11. Saling merindukan

Diandra terbangun dari tidur siangnya sudah menjelang matahari terbenam. Tampaknya obat yang diminumnya tadi benar-benar membuatnya tak sadarkan diri. Dia sempat melihat ke sekelilingnya, namun tidak menemukan Dewa di ruangan itu. Lantas Diandra memutuskan untuk turun kebawah. Dia merasakan biji kacang yang ada di dalam rahimnya itu mulai meminta makan.

"Ely??" Panggil Diandra karena dia tidak menemukan siapapun.

"Saya Nyonya" Sahut wanita yang terlihat masih muda itu.

"Apa Dewa belum pulang??"

"Belum Nyonya" Jawab Ely dengan sopan.

"Ya sudah, kalau gitu saya mau makan duluan" Ucap Diandra menuju meja makan yang sudah terdapat berbagai macam masakan di sana.

"Katanya sebentar, tapi kok sudah gelap belum pulang juga" Batin Diandra.

Entah kenapa makanan yang terlihat enak itu terasa hambar di lidahnya. Mungkin karena kehamilannya atau karena dia merasa kesepian makan seorang diri di meja makan yang sebesar itu Diandra tidak tau.

"Nyonya, ini susu hamilnya. Tadi Tuan sempat berpesan kepada saya untuk membuatkan susu ini untuk Nyonya" Ucap Ely memberikan susu berwarna merah muda itu.

"Rasa strawberry??" Kening Diandra berkerut.

"Iya, kata Tuan ini rasa kesukaan Nyonya" Jawab Ely.

Sepertinya memang benar jika Dewa sangat terobsesi dengan Diandra hingga mencari tau semuanya tentangnya. Karena sejauh ini Dewa tau semua yang di sukai dan di inginkan Diandra.

"Baiklah terimakasih banyak Ely. Kamu sudah melayaniku dengan baik" Itu merupakan interaksi Diandra dan Ely terpanjang sejauh Diandra ada di rumah itu.

Diandra kembali ke kamarnya membawa segelas susu tadi. Dia ingin meminumnya nanti, karena perutnya sudah terasa penuh untuk saat ini.

Diandra mengambil ponselnya yang di sembunyikan di bawah kasurnya. Dia takut jika tiba-tiba Dewa mengambil ponsel itu lagi.

Hari ini entah kenapa rasa rindunya pada Bryan begitu menyiksanya. Sudah sejak kejadian waktu itu Diandra belum berani menghubungi Bryan.

Dia juga belum mengetahui keadaan Bryan saat ini bagaimana. Baik-baik saja atau sudah hancur karena kemarahan Dewa.

Telepon Diandra sudah terhubung dengan nomor yang di tujunya.

"Halo, ini benar Diandra kan??" Suara yang terdengar bergetar itu sudah menyambut Diandra.

"Iy-iya, ini aku Bryan" Jawab Diandra dengan kegugupannya. Dia takut Bryan marah karena satu bulan ini tidak pernah memberi kabar padanya.

"Didi, akhirnya kamu bisa menghubungiku. Aku sangat merindukanmu" Suara yang sangat Diandra rindukan itu membuatnya mengeluarkan isakan kecil.

"Aku juga merindukanmu Bry. Maafkan aku karena baru bisa menghubungimu. Aku takut Dewa akan menyerang mu lagi jika aku tidak menuruti perintahnya" Jelas Diandra.

"Aku juga merindukanmu, tapi aku tidak papa Didi. Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku di sini. Yang penting dia tidak menyiksamu lagi di sana"

"Tidak Bryan. Dia sudah berubah, dia bahkan berjanji akan menceraikan ku setelah anak ini lahir"

"Apa yang aku dengar ini benar Didi?? Apa kita akan bersama lagi setelah itu??"

"Benar Bry, dia sudah membuat keputusan itu demi mempertahankan anak yanga ada di dalam perutku"

"Apa dia tidak akan ingkar janji?? Apa benar dia akan menepati janji ya itu Didi??" Bryan sepertinya agak ragu dengan hal itu.

"Aku sangat berharap dia tidak akan membuatku kecewa Bryan"

Suara pintu tertutup dengan pelan membuat Diandra memalingkan wajahnya.

"Bryan sepertinya aku harus menutup teleponku dulu. Aku senang kalau ternyata kamu baik-baik saja. Kapan-kapan aku akan menghubungimu lagi.

Diandra segera berdiri mendekati pintu kamarnya. Dia jelas sekali mendengar pintu itu tertutup walau sangat pelan.

" Apa ada yang masuk kesini?? Apa dewa sudah pulang??" Diandra memutuskan keluar untuk mencari keberadaan Dewa. Siapa tau benar pria itu sudah pulang dan mendengar obrolan teleponnya dengan Bryan.

Diandra memegang dadanya, dia tidak tau kenapa jantungnya terasa berdetak kencang seakan ketakutan dengan sendirinya.

"Ely, apa Dewa sudah pulang??" Tanya Diandra dari atas setelah melihat Ely sedang menutup pintu di bawah.

"Sudah dari tadi Nyonya, mungkin ada di ruang kerjanya Nyonya" Ucap Ely mendongak menatap Diandra.

Ely heran kemana Tuannya itu pergi karena katanya tadi dia akan menemui istrinya di kamar. Tapi kenapa malah Diandra mencari keberadaan Dewa.

"Dimana ruangannya Ely??"

"Hanya dua kamar di sebelah Kanan kamar Nyonya"

"Baiklah terimakasih"

Diandra melangkah menuju ruangan yang di tunjukkan oleh Ely itu.

Pintu yang tertutup rapat Diandra tak yakin jika pria itu tidak mengunci pintunya dari dalam.

Tangan Diandra yang sudah ingin membuka pintu itu mengurungkan kembali niatnya.

"Kenapa aku jadi mengkhawatirkan dia?? Memangnya kenapa kalau dia mendengar aku menelpon Bryan??" Bisik hati Diandra.

Tapi pikirannya menolak, tangannya justru bergerak menekan gagang pintu itu hingga terbuka.

Diandra langsung di suguhkan dengan pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Dimana sosok pria yang begitu tampan, tertidur dengan posisi duduk tersadar pada kursi kerjanya. Tangannya terlipat di depan dadanya dengan kaki yang sengaja di luruskan ke atas meja.

Masih dengan kemeja kantor dan celana kainnya Dewa sudah terlelap di sana. Hanya sepatunya saja yang sudah berganti dengan sandal rumahan.

Diandra mulai mendekat menuruti kata hatinya yang lain. Dia juga tidak tau kenapa hatinya bisa memiliki dorongan yang saling bertolak belakang.

Diandra memperhatikan wajah yang terpahat sempurna itu dari balik meja yang menjadi pembatas antara mereka berdua itu.

"Tampan tapi kejam" Batin Diandra.

Diandra berbalik, memperhatikan seluruh isi ruangan itu. Ruangan yang rapih dan terjaga kebersihannya. Tanpa debu sekalipun di atas meja.

Diandra memperhatikan satu persatu lukisan dan foto yang terpanjang indah di dinding berwana putih bersih itu.

Sampai Diandra sadar jika lukisan dan foto itu adalah orang yang amat di kenalnya. Yaitu dirinya sendiri.

Seketika Diandra kembali melihat Dewa yang masih memejamkan matanya di sana. Seakan ingin bertanya sekarang juga bagaimana dia mendapatkan semua foto itu.

Tapi melihat wajah lelah dari Dewa membuat Diandra mengurungkan niatnya. Diandra justru mendekat lalu menepuk pelan bahu milik Dewa.

"Dewa"

Dewa bangun!!" Panggilnya pelan.

Dahi Dewa sedikit berkerut. Dia terusik dengan panggilan Diandra itu.

"Dee?? Ada apa?? Kamu butuh sesuatu??" Tanya Dewa di saat matanya saja belum terbuka sempurna.

"Kenapa tidur disini?? Kenapa tidak di kamar??" Diandra justru balik bertanya.

"Aku ketiduran. Ayo kembali ke kamar" Dewa berjalan mendahului Diandra.

"Dewa!!" Panggil Diandra.

"Hemm??" Dewa hanya menoleh tanpa memutar tubuhnya.

"Apa tadi kamu sempat ke kamar??"

"Tidak, begitu pulang aku langsung ke sini. Memangnya kenapa??"

"Tidak, aku mau ke kamar duluan" Diandra berjalan cepat meninggalkan Dewa yang menatapnya penuh arti.

🌻🌻🌻

Dewa sangat lelah hari ini karena harus menempuh perjalanan lebih dari 6 jam karena harus bolak balik dari mengantar Diandra pulang, lalu berangkat ke kantor lalu kembali pulang lagi. Tapi semua itu akan hilang setelah dia melihat Diandra yang sudah menunggunya di dalam rumah itu pastinya.

"Ely!! Ely kemarilah!!" Teriak Dewa begitu memasuki rumahnya.

"Saya Tuan"

"Apa Diandra sudah makan?? Kau membuatkan susu hamil untuknya kan??" Tanya Dewa mengintrogasi asistem rumah tangganya itu.

"Nyonya Sudah makan Tuan, saya juga sudah membuat susu untuk Nyonya. Tapi tadi saya lihat Nyonya membawa susunya ke kamar, saya tidak tau sidah di minum atau belum" Lapor Ely kepada Tuannya itu.

"Baiklah biar saya pastikan sendiri ke sana" Dewa menaiki tangga dengan cepat, dia sudah tidak sabar melihat wajah cantik istrinya itu.

Dewa sudah berada di depan pintu kamarnya yang sedikit terbuka itu. Tapi Dewa menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Diandra berbicara dengan seseorang di telepon.

"Aku juga merindukanmu Bry. Maafkan aku karena baru bisa menghubungimu. Aku takut Dewa akan mengerang mu lagi jika aku tidak menuruti perintahnya" Jelas Diandra.

"______"

"Tidak Bryan. Dia sudah berubah, dia bahkan berjanji akan menceraikan ku setelah anak ini lahir"

"______"

"Benar Bry, dia sudah membuat keputusan itu demi mempertahankan anak yang ada di dalam perutku"

"_______"

"Aku sangat berharap dia tidak akan membuatku kecewa Bryan"

Dewa mendengar dengan jelas apa yang Diandra ucapkan itu. Kata demi kata dari Diandra begitu sakit di dengarnya. Hatinya terasa di tusuk-tusuk dengan belati.

"Apa sebesar itu cintamu pada Bryan Dee?? Apa sudah tidak ada tempat sama sekali untukku di hatimu??" Batin Dewa dengan sendu.

Dia sudah tidak kuat lagi mendengarkan kemesraan mereka berdua yang saling berjanji untuk cinta mereka.

Akhirnya Dewa memilih pergi dari kamar itu. Menutup pintu dengan berlahan agar Diandra tidak menyadari ke datangannya.

Dewa duduk di kursi ruang kerjanya. Malam ini sepertinya tidur di ruangan itu akan lebih baik daripada dia tidak bisa mengontrol emosinya jika berdekatan dengan Diandra.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

aku lebih suka dewa yg dibilang kejam Krn cinta Ama dee tp setia.. ya ampun Dee kalopun ngk cinta tahanlah dulu buat hub Bryan kasian tau dewa...

2023-10-18

7

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

muak rasanya denger seorang istri sayang2an dengan pacarnya

2023-10-07

3

Septi Maulidah

Septi Maulidah

sakit banget ya .. kalau aku ada di posisi dewa🥲

2023-03-24

5

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!