6. Hamil

Hari demi hari terus berlalu. Diandra masih menjadi tawanan di rumah itu. Dengan wajahnya yang mulai tirus karena jarang memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Diandra hanya akan makan setelah Dewa mengancamnya dengan berbagai hal termasuk menghancurkan karir Bryan.

Walau terpaksa tetapi Diandra akhirnya mau menyentuh makanan itu meski hanya sedikit. Sementara Dewa, pria itu masih saja bersikap seenaknya kepada Diandra. Hal itu semakin membuat Diandra tidak percaya jika Dewa benar-benar mencintainya.

Bagaimana bisa di sebut itu cinta kalau setiap hari hanya melukai perasaan dan fisik Diandra saja. Bahkan Dewa tidak pernah bersikap lembut sekalipun.

Sudah beberapa hari yang lalu, Dewa membuka pintu kamar Diandra. Entah kerasukan apa dewa membiarkan Diandra utuk keluar dari kamarnya. Meski Diandra tidak di ijinkan keluar tapi setidaknya Diandra bisa menghirup udara segar di taman dan melihat seluruh isi rumah besar itu.

Diandra berjalan menyusuri rumah yang menjadi tempat Desa menyembunyikannya itu. Rumah yang sangat besar kalau hanya di tinggali oleh dua orang.

Diandra membawa kakinya untuk mencari dapur dari rumah itu. Karena dia mencium aroma masakan yang harum, itu berhasil mencuri perhatiannya.

"Siapa yang memasak?" Batin Diandra.

Dari kejauhan, Diandra bisa melihat beberapa orang yang menggunakan pakaian sama sedang sibuk di dapur. Dan salah satu dari orang itu adalah wanita yang menuntunnya saat Diandra akan menikah dengan Dewa waktu itu.

"Selamat pagi Nyonya" Sapa mereka setelah melihat kedatangan Diandra ke dapur itu utuk pertama kalinya setelah hampir satu bulan dia di sana.

"Pagi" Balas Diandra pelan dan agak canggung.

Diandra baru tau jika di dalam rumah ini ada banyak sekali pelayan. Diandra hanya tau satu orang yang selalu memberikan kamarnya.

"Tuan memerintahkan saya memasak semua ini untuk Nyonya, agar Nyonya bisa memilih sendri mana yang ingin Nyonya makan" Ucap pelayan dengan name tag bertuliskan Ely.

"Saya tidak lapar. Katakan padanya untuk tidak usah repot-repot" Diandra kembali berjalan meninggalkan dapur itu.

Moodnya kembali hancur saat mendengar penuturan pelayan tadi. Dewa yang terlihat sok peduli nyatanya terus menyiksanya tiada henti.

Diandra kembali masuk ke dalam kamarnya. Dalam kesendiriannya itu, dia merasakan rindu yang amat dalam kepada Ayah dan Kekasihnya itu.

Diandra terus terkurung di rumah itu tanpa bisa bertemu dengan meraka. Bahkan telepon di rumah itu sengaja di putus oleh Dewa hanya karena tidak ingin Diandra menghubungi Bryan lagi.

Duduk di balkon yang menghadap langsung ke lautan lepas menjadi rutinitas Diandra setiap harinya. Tatapan matanya kosong dan sayu, seakan separuh jiwanya sudah hilang entah kemana.

Kepala Diandra berdenyut begitu kuat, dia sempat merintih memegangi kepalanya yang tiba-tiba saya terasa pusing. Pandangannya mulai berkunang-kunang hingga kegelapan mulai menyapa Diandra.

🌻🌻🌻

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Dewa kepada wanita paruh baya yang mengenakan jas putih itu.

"Setelah saya memeriksanya, Nyonya Diandra saat ini sedang mengandung Tuan. Namun untuk lebih jelasnya lagi silahkan periksakan lebih lanjut pada Dokter spesialis kandungan" Ucap Dokter itu terlihat takut dengan tatapan Dewa yang tajam.

"Mengandung??" Ucap Dewa tak percaya.

"Benar Tuan"

"Baiklah kau bisa pergi, tapi ingat!! Jangan pernah buka mulutmu pada siapapun tentang dia. Jika tidak kau tau sendiri akibatnya!!" Ancam Dewa.

"Saya mengerti Tuan. Saya permisi" Karena rasa takutnya Dokter itu lebih memilih pergi dari sana secepatnya. Dia tidak mau berurusan dengan pria sangat berkuasa itu.

Dewa memegangi dadanya, merasakan sesuatu yang hangat di dalam sana. Dia tidak menyangka akan menjadi seorang Ayah saat ini.

Tadi saat Dewa mendapatkan laporan jika Diandra menolak sarapannya, Dewa langung pergi ke kamar Diandra untuk memaksanya dengan segala ancamannya.

Namun Dewa justru di kejutkan dengan Diandra yang sudah tidak sadarkan diri di balkon kamarnya.

Dewa duduk di tepi ranjang bersebalahan dengan Diandra yang masih memejamkan mata. Tangannya bergerak untuk menyapa calon buah hatinya di dalam perut istrinya itu.

"Apa yang kau lakukan!!" Diandra seolah punya sensor yang akan memberitahunya jika Dewa berusaha menyentuhnya.

Diandra menghempaskan tangan Dewa yang berada di atas perutnya dengan kasar. Dewa hanya terkekeh pelan.

"Kamu tau Dee. Aku sudah berhasil menanamkan benihku di dalam perutmu" Dewa ingin melihat reaksi Diandra setelah mendengar semua itu dengan menatap lekat pada manik mata Diandra.

"Ap-apa maksudmu??" Bola mata Diandra bergerak tak tenang bertanya dia mulai cemas dengan keadaannya sendiri.

"Kamu sudah tau apa maksudku sayang" Ucap Dewa dengan senyum miringnya.

"Tidak, itu tidak mungkin. Aku tidak mau. Tidak!!" Gumam Diandra dengan gelengan kepalanya.

Tangan Diandra mencoba memukul perutnya dengan kuat.

"Aku tidak menginginkan anak ini!! Aku tidak mau mengandung anak dari pria b**ingan sepetimu!!"

Dewa menahan tangan Diandra yang terus berusaha menyakiti perutnya sendiri.

"Apa yang kamu lakukan tenanglah!!" Ucap Dewa dengan geram.

"Lepaskan, aku harus menyingkirkan anak ini!! Aku tidak menginginkan dia, AKU TIDAK MAU!!" Teriak Diandra dengan histeris.

"TENANGLAH ATAU AKU AKAN MENGIKATMU!!" Teriak Dewa di depan wajah Diandra.

Diandra diam mematung seketika, tatapan matanya kosong dan tubuhnya lemas. Diandra ambruk kembali pada ranjangnya.

Air matanya terus menetes meski tidan terdengar suara tangisan sama sekali.

Dewa masih diam di samping Diandra, dia memberikan waktu pada istrinya itu untuk meluapkan segala emosinya dengan menangis.

Setelah beberapa waktu saking terdiam Diandra mengusap air matanya dengan cepat. Lalu berbalik mantap Dewa yang duduk membelakanginya.

"Dewa??" Panggilan pertama dari Diandra untuk Dewa setelah pernikahan mereka.

Dewa yang tampak bahagia itu memutar tubuhnya untuk menatap Diandra yang masih berbaring di ranjang itu.

"Ada apa??" Walau hatinya teramat bahagia tapi tidak mengurangi sikap dinginnya itu.

"Bolehkah aku pergi menemui Ayah?? Aku sangat merindukannya" Ucap Diandra dengan suara yang bergetar.

Dewa masih diam menatap mata Diandra yang masih ingin mengeluarkan air mata itu.

"Aku janji akan kembali ke rumah ini lagi. Aku mohon"

Berlahan Dewa mengangguk, memberikan izin untuk Diandra pulang menemui Ayahnya.

"Tapi pergunakan kepercayaan ku ini dengan baik. Jangan membuat kau murka karena berani membohongiku" Segala ucapan yang keluar dari bibir Dewa hanyalah ancaman dan ancaman saja.

"Aku mengerti"

🌻🌻🌻

Dan untuk pertama kalinya Diandra keluar dari rumah itu tanpa pengawalan ketat dari anak buah Dewa seperti waktu itu.

Dengan langkahnya yang pasti, Diandra menaiki taksi yang sudah di pesannya. Dia memang tidak mau menggunakan mobil milik Dewa yang berjejer rapi di garasi itu. Karena dia tidak mau menarik perhatian orang-orang dengan menggunakan mobil mewah berharga milyaran rupiah yang bukan miliknya sendiri.

Dewa tidak tau jika Diandra pergi keluar dengan maksud tertentu. Tenyata Diandra telah merencanakan sesuatu di balik alibi bertemu dengan Ayahnya itu.

Dan Diandra juga tidak tau jika tindakan yang akan dilakukannya itu akan membuatnya semakin hancur di tangan Dewa.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Sofia

Sofia

lagian kau jdi perempuan di lembutin malah gk trima, di kasarin malah lebih gk trima , sinting

2024-11-28

0

aam

aam

lha gimana mau bersikap lembut, orang yg mau dilembutin aja bikin darah tinggi. coba kl diandra manut, pasti g kaya gitu ceritany. y kan tor?

2024-10-22

1

Hariati Hariati

Hariati Hariati

diandra bisa gak sih manut aja kalo kamu manut kamu gak akan dikasarin

2024-09-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!