3. Penyiksaan

Jangan mendekat!! Aku tidak mau di sentuh i*lis sepertimu!!" PERGI!!"

Teriakan Diandra itu sama sekali tak membuat Dewa menciut. Di justru tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi itu.

"Yang kamu sebut i*blis ini suamimu sayang" Dewa terus mendekati Diandra hingga tumit Diandra menyentuh kaki ranjang.

"Meski kau suamiku, aku tetap tidak sudi menyerahkan tubuhku padamu!! Dasar pria kejam!!" Diandra sampai mengeratkan giginya menahan kemarahannya.

"Kenapa kamu terus seperti ini Dee. Aku mencintaimu. Belajarlah untuk mencintaiku" Kali ini suara milik Dewa yang berat itu sedikit melemah, tapi tetap terdengar tegas di telinga orang yang mendengarnya.

"Tidak akan, aku tidak akan pernah mencintaimu!!" Ucap Diandra dengan frustasi.

"Kenapa?? Apa karena kekasih model mu itu?? Apa karena dia kamu tidak mau menerima cintaku??" Dewa sudah menatap Diandra dengan tajam, hanya tatapan mata saja sudah mampu berbicara jika dia siap menerkam mangsanya.

"Sudah ku katakan, perasaanmu itu hanya obsesi saja. Jadi sadarlah!!" Kini Diandra menatap sedikit iba pada Dewa. Pria di depannya itu sama sekali tidak bisa membedakan perasannya sendiri.

"Aku tidak peduli!! Karena hanya kamu yang aku inginkan. Hanya kamu yang ingin ku miliki seutuhnya!!" Dewa meraih pinggang Diandra dengan sekali hentakkan hingga tubuh ramping itu menempel pada dada Dewa.

"Lepaskan!! Jangan macam-macam!! Aku tidak mau di sentuh pria sepertimu!!" Diandra terus meronta agar Dewa melepaskan tangan dari pinggangnya.

"Apa hanya dia yang boleh menyentuhmu??" Dewa mencengkeram pipi Diandra dengan tangannya yang satu lagi.

Diandra terus meronta dan memukul Dewa agar pria itu melepaskannya. Air matanya sudah mulai menggenang di pelupuk matanya. Tapi dia tidak mau menangis di hadapan Dewa.

"KATAKAN!!" Dewa mendorong Diandra hingga tersungkur di ranjang yang berada di belakangnya.

Diandra beringsut mundur terus berusaha menghindari Dewa yang sudah menaikkan lututnya ke ranjang yang sama.

"Jangan takut sayang, aku tidak akan menyakitimu selama kamu menuruti kemauanku" Dewa mengeluarkan senyuman yang hanya satu sudut bibirnya saja yang terangkat.

"Jangan aku mohon!!" Ucap Diandra dengan tangan yang sudah mengatup di depan dadanya.

Diandra yang tampak lemah dan memohon itu justru semakin membuat Dewa menggila. Dengan sekali tarikan Dewa bisa membuat kebaya yang di kenakan Diandra itu robek hingga memperlihatkan bahu mulusnya.

"Kamu begitu menggoda sayang" Ucap Dewa memuji kecantikan yang di miliki Diandra dengan tatapan yang membuat Diandra merasa mual.

"Dasar menjijikkan!! Cuiihhh..."

Diandra meludahi Dewa tepat mengenai wajah tampannya.

Tentu saja hal itu membuat seorang Sadewa marah besar. Baru Diandra, dan hanya dia yang berani melakukan hal itu kepadanya.

Dewa yang sudah gelap di penuhi amarah itu tidak peduli lagi dengan teriakan atau amukan Diandra. Dengan ganasnya Dewa menyerang Diandra di atas ranjang.

Bahkan tanpa kelembutan sama sekali, Dewa berhasil merebut mahkota Diandra yang ia jaga selama 24 tahun ini dengan paksa.

Jeritan Diandra saat penyatuan mereka yang Dewa lakukan dengan kasar membuat bagian inti Diandra terluka.

Malam pertama yang di idamkan para pengantin justru menjadi malam penyiksaan bagi Diandra. Kebencian yang sudah tertanam untuk Dewa kini semakin tumbuh dengan pupuk yang di berikan Dewa sendiri.

Dewa berguling ke samping setelah berhasil melepaskan h*sratnya. Pria degan badan berotot itu justru memejamkan matanya, dengan tanpa rasa bersalahnya membiarkan Diandra menangis di sampingnya.

Dengan merasakan sakit yang amat sangat pada bagian bawahnya, Diandra berusaha bangkit dari ranjang yang menjadi saksi bisu penyiksaan yang di lakukan Dewa itu.

Langkahnya tertatih memungut kain jarik yang telah di lepas oleh Dewa tadi. Menggunakannya sebagai selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.

Di bawah guyuran air, Diandra menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi. Menggosok tubuhnya yang terasa kotor itu. Terlebih lagi banyak tanda merah yang di berikan Dewa di tubuhnya, membuat Diandra semakin mengingat betapa beringasnya Dewa saat menikmatinya tadi.

"Bryan maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga diriku sendiri. Aku sudah kotor"

Diandra terus menangis histeris di dalam kamar mandi. Menggosok tubuhnya dengan kasar hingga terlihat kemerahan di seluruh kulitnya.

Sementara Dewa yang terlelap itu terusik dengan suara teriakan seseorang. Tapi setelah melihat Diandra tidak ada di sampingnya, di hanya menatap pintu kamar mandi itu sekilas, lalu memungut pakaiannya yang berserakan.

Tanpa berniat mengetuk pintu kamar mandi itu untuk melihat keadaan Diandra. Pria yang sukses membobol gawang istrinya itu justru tampak acuh dan pergi meninggalkan kamarnya.

Dewa memanggil anak para anak buahnya. Rumah itu benar-benar di jaga ketat oleh Dewa. Dia tidak ingin Diandra melarikan diri darinya.

"Jaga dia, jangan sampai dia kabur dari sini. Kalian akan menanggung sendiri akibatnya jika kalian lengah!!" Ancam Dewa.

"Baik Tuan" Para pengawal itu menunduk patuh dengan perintah Tuannya.

🌻🌻🌻

Sementara itu Bryan terus berusaha menghubungi Diandra tapi tidak ada jawaban satupun dari kekasihnya itu. Bryan terlihat semakin putus asa, dia menyalahkan dirinya sendiri kenapa jadi manusia yang lemah dan tidak punya kuasa apapun. Sehingga apapun miliknya pasti selalu bisa direbut oleh orang lain.

FLASHBACK ON

Bryan di temani oleh Kimi, terus mencari alamat yang di tunjukkan Diandra tadi. Mengendarai mobilnya dengan pelan untuk melihat rumah-rumah yang ada di sekitar sana.

"Itu kayaknya deh Bry, lihat banyak sekali orang yang berbadan besar di depan rumah itu" Ucap Kimi menunjuk rumah besar dengan penjagaan ketat itu.

"Benar Kim, itu persis seperti yang di sebutkan Diandra"

"Kamu yakin Bry?? Lihatlah jumlah mereka begitu banyak, dan kamu cuma seorang diri. Pikirkan keselamatanmu Bry" Kimi sudah bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi kepada Bryan.

"Aku tidak peduli Kim, yang jelas aku akan tetap masuk ke sana. Aku akan membawa Diandra ku pergi" Bryan meninggalkan Kimi begitu saja di dalam mobil. Pria yang di mabuk cinta itu ternyata nekat mempertaruhkan nyawanya demi wanitanya.

"Bryan!!" Panggil Kimi yang sama sekali tidak di gubris.

"Apa benar di dalam sana Tuan Dewa sedang melangsungkan pernikahan??" Tanya Bryan kepada seorang penjaga yang ada di depan pintu gerbang.

"Siapa kau berani menanyakan Bos kami??" Wajah menyeramkan dari penjaga itu tak membuat Dewa gentar.

"Aku kekasih dari wanita yang akan Bos kalian nikahi itu!!" Ucap Bryan dengan sengit.

"Jadi kau rupanya?? Teman-teman, ayo bawa dia!" Bryan sempat terkejut karena mereka semua seolah sudah bersiap untuk kedatangannya.

Bryan di tarik agak menjauh dari depan pintu pagar itu. Agar keributan yang mereka timbulkan tidak mengganggu acara yang berlangsung di dalam.

"Lepaskan aku!!" Mau bawa aku kemana kalian hah??" Bryan mencoba melawan namun tenaga mereka lebih kuat.

"Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum kita bertindak lebih!!" Ancam salah satu orang itu.

"Aku tidak peduli, yang jelas aku ingin masuk ke dalam sana!!" Ucap Bryan tidak menyerah.

"Didi ini aku!! Diandra keluarlah!!" Teriak Bryan.

BUKK..

BUKK..

"Sudah ku katakan pergi dari sini kenapa kau masih melawan!!" Bryan kembali di tarik kerah bajunya.

Kimi yang melihat kondisi mulai tidak terkendali, dia memberanikan diri keluar dari mobil.

"Berhenti, atau aku akan lapor polisi!!" Kimi menunjukkan ponselnya yang sudah menekan nomor darurat itu.

"Bawa temanmu ini pergi dari sini!!" Bryan menubruk Kimi setelah didorong pria berbadan besar itu tadi.

"Baik saya akan bawa dia pergi dari sini"

"Tidak Kim, aku akan tetap menunggu Diandra di sini!!" Tekat Bryan.

"Untuk apa?? Itu percuma, lihat ini!!" Bryan menerima sebuah ponsel yang di lemparkan padanya.

Hati Bryan seperti di remas. Sakit dan ngilu rasanya. Dia melihat Diandra telah bersanding dengan pria yang dengan lantang melafalkan ijab qabulnya.

Video itu membuat hatinya hancur, Diandra kekasih yang di begitu dicintainya kini telah menjadi istri orang lain

"Sebaiknya kita pergi dari sini Bryan, sebelum mereka benar-benar menghajar mu" Bisik Kimi. Dia merebut ponsel yang berada di tangan Bryan lalu mengerikannya kepada pria tadi.

Bryan yang terdiam dengan tatapan kosong itu hanya mengikuti Kimi yang terus menarik tangannya pergi dari tempat itu.

FLASHBACK OFF

"Maafkan aku yang lemah ini Didi. Tapi aku akan tetap mencari cara untuk mendapatkan mu kembali" Batin Bryan dengan terus menatap foto Diandra di ponselnya.

🌻🌻🌻

Setelah begitu lama di dalam kamar mandi, Diandra memberanikan diri untuk keluar dari sana. Berharap i*lis mengerikan itu sudah pergi dari kamar itu.

Diandra yang hanya menggunakan bathrobe berlahan membuka pintu kamar mandinya. Dia bisa bernafas lega karena tidak ada tanda-tanda pria itu di sana.

Dengan kesadaran penuh Diandra segera mencari ponselnya yang tadi sempat terlempar bersama tasnya.

Dia harus menghubungi Bryan untuk memberitahu keberadaannya saat ini.

Diandra tersenyum senang ketika mendapatkan ponselnya kembali. Ternyata Bryan sudah menghubunginya ratusan kali. Tanpa ragu dia mencoba menghubungi kekasihnya itu.

"Ayo angkat Bry" Diandra terus bergumam dengan berjalan mondar mandir tak tenang.

"Halo Didi??" Akhirnya Diandra bisa mendengar suara Bryan.

"Halo Bryan, maaf aku baru bisa menghubungimu. Pria itu membawaku pergi ke sebuah rumah yang jauh dari kota" Ucap Diandra sedikit berbisik, dia takut suaranya akan sampai di luar kamar.

"Apa?? Katakan kamu di mama Didi?? Tadi aku mencari mu ke rumah yang kamu tunjukkan tadi. Tapi aku terlambat, Dewa telah selesai membuatmu menjadi istrinya. Bahkan penjaga di sana tidak mengijinkan aku masuk. Maafkan aku tidak bisa menepati janji ku Didi! "

"Maafkan aku Bryan, aku telah menyakitimu" Ucap Diandra yang begitu sedih mendengar suara putus asa dari Bryan itu.

"Sekarang kamu ada di mana??"

"Aku tidak tau pasti alamatnya. Yang jelas dia membawaku ke daerah A, rumah yang besar di tepi pantai. Dengan pagar yang tinggi dan banyak penjaga di liar sana. Aku akan mengirimkan alamatnya saat aku tau nantinya"

"Aku akan mencari mu ke sana Didi, jangan khawatir. Aku pasti akan membebaskan mu" Ucap Bryan dengan yakin.

"Aku akan menunggumu Bryan, bebaskan aku dari......"

"Siapa yang sedang kamu hubungi hah?? Apa kekasihmu itu??" Dewa tiba-tiba datang dan merampas ponsel milik Diandra.

Kemarahan Dewa semakin bertambah ketika benar nama Bryan lah yang terdapat dalam panggilan telepon itu.

BRAAKKK..

Dewa melempar ponsel itu hingga menghantam dinding. Ponsel mahal keluaran terbaru yang bari saja di beli kini sidah hancur berkeping-keping.

Diandra tampak tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia hanya menatap ponselnya yang sudah tercerai berai itu.

"Jangan pernah berani berhubungan dengan pria itu lagi. Atau kau akan terima akibatnya!!" Ancam Dewa dengan mata yang mengkilat.

"Kau tidak berhak melarang ku!!" Diandra benar-benar tidak takut sama sekali dengan ancaman Dewa kepadanya.

"Aku adalah pemilik mu!! Orang yang paling berhak melarang mu!!" Balas Dewa dengan cengkeraman tangannya pada lengan Diandra.

"Ingat baik-baik. Tetap diam disini atau aku akan hancurkan hidup kekasihmu itu!!" Dewa melepaskan cengkeraman tangannya dengan menghentakkannya dengan kasar, sehingga Diandra sedikit terhuyung ke belakang.

Dewa masih menatap tajam pada Diandra namun langkahnya berlahan menjauh, keluar dari kamar itu dan tak lupa Dewa menguncinya dari luar.

"Dasar b***gsek!!" Teriak Diandra yang masih bisa di dengar jelas oleh Dewa.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

inilah contoh istri laknat.. malah mengharapkan di sentuh yg bukan muhrim,, memang haknya dewa itu meski secara kasar.

2024-11-24

0

Nia Nara

Nia Nara

Coba pakai cara halus. Perempuan kalau dilembutin juga lama2 bisa jatuh sendiri kok

2024-09-15

0

lily

lily

dewa, harusnya kamu buang tu hp Diandra trus ganti hp yg cuma ada nomer mu doang itu pun hrus disadap dong ,, obsesi nya hrus totalitas,,,, 😫

2024-09-13

1

lihat semua
Episodes
1 1. Penolakan
2 2. Pernikahan
3 3. Penyiksaan
4 4. Benar-benar penjara
5 5. Sadewa Bahuwirya
6 6. Hamil
7 7. Dewa yang murka
8 8. Lebih baik aku m*ti
9 9. Mengakhiri semuanya
10 10. Mulai berdamai
11 11. Saling merindukan
12 12. Suapan pertama
13 13. Tiba-tiba dekat
14 14. Datangnya pengganggu
15 15. Marah
16 16. Bukan wanita lemah
17 17. Datang seperti Dewa
18 18. Hanya peduli kamu dan anakku
19 19. Ngidam
20 20. Siapa dia??
21 21. Dendam
22 22. Dua wanita pengganggu
23 23. Keinginan Dewa
24 24.Tak sesuai harapan
25 25. Manda mulai beraksi
26 26. Besar kepala
27 27. Kembali akur
28 28. Dewa kemana??
29 29. Merasakan kehadirannya
30 30. Iblis tampan
31 31. Menjatuhkan harga diri
32 32. Hancur
33 33. Luka
34 34. Kepalsuan yang terbongkar
35 35. Rumah penampungan
36 36. Mengertilah Bryan
37 37. Kopi panas
38 38. Sakit Mas
39 39. Ditampar kenyataan
40 40. Maafkan aku
41 41. Berdamai dengan masa lalu
42 42. Cemburu
43 43. Kencan yang gagal
44 44. Permintaan Diandra
45 45. Apa kamu tega??
46 46. Kembalilah Bryan
47 47. Wangi
48 48. Prihatin
49 49. Gerah tapi butuh kehangatan
50 50. Manda belum menyerah
51 51. Nasi goreng kampung
52 52. Menemukan Alex
53 53. Bertemu Alex
54 54. Oleh-oleh
55 55. Apa kamu bahagia??
56 56. Pengakuan Tara
57 57. Menemui Bryan
58 58. Maaf dari Dewa
59 59. Permintaan Tara
60 60. Apa iya aku cemburu??
61 61. Merindukanmu
62 62. Kejutan
63 63. Putra Tuan Yoon
64 64. Pesan misterius
65 65. Firasat
66 66. Bukan Bryan
67 67. Merindukanmu
68 68. Secercah harapan
69 69. Siapa kau
70 70. Menemukanmu
71 71. Kelaparan
72 72. Penyergapan
73 73. Ini semua salahku
74 74. Demi wanita yang kucintai
75 75. Bukan menantu
76 76. Cerita tentang mertua
77 77. Cemburu
78 78. Bertemu Ayah
79 79. Malam yang panjang
80 80. Pura-pura tidak tau
81 81. Kecelakaan gang di rencanakan
82 82. Pilihan yang tepat
83 83. Menagih janji
84 84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85 85. Anak Papa dan Mama
86 86. Surat perpisahan
87 87. Kedatangan Tara
88 88. Melepasmu
89 89. Mencari suami
90 90. Akan ku buat menyesal
91 91. Penyiksaan seumur hidup
92 92. Dejavu
93 93. Yakin untuk bertahan
94 94. meminta kembali
95 95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96 96. Dimana mereka??
97 97. Aku takdirmu
98 98. Akhtar pulang
99 99. Orang yang berbeda
100 100. Gosip panas
101 101. Rencana
102 102. Model dadakan
103 103. Pesta pernikahan
104 104. Jawaban dari permintaan
105 105. Tak ada kabar
106 106. Memupuk kesalahpahaman
107 107. Terus menghindar
108 108. Pasangan kekasih
109 109. Dewa pulang
110 110. Bom waktu
111 111. Akhir dari keraguan
112 112. Menua bersama
113 113. Andai waktu bisa di putar
114 114. Tara dan Bryan ( end )
115 115. Ekstra Part
Episodes

Updated 115 Episodes

1
1. Penolakan
2
2. Pernikahan
3
3. Penyiksaan
4
4. Benar-benar penjara
5
5. Sadewa Bahuwirya
6
6. Hamil
7
7. Dewa yang murka
8
8. Lebih baik aku m*ti
9
9. Mengakhiri semuanya
10
10. Mulai berdamai
11
11. Saling merindukan
12
12. Suapan pertama
13
13. Tiba-tiba dekat
14
14. Datangnya pengganggu
15
15. Marah
16
16. Bukan wanita lemah
17
17. Datang seperti Dewa
18
18. Hanya peduli kamu dan anakku
19
19. Ngidam
20
20. Siapa dia??
21
21. Dendam
22
22. Dua wanita pengganggu
23
23. Keinginan Dewa
24
24.Tak sesuai harapan
25
25. Manda mulai beraksi
26
26. Besar kepala
27
27. Kembali akur
28
28. Dewa kemana??
29
29. Merasakan kehadirannya
30
30. Iblis tampan
31
31. Menjatuhkan harga diri
32
32. Hancur
33
33. Luka
34
34. Kepalsuan yang terbongkar
35
35. Rumah penampungan
36
36. Mengertilah Bryan
37
37. Kopi panas
38
38. Sakit Mas
39
39. Ditampar kenyataan
40
40. Maafkan aku
41
41. Berdamai dengan masa lalu
42
42. Cemburu
43
43. Kencan yang gagal
44
44. Permintaan Diandra
45
45. Apa kamu tega??
46
46. Kembalilah Bryan
47
47. Wangi
48
48. Prihatin
49
49. Gerah tapi butuh kehangatan
50
50. Manda belum menyerah
51
51. Nasi goreng kampung
52
52. Menemukan Alex
53
53. Bertemu Alex
54
54. Oleh-oleh
55
55. Apa kamu bahagia??
56
56. Pengakuan Tara
57
57. Menemui Bryan
58
58. Maaf dari Dewa
59
59. Permintaan Tara
60
60. Apa iya aku cemburu??
61
61. Merindukanmu
62
62. Kejutan
63
63. Putra Tuan Yoon
64
64. Pesan misterius
65
65. Firasat
66
66. Bukan Bryan
67
67. Merindukanmu
68
68. Secercah harapan
69
69. Siapa kau
70
70. Menemukanmu
71
71. Kelaparan
72
72. Penyergapan
73
73. Ini semua salahku
74
74. Demi wanita yang kucintai
75
75. Bukan menantu
76
76. Cerita tentang mertua
77
77. Cemburu
78
78. Bertemu Ayah
79
79. Malam yang panjang
80
80. Pura-pura tidak tau
81
81. Kecelakaan gang di rencanakan
82
82. Pilihan yang tepat
83
83. Menagih janji
84
84. Abiseka Akhtar Bahuwirya
85
85. Anak Papa dan Mama
86
86. Surat perpisahan
87
87. Kedatangan Tara
88
88. Melepasmu
89
89. Mencari suami
90
90. Akan ku buat menyesal
91
91. Penyiksaan seumur hidup
92
92. Dejavu
93
93. Yakin untuk bertahan
94
94. meminta kembali
95
95. Sejak kapan mulai mencintaiku??
96
96. Dimana mereka??
97
97. Aku takdirmu
98
98. Akhtar pulang
99
99. Orang yang berbeda
100
100. Gosip panas
101
101. Rencana
102
102. Model dadakan
103
103. Pesta pernikahan
104
104. Jawaban dari permintaan
105
105. Tak ada kabar
106
106. Memupuk kesalahpahaman
107
107. Terus menghindar
108
108. Pasangan kekasih
109
109. Dewa pulang
110
110. Bom waktu
111
111. Akhir dari keraguan
112
112. Menua bersama
113
113. Andai waktu bisa di putar
114
114. Tara dan Bryan ( end )
115
115. Ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!