18. Hanya peduli kamu dan anakku

Setelah kembali ke mejanya, pikiran Diandra tetap tertuju pad Dewa yang dicampakkannya di toilet. Berkali-kali Diandra melihat ke arah toilet, ingin melihat Dewa keluar dari sana. Tapi nyatanya tidak sama sekali, Diandra tidak tau apa Dewa sudah keluar dari sana atau belum.

"Kamu nggak makan lagi??" Tanya Bryan.

"Maaf Bryan, selama aku hamil aku kehilangan nafsu makan" Ucap Diandra dengan rasa bersalahnya. Tak mungkin kan dia mengatakan yang sejujurnya jika dia sama sekali tidak bis melihat makanan.

Sedangkan meminta Bryan untuk menyuapinya itu juga tidak mungkin. Karena mereka sedang di tempat umum, yang ada mereka akan jadi pusat perhatian.

"Kalau gitu, kamu mau makan apa?? Mau beli yang lain??"

"Enggak Bry, aku hanya ingin pulang" Lirih Diandra, dia tiba-tiba merasakan sedih yang dia sendiri tidak tau apa penyebabnya.

"Pulang??" Bryan tampak tidak rela.

"Maaf Bryan, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan gari ini. Tapi aku sungguh merasa tidak enak badan" Sesal Diandra.

Bryan jelas sekali terlihat kecewa, namun dia tidak bisa memaksa Diandra mengingat kondisinya sedang hamil saat ini.

"Ya sudah, ayo kita kembali ke tempat suami sementara kamu itu" Lagi-lagi Diandra merasa tak suka mendengar Bryan mengatakan itu.

Tapi Diandra tidak akan memicu keributan hanya untuk menegur Bryan. Dia tau pasti nanti Bryan akan salah paham jika Diandra membela Dewa.

Akhirnya mereka tiba di tempat semula, di mana mobil milik Dewa sudah berada di sana terlebih dahulu.

"Didi, kapan-kapan kita jalan lagi ya?? Sekarang kamu pulanglah, hati-hati di jalan" Ucap Bryan di depan mobil Dewa.

"Iya aku usahakan, dan kamu juga hati-hati" Balas Diandra dengan senyumnya meski tertutup masker.

Sementara di dalam mobil ada sepasang mata yang menatap mereka berdua dengan tatapan tak suka. Mata yang dulu taham sekarang berubah menjadi sendiri.

Diandra kemudian masuk ke dalam mobil Dewa. Memberikan sebuah senyuman pada pria tampan yang menyandang status sebagai ayah dari janin yang di kandungnya itu.

"Kita pulang sekarang??" Sambut Dewa.

"Iya, maaf ya nunggu lama"

Tapi saat Dewa menyalakan mobilnya, Bryan mengetuk kaca mobil di samping Dewa. Diandra terkejut karena tadi sepertinya Bryan sudah pergi meninggalkannya.

Dewa menurunkan kaca mobilnya tanpa mengatakan apapun pada Bryan.

"Tuan Dewa yang terhormat. Saya titipkan Diandra, kekasih saya kepada anda"

Dewa tak bereaksi apa-apa selain tatapannya yang lurus ke depan. Sedangkan Diandra sudah merasa tak tenang dengan sendirinya. Dia merasa ucapan Bryan itu sungguh tidak perlu, dan pasti akan menyinggung perasaan Dewa.

"Jagalah dia baik-baik selama dia menjadi istri anda. Jangan pernah sakiti dia karena dia sangat berharga buat saya. Setelah anak itu lahir, segera tetapi janji anda untuk melepaskannya" Ucap Bryan dengan sedikit menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Dewa.

"Dan terimakasih untuk hari ini karena telah mengijinkan saya untuk bertemu dengan Diandra, bahkan anda mengantarkannya sendiri bertemu dengan kekasihnya"

"CUKUP BRYAN!!" Diandra merasa Bryan benar-benar keterlaluan.

"Kenapa Didi?? Aku hanya ingin mengatakan itu saja padanya" Bryan tampak bingung dengan Diandra yang tiba-tiba membentaknya.

Diandra juga bingung kenapa dia begitu tidak suka mendengar Bryan mengatakan itu semua. Dia menatap Dewa yang masih diam tak bersuara.

"Lebih baik kamu pulang karena kita juga akan pulang" Kini Diandra sudah menurunkan suaranya.

"Baiklah, silahkan bawa kekasih saya pulang dengan selamat tanpa lecet sekalipun" Tambah Bryan.

Dewa memalingkan wajahnya pada Bryan, dengan tatapannya yang datar dan aura dingin yang terpancar dia mulai mengeluarkan suara yang sejak tadi di tahannya.

"Saya pasti akan menjaga wanita yang saya cintai ini dengan selamat tanpa lecet sedikitpun seperti permintaan anda" Balas Dewa dengan suaranya yang berat itu.

Hanya dengan satu kalimat itu saja bisa membuat Bryan merasakan panas di dadanya. Dia tidak terima jika Dewa mengatakan Diandra adalah wanita yang dicintainya. Sedangkan Bryan sudah terlalu banyak bicara sedari tadi. Kadang cemburu membuat Bryan tidak sadar diri.

Tanpa menunggu Bryan pergi dari sana Dewa menutup kembali kaca mobilnya kemudian menjalankan mobilnya. Dia tidak peduli jika Diandra akan marah kepadanya. Dia hanya tidak mau membuat Diandra ketakutan jika tangannya sudah tidak terkontrol lagi dan melayang menyapa wajah Bryan.

Diandra terus saja memperhatikan Dewa dari samping. Dari dahinya yang menegang saja dia tau jika Dewa pasti sedang menahan amarahnya.

"Dewa, aku minta maaf untuk perkataan Bryan tadi ya??" Ucap Diandra.

"Aku tidak peduli dengan dia dan ocehannya itu. Yang aku pedulikan hanya kamu dan anakku" Jawab Dewa tanpa mau melihat Diandra.

Setelah mendapatkan jawaban itu, Diandra hanya diam. Dia takut Dewa akan bertindak di luar batas lagi. Dia tidak mau melihat keberingasan Dewa seperti waktu itu.

Setelah beberapa waktu mereka saling terdiam dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba perut Diandra berbunyi, dia ingat jika dia belum makan sama sekali.

"Kamu lapar??" Tanya Dewa tanpa berpaling.

"Tadi kan belum sempat makan, kamu tau sendiri kan??" Jawabnya sedih.

"Ayo cari tempat makan, aku juga belum makan. Kamu mau makan apa??"

Seketika mata Diandra berbinar, membayangkan Dewa akan menyuapinya sungguh membuatnya lapar.

"Aku pingin makan ayam goreng yang ada sambalnya pedas terus pakai lalapan. Tapi nasinya yang di bungkus sama kertas nasi" Ucap Diandra dengan wajahnya yang ceria.

Rasa marah Dewa pada Bryan tadi hilang begitu saja saat melihat Diandra begitu manis seperti itu.

"Kertas nasi??" Tanya Dewa.

"Iya, yang buat bungkus nasi di warteg-warteg gitu. Kayaknya ini yang pingin anak kamu deh" Jawab Diandra dengan polos.

"Astaga anakku, kenapa kamu tidak mencerminkan bapakmu yang kaya raya ini" Gerutu Dewa membuat Diandra tertawa dengan renyah.

Ternyata Dewa bisa melucu juga dengan wajahnya yang sering terlihat dingin dan kaku itu.

"Cari di mana kaya gitu??" Tanya Dewa lagi.

"Di pinggir jalan banyak, nanti aku yang tunjukin" Akhirnya Dewa setuju menuruti apa yang Diandra mau. Dia menjalankan mobilnya dengan pelan sambil mencari tempat makan yang di inginkan Diandra.

"Nah itu dia, di sana aja!!" Tunjuk Diandra pada warung bertanda di pinggir jalan yang terlihat ramai.

"Ayo turun!!" Perintah Dewa setelah memarkirkan mobilnya.

Tapi Diandra masih tak bergeming. Dia hanya diam tak berniat membuka pintu sama sekali.

"Kenapa??" Dewa melihat Diandra hang terdiam itu.

"Aku mual kalau harus lihat makanannya" Lirih Diandra.

Dewa tersenyum lalu mengusap lembut rambut Diandra.

"Kita makan mobil saja, biar aku yang pesan" Perlakuan Dewa itu membuat Diandra menghangat.

Belum sempat menjawab Dewa sudah lebih dulu pergi memesan makan malam mereka.

Diandra yakin makanan di sana enak jika dilihat dari banyaknya orang yang mengantri di sana.

"Pasti lama deh, orangnya aja banyak gitu" Diandra bermonolog dengan kesal.

Yati tiba-tiba Diandra terkejut dengan Dewa yang sudah keluar dari tenda makanan itu dengan membawa plastik yang di yakini sebagai nasi bungsunya beserta satu gelas minuman.

"Kok cepet banget, kan antriannya panjang??" Heran Diandra saat Dewa masuk ke dalam mobilnya.

"Iya dong, mereka semua aku traktir biar aku bisa duluan. Kan aku nggak mau buat teman dan anakku ini kelaparan" Lagi-lagi ucapan Dewa itu mampu mencubit Diandra.

"Orang kaya memang bisa melakukan segalanya dengan mudah" Ucap Diandra.

"Iya tapi semua kekayaanku itu bahkan tidak bisa membeli cintamu" Balasan yang menohok dari Dewa.

Diandra hanya diam tidak mampu mengeluarkan balasan apapun. Dia juga tidak tau kenapa dia jadi membisu seperti itu hanya karena ucapan Dewa yang tiba-tiba sering menyinggung perasaannya.

Dewa mulai membuka nasi yang di bungkus kertas sesuai keinginan Diandra. Menyangkan sambelnya, dan membuka lalapannya. Semua sesuai permintaan istrinya itu.

"Kamu makan juga??" Tanya Diandra.

"Iya nanti, kamu duluan" Dewa mulai menyuapkan ayam goreng itu pada Diandra. Tentu saja dengan Diandra yang membuang mukanya. Dia bisa mual jika melihat makanan itu.

"Kamu coba dong!!" Perintah Diandra pada Dewa.

"Nanti aja"

"Kenapa?? Jijik ya makan di pinggiran??" Tanya Diandra.

"Enggak tempatnya tadi bersih kok, nanti aku gampang. Yang penting kamu kenyang dulu"

"Barengan aja kenapa sih!!" Kesal Diandra.

"Emang kamu mau berbagi sendok sama aku??" Sebenarnya dari tadi Diandra juga heran, mana ada makan ayam pakai sambal dan lalapan pakai sendok.

"Nggak masalah" Jawab Diandra.

"Yakin??" Tanya Dewa lagi.

"Hemmm" Kesal Diandra karena Dewa banyak tanya.

Dewa tersenyum melihat kesalnya Diandra kepadanya itu. Kemudian tanpa ragu lagi Dewa mencoba makanan pinggir jalan untuk pertama kalinya itu.

"Enak" Batinnya. Sebenarnya dari tadi juga dia menahan lapar. Apalagi mencium bau wangi dari ayam goreng yang menggugah selera itu.

Mereka menghabiskan dua porsi ayam goreng bersama-sama sampai perut mereka terasa penuh.

"Sekarang kita pulang yuk" Dewa kembali melajukan mobilnya.

Tapi Dewa justru membawa Diandra ke sebuah lapangan yang luas.

"Loh katanya mau pulang??" Raut wajah Diandra penuh dengan tanda tanya.

"Iya kita pulang, cepat turun sekarang!!" Diandra hanya patuh saja dengan perintah Dewa walau dirinya kebingungan.

Tapi setelah turun Diandra mendengar suara berisik dari atas.

"Ayo kita pulang sekarang, aku sudah lelah" Dewa menggenggam tangan Diandra untuk menuju ke tengah lapangan.

"Naik itu??" Mata Diandra benar-benar terbelalak tak percaya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Najla an

Najla an

kak? makan mobil?

2025-03-29

0

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

wiiih naik heli niih kayaknya...

2023-10-07

0

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

hmmm si calon anak maunya disuapin papanya😍😍😍😍

2023-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!