20. Siapa dia??

"Siapa perempuan ini??" Batin Diandra masih memperhatikan perempuan asing itu memeluk tubuh Dewa yang masih bau amis air laut.

"Sudah lama kita tidak bertemu, ternyata kamu semakin taman Dewa" Diandra agak jijik dengan perempuan itu, memuji pria sambil meraba wajahnya seperti itu.

"Kenapa kamu disini??" Terdengar suara dingin dari Dewa.

"Kebetulan aku sedang berlibur disini, menenangkan diri setelah perceraian ku dengan Alex" Ucap perempuan itu dengan wajahnya yang tiba-tiba sendu.

Dewa tetap diam tak bergeming, berdiri membelakangi Diandra yang duduk di belakangnya.

"Dewa??" Panggil Diandra karena bosan dari tadi hanya melihat kedua orang itu.

Dewa baru teringat jika dia bersama Diandra yang tertidur setelah mendengar suara itu.

"Dee?? Kamu sudah bangun??" Diandra mengangguk.

"Dia siapa Dewa??" Tanya perempuan itu.

Dewa meraih tangan Diandra, membawanya berdiri di sampingnya.

"Dia Diandra istriku" Ucap Dewa tanpa melepaskan genggaman tangannya Diandra.

Walau sedikit terkejut tapi perempuan itu kemudian mengulas senyumnya.

"Ohh hay, aku Manda. Mantan teman dekat suami kamu ini" Ucap perempuan itu dengan senyumnya yang indah mengulirkan tangannya pada Diandra.

Diandra merasakan Dewa mengeratkan genggaman tangannya. Tak melepaskan tangannya untuk membalas uluran tangan Manda itu.

Diandra melirik Dewa di sampingnya, dia bisa melihat rahang dewa mengeras. Matanya menatap Manda dengan tajam, tapi Diandra tidak tau apa maksud dari tatapan itu.

Dengan wajah canggungnya Manda menarik kembali uluran tangannya.

"Kapan kalian menikah?? Kenapa kamu tidak mengundang ku Dewa??" Tanya Manda dengan wajahnya yang kembali ceria.

"Itu tidak penting!!" Jawab Dewa dengan ketus.

"Dewa kamu masih marah sama aku?? Maafkan aku Dewa, aku menyesal karena dulu lebih memilih Alex. Nyatanya dia sudah mengecewakanku, sampai akhirnya kita memutuskan berpisah. Jadi aku mohon maafkan aku. Dan aku harap hub...."

"Hentikan Manda!! Aku rasa aku harus segera membawa istriku kembali. Dia tampak kelelahan" Dewa menghentikan kalimat panjang Manda.

Lalu tanpa mempedulikan Manda lagi dia menarik Diandra untuk pergi menjauh dari sana.

Bahkan genggaman tangan Dewa yang mengerat itu tak memudar juga.

Dan tanpa Diandra dan Dewa lihat ternyata Manda memberikan senyuman penuh arti setelah kepergian mereka.

"Dewa pelan-pelan, aku tidak bisa mengimbangi langkahmu yang lebar itu" Ucap Diandra membuat Dewa tersadar seketika.

"Maafkan aku" Baru saat itu Dewa melepaskan tangannya. Bahkan terlihat sedikit memerah pada tangan Diandra.

"Sebenarnya siapa dia?? Kamu terlihat tidak menyukainya??" Diandra masih memperhatikan wajah Dewa yang tampak aneh itu, dia seperti marah namun tak bisa di lepaskan.

"Bukan siapa-siapa. Dia tidak penting!! Lebih kita segera pulang!!"

Diandra sadar ada sesuatu yang Dewa sembunyikan darinya. Tidak seperti saat kedatangan Tara waktu itu. Dewa langsung menjelaskan siapa Tara kepadanya, namun berbeda dengan Manda. Dewa seakan menutupi siapa Manda baginya.

Apalagi Diandra jelas mendengar Manda mengatakan jika dia mantan teman dekat Dewa.

"Apa dia mantan kekasihmu??" Pertanyaan Diandra menghentikan Dewa yang berjalan di depannya.

"Bisa tidak berhenti bertanya tentang dia?? Sudah ku katakan dia tidak penting!! Kepalaku sangat pusing saat ini, jadi bisakah kamu diam??" Diandra tampak terkejut dengan Dewa yang tiba-tiba menatapnya tajam dan suaranya yang naik beberapa oktaf.

Dewa tampak menarik nafas panjangnya sebelum melembutkan suaranya lagi.

"Ayo pulang sekarang, aku tidak enak badan" Dewa memang jujur, sejak tadi memang merasakan badannya gemetar dan kepalanya pusing. Tapi karena kedatangan Manda tadi membuatnya menahan rasa sakitnya itu.

"Iy-iya ayo pulang" Cicit Diandra. Dia takut Dewa akan meledak lagi jika dia tidak menuruti perkataannya.

Sesampainya di rumah, Dewa langsung membersihkan dirinya. Dan tanpa kata lagi Dewa langsung merebahkan dirinya ke ranjang.

Diandra tidak tau harus berbuat apa lagi. Dia juga bingung kenapa Dewa hanya diam seperti itu. Dia hanya duduk di tepi ranjang memperhatikan Dewa yang terbaring di sisi sebelahnya.

Diandra tau jika Dewa tidak tidur dan hanya memejamkan matanya saja, terlihat dari wajahnya yang gelisah dan kadang bergerak tak tenang.

Akhirnya Diandra memutuskan untuk turun, membuatkan Dewa secangkir teh mungkin akan membuat Dewa sedikit tenang. Diandra ingat jika tadi Dewa mengatakan jika dia tidak enak badan.

Diandra membuang wajahnya malas saat melihat Tara menghampirinya saat baru saja keluar dari kamar.

"Heh, kamu g*la ya??" Diandra melotot, dia tidak tau apa yang terjadi pada Tara hingga tiba-tiba mengumpatnya.

"Kau tidak tau jika Kak Dewa itu trauma sama yang namanya berenang di laut. Tapi dengan dodolnya kau meminta Kak Dewa menuruti keinginanmu yang tidak masuk akal itu??"

"Apa??" Diandra sama sekali tidak tau tentang hal itu.

Tanpa menunggu Tara mengeluarkan caciannya lagi Diandra kembali masuk ke dalam kamarnya. Tak lupa dia mengunci pintu kamarnya agar Tara tak menerobos masuk.

Diandra masih mendengar suara Tara yang tidak terima Diandra mengunci pintu kamarnya.

"Dewa??" Diandra duduk tepat di samping Dewa.

"Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu nggak bisa berenang di laut?? Sekarang kamu jadi sakit kaya gini" Diandra menyentuh kening Dewa yang terasa panas itu.

"Nggak papa, nanti anakku ileran kalau nggak dituruti" Jawab Dewa tanpa membuka matanya.

"Ya nggak harus mengorbankan kamu juga. Kalau tau kamu jadi kaya gini aku nggak bakalan minta kamu buat ambil kerang sendiri. Maafkan aku" Diandra tidak tau kenapa dia begitu sedih melihat Dewa seperti itu. Air matanya tiba-tiba lolos begitu saja.

"Aku nggak papa, kenapa kamu nangis??" Dewa membuka matanya dan mengusap air mata Diandra dengan ibu jarinya.

"Kamu sakit karena salahku" Jawab Diandra lirih.

"Ini hanya sebentar, setelah aku istirahat semua akan baik-baik saja" Jawab Dewa dengan suaranya yang mulai parau.

Diandra ingin beranjak namun Dewa menahannya.

"Mau kemana?? Bisakah kamu di sini saja, temani aku istirahat" Pinta Dewa menepuk kasur sebelahnya.

"Aku mohon" Pinta Dewa lagi karena Diandra tampak ragu menerima permintaan Dewa.

"Baiklah, tapi aku ambil minum dan obat penurun panas dulu ya??" Dewa mengangguk dan melepaskan tangan Diandra.

Diandra bergegas meninggalkan kamar mereka, menari Ely untuk menanyakan obat penurun panas untuk suaminya itu.

"Ely, apa kamu bisa memberiku obat penurun panas??"

"Siapa yang sakit??" Tanya Niko yang sudah ada di belakang Diandra.

"Dewa, dia demam. Kenapa kamu tidak melarangnya jika dia ternyata tidak bisa berenang di laut Nik??" Tanya Diandra pada asistem Dewa itu.

"Saya sudah melarangnya, tapi dia keras kepala. Dia tidak mau membuat anda kecewa Nyonya"

Diandra menghela nafasnya kasar, dia sadar jika dirinya salah. Tapi Dewa juga tidak bisa di bantah jika sudah mempunyai keinginan.

"Ya sudah aku kembali ke kamar dulu" Dewa meraih obat uang diberikan Ely, lalu membawa bersama air minum di tangannya.

"Nyonya, apa kerangnya di masak sekarang??" Tanya Ely sebelum Diandra benar-benar pergi.

"Iya, masak saja yang enak, nanti akan ku makan kalau Dewa sudah agak lebih baik" Diandra langsung pergi setelah mengatakan itu.

Dia berjalan buru-buru sampai tidak ingat jika dirinya sedang membawa sesuatu di dalam perutnya. Kakinya terasa ringan ingin segera sampai ke kamar.

"Dewa, ayo minum obat dulu!!" Diandra membangunkan Dewa yang terlelap itu.

Dewa hanya menurut, mengambil posisi setengah duduk dengan sikunya sebagai tumpuan.

"Apa mau aku kompres??" Tanya Diandra.

"Tidak usah, nanti setelah bangun tidur pasti sudah tidak demam lagi" Tolak Dewa membaringkan tubuh tingginya kembali.

Diandra masih diam duduk di tepi ranjang walau Dewa sudah kembali berbaring.

"Kenapa hanya diam di situ??" Tanya Dewa.

"Hah??" Diandra tidak tau apa yang di maksud Dewa.

Dewa mengisyaratkan Diandra dengan menepuk kasur di sebelahnya seperti tadi.

Dan barulah Diandra teringat dengan permintaan Dewa tadi. Dengan canggung Diandra berputar ke sisi ranjang yang lainnya. Walau setiap hari mereka tidur di ranjang yang sama, tapi tidak sedekat itu. Masih ada jarak antara mereka, bahkan guling juga menjadi pembatas mereka.

Diandra sudah berbaring di sebelah Dewa, tapi masih agak jauh darinya. Dia merasa gugup jika harus sedekat itu.

Tapi Dewa yang tidur terlentang tiba-tiba merubah posisinya menjadi menghadap Diandra. Dan dengan sekali tarikan Diandra sudah menempel pada dada bidang milik Dewa.

Lengan kekarnya di selipkan melewati leher Diandra agar menjadi bantalan bagi kepala Diandra. Memeluk tubuh Diandra yang mulai berisi di bagian perutnya dari samping.

Diandra tampak sedikit risih dengan apa yang di lakukan Dewa itu.

"Biarkan seperti ini dulu, setidaknya sampai aku bangun nanti. Aku butuh kamu Dee"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

dengan senang hati aku menuruti kemauan kamu Dewa... hanya memelukmu kan???

2023-10-04

2

Siti Halimatun

Siti Halimatun

butuh bgt dee

2023-09-27

2

Miss Typo

Miss Typo

semoga semua akan berubah menjadi indah
ah gk sabar aku menunggu saat itu tiba

2023-03-16

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!