13
Sherly dan Rani
14
Nenek Intan dan Nenek Kintan
15
Masalalu Yang Terbongkar
16
Dia Iblis
17
Siapa Pelakunya?
18
Ruangan Tersembunyi
19
Dia Bukan Manusia Lagi
20
Dia Bukan Manusia Lagi Part 2
21
Kita Ketemu
22
Awal Konflik
23
Kedatangan Kelvin dan Rudi
24
Pertemuan Kakak dan Adik
25
Rani Sendiran
26
Teror
27
Teror 2
28
Was - Was
29
Rencana Penyelamatan Diri
30
Rencana Penyelamatan Diri 2
31
Rencana Penyelamatan Diri 3
32
Perubahan Rani
33
Raksasa
34
Izin ya
35
Perlawanan Rani
36
Perlawanan Rani 2
37
perlawanan Rani 3
38
pengumuman
39
Menghadapi masalah
40
Rani mulai bertindak
41
Memulai perjalanan
42
Bertemu Denis
43
Denis dan Rani
44
Kebenaran sesungguhnya
45
Ocha
46
Ocha 2
47
Ocha 3
48
Ocha 4
49
Rencana di Mulai
50
Pengganggu!
51
Ocha Pulang
52
Sudah Waktunya
53
Kembali ke Titik awal
54
Di Mulai
55
Kembali ke Rumah Itu
56
Masuk!
57
Masuk! 2
58
Masuk!3
59
Masuk! 4
60
Akhir dari semuanya
61
Rencana Rani
62
Rencana Rani 2
63
Selesaikah?
64
Berakhir
65
Pulang
66
Sapa Author
67
Dia ikut pulang
68
Hari Baru Dengan Masalah Baru
69
Tentang Risa
70
Piano Berdarah
71
Mimpi
72
Mimpi 2
73
Mimpi 3
74
Masalalu Yang Terbongkar
75
Hasil Menjelajahi Masalalu
76
Pertemuan Pertama Risa dengan Liya
77
Identitas S
78
Kontrak
79
Masalah Lagi?
80
Kehadiran Ahmad
81
Rahasia Di Balik Tusuk Rambut
82
Gadis berkerudung hitam
83
Dia Mengenalinya
84
Teka-teki Baru, Masalah Baru
85
Pria Berponi
86
Nathan
87
Antara Kunci Rudi dan Kotak Nathan
88
Kunci kompas
89
Isi Kotak Nathan
90
Bertemu Titik Terang?
91
S
92
Dosa S
93
Rahasia Di Masalalu
94
Perkenalan Dengan Ahmad
95
Rencana keberangkatan
96
Kembali ke Kampung
97
pengumuman
98
Gadis di luar kamar
99
Pertemuan
100
Luka Lama Yang Terbuka
101
Cerita dari Liya
102
Bertemu Bima
103
Bertemu Bima
104
Bertemu Bima 2
105
Terbongkar 1
106
Terbongkar 2
107
Terbongkar 3
108
Terbongkar 4
109
Terbongkar 5
110
terbongkar 6
111
Terbongkar 7
112
Maaf
113
Terbongkar 8
114
Alasan di balik semua masalah
115
Wanita misterius
116
Ibu Liya
117
Ibu Liya
118
perjalanan
119
Bertemu mama Liya
120
Akhir Dari Masalah Liya
121
Akhir Dari Masalah Liya 2
122
Akhir dari Masalah Liya 3
123
Mereka Pulang
124
Pria Pemain Piano - Episode 1
125
Pria Pemain Piano - epsiode 2
126
Pria Pemain Piano - Episode 3
127
Pria Pemain Piano - Episode 4
128
Pria Pemain Piano - Episode 5
129
Pria Pemain Piano - Episode 6
130
Pria Pemain Piano - Episode 7
131
Pria Pemain Piano - Episode 8
132
Pria Pemain Piano - Episode 9
133
Pria Pemain Piano - Episode 10
134
Pria Pemain Piano - Episode 11
135
Pria Pemain Piano - Episode 12
136
Pria Pemain Piano - Episode 13
137
Pria Pemain Piano - Episode 14
138
Pria Pemain Piano - Episode 15
139
Pria Pemain Piano - Episode 16
140
Pria Pemain Piano - Episode 17
141
pengumuman
142
Pria Pemain Piano - Episode 17
143
Pria Pemain Piano - Episode 18
144
19
145
20
146
21
147
22
148
23
149
24
150
25
151
26
152
27
153
28
154
29
155
30
156
31
157
32
158
33
159
34
160
Author
161
35
162
36
163
37
164
38
165
39
166
40
167
41
168
42
169
43
170
44
171
45
172
46
173
47
174
48
175
49

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!