12. Suapan pertama

Diandra melihat Dewa keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya. Tangannya masih memegang kaos yang belum dipakainya itu, sehingga memperlihatkan dadanya yang bidan dan berotot. Sesekali tetesan air masih menetes dari ujung rambutnya, sehingga mata Diandra menangkap sosok Dewa yang begitu menggoda malam ini.

Dewa memakai bajunya sambil berjalan menuju ranjang di samping Diandra. Wanita hamil itu seperti tak rela pemandangan indah yang badu saja dinikmatinya sudah di tutup oleh pemiliknya.

Entah karena terlalu lelah atau memang terlalu kecewa dengan apa yang di dengarnya tadi, tanpa sepatah katapun Dewa langung mengambil posisi berbaringnya.

"Kamu sudah makan malam?" Tanya Diandra pada Dewa yang mulai memejamkan mata.

"Belum, tapi aku tidak lapar" Jawab Dewa membuka matanya kembali.

"Tidurlah ini sudah malam" Ucap Dewa, dia bisa melihat sedikit keraguan di mata Diandra.

Akhirnya Dewa menempatkan guling di tengah-tengah ranjangnya sebagai pembatas antara mereka berdua.

"Jadikan ini sebagai pembatasnya, aku tidak akan melewati bantal ini. Jadi kamu tidak perlu takut" Dewa memberikan senyum tipisnya sebelum dia memejamkan matanya kembali.

Diandra terdiam karena Dewa bisa membaca pikirannya. Biar bagaimanapun rasa ketakutan itu masih ada, jika mengingat bagaimana kasarnya Dewa waktu itu. Dan sekarang harus menerima perubahan Dewa tyang secepat itu membuat Diandra sedikit ragu.

Tapi setelah mendengar dengkuran halus dari Dewa. Diandra memberanikan dirinya untuk berbaring di sisi kanan Dewa. Sempat diliriknya wajah tampan itu. Terlihat sekali jika dia sangat kelelahan, belum juga ada sepuluh menit pria itu sudah terlelap dengan mudahnya.

🌻🌻🌻

"Dee??" Panggil Dewa.

Tidurnya terusik karena suara Diandra di kamar mandi. Dewa bergegas menghampiri Diandra yang sudah berjongkok di closet.

"Kamu kenapa Dee?? Kamu sakit??" Dewa ikut berjongkok di samping Diandra. Memijat tengkuk Diandra dengan pelan.

"Enggak, aku nggak papa kok" Diandra mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya.

"Nggak papa gimana, kamu mual kaya gini!!" Ucap Dewa dengan khawatir.

"Ini cuma karena efek kehamilan aja, dan ini wajar kok" Diandra berjalan kembali ke kamarnya.

"Jadi kalau hamil bakalan kaya gini?? Sembilan bulan kaya gini terus??"

Dewa mengekor di belakang Diandra.

"Ya enggak, katanya sih cuma di awal kehamilan aja" Diandra kembali berbaring, badannya terasa bergetar saat berdiri. Kepalanya pusing tambah lagi perutnya yang terus bergejolak membuatnya ingin terus memejamkan mata.

"Tapi kalau kaya gini aku nggak tega lihatnya Dee. Maafkan aku ya" Dewa duduk di sisi Diandra.

"Kenapa minta maaf??" Diandra menjawab dengan matanya yang terpejam.

"Karena aku memaksa untuk mempertahankan anakku, kamu jadi menderita seperti ini" Tiba-tiba wajah Dewa menjadi sendu.

"Aku nggak papa kok, nanti juga hilang sendiri" Diandra mencoba mengusap perutnya sendiri, siapa tau gejolak dalan perutnya bisa hilang.

Dewa melihat apa yang dilakukan Diandra itu. Dan Dewa tidak tau dapat keberanian dari mana karena saat ini tangannya yang sudah menggantikan Diandra mengusap perut itu.

Anehnya Diandra tidak menolak sama sekali, dia justru merasa nyaman dengan apa yang di lakukan Dewa. Rasa mual di perutnya berlahan menghilang.

Kini justru Diandra mendapatkan rasa kantuknya kembali. Berlahan Diandra benar-benar tertidur karena usapan lembut di perutnya itu.

Dewa tersenyum saat melihat nafas Diandra yang mulai teratur itu. Dia tidak menyangka bisa sedekat ini dengan Diandra tanpa ada paksaan yang di berikan kepada istrinya itu. Ternyata berteman lenih baik daripada memiliki tapi saling membenci.

Tak mau mengganggu tidur sang istri, Dewa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Rencananya hari ini tidak ingin kek kantor. Dia akan menghabiskan waktunya bersama Diandra. Begitupun hari-hari selanjutnya, Dewa akan pergi ke kantor jika benar-benar ada pekerjaan yang sangat penting saja.

Dewa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bersama Diandra sampai anak mereka lahir. Menurut Dewa waktu yang di berikan Diandra itu sangatlah sedikit, karena yang di inginkan Dewa adalah selamanya, bukan sementara.

Setelah Dewa selesai dengan ritual mandinya pun Diandra masih tertidur dengan lelap. Dewa tidak tega untuk membangunkan istrinya itu. Jadi dia lebih memilih untuk pergi ke ruang kerjanya.

Pekerjaan yang menumpuk dan tak pernah selesai sudah menjadi makanan Dewa setiap hari. Semua kerja kerasnya itu mampu menjadikannya pengusaha muda dengan kekayaan yang tak kan habis sampai tujuh turunan.

Dan untuk siapa lagi semua itu jiak bukan untuk anak dan istrinya. Namun sayang Diandra tidak pernah menginginkan itu semua.

-

Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan Diandra juga belum bangun dari tidurnya.

"Dee??" Panggil Dewa dengan lembut.

"Bangun Dee!!" Dewa mengusap lembut tangan Diandra untuk membangunkannya.

Diandra memijat kepalanya yang terasa pusing itu.

"Bangun dulu ya, kita sarapan. Kamu pasti lapar, sekarang kamu nggak sendiri lagi. Ada yang harus kamu beri makan di dalam sana" Dewa sudah membawa nampan berisi makanan.

"Aku memang lapar, tapi setiap melihat makanan aku mual. Aku nggak ada selera makan sama sekali" Tolak Diandra menutup mulutnya yang kembali mual.

"Tapi kamu harus makan Dee, sedikit saja nggak papa. Kalau kamu nggak makan nanti tambah mual. Setelah ini aku akan hubungi dokter untuk meminta obat anti mual untukmu" Dewa terus memaksa Diandra untuk mengisi perutnya.

Diandra mengangguk, lalu mengambil posisi duduk bersandar. Dia akan mencoba memakan sesuap nasi walau rasanya perut sudah tidak karuan.

"Huekkk.."

Diandra berlari ke kamar mandi, mencoba memuntahkan isi perutnya yang kosong itu.

"Dee!!" Dewa semakin tak tega melihat Diandra dalam keadaan sepeti itu. Dia rela jika haris menggantikan Diandra merasakan gejala kehamilan itu.

"Aku nggak bisa, aku nggak mau makan!!" Ucap Diandra yang masih bersimpuh di depan closet.

"Ya udah ayo keluar dulu dari sini" Dewa membantu Diandra berdiri, dan menuntunnya keluar dari sana.

"Singkirkan makanan itu Dewa, nanti aku mual lagi!!" Ucap Diandra dengan nada pemerintahnya.

"Kamu mual kan kalau lihat makanan??" Diandra mengangguk.

"Tapi kamu lapar??" Tanya Dewa lagi dan Diandra juga kembali mengangguk.

"Kalau gitu kamu tutup mata kamu biar aku yang suapi kamu" Ucapan Dewa itu membuat Diandra menatap Dewa dengan tajam.

"Nggak usah ambil kesempatan deh. Nggak usah mulai!!" Ketus Diandra.

"Aku nggak ada niat kaya gitu Dee, aku cuma mau bantu kamu buat makan. Aku ngga tega lihat kamu kaya gitu terus. Kalau kamu nggak makan, yang ada lambung kamu kosong, nanti tambah mual lagi"

"Udah deh nurut aja sama suami sementara kamu ini!!" Ucap Dewa dengan tegas.

Diandra yang cemberut itu akhirnya menuruti apa yang Dewa katakan. Dia mulai memejamkan matanya. Sementara sesuap nasi sudah masuk ke dalam mulut Diandra melalui tangan Dewa.

Dan benar saja, nasi itu berhasil di telan tanpa dimuntahkan oleh Diandra. Kemudian di susul suapan kedua hingga nasi di piring itu ludes tak tersisa.

"Kamu masih mau lagi Dee??" Tanya Dewa karena nasi yang dia mabil sudah habis tapi Diandra masih terlihat menikmati makanannya.

"Emangnya udah habis??" Diandra mencoba membuka matanya dan langsung terkejut melihat piring yang tadi penuh sekarang telah lenyap.

"Ak-aku makan sebanyak itu??" Diandra tak percaya pada dirinya sendiri. Sementara Dewa hanya mengedikkan bahunya saja.

"Astaga rakus juga biji kacang ini" Batin Diandra.

"Kalau kamu masih lapar, aku ambilin lagi ya??" Tawar Dewa.

"Enggak udah cukup, aku udah kenyang" Bohong Diandra, karena sebenarnya perutnya juga masih belum terasa penuh. Tapi dia merasa malu, karena terlihat rakus di hadapan Dewa.

"Ya udah aku ke bawah dulu ya" Dewa keluar membawa piring kosong bekas Diandra tadi.

"Seharusnya aku bahagia karena saat di saat kehamilanku ini, ada suami siaga yang selalu memperhatikanku. Tapi kenapa harus Dewa yang menjadi suamiku??" Diandra menatap kepergian Dewa itu dengan suara hatinya yang terus tidak nisa menerima keadaannya saat ini.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

astaga Dee.. kenapa nyebutnya biji kacang siih😡

2023-10-07

1

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

semangat dewa.. lambat laun Diandra akan nyaman disampingmu

2023-10-07

0

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

calon anakmu pengen dibelai papanya tuuh Diandra

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!