13. Tiba-tiba dekat

Diandra menyusuri rumah besar itu, melihat ke setiap ruangan yang belum pernah ia masuki sebelumnya. Dia merasa suntuk karena terus berada di dalam kamar. Jadi dia memutuskan untuk melihat-lihat rumah itu secara keseluruhan.

Rumah yang di buat terbuka di bagian samping, membuat angin dari pantai bisa langsung berhembus masuk ke dalam rumah. Membuat tirai putih yang menghiasi rumah itu berterbangan tertiup angin.

Diandra memejamkan matanya menikmati sejuknya angin yang tidak pernah dia rasakan jika berada di kota besar.

Kemudian perhatian Diandra teralihkan pada sosok pria yang duduk membelakanginya di kejauhan.

Dari postur tubuhnya saja Diandra tau jika itu adalah Dewa. Karena rasa penasarannya Diandra berjalan mendekati Dewa.

"Jadi semua lukisan di ruang kerjamu itu hasil lukisan mu sendiri??" Diandra mengagetkan Dewa yang ternyata sedang menuangkan imajinasinya di atas sebuah kanvas.

Dewa sempat terkejut sampai menimbulkan satu coretan tak berarti di dalam lukisannya.

"Maaf mengejutkanmu" Diandra melihat-lihat semua hasil lukisan Dewa yang berjejer itu.

"Nggak papa masih bisa di perbaiki"

"Hasil lukisan mu bagus" Puji Diandra dengan jujur.

"Terimakasih, kamu orang ke empat yang memuji setelah kedua orang tuaku dan Niko. Karena tidak ada yang tau tentang hal ini"

"Niko??" Diandra mengerutkan keningnya.

"Dia asistenku" Jawan Dewa yang mengerti wajah kebingungan Diandra itu.

"Ohh. Terus kenapa kamu nggak jadi pelukis aja?? Kenapa memilih menjadi penerus Papamu?"

"Untuk sementara ini, Papaku itu Papa mertua kamu Dee. Jadi panggil dengan semestinya" Tegur Dewa yang sedikit kecewa karena Diandra masih saja tidak mau menganggapnya sebagai seorang suami.

"Iya maaf" Cicit Diandra.

"Aku memilih menggantikan Papa karena aku harus. Karena aku anak satu-satunya dan aku menyayangi kedua orang tuaku. Biarkan Papa menghabiskan waktu bersama Mama, dan aku yang akan mengurus semuanya"

"Ternyata dia anak yang berbakti. Tapi kenapa dia kejam seperti itu??" Batin Diandra.

Dewa kemudian beralih pada kanvasnya lagi. Melanjutkan apa yang dia lukis tadi.

"Apa mereka sudah tau tantang pernikahan kita??"

"Untuk saat ini belum" Jawab Dewa tak beralih menatap Diandra.

"Kenapa??" Tanya Diandra yang kembali ke samping Dewa. Memperhatikan pria itu mengoleskan kuasnya.

"Karena nanti Mama pasti akan mencincang ku kalau tau aku mengancam Ayahmu untuk mendapatkan mu" Jawaban Dewa membuat Diandra terkikik geli.

"Kenapa tertawa?? Kamu mengejekku??" Lirik Dewa dengan tajam.

"Tidak, aku hanya tidak menyangka. Ternyata pria kejam seperti mu takut juga sama Mama" Diandra memegang perutnya yang mulai kaku karen tertawa.

"Aku hanya takut tak masuk surga jika tidak berbakti" Celetuk Dewa seadanya.

"Tetap saja kamu tidak akan masuk surga karena sudah menyakitiku" Tiba-tiba Dewa menghentikan tangannya. Dia terlihat sedikit sendu dan Diandra hanya merutuki dirinya karena merasa salah bicara.

"Iya maaf soal itu, aku menyesal"

"Maaf aku tak bermaksud menyinggung masalah itu lagi" Sesal Diandra.

"Tidak papa, kamu benar kok. Aku sudah menyakitimu terlalu dalam. Aku minta maaf soal itu" Kini Dewa menatap wajah cantik yangs selalu menjadi objek melukisnya.

"Sudahlah lupakan!! Kamu mau nggak ajari aku melukis??" Diandra menarik bangku yang agak jauh darinya ke samping Dewa.

"Dengan senang hati" Dewa tersenyum bahagia, karena dengan begitu dia bisa lebih dekat dengan Diandra.

Dewa mulai mengajari Diandra bagaimana memulai membuat sebuah lukisan, menentukan objeknya, memilih warna yang sesuai dan masih banyak lagi yang Dewa jelaskan untuk pemula seperti Diandra.

"Gini caranya" Dewa memegang tangan Diandra untuk menunjukkan cara mengoleskan catnya pada kanvas.

Diandra yang sadar tangannya telah di genggam oleh Dewa itu merasa terkejut. Dia tidak tau kenapa jantungnya bisa berdetak tidak normal saat tangannya bersentuhan dengan Dewa.

"Kenapa denganku?? Apa aku masih takut dia menyentuhku lagi??" Batin Diandra.

"Maaf, nggak sengaja Dee" Dewa langsung melepaskan tangannya begitu tersadar.

"It's oke" Jawab Diandra dengan anggukan kepalanya.

Dewa membiarkan Diandra berimajinasi sendiri di atas kanvasnya. Sementara Dewa kembali fokus pada miliknya sendiri.

Diandra yang merasa geli melihat hasil lukisannya sendiri, terlihat aneh dan berantakan. Kemudian dia membandingkan dengan milik Dewa yang bersebelahan dengan miliknya itu.

Jelas berbeda jauh, terlihat Dewa sangat ahli dalam bidang itu. Lukisannya bahkan sangat detail. Dan setelah lukisan itu setengah jadi, baru Diandra sadar ternyata yang dilukis Dewa itu adalah wajahnya. Lagi-lagi dirinya yang dilukis Dewa. Padahal dia sudah melihat puluhan lukisan di ruangan kerja Dewa itu juga kebanyakan adalah dirinya.

"Apa kamu benar-benar sangat terobsesi padaku sampai wajahku saja kamu hafal dengan detail seperti itu??" Tanya Diandra pada Dewa tapi hanya di dalam hatinya.

Diandra memperhatikan wajah Dewa dari samping. Wajah itu semakin terlihat tampan jika sedang fokus seperti itu. Hidung mancungnya terlihat jelas jika dilihat dari samping seperti saat ini.

Kemudian timbul ide Diandra. Dia mengambil cat berwarna biru dengan jari telunjuknya, lalu mengoleskannya pada pucuk hidung Dewa yang mancung itu.

"Dee, apa yang kamu lakukan??" Dewa melirik Diandra tajam.

"Enggak, aku hanya membersihkan hidung mu itu. Tadi ada kotoran menempel di sana" Elak Diandra menahan tawanya.

"Jangan bohong Dee, aku mencium bau cat di sini. Kamu bukan membersihkan tapi mengoleskan, iya kan??"

"Tidak siapa bilang" Diandra bangkit dari duduknya, dia mencoba menghindar dari Dewa yang sepertinya mulai kesal padanya.

"Mau kemana kamu??" Dewa menahan tangan Diandra.

"Kamu yang mulai ya Dee" Dewa membalas mengoles wajah Diandra dengan cat warna-warni. Bukan hanya satu jari seperti yang dilakukan Diandra tapi lima jari Dewa sekaligus memenuhi wajah Diandra.

"Rasakan kamu Dee, pembalasan memang selalu lebih kejam" Ejek Dewa.

"Ha.. ha..ha.. Ampun Dewa lepaskan!!" Diandra menyesal karena telah menjahili Dewa, kini wajahnya sudah penuh dengan warna karena pembalasan Dewa itu.

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, bergantian mengoles wajah mereka dengan cat warna warni itu.

Siapapun jika melihat mereka saat ini pasti tidak akan tau apa yang mereka alami sebelumnya. Diandra yang berapa hari lalu sangat membenci Dewa, kini justru tertawa bersama. Seolah tidak pernah ada kebencian di dalam.hatinya untuk pria itu.

"Aduh, catnya masuk ke dalam mataku" Diandra memejamkan matanya yang terasa perih.

"Maaf aku tidak sengaja" Dewa mengambil tisu yang tak jauh darinya. Membersihkan wajah Diandra di bagian matanya.

"Masih perih" Diandra mengibaskan tangannya di depan matanya.

Dewa menahan tangan itu lalu membuka sedikit mata Diandra yang terpejam. Kemudian meniupnya dengan pelan, berharap bisa meredakan rasa perihnya.

Dewa terus meniup hingga satu mata Diandra yang tidak terkena cat terbuka. Dalam jarak sedekat ini Diandra bisa melihat wajah tampan itu begitu menawan. Sampai rasanya tidak mampu bernafas dengan benar.

Dewa yang terus meniup matanya itu membuat Diandra bisa mencium harum mint dari nafas Dewa. Diandra merasa harus menghentikan suasana yang membuatnya tidak bisa berpikir dengan benar itu.

"Sudah Dewa, aku bersihkan di dalam saja ya" Diandra kemudian pergi begitu saja meninggalkan Dewa.

"Ada apa denganku?? Kenapa aku seperti lupa jika dia pernah begitu kejam padaku. Padahal baru beberapa hari yang lalu" Gumam Diandra sambil terus berjalan menuju kamarnya.

🌻🌻🌻

Sementara itu seorang wanita bertubuh semampai dengan rambutnya yang panjang bergelombang tampak begitu bahagia karena mendapatkan apa gang dia mau dari orang suruhannya.

"Yes!! Akhirnya aku menemukan tempat persembunyian mu Kak. Tidak rugi aku membayar orang mahal-mahal untuk mengikuti mu. Mari kita lihat apa yang kamu sembunyikan di dalam rumah itu"

Wanita itu tampak tersenyum licik, sambil terus menatap foto dirinya bersama sorang pria yang terlihat begitu dekat dengannya.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Aqella Lindi

Aqella Lindi

ulat bulu mulai beraksi

2025-01-17

1

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

waaah mulai ada pelakor niih..

2023-10-07

1

Miss Typo

Miss Typo

kok aku deg"an lagu sich, mau ada apa nih

2023-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!