17. Datang seperti Dewa

Hari ini Dewa benar-benar menepati janjinya. Mengantarkan Diandra ke kota untuk menemui kekasihnya. Apa yang kalian rasakan jika ada di posisi Dewa?? Mengantar istri yang dicintainya bertemu dengan pria lain??

Tapi Diandra seolah tidak tau apa yang Dewa rasakan saat ini. Karena di dalam hatinya, dia masih yakin jika Dewa hanya terobsesi saja kepadanya. Lagipula Diandra tidak akan pergi jika memang Dewa tidak mengijinkannya. Tapi saat ini mereka sudah bersiap akan pergi, bahkan Dewa sendiri yang akan mengantarkannya.

"Kalian mah kemana??" Tanya wanita pengganggu itu.

Diandra hanya melirik Tara dengan malas.

"Kau tidak perlu tau!!" Jawab Dewa dengan dingin.

Dewa menarik tangan Diandra agar segera menjauh dari Tara.

"Bolehkah aku ikut??" Tara tiba-tiba menghentikan langkah mereka dengan berdiri di depan Dewa.

"Tidak!!" Jawab Dewa telak tanpa alasan.

Lalu Dewa menyingkir dan membawa Diandra keluar dari rumah itu.

Dan dengan sengaja Diandra menyenggol Tara dengan bahunya, lalu melirik Tara dengan senyum mengejeknya.

"Awas saja kau wanita m*rahan!!" Geram Tara melihat kepergian Diandra dan Dewa.

Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengikuti mereka. Karena semua anak buah Dewa yang ada di sana tidak ada yang mau menuruti perintahnya. Untuk mencari taksi pun pasti di butuhkan waktu lama dan pasti sudah kehilangan jejak mereka.

Sementara itu di dalam mobil, sesekali Diandra melirik ke arah Dewa yang terlihat semakin tampan dengan baju kasualnya itu. Apalagi wajah seriusnya yang melihat lurus ke jalanan dan tangannya yang berjari panjang memegang kemudi mobil membuatnya terlihat begitu menawan.

"Kenapa kamu nggak pakai supir aja, atau Niko??" Tanya Diandra.

"Aku hanya mau berkendara berdua dengan temanku ini" Dewa mengacak gemas rambut Diandra yang tertata rapi itu.

"Jangan dong Dewa, nanti berantakan jadinya" omel Diandra.

"Iya maaf, aku lupa kalau kamu mau kencan" Ucapan tak berarti dari dewa justru mampu membuat Diandra merasa tersindir.

Tapi Diandra tetap yakin jika Dewa tidak merasakan apapun termasuk cemburu.

"Berarti benar kan cintanya yang selalu dia gembor-gemborkan itu hanya obsesi saja. Buktinya dia sama sekali tidak berkata apapun bahkan tidak menunjukkan kemarahan sedikitpun" Batin Diandra.

Setelah menempuh perjalanan panjang mereka berdua telah tiba di tempat yang di janjikan Bryan. Di depan sebuah kedai penjual aneka kopi yang terkenal di seluruh dunia.

"Dewa, terimakasih ya udah antar aku sampai sini" Ucap Diandra sambil menunggu Bryan yang belum juga datang.

"Iya, memastikan kamu dan anakku selamat itu adalah tugasku"

NYESSS....

Hati Diandra merasakan sesuatu saat Dewa mengatakan itu dengan senyum tipisnya.

"Kalau gitu kamu mau pulang atau...."

"Aku akan pergi dulu, dan menjemputmu disini lagi saat kalian sudah selesai" Potong Dewa.

"Baiklah kalau begitu" Diandra yang melihat Bryan dari kejauhan, mulai menggunakan topi dan maskernya.

Dewa tampak bingung melihat Bryan dan Diandra menggunakan topi dan masker.

"Kenapa kalian harus memakai masker seperti itu?" Heran Dewa.

"Kamu lupa kalau kita bisa saja di sorot kamera paparazi dan menimbulkan berita yang heboh besok pagi??" Dewa seketika tersadar jika yang dia nikahi adalah seorang selebritis.

"Aku lupa soal itu"

"Ya sudah aku pergi dulu, maaf sudah merepotkan mu" Ucap Diandra sebelum benar-benar meninggalkan Dewa sendirian di mobil.

Masih dalam padangan Dewa jika Diandra tampak bahagia dengan langsung memeluk tubuh tinggi Bryan. Namun jika di bandingkan dengan Dewa, Bryan lebih pendek beberapa senti.

"Kamu tidak merepotkan ku Dee, tapi menyakitiku" Gumam Dewa dengan senyuman bodohnya.

Dia sadar jika dirinya itu bodoh karena mau melakukan hal konyol seperti itu. Sudah tau menyakitkan tapi Dewa tetap mengantarkan diandra pada kekasihnya. Ibarat mengembalikan sesuatu yang dia sukai pada pemilik yang sesungguhnya.

🌻🌻🌻

Diandra begitu bahagia bisa melihat Bryan lagi, menggenggam tangannya dan melihat senyumnya yang sangat dia rindukan.

"Setelah ini kita mau apa lagi Didi?? Hari masih sore, masih ada waktu untuk kita berdua sebelum suami sementara kamu itu menjemputmu" Entah kenapa Diandra sedikit tidak suka Bryan menyebut Dewa sebagai suami sementaranya.

"Aku tidak tau, kalau kamu mau apa??" Tanya Diandra setelah mereka berdua keluar dari gedung bioskop.

"Mau makan, aku lapar" Ucap Bryan dengan manja.

"Ya sudah ayo cari tempat makan" Walau Diandra sangat menghindari yang namanya makanan, tapi dia tidak tega untuk menolak Bryan. Dia tidak nau menghancurkan kencan langka mereka kali ini.

Mereka berdua duduk di restoran dalam mall itu juga. Bryan tidak mau membuang banyak waktu untuk mencari tempat makan di luar. Karena akan membuat waktu kebersamaan mereka berkurang.

"Kamu mau makan apa Didi?? Yang seperti biasanya??" Tanya Bryan.

"Iya yang itu saja" Diandra mencoba fokus pada wajah Bryan saja daripada harus melihat sekelilingnya yang sudah penuh makanan di mejanya masing-masing.

Tak berselang lama pesanan mereka datang. Makanan yang biasanya Diandra lahap dengan habis kini menatapnya saja sudah tak berminat. Bau makanan yang menyeruak ke hidung Diandra juga sudah membuatnya mual.

"Kamu kenapa Didi??" Bryan menyadari wajah Diandra yang berubah menjadi pucat.

"Nggak papa, ayo di makan" Diandra memaksa mulutnya untuk menerima makanan yang di ada di hendaknya itu. Tapi saat baru menyentuh bibinya rasa mual itu sudah tidak tertahankan lagi.

"Bryan maaf aku ke toilet dulu" Diandra berjalan tergesa-gesa menuju toilet, ingin segera mengeluarkan isi perutnya itu.

"Hueekk.. Huekk.." Diandra sudah berjongkok di depan closet.

Tubuhnya gemetar, dengan rasa mual yang terus bergejolak di tambah kepalanya yang pusing.

"Dewa, kamu dimana?? Kenapa aku sangat menginginkanmu disini saat ini" Gumam Diandra dengan lemas. Rasanya dia tidak mampu berdiri lagi.

Tok.. Tok.. Tok..

Diandra tidak mempedulikan suara ketukan di bilik toilet yang dia gunakan itu.

"Dee, ini aku. Buka pintunya" Ucap seseorang di luar sana dengan suara yang pelan.

"Dee??" Gumam Diandra.

"Dewa??" Diandra teringat jika hanya Dewa yang memanggilnya seperti itu.

"Iya ini aku" Dengan tubuhnya yang masih berjongkok di lantai, Diandra membuka pintu toiletnya. Rasanya sudah tidak mampu lagi untuk berdiri.

"Dewa??" Diandra tiba-tiba menangis melihat Dewa berada di hadapannya saat ini. Dewa bak benar-benar Dewa yang bisa datang dimana saja saat ada yang memanggilnya.

"Kamu kenapa?? Mual lagi??" Dewa menutup pintu toilet lalu berjongkok di sebelah Diandra.

"Iya. Hueekk.. Huekk.. Huekk..." Dewa memijat tengkuk Diandra dengan pelan.

Dewa tampak kasihan melihat istrinya seperti itu. Dewa mengambil tisu untuk membersihkan bibir Diandra yang sebenarnya tidak memuntahkan apapun itu.

"Masih mual??" Diandra mengangguk.

Dewa dengan berani membawa Diandra ke dalam dekapannya yang masih dalam posisi jongkok. Dengan terus memberikan usapan lembut pada punggung Diandra.

Diandra tak menolak, justru dia menghisap dalam-dalam bau parfum milik Dewa yang wangi dan membuatnya nayaman itu.

Berangsur rasa mualnya mulai hilang, Diandra tidak menyangka jika Dewa adalah obat paling mujarab untuknya saat ini.

"Kamu kenapa ada di sini??" Tanya Diandra setelah melepaskan pelukannya.

Sementara Dewa membawa Diandra utuk duduk di closet.

"Tadi mau cari makan, terus nggak sengaja lihat kamu" Bohong Dewa karena naytanya dia sedari tadi mengikuti kemanapun Diandra pergi. Takut jiak tiba-tiba terjadi sesuatu pada Diandra. Dan apa yang dia takutkan benar terjadi.

"Mau makan bareng??" Tanya Diandra.

"Tidak, aku tidak mau mengganggu kalian. Segera kembali ke sana, pasti dia sudah mencari mu. Jangan nekat makan kalau kamu nggak bisa" Dewa menyingkirkan anak rambut yang menempel di pipi Diandra. Tapi itu berhasil membuat Diandra membeku.

Sikap Dewa, perhatian Dewa, juga suara lembutnya yang sekarang dia dengar itu sungguh berbeda jauh dari saat mereka pertama menikah dulu. Mereka seperti dua orang yang berbeda.

"Diandra kau harus sadar, jangan terbawa perasaan dengan perhatiannya ini. Dia melakukan semua semua ini hanya demi anaknya. Ingat dia tidak mencintaimu, dia hanya terobsesi padamu!!" Diandra mencoba membentengi hatinya sendiri.

"Kamu nggak ganggu kok, makan bareng aja yuk. Bryan pas....."

"Didi!!" Panggil Bryan dari luar.

Diandra dan Dewa sempat terkejut dengan datangnya Bryan ke toilet.

"Cepat keluarlah dulu. Jangan sampai dia melihat aku disini. Kamu nggak mau lihat dia marah kan??" Bisik Dewa.

"Tap..."

"Sudahlah!!" Dewa mendorong Diandra untuk membuka pintu, sementara Dewa beralih bersembunyi di balik pintu.

Sebelum Diandra benar-benar keluar dia sempat melirik Dewa sebentar. Dewa membuang wajahnya, tidak mau melihat Diandra. Dan itu sedikit membuat hati Diandra merasakan nyeri.

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Aysana Shanim

Aysana Shanim

Aduuh banyak bawang huaaa 😭😭😭

2025-01-24

0

Tian tika

Tian tika

sakiiitttt nya tuh disiniiiii 😭

2024-11-25

1

Fitry Weroh

Fitry Weroh

sakit bangat ...penngen 😭😭

2024-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!