10. Mulai berdamai

"Kamu bisa??"

Dewa terlihat ingin membantu Diandra untuk turun dari mobil. Hari ini Diandra sudah di izinkan pulang karena keadaanya sudah membaik.

"Yang sakit tanganku Dewa, bukan kakiku" Jawab Diandra dengan sedikit kesal.

"Ya siapa tau kamu mau aku gendong"

"Dewa, udah deh nggak usah mulai"

"Iya, iya maaf" Dewa menenteng tas tangan milik Diandra. Berjalan mendahului istrinya itu memasuki rumah besarnya.

Hubungan Dewa dan Diandra kini sudah benar-benar membaik sejak kesepakatan itu. Dewa sudah berubah menjadi pria yang lembut tidak menyeramkan seperti dulu. Tapi itu hanya berlaku di hadapan Diandra saja, tidak untuk yang lain.

"Aku tetap akan tidur di sini Dee. Kita masih suami istri walau kita sudah membuat perjanjian itu. Dan aku mau merasakan menjadi suami yang sesungguhnya sampai anak kita lahir. Tapi aku janji Dee, aku nggak akan sentuh kamu, kecuali kalau kamu mengijinkan"

Ucap Dewa begitu mereka berdua sampai di kamarnya.

Mau tidak mau Diandra tetap harus menerima keputusan Dewa itu. Daripada melihat Dewa kembali ke sifat aslinya. Beberapa hari ini Diandra sudah sangat bersyukur dengan perubahan Dewa itu. Dia tidak laki kasar dan pemaksa, yang ada hanya Dewa yang lembut dan penyayang. Jika dilihat seperti pria yang benar-benar mencintai pasangannya.

"Iyaa"

Diandra menuju ranjangnya, membaringkan tubuhnya yang terasa masih lemas itu.

"Kamu butuh sesuatu??" Dewa membantu Diandra memasang selimutnya.

"Tidak aku hanya ingin tiduran saja. Rasanya masih lemas" Diandra yang lembut seperti inilah yang Dewa harapkan sejak pernikahan mereka. Tapi sayangnya Dewa bisa merasakan kelembutan itu setelah Diandra mengajukan persyaratan yang menyakitkan itu untuknya.

"Kalau gitu, aku tinggal dulu ya. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kalau butuh apa-apa panggil Ely saja"

"Apa kamu mau kembali ke kota??" Pasalnya jarak rumahnya dengan kantor Dewa yang berada di kota besar amatlah jauh.

Selama ini Diandra baru sadar jika pria di depannya itu harus bolak-balik setiap hari menempuh jarak yang jauh itu.

"Iya, aku tidak lama kok hanya sebentar saja" Justru hanya sebentar itu yang membuat Diandra merasa kasihan pada Dewa. Seperti sia-sia menempuh perjalanan jauh hanya untuk beberapa saat saja di sana.

"Apa sebaiknya kita pindah rumah yang ada di kota saja, biar kamu nggak kejauhan dari sini??"

"Maaf Dee, untuk itu aku belum bisa. Karena ada sesuatu yang memaksaku untuk membawamu tetap tinggal di sini" Ucap Dewa.

"Memangnya kenapa?? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?? Apa kamu sengaja menyembunyikan pernikahan ini?? Termasuk dari orang tua kamu juga??" Hal itu yang selama ini membuat Diandra masih kebingungan.

Dewa duduk di tepi ranjang yang bersebelahan dengan Diandra.

"Aku memang sengaja menyembunyikan pernikahan ini dari semua orang, termasuk Papa dan Mama. Tapi sekali lagi maaf, aku tidak bisa memberitahu alasannya padamu. Yang jelas aku tidak mau terjadi sesuatu kepadamu" Ucap Dewa tampak begitu misterius di mata Diandra.

Dia lupa jika Dewa itu orang yang belum di kenalnya. Jadi wajar saya kalau Diandra sama sekali tidak tau apa alasan Dewa melakukan hal itu.

"Ya sudah kalau gitu, kenapa kamu nggak tinggal di sana saja dulu. Baru setelah hari libur kamu bisa pulang kesini lagi. Biar nggak usah bolak balik, nanti capek"

Dewa begitu berbunga-bunga hanya mendapatkan secuil perhatian itu dari Diandra.

"Aku nggak papa Dee. Kalau aku jauh di sana, terus gimana dong kalau aku kangen sama temanku ini" Dewa mengacak rambut Diandra dengan gemas.

"Ihhh apaan sih, mulai lagi deh. Males ah kalau udah kaya gini" Ucap Diandra dengan wajahnya yang di tekuk.

Dewa justru terkekeh melihat kelucuan Diandra itu. Perempuan itu pasti akan kesal jika Dewa membawa bawa perasaannya ke dalam obrolan mereka. Karena biar bagaimanpun Dewa sudah berjanji jika di antara mereka hanyalah sebatas teman belaka.

"Ya udah aku berangkat dulu ya, tapi aku boleh kan pamit sama anakku dulu??"

Diandra tampak berpikir sejenak sebelum kemudian mengangguk.

Dewa mengambil posisi jongkok agar wajahnya bisa lebih dekat dengan perut Diandra. Calon Ayah itu mendekatkan wajahnya tanpa tangannya berani menyentuh perut Diandra.

"Sayang, Papa kerja dulu ya. Kamu baik-baik di rumah sama Mama. Jangan rewel, jaga Mama baik-baik" Hati Diandra sedikit berdesir mendengar pesan Dewa kepada calon anaknya itu.

Tapi Diandra segera membuang perasaannya itu jauh-jauh. Dia tidak mau terlena dengan sikap baik yang Dewa tunjukkan saat ini. Karena Diandra tidak tau kapan Dewa akan menunjukkan sikap i*lisnya itu lagi.

"Jangan telat makan" Ucap Dewa sebelum dia benar-benar pergi dari kamar itu.

Diandra menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu. Pikirannya saat ini justru penuh dengan Dewa.

"Seandainya saja kamu bersikap lembut seperti itu, pasti banyak yang mau menjadi istrimu Dewa. Kamu punya segalanya, wajah tampan, badan bagus, kekayaan, kekuasaan, bahkan kamu terbilang sempurna sebagai seorang pria. Dan aku seharusnya menjadi wanita paling beruntung yang bisa menikah dengan mu. Tapi aku tidak pernah merasakan keberuntungan itu"

"Kalau melihat sikapmu yang seperti itu, kasar, pemaksa, dan selalu menggunakan kekuasaan mu untuk menindas orang lemah sepertiku. Itu membuatku sangat membencimu. Kamu merampas semua kebahagiaanku. Menyakiti Bryan, menyakiti perasaanku. Itu yang membuatku ingin cepat berpisah darimu. Tapi melihat perubahan sikapmu beberapa hari ini, aku sangat berharap semoga kamu bisa mempertahankannya dengan baik. Aku yakin setelah kita berpisah nanti, kamu akan mendapatkan wanita yang baik. Hiduplah bahagia bersama anak ini"

Bagi Diandra menunggu selama 8 bulan ke depan tidaklah lama jiak di bandingkan seumur hidup harus terjerat pernikahan dengan Dewa. Karena setelah itu Diandra juga akan meraih kebahagiannya kembali bersama Bryan. Pria yang amat dia cintai.

Mewujudkan impian-impian yang sudah dia rangkai bersama Bryan. Membangun rumah tangga yang sederhana namun penuh kebahagiaan. Membuat rumah di pinggir pantai yang akan menjadi tempat dia menua nanti bersama Bryan.

Tapi nyatanya malah Dewa yang sudah mencuri impiannya itu. Walaupun rumah yang ditinggalinya saat ini berada di pinggir pantai, megah dan mewah. Semua itu sama sekali tidak membuat Diandra senang.

Untuk apa rumah sebagus itu jika di dalamnya tidan ada cinta sama sekali. Rumah itu terasa kosong, karena tidak ada kebahagiaan yang mengisinya, tidaka ada kehangatan yang menyelimutinya.

"Tunggu aku sebentar lagi Bryan. Setelah ini aku akan benar-benar lepas darinya. Kita akan hidup bahagia setelah ini" Diandra masih saja berkutat dengan batinnya sendiri.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

nur aini

nur aini

betul... gc introspeksi dri...

2025-02-19

0

aam

aam

itu mah salahmu sendiri dr awal

2024-10-22

1

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

hmmm.. ternyata lebih memberatkan pacar daripada calon anaknya..

2023-10-07

6

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!