7. Dewa yang murka

Diandra tiba di rumahnya, rumah yang memberikan kenangan selama hidupnya ini. Rumah yang menjadi saksi bisu kenangan bersama ibunya sebelum beliau meninggal. Dan kini rumah itu harus dia tinggalkan karena jeratan pernikahan yang tidak pernah Diandra inginkan itu.

Tentu saja Diandra yang berkata ingin bertemu Ayahnya hanyalah kebohongan belaka. Karena di disiang hari seperti ini pastilah Ayahnya berada di kantor.

Diandra menutup pintu rumahnya, sambil terus melihat ke sekitar rumahnya. Dia takut jika Dewa mengirim anak buahnya secara diam-diam.

"Loh Non Diandra pulang??" Suara itu membuat Diandra hampir saja terjungkal karena terkejut.

"Iya Mbak, saya ke kamar dulu ya" Diandra mengusap-usap dadanya yang masih bergetar kencang.

"Iya Non" Jawab asisten rumah tangganya itu dengan sedikit kebingungan karena Diandra terlihat sangat cemas.

Diandra mengobrak abrik kamarnya mencari ponsel bekas pakai miliknya. Seingatnya ponsel itu masih sangat bagus sebelum Diandra menggantinya dengan ponsel keluaran terbaru.

Rencananya Diandra akan membawa ponsel itu secara diam-diam ke rumah Dewa. Dengan membawa ponsel itu, Diandra akan lebih mudah menghubungi Bryan.

"Akhirnya ketemu juga" Diandra tersenyum senang.

Sambil menunggu ponselnya mengisi daya Diandra mencoba menghubungi Bryan menggunakan telepon rumahnya. Bahkan nomor telepon Bryan saja sudah dia hafal di luar kepalanya.

"Halo Bry, ini aku Didi" Ucap Diandra pada Bryan.

"Didi?? Kamu di rumah?? Kamu bisa keluar dari sana??"

"Nanti saja aku jelaskan Bry, datanglah kesini tapi kamu harus ingat. Jangan sampai ada orang yang mengikuti mu"

"Baiklah, Didi. Aku akan segera ke sana menemui mu"

"Dan satu lagi Bry, boleh aku minta tolong??"

"Katakan Didi"

"Tolong carikan aku obat penggugur kandungan secepatnya"

"Apa?? Jadi kamu hamil Didi??" Bryan tampak syok di seberang sana.

"Aku minta maaf Bry, tapi tolong cepatlah waktuku tidak banyak" Diandra menutup teleponnya begitu saja.

Dia juga sempat merasa tidak yakin untuk melakukan hal kriminal itu. Tapi demi masa depannya Diandra tidak mau anak di dalam kandungannya ini menjadi pengikat antara dirinya dengan Dewa. Dia tidak mau mengandung anak daro pria yang tidak dicintainya itu. Terlebih lagi Dewa si manusia ibl*s itu.

Diandra terus berjalan mondar mandir di kamarnya dengan cemas. Menunggu kedatangan Bryan yang hampir tiga jam belum datang juga.

"Didi ini aku Bryan" Ucap Bryan dari luar kamarnya.

Diandra begitu bahagia mendengar suara itu. Diandra berlari membuka pintu yang terkunci itu untuk kekasihnya.

"Bryan!!" Diandra menghambur memeluk Bryan.

"Didi, kamu baik-baik saja kan??" Tanya Bryan.

"Ayo masuk aku jelaskan" Diandra teringat apa maksudnya menyuruh Bryan datang ke rumahnya itu.

Diandra kembali mengunci pintu kamarnya, seakan ada seseorang yang akan masuk begitu saja saat dia tidak menguncinya.

"Bry, maafkan aku karena telah mengkhianatimu. Aku benar-benar tidak bisa menjaga diriku untuk mu Bryan" Diandra menangis sesenggukan di pelukan Bryan.

"Jujur aku sangat kecewa dengan apa yang sudah menimpamu, tapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolong mu" Cinta mereka berdua yang begitu kuat harus kalah dengan sebuah kekuasaan yang di miliki Dewa.

"Apa kamu sudah membawa apa yang aku minta Bry??" Diandra mengusap air matanya, dia harus kuat untuk bisa mengalahkan Dewa. Jika dia selemah itu pasti Dewa akan semakin menekannya dengan segala ancaman yang dia buat.

"Aku sudah membawanya, tapi apa kamu yakin ingin menggunakannya??" Bryan menatap iba pada Diandra.

"Aku yakin Bryan, aku tidak mau mengandung anak pria b***gsek itu. Aku juga tidak mau mengecewakanmu lebih dari ini. Percaya atau tidak, jika anak ini tetap dilahirkan, dia akan menjadi penghalang untuk kita" Ucap Diandra meyakinkan Bryan.

Kemudian Bryan mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Beberapa biji obat terbungkus plastik klip berwarna bening.

Tanpa ragu Diandra meraih obat itu. Lalu melirik segelas air yang sedari tadi sudah disiapkannya.

Diandra memejamkan matanya sekejap mengumpulkan keberaniannya sebelum tangannya terayun ke mulutnya, melempar obat terlarang itu.

"Maafkan aku ya Allah" Batin Diandra. Sepertinya ucapan maaf itu sudah tidak ada artinya lagi jika Diandra masih tetap berniat menghilangkan sesuatu yang sudah di titipkan kepadanya.

BRAAAKKK... .

Diandra menggenggam erat beberapa pil yang belum sempat di minumnya itu karena terkejut dengan suara yang begitu keras di belakangnya.

Pintu kamar Diandra terbuka hanya dengan satu kali dobrakan oleh kaki Dewa.

"Apa yang akan kamu lakukan Diandra??" Dewa sudah menatap Diandra dengan nyalang.

"Apa kamu mau menjadi pe***nuh hanya demi cintamu pada pria ini??" Dewan mendekati Bryan yang juga tampak terkejut dengan kedatangan Dewa secara tiba-tiba itu.

"Jangan sakiti dia Dewa, aku mohon!!" Diandra berdiri di depan Dewa, menghalanginya untuk menyakiti Bryan.

Dengan tatapannya yang tajam itu Dewa seakan ingin menelan Diandra hidup-hidup saat itu juga jika dia tidak ingat bahwa Diandra adalah wanita yang dia cintai.

Tangan Dewa bergerak menyentuh tangan Diandra yang mengepal kuat itu. Membukanya dengan paksa untuk melihat obat yang telah Diandra genggam sejak tadi.

"Lepaskan!!" Perintah Dewa dengan suaranya yang tajam.

Dengan sedikit tidak rela Diandra mengurai genggaman tangannya. Dia melakukan itu hanya untuk melindungi Bryan. Dia berharap dengan menuruti keinginan Dewa saat ini, pria i*lis didepannya ini tidak akan menyerang Bryan.

"Jadi obat ini yang akan kamu gunakan untuk menghilangkan anak kita yang abru saja tumbuh di rahimmu Dee??" Suara Dewa melemah.

"Kenapa kam setega itu Dee??" Tanya Dewa lagi dengan suaranya yang masih lembut.

"KENAPA!!!" Teriak Dewa di depan wajah Diandra yang membuat wanita itu tersentak karena terkejut.

"Tuan Dewa yang terhormat, tolong jangan sakiti Diandra. Dia tidak salah, saya yang salah karena telah memberikan obat itu pada Diandra" Bryan akhirnya mengeluarkan suaranya. Dewa kira pria itu benar-benar tidak bisa bicara.

"Oh jadi kau yang membuat istriku tega untuk mengugurkan janinnya sendiri??" Tanya Dewa dengan sengit.

Sebenarnya Dewa sudah menyadap semua telepon yang berada di rumah Diandra. Jadi setelah dia mendapat laporan dari anak buahnya. Dewa langsung menyusul Diandra dengan kemarahannya.

Dewa menyingkirkan tubuh Diandra yang ada di depannya dengan satu tangannya. Diandra sempat terhuyung namun masih bisa menjaga keseimbangannya.

"Benar Tuan, jadi jangan sakiti Diandra!!" Ucap Bryan dengan suara datarnya.

"Apa hak mu mengaturku??" Kedua pasang mata itu saling bertatapan dengan tajam.

"Karena saya mencintainya. Dan saya pasti akan merebutnya kembali dari anda"

"Bryan!!" Diandra mengingatkan Bryan agar tidak melanjutkan kata-katanya. Diandra takut jika Dewa lepas kendali dan menyakitinya.

"Saya juga mencintainya dan Diandra sekarang hanya MILIK SAYA!!" Dewa menekankan kata di akhir kalimatnya.

"Dia milik saya tapi anda yang merebutnya dari saya!!" Balas Bryan tak kalah sengit.

"B***gsek!!"

BUK..

BUK..

BUK..

Dewa langsung melayangkan tinjauannya yang begitu kuat di wajah tampan milik Bryan.

"Jangan pernah ganggu istriku lagi!! Kalau tidak kau akan terima akibatnya!!"

"Dewa berhenti!!" Teriak Diandra dengan panik.

Buk..

Buk..

Dewa memukuli Bryan secara membabi buta.di seluruh wajah dan tubuhnya. Bahkan tidak hanya dengan kedua tangannya saja, namun kini Dewa sudah menggunakan kakinya juga.

"Sudah aku mohon hentikan!!" Pinta Diandra dengan tangisannya.

Tapi Dewa sudah terlanjur tersulut emosi. Dia tidak bisa mengendalikan rasa marah yang membuncah di dalam hatinya.

"Berhenti atau aku akan meminum obat ini sekarang juga!!" Ancam Diandra.

Tapi entah tidak mendengar atau sengaja berpura-pura tuli. Dewa tetap melanjutkan aksinya untuk membuat Bryan tak berdaya meski pria yang kini terkapar di lantai itu sudah hampir tak sadarkan diri.

Diandra mengambil gelas minum di atas nakas itu. Lalu benar-benar memasukkan satu biji obat ke dalam mulutnya. Tapi belum sempat Diandra menelannya. Dewa sudah terlebih dahulu menepuk tengkuknya dengan kencang agar obat itu bisa di memuntahkan oleh Diandra.

"Berani sekali kamu Diandra!!" Desis Dewa.

Diandra mengusap sisa air yang berada di dagunya.

"Apa kamu tidak lihat dia sudah terkapar seperti itu?? Lihatlah kekasihmu itu!!" Diandra langsung menghampiri Bryan yang babak belur tak berdaya.

"Bryan!!" Lirih Diandra tak kuasa menahan air matanya.

"Jika kamu berani menemuinya lagi maka lihat sendiri apa yang akan aku lakukan padanya. Aku benar-benar tidak main-main dengan ancaman ku!!" Ucap Dewa sambil mengusap-usap punggung tangannya yang memerah karena berhasil melumpuhkan lawannya.

"Dasar psycho kau Dewa!! Kau benar-benar mengerikan!!" Umpat Diandra.

"Jadi sekarang pilihan ada di tanganmu Dee. Pulang sekarang atau kekasihmu itu akan menerima akibatnya!! Pilihan ada di tanganmu, dan ingat jika aku ini pria tidak waras yang bisa bertindak sesukanya" Dewa memberikan senyuman miring untuk Diandra.

Diandra hanya diam, dia kembali menatap Bryan yang setengah sadar itu. Bryan yang menggenggam tangan Diandra dengan lemah itu seakan berkata dia baik-baik saja lewat tatapan matanya yang sudah sayu.

Diandra mengusap wajah Bryan yang sudah tidak berbentuk itu. Lebam dan darah memenuhi wajahnya.

"Aku akan ikut kamu, tapi setidaknya ijinkan aku untuk mengobati lukanya" Ucap Diandra dengan lemah.

Tapi Dewa justru berdecih kemudian tertawa dengan pelan. Entah apa yang lucu di matanya.

Dewa meraih lengan Diandra untuk memaksanya berdiri.

"Ayo pulang sekarang!!" Diandra bahkan belum sempat berpamitan pada Bryan. Meminta maaf padanya karena harus menerima kekejaman dewa hanya untuk mempertahankan hubungan mereka.

"Aku membencimu Dewa, sungguh aku sangat membencimu!!"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

sama2 keras kepala niih...

2023-10-07

1

Yulia Kurnia

Yulia Kurnia

mbak dee..membuat hidup jd rumit

2023-10-03

1

antha mom

antha mom

Diandra juga salah jangan terlalu keras kepala, berdamai lah dengan keadaan,, setidaknya jangan menggugur kan kandungan mu

2023-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!