16. Bukan wanita lemah

"Ternyata demi mendapatkan kehidupan yang mewah, seorang selebritis terkenal sampai rela melemparkan tubuhnya ke ranjang pria kaya raya ya??"

Tara sengaja mengucapkan kalimatnya itu saat melihat Diandra datang dari arah berlawanan dengannya.

Walaupun hinaan itu terdengar jelas di telinga Diandra, tapi dia tetap bungkam tak mau menyahuti wanita tidak penting seperti Tara.

Diandra terus melanjutkan langkahnya hingga mereka berdua benar-benar berpapasan. Dan Tara yang tidak bisa mendapatkan ikan dari umpan yang dilemparnya pun mengeluarkan serangan ke dua.

"Hey wanita m*rahan!! Kau tidak sadar kalau Kak Dewa hanya menginginkan tubuhmu saja??"

Tara tersenyum miring saat melihat Diandra menghentikan langkahnya.

Diandra melirik Tara dengan tajam, tangannya sudah terasa amat ringan jika terangkat. Tapi dia hanya mengepalkan tangannya dengan kuat untuk meredam amarahnya itu. Dia diam tapi terus mendapatkan serangan dari Tara. Lama-lama dia tidak tahan.

Bukannya Diandra takut tapi dia hanya malas meladeni masalah seperti itu. Diandra bukanlah wanita lemah yang mudah ditindas. Apalagi hanya menghadapi Tara. Wanita yang terlihat lebih tua darinya itu.

Memperebutkan Dewa bukanlah keinginannya, karena Diandra memang tidak pernah menginginkan Dewa. Tapi kenapa seolah-olah Tara ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah pemilik Dewa yang sebenarnya.

"M*rahan?? Bukankah itu lebih cocok untukmu?? Jelas-jelas Dewa tidak menyukaimu tapi kau terus saja mengejarnya. Yang ada Dewa jadi muak melihat tingkah mu itu"

"Apa kau bi....."

"Ssstttttt....." Diandra menempelkan jari telunjuk di bibirnya sendiri. Mengisyaratkan Tara untuk menghentikan ucapannya.

"Kalau benar aku melemparkan tubuhku ini ke ranjang Dewa, tapi aku sungguh beruntung karena Dewa mau menyentuhku sampai sudah berkembang benihnya di rahimku" Diandra melirik ke bawah menunjukkan kepada Tara perutnya yang mulai menonjol.

"Sedangkan dirimu, walau kau mati-matian mempertahankan harga dirimu dan kesucian mu itu, tapi tidak akan pernah menarik perhatian Dewa sama sekali"

Tara sudah mengepalkan kedua tangannya, jika dia mau pasti dia sudah menggunakan tangannya itu untuk menyerang Diandra.

"Kau mau tau apa alasannya??" Tanya Diandra dengan wajah yang di buat seolah-olah prihatin kepada keadaan Tara.

Diandra mendekatkan wajahnya ke sisi kiri Tara. Membisikkan sesuatu di sana.

"Karena kau menjijikkan!!"

Diandra tersenyum miring setelah membisikkan tiga kata yang membuat Tara menegang seketika. Dia tau jika Tara pasti sudah sangat merasa terhina dengan ucapannya itu. Tapi Diandra tidak peduli. Tidak akan ada asap jika tidak ada api. Semua itu karena penghinaan yang Tara lakukan terlebih dahulu.

Diandra menjauhkan wajahnya kembali. Memperhatikan wajah Tara yang sudah terlihat merah padam dengan bibirnya yang mengatup rapat.

"Sadar diri dengan posisimu itu, jangan melewati batas. Dan kondisikan amarahmu, karena aku bisa saja meminta SUAMIKU itu untuk melempar mu keluar dari rumah ini" Diandra sengaja menekan kata suami hanya untuk menegaskan posisinya saat ini.

Diandra pergi meninggalkan Tara dengan senyuman puasnya. Sekali Diandra di sentil, dia akan membalas dengan tamparan yang keras. Jadi jangan pernah mengusik sesuatu yang terlihat tenang seperti air, karena bisa saja sewaktu-waktu menghanyutkan mu.

BRAKKK...

Diandra sengaja menutup pintu itu dengan keras. Dia hanya membayangkan jika di pintu itu ada Tara. Pasti dia sudah kesakitan karena terhantam pintu kayu yang berat itu.

Dengan memejamkan matanya Diandra membaringkan tubuhnya dengan asal ke atas ranjang. Helaan nafas berat keluar dari hidungnya, seolah dia lelah pada suatu hal.

"Kenapa menghela nafas seperti itu?? Kamu terlihat kesal" Suara Dewa membuat Diandra langsung terduduk kembali. Ternyata sejak dia masuk tadi sudah ada seseorang yang duduk di sofa dengan tumpukan kertas di depannya.

"Dan kenapa pintu itu yang jadi korbannya?? Jantungku masih berdetak kencang karena terkejut" Dewa mengusap dadanya.

Diandra meringis merasa malu karena tingkahnya yang bar-bar itu. Diandra tidak menjawab justru mendekati Dewa dan duduk di sampingnya.

"Aku kesal dengan wanita itu" Ucap Diandra setelah beberapa saat pertanyaan Dewa berlalu.

"Tara??"

"Siapa lagi" Diandra mengedikkan bahunya.

"Memangnya dia kenapa?? Dia mengganggumu??" Dewa menghentikan pekerjaannya dan beralih menatap wanita cantik di sampingnya itu.

"Sepertinya dia masih tidak bisa menerima jika kamu menikah dengan wanita lain"

"Apa yang dia katakan kepadamu??" Tanya Dewa lagi.

"Sudahlah aku bisa mengatasinya" Diandra tidak mau di sebut sebagai pengadu domba antara Dewa dan anak dari sahabat Mamanya itu.

"Aku tau itu, karena kamu juga bisa dengan mudah mengatasi ku" Ucap Dewa dengan tawa sumbangnya.

Dan itu sama sekali tidak lucu dan membuat Diandra merasa tersentil.

"Oh ya, kenapa kamu nggak pernah ke kantor?? Kenapa semua kerjaan kamu di bawa ke rumah??"

Diandra sudah ingin menanyakan ini pada Dewa sejak kemarin. Namun baru kali ini tersampaikan sebagai pengalih pembicaraan.

"Aku nggak mau tinggalin kamu sendirian di sini. Aku takut kalau kamu butuh sesuatu dan nggak aku nggak ada di rumah. Terus kalau kamu mau makan yang suapi kamu siapa kalau aku pergi?? Semua pekerjaan bisa kok di kerjakan di rumah. Kalau ada hal yang sangat penting baru aku ke sana" Jelas Dewa.

Diandra terdiam dia tidak mampu menjawab alasan dari suaminya itu.

Dia kira Dewa tidak ingin Diandra kabur darinya sehingga benar-benar menjaga ketat Diandra. Tapi ternyata itulah alasan yang sebenarnya. Bukankah Dewa sangat perhatian bukan, terlepas dari sikapnya yang sempat kasar dan pemaksa. Dewa ternyata sosok yang perhatian dan sangat peduli pada orang yang dicintainya.

"Sebenarnya aku nggak papa kalau mau kamu tinggal. Disini juga ada Ely dan yang lainnya" Ucap Diandra.

"Mereka kerjanya memasak, mencuci dan membereskan rumah. Bukan menjaga dan mengurus mu karena itu tugasku, walau hanya suami sementara tapi ijinkan aku untuk menjadi suami yangs sesungguhnya Diandra" Tatapan mereka saling beradu. Sampai Diandra yang mengaku kalah dengan melepaskan tatapan itu lebih dulu.

Dia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Karena dia sempat terpana dengan ketampanan Dewa meski hanya beberapa detik saja.

"Dewa kalau boleh tolong ijinkan aku keluar saat weekend besok??" Diandra sebenarnya takut dengan apa yang akan dia sampaikan. Takut jiwa beringas Dewa keluar lagi.

"Mau kemana, kalau kamu mau jalan-jalan biar aku temani. Kemana pun kamu mau aku akan mengantarmu" Ucap Dewa dengan keseriusannya.

"Sebenarnya, aku ingin bertemu Bryan" Ucap Diandra dengan pelan, takut Dewa akan melahapnya saat itu.

Dewa masih diam, belum juga memberikan jawaban untuk Diandra.

"Kalau kamu nggak kasih ijin juga nggak papa kok. Aku akan di ru___"

"Besok aku antar kamu bertemu dengan kekasihmu itu"

-

-

Bersambung...

Terpopuler

Comments

retiijmg retiijmg

retiijmg retiijmg

dewa bnr2 super sabar. di awal emang kasar n pemaksa. dewa pnya cara sendiri agar diandra bucin ke dewa dg mengabulkan smua mau diandra menemui bryan kekasihnya.
akan indah nanti dewa, sabar ya

2024-12-23

0

Aysana Shanim

Aysana Shanim

Sedih ih jadi dewa

2025-01-24

0

Ibelmizzel

Ibelmizzel

dee perempuan gila

2024-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!