9. Mengakhiri semuanya

Sudah beberapa hari berlalu setelah Diandra nekat ingin mengugurkan kandungannya. Setalah malam penyiksaan Dewa yang terakhir itu, Diandra kini menjadi orang yang berbeda.

Diandra yang biasanya melawan apapun yang dikatakan Dewa. Sekarang hanya diam membisu, tak pernah sekalipun Dewa mendengarkan suara Diandra. Perempuan itu hanya diam, merenung dengan tatapan kosong di dalam kamarnya.

Di dalam diamnya itu Diandra memikirkan nasibnya yang kini berada di tangan orang yang salah. Berpikir bagaimana keluar dari sana, bagaimana caranya bertemu Bryan yang dia rindukan, berpikir juga tentang kandungannya yang akan semakin membesar.

Bahkan ponsel yang dia ambil saat pulang kerumahnya itu saja belum sempat Diandra gunakan. Dia takut Dewa akan murka dan melukai Bryan lagi. Diandra sudah terlalu banyak menyakiti Bryan, dia tidak mau lagi melihat pria pengisi hatinya itu tersiksa hanya karena dirinya.

Diandra berjalan menuju kamar mandi membawa gelas di tangannya. Dengan mata sayunya, Diandra hampir tak pernah menggerakkan bola matanya. Tatapannya hanya lurus ke depan.

"Jika hanya dengan ini aku bisa keluar dari lingkaran kekejiannya. Maka aku rela mengakhiri semuanya sekarang juga. Maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku untuk kembali padamu Bryan. Aku mencintaimu, tapi aku tidak ingin menyakitimu" Jerit hati Diandra.

Diandra yang susah gelap mata itu melemparkan gelas yang dibawanya tadi ke dinding kamar mandi. Gelas kaca itu hancur berkeping-keping seperti hatinya saat ini.

Tangannya dengan pelan mengambil pecahan yang cukup besar dan runcing. Kakinya yang tak beralas itu menginjak pecahan yang lainnya tanpa merasakan sakit walau telapak kakinya sudah mengeluarkan daerah.

Diandra masuk ke salam bathub yang sudah penuh dengan air. Sepertinya memang sengaja sudah di siapkan sejak tadi.

"Maafkan Diandra Ayah, Diandra mengambil jalan ini hanya untuk terlepas darinya"

Diandra mulai memejamkan matanya. Dengan pecahan gelas yang di bawanya tadi, Diandra menggores nadi di pergelangan tangannya.

Tanpa suara pekikan atau kesakitan, cairan berwarna merah itu mulai mengalir deras dari luka goresan yang Diandra ciptakan sendiri.

Berlahan Diandra memposisikan kepalanya agar bersandar pada bathub. Memejamkan matanya, menunggu saat di mana nyawanya akan benar-benar terlepas dari raganya.

"DIANDRA!!"

"APA YANG KAMU LAKUKAN!!"

Suara sayup-sayup itu masih terdengar di telinga Diandra meskipun pelan. Tapi setelah itu Diandra tidak bisa mendengar apa-apa lagi. Berlahan kegelapan mulai menjemputnya.

🌻🌻🌻

Dewa masih menunggu Diandra selesai di berikan tindakan. Dengan rasa cemasnya Dewa masih setia berada di depan pintu IGD itu sejak tadi.

Dewa tidak menyangka jika Diandra akan melakukan hal senekat itu. Dewa benar-benar tidak bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran istrinya itu.

Jelas saja karena yang Dewa pikirkan hanyalah dirinya sendiri. Tantang cintanya yang besar namun tanpa sadar begitu menyakitkan bagi Diandra itu.

"Dokter bagaimana keadaan Diandra??" Tanya Dewa dengan rasa khawatirnya yang sudah memuncak.

"Begini Pak, Walau Nona Diandra kehilangan banyak darah namun untung saja cepat di lakukan tindakan. Jiak lewat sedikit saja pasti tidak akan tertolong" Jelas dokter itu.

"Lalu apa sekarang dia sudah sadar??"

"Sudah Pak, silahkan menemuinya jika sudah di pindahkan ke ruang rawat ya. Saya permisi" Dokter itu kembali masuk ke dalam ruangan yang sama saat dia keluar tadi.

Rasa syukur begitu Dewa ucapkan pada Sang Pencipta karena masih sudi memberikan kesempatan hidup bagi istrinya.

Setelah meminta anak buahnya untuk mengurus semuanya, termasuk membungkam semua orang yang terlibat dalam penanganan Diandra tadi, Dewa menuju kamar rawat yang telah di tempati Diandra.

Dewa memang sengaja melakukan itu agar status Diandra yang sebagai seorang selebritas tidak terganggu. Apalagi banyak sekali orang yang akan mengambil kesempatan jika tau lawannya sedang dalam kondisi lemah.

Pintu ruangan yang terbuka membuat Diandra menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang menjenguknya.

Tapi secepat kilat Diandra kembali membuang mukanya dengan malas, bahkan memberikan sekilas lirikannya pada Dewa yang baru saja mauk itu.

Dewa masih diam dan hanya berjalan mendekat ke arah Diandra.

"Bagaimana keadaanmu?? Apa ini begitu sakit??" Tanya Dewa mengusap perban yang membalut luka di pergelangan Diandra.

Diandra hanya diam dan lebih memilih menyingkirkan tangannya dari dekat Dewa.

"Maafkan aku Dee. Aku banyak salah padamu. Jadi aku mohon, jangan lakukan ini lagi, jangan bertindak sakiti dirimu seperti ini lagi"

Diandra melirik Dewa disampingnya. Karena dia sempat tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Suara Dewa jelas sekali bergetar seperti menahan tangis. Tapi Diandra tak paham kenapa Dewa bisa seperti itu.

"Daripada aku di sakiti olehmu, lebih baik aku menyiksa diri ku sendiri!!" Ucap Diandra dengan suaranya yang lemah.

"Tidak Dee, jangan pernah ulangi lagi. Aku janji tidak akan mengulangi apa yang telah aku lakukan padamu. Tidak akan pernah menyiksamu lagi. Bahkan aku terima jika kamu akan membalas semua perlakuanku kepadamu " Ucap Dewa penuh sesal. Wajahnya sudah tak garang lagi seperti biasanya.

Diandra masih memandangi Dewa yang menundukkan kepalanya itu. Pria itu sama sekali tidak berani membalas tatapan Diandra.

"Aku tidak akan membalas semua perbuatan mu kepadaku" Akhirnya Dewa mampu mengangkat kepalanya saat mendengar ucapan Diandra itu.

"Tapi aku mohon lepaskan aku. Ceraikan aku. Aku ingin berpisah darimu"

JEDERR...

Hati Dewa begitu hancur mendengar kalimat perpisahan itu. Wanita yang bari saja Dewa miliki sekarang telah menuntut perpisahan.

"A..apa Dee?? Cerai??" Gagap Dewa.

"Iya" Jawab Diandra penuh keyakinan.

Air mata Dewa yang sangat berharga itu akhirnya keluar juga. Bahkan Diandra saja sangat terkejut jika pria sekejam Dewa bisa juga menangis.

"Baiklah jika itu yang kamu mau. Jika itu bisa menebus kesalahanku padamu. Tapi aku mohon jagalah janin yang aku titipkan kepadamu itu. Lahirkan dia, baru setelah itu aku akan melepaskan mu. Tidak untuk sekarang karena kamu masih dalam keadaan hamil dan tidak bisa di cerai"

Akhirnya Dewa kalah juga dengan permainan yang telah dia buat sendiri. Dia tidak bisa memaksa seseorang untuk mengikuti semua keinginannya. Terbukti sudah kata orang jika cinta tidak pernah bisa di beli dengan uang dan kekuasaan.

"Apa kau akan menepati janjimu??" Tanya Diandra.

"Seorang Sadewa tidak pernah ingkar janji!!" Dewa dengan sangat yakin mengatakan hal itu.

"Kalau kau benar menepati janjimu itu. Aku akan menjaga bayi ini hingga dia lahir. Setelah itu bawalah dia pergi dan lepaskan aku!!"

Hati mana yang tidak sakit kala cintanya di tolak mentah-mentah, bahkan calon anaknya pun tidak pernah di inginkan oleh ibunya sendiri.

"Aku janji, begitu anakku lahir. Aku akan segera mengirimkan surat cerai itu kepadamu"

"Dan satu lagi" Pinta Diandra.

Dewa hanya diam tapi dia menunggu apa yang Diandra pinta lagi.

"Tolong jangan perlakukan aku seperti di dalam penjara. Setidaknya berikan aku ruang untuk setidaknya menghubungi Bryan" Sungguh keterlaluan apa yang Diandra katakan di depan pria yang mencintainya itu.

"Jika itu yang membuatmu mau bertahan sampai bayiku lahir, aku akan lalukan" Ucap Dewa dengan tenang.

"Meski hatiku sakit" Lanjut Dewa dalam hatinya.

"Aku setuju" Balas Diandra.

"Kalau gitu, apa sekarang aku boleh menganggap kamu sebagai temanku??" Tanya Dewa dengan senyum yang belum pernah Diandra lihat. Senyum tulus dari laki-laki yang telah mempersuntingnya itu.

"Iya, kita teman sekarang" Diandra mengulurkan tangannya utuk Dewa.

Dengan senang hati dewa menyambut tangan lembut itu. Tangan yang menurutnya pas di dalam genggamannya.

Setelah hampir dua bula menikah, akhirnya Diandra mau menunjukkan senyum itu lagi. Senyuman yang mampu membuat Dewa jatuh cinta. Entah jatuh cinta atau obsesi seperti kata Diandra kita sama sekali belum tau jawabannya.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Tian tika

Tian tika

ih ko aku sedih siihh 🙄

2024-11-25

0

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

Diandra sekalipun pernikahan mu d Ngan dewa tidak kau inginkan..setidaknya ingat lah ayah yang juga menginginkan pernikahan itu demikian menyelamatkan perusahaan nya

2023-10-07

4

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

Apa setelah perceraian itu kamu akan bahagia Dee...

2023-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!