4. Benar-benar penjara

Diandra terbangun karena tenggorokannya terasa sangat kering. Bahkan perutnya belum terisi apa-apa sejak pernikahannya kemarin.

Dengan memegangi kepalanya yang terasa agak pusung, Diandra berlahan mencari jam di sekitarnya. Ponselnya sidah rusak tak berbetuk, mana mungkin bisa untuk melihat jam berapa saat ini.

Tapi tatapan Diandra justru terhenti pada nampan di atas nakas yang berisi makanan dan minuman.

"Apa tadi malam ada yang masuk ke sini?? Kenapa aku tidak dengar sama sekali??" Gumam Diandra.

Karena rasa hausnya yang sudah tidak tertahankan, air di dalam gelas itu langsung tandas sampai tetes terakhirnya.

Nafasnya terengah-engah karena minum segelas air dalam satu tarikan nafas.

"Tidak bisa, aku tidak bisa diam seperti ini terus. Aku harus cari cara untuk keluar dari sini" Diandra bangkit dari ranjangnya. Menuju walk in closet yang ada di kamar besar itu. Mencari pakaian yang bisa di pakainya untuk melarikan diri dari sana.

Diandra sempat terperangah karena isi dari lemari besar itu adalah baju-baju yang sesuai dengan seleranya. Baju mahal dari desainer terkenal di negara ini.

Tapi Diandra langsung membuang semua pikiran untuk memiliki semua baju itu. Dia hanya mengambil salah satunya lalu pergi ke kamar mandi.

Dengan doa dalam hatinya Diandra meraih gagang pintu kamar yang mengurungnya itu. Berharap si pria g*ila yang telah merebut keperawanannya itu telah membuka kuncinya.

Ceklek...

Diandra memejamkan matanya saat tangannya menekan gagang pintu ke bawah.

Betapa bersyukurnya dia karena sepertinya keadaan berpihak kepadanya. Di tambah lagi di luar kamar tampak sepi, tak ada seorang pun yang menjaganya.

Dengan langkah pelan Diandra berjalan menuju pintu keluar. Dengan tidak pernah menghentikan doa di dalam hatinya agar rencananya untuk kabur berbekal uang tunai seadanya itu tidak di ketahui penghuni rumah lainnya.

"Mau kemana kamu??" Suara berat yang seksi itu menggema di seluruh ruangan menghentikan langkah Diandra.

"Aku akan keluar sebentar. Ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan" Bohong Diandra pada Dewa yang menatapnya tajam dari kejauhan.

"Aku akan mengantarmu" Jawaban dari Dewa itu tidak sesuai dengan rencana Diandra.

"Tidak perlu, kalau kau pergi bersamaku apa yang orang katakan. Kau menyembunyikan pernikahan ini kan??" Dewa mengernyit, bagaimana Diandra tau jika dia sengaja menyembunyikan pernikahan mereka.

"Pasti akan timbul berita antara kita berdua. Jadi biarkan aku pergi. Aku pasti kembali lagi, kau tidak usah khawatir" Diandra mencoba mengendalikan dirinya agar tidak tersulut emosi. Hanya dengan itu dia berharap Dewa bisa mengijinkannya pergi.

"Pergilah, tapi biarkan mereka mengawasi mu" Tunjuk Dewa dengan dagunya pada dua orang pengawal di sampingnya.

"Kau tidak percaya padaku??" Lagi-lagi Diandra lepas kendali. Dia justru menaikkan suaranya dengan matanya yang menatap sengit pada Dewa.

"Menurut atau tidak pergi sama sekali!!" Ucap Dewa tanpa mau di bantah.

"Dasar psycho!!" Umpat Diandra sebelum melangkah keluar di ikuti pria-pria bertubuh besar itu.

Dewa hanya memandangi kepergian Diandra dengan tatapan penuh arti. Tentu saja dia tidak percaya begitu saja dengan Diandra. Di dalam otaknya itu pasti sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat Diandra tidak bisa lari darinya.

"Aku tidak akan pernah membiarkan apa yang sudah menjadi milikku hilang begitu saja. Aku akan melakukan apapun demi mempertahankan milikku!!" Ucap Dewa dengan tangannya yang mengepal kuat.

🌻🌻🌻

Diandra telah menunggu di dalam apartemen Bryan. Tapi sebelumnya dia telah berhasil mengelabuhi dua bodyguard yang terus mengikutinya itu.

Dia tidak peduli Dewa akan marah besar dengan tindakannya itu. Tapi Diandra justru berharap Bryan akan membawanya pergi jauh dari sana. Menjauh dari Dewa dan semua antek-anteknya itu.

"Didi?? Kamu kah itu??"

Bryan terkejut karena seorang perempuan yang duduk membelakangi pintu apartemennya itu.

"Bry ,ini aku" Begitu mendengar suara Bryan, Diandra langsung menghampiri kekasihnya itu lalu memeluknya dengan erat. Beban di dalam hatinya menguap begitu saja setelah masuk ke dalam pelukan Bryan yang menenangkan.

"Didi, gimana caranya kamu bisa sampai ke sini?? Kamu berhasil kabur??"

"Aku berhasil membohonginya Bry, tapi aku yakin dia tidak akan tinggal diam. Cepat bawa aku pergi dari sini Bryan. Tapi kenapa dengan wajahmu ini Bryan??" Diandra mulai terisak. Dia menyentuh pipi Bryan yang lebam itu.

"Ini tidak papa hanya pertengkaran kecil antar pria. Kamu tidak usah khawatir!!"

"Tapi Bry...."

"Sudahlah, sebaiknya kita cari cara untuk pergi dari sini"

Bryan memandangi wajah cantik milik Diandra, namun berlahan turun pada leher putih itu.

"Ka-kalian sudah melakukannya??" Bryan tampak kecewa setelah melihat tanda merah keunguan di leher Diandra.

"Maafkan aku Bry, aku tidak bisa menjaga diriku untukmu. Aku sudah kotor!!" Diandra menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Kemudian menggosok lengannya dengan kasar.

"Aku memang kecewa karena kelak aku bukan yang pertama untukmu Didi. Tapi itu tidak akan mengurangi rasa cintaku padamu" Bryan menghentikan tangan Diandra yang terus menggosok tubuhnya seolah dirinya benar-benar kotor.

"Janji Bry?? Kamu mau menerimaku yang sudah kotor ini??" Diandra menatap mata Bryan dengan dalam.

"Aku janji" Bryan kemudian mengikis jarak dia antara mereka berdua. Rasa rindu membuat Diandra menerima apa yang akan Bryan lakukan itu.

Ting.. Tong..

Suara bel apartemen menghentikan aksi Bryan itu.

"Siapa Bry?? Aku takut dia orang suruhan Dewa" Diandra tampak ketakutan dengan wajahnya yang mulai berkeringat.

"Kita lihat dulu" Bryan menggenggam tangan Diandra menuju pintu.

"Keluar Diandra!! Aku tau kamu ada di dalam!!" Suara dari luar itu justru menghentikan Bryan yang akan membuka pintu.

"Dewa Bry, dia benar-benar Dewa" Ucap Diandra mulai ketakutan. Genggaman tangannya pada Bryan semakin kuat.

"Tenang Didi. Kita tetap disini, jangan keluar" Bryan mencoba menenangkan Diandra.

"Keluar kalian!! Jangan membuat kesabaran ku habis!!" Lagi-lagi suara lantang milik Dewa terdengar menyeramkan untuk Diandra.

"Kebalikan istriku atau terima saja jika terjadi apa-apa pada adik dan ibumu itu, BRYAN!!" Ancaman Dewa kali ini berhasil membuat Bryan kalang kabut. Dia sama-sama berat di kedua sisinya.

"Jangan pernah menyentuh keluargaku Tuan Dewa yang terhormat" Bryan yang sudah tidak tahan akhirnya keluar lebih dulu.

"Akhirnya kalian keluar juga" Dewa tersenyum miring.

"Dewa aku mohon jangan sakiti mereka. Ayo kita pulang. Bawalah aku pulang" Ucap Diandra. Dia tidak mau keluarga Bryan ikut celaka hanya karena dirinya.

"Didi, apa yang kamu lakukan??" Bryan menahan tangan Diandra.

"Aku akan pulang bersamanya. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan keluargamu. Lepaskan aku Bryan" Dengan hati yang berat akhirnya Bryan melepaskan tangan Diandra.

"Ayo kita pulang!! Jangan ganggu dia lagi!!" Diandra menarik tangan Dewa.

"Baiklah, kita tinggalkan pengecut ini. Dan aku tidak akan pernah lagi mengizinkanmu untuk keluar rumah selangkah pun!!" Ucap Dewa dengan keras, sengaja agar Bryan yang masih di balik pintu itu mendengarnya.

Dewa lekas menarik pergelangan Diandra dengan kasar. Tidak peduli wanita yang dicintainya itu meringis kesakitan. Dia benar-benar marah karena Diandra tidak hanya membohonginya, tapi dia dengan berani menemui pria lain di belakangnya.

🌻🌻🌻

"Akhhh.... Sakit, lepaskan!! Kau menyakitiku!!" Diandra mencoba melepaskan tangannya namun sia-sia.

Pria tinggi yang terus menyeretnya ke dalam rumah itu hanya diam tidak ada rasa kasihan sedikit pun.

Dewa membawa Diandra ke dalam kamar yang sejak kemarin ditempatinya.

Menghentakkan dengan kasar dan mendorong Diandra hingga terjatuh di ranjang.

"Aku tidak akan membiarkan kamu keluar dari sini. Hidupmu akan terus terkurung di sini sampai kamu bisa menerima takdirmu jika sudah menjadi istri seorang Sadewa!!" Ucap Dewa dengan penuh penekanan.

"Kau g*la!! Benar-benar tidak waras!! Namamu Dewa tapi kelakuanmu seperti i*lis!!" Tatapan kebencian itu selalu Diandra berikan untuk Dewa.

"Terserah apa yang ingin kamu katakan. Itu sama sekali tidak akan membuatku melepaskan. Nikmatilah rumah yang akan benar-benar memenjarakan mu ini" Dewa tersenyum miring sebelum keluar dari kamar itu dan tak lupa menguncinya dari luar.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

oppa seo joon

oppa seo joon

elang kemana ya

2023-12-27

1

Vitamincyu

Vitamincyu

... ')

2023-12-05

0

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

cinta nya dewa sama seperti terobsesi...

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!